
"Baru kehilangan kabar Mas Syafiq sesaat aku sudah berfikir buruk, ternyata yang terjadi tak seperti dugaanku. Aku memang bukan Fura yang bisa tenang dan ikhlas berbagi. Aku penuh fikir buruk. Apa ini tanda aku sebaiknya menghindari hubungan semacam ini," batin Shofi lagi-lagi bergejolak di tengah acara makan malam mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pukul 21:05 APV Syafiq masuk ke pelataran rumah. Ia terus terngiang ucapan Fatir yang memintanya bertaubat atas kebohongannya dan meminta maaf pada dua bidadarinya.
Bukan menuju kamar Fura atau Shofi, ia menuju kamar kedua buah hatinya. Omar dan Hana tampak sudah terlelap dengan lampu yang meremang. Ia menuju kamar mandi dan menggelar sebuah sajadah. Berjumpa dengan Rabb-Nya adalah hal utama yang harus ia lakukan setelah perjumpaan dengan Fatir yang mencerahkannya.
Syafiq mengangkat kedua tangan ke atas penuh kekhusyuan, dilaksanakannya sholat isya yang tertunda dan dilanjut sholat sunnah taubat.
Seraya melakukan setiap gerakan dengan mulut yang terus berucap doa, bayangan kesalahan-kesalahan muncul di otaknya membuat jiwanya terhanyut sesak akan nilai iman yang memudar, ia berserah dengan penuh penyesalan. Semakin dalam sesak ia rasa semakin mantap tiap gerakan ia lakukan, berharap sang Pencipta terketuk membuka pintu maaf untuknya, alunan doa yang mengalun dalam hati kian lirih dan menyayat hingga bulir terus memaksa keluar dari pelupuknya.
Suara denting detik jam terus berputar hingga salam akhirnya terucap. Wajahnya kemudian menoleh kanan dan kiri bergantian dengan sesak yang belum mereda.
Syafiq mengangkat kedua belah tangannya ke atas, lantunan istigfar dipanjatkan.
"Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi." Terus Syafiq melantunkan istighfar tersebut dengan penuh keikhlasan dan penyesalan.
__ADS_1
(Artinya: Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.)
Syafiq melanjutkan sebuah do'a setelahnya.
"Allahumma anta robbi laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana’ala’ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuua laa yaghfirudz dzunuuba illa anta."
"Ya Allah ... Engkau adalah Rabbku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hambamu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmatmu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku padamu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau ...."
_______________
Di tempat berbeda sesosok raga tengah berfikir. Ia wanita kedua yang terpaksa menjadi duri dalam sebuah hubungan yang diharapkan 2 insan namun tak diharapkannya.
Ia yang berada di persimpangan antara tetap melanjutkan hubungan dengan banyak konsekuensi harus ia terima atau ia mundur dengan konsekuensi yang tak kalah pelik pula.
Hatinya tak bisa dibohongi ingin selalu bersandar di bahu sang pemilik hati. Setelah berbagai ujian dalam kehidupannya, kehadiran Syafiq laksana lentera yang menerangi dan menghangatkan. Walau belakangan kebenaran terbuka tentang adanya pemilik hati lain, hatinya tak ingin beranjak. Ia tetap ingin mengenggam hati itu ... hati yang dimiliki oleh ia yang telah menabur benih dengan kokoh di rahimnya.
Akalnya tak terima. Hal yang begitu ia benci terhampar nyata menjadi takdirnya. Kehidupan seolah mempermainkannya, ini kata si sisi buruk. Namun sisi baik berkali berbisik, cara Tuhan mencintai kadang tak bisa kita tebak. Mungkin saja dari kebersamaan yang merupakan sunnah yang tak diinginkan akan muncul kebaikan yang banyak.
__ADS_1
Jiwa Shofi bimbang ... keputusan apa yang akan ia ambil. Terlebih sebuah jiwa semakin terbentuk sempurna di rahimnya. Apakah adil jika raga tak berdosa memperoleh akibat dari kesalahan orang tuanya?
Tiba-tiba teringat kisah Siti Asiah bersuamikan Fir'aun yang terang-terangan menghalangi sang istri beribadah dan kerap menyiksanya. Siti Asiah tak pernah terlintas untuk berpisah, ia bersabar hingga akhir hayat hingga berkah kesabarannya ia menjadi salah satu istri Rasululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam di Syurga. Dan Shofi berfikir bahkan Syafiq bukan suami lalim dalam masalah agama, ia memiliki ilmu yang cukup mumpuni sebagai imam. Walau kemarin sempat berbohong, tapi Syafiq tentunya tak bisa disamakan dengan Fir'aun. Fura sang istri pertama juga bukan sosok keras dan kejam yang akan menyulitkan hidupnya. Shofi terus berfikir. Sombongkah ia jika berkeras berbalik?
Dan jika ia berbalik dengan kondisi Fura yang tak bisa melayani. Bukan tidak mungkin akan ada Shofi lain. Shofi yang akan menggeser posisinya di hati Syafiq dan mengisi kebutuhan yang tak diperoleh Syafiq. Hal yang bahkan membuatnya sesak membayangkannya. Tidak ... ini tidak benar!
Shofi yang semakin bingung teringat ujaran ibu Farida, guru ngajinya semasa remaja. Ujaran untuk menyerahkan segala permasalahan pada Sang pemilik diri saat ia berada di tepi asa. Dengan kesungguhan Shofi bangun dari duduknya menuju kamar mandi, dibasuhnya anggota wudhu dan dihamparkanlah sajadahnya. Ia menunaikan istikharahnya.
Sebuah do'a dipanjatkan Shofi setelahnya ...
"Ya Allah, sesungguhnya, aku memohon kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu yang Agung. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Mahatahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui perkara yang gaib.
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa jika aku berpisah adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya.
Dan apabila Engkau mengetahui bahwa jika aku berpisah adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apa pun yang terbaik, kemudian jadikanlah aku rida dengannya."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
💔Happy reading😘
💔Mohon maaf jika terdapat kesalahan semua dari Bubu pribadi🙏🙏