
"Siapa Mang?"
"Biasa, lelaki yang wajahnya berewokan itu!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Billy dan Fura saling berpandang.
"Dia panjang umur. Kamu mau ke luar?" Fura menatap Billy seksama dan menggeleng setelahnya.
"Baiklah, masuklah ke kamarku. Omar juga sedang di sana!" Fura mengangguk. Billy menghadapkan wajah setelahnya ke arah mang Aryo.
"Biarkan orang itu masuk, Mang!" Billy melangkahkan kaki setelahnya ke ruang tamu. Mayra yang belum lama ke dapur mengambil teko kaget tak ada raga siapapun di ruang makan, ia mencari penghuni rumah yang lain dan mendapati Billy di ruang tamu. Melihat ada tamu yang datang, Mayra dengan sigap membuat minuman karena memang ART yang biasa menjaga rumah itu sedang izin.
Fura masuk ke kamar Billy, ditatapnya Omar yang tertidur dengan memeluk robot-robotan yang dibelikan Billy. Fura membuka sedikit kamar itu ingin menyimak apa yang mereka bicarakan. Dan Nura sang bayi kecil tampak merangkak mondar mandir di kamar Billy.
Dua netra lelaki itu saling bertemu. Billy tampak melirik Hana yang memiliki mata Fura, ia tersenyum melihat gadis kecil itu tampak sehat dan menggemaskan. Netranya tampak awas terus melihat sekeliling ruang tamu itu.
"Maaf lagi-lagi aku mengganggumu!" ucap lelaki gondrong yang merupakan Syafiq. Billy mengangguk.
"Tolong Bil, katakan di mana istriku berada? Aku sungguh ingin tau bagaimana kabarnya kini? Walau berkali kamu mengatakan tidak tau. Entah mengapa aku yakin kamu sebenarnya mengetahui sesuatu. Tolong jangan tutupi lagi! Kamu akan berdosa menutupi dan menjauhkan suami dari istrinya, Bil!"
Billy bergeming sesaat baru berucap. "Apa tidak ada tempat lain selain rumahku ini tempatmu mencari Fura. Atau kamu malas mencari dan tidak tidak ingin repot mencarinya?" lugas Billy.
"Kamu tau betul semua tidak seperti itu! Satu tahun setengah ini aku selalu mencari keberadaan Fura di setiap sudut Bandung, namun aku tak jua menemukannya. Tolong Billy! Sekali lagi aku memohon maaf jika di masa lalu aku memiliki kesalahan padamu sehingga kamu enggan membantuku, aku sungguh membutuhkan adikmu itu. Lihatlah Hana! Ia juga membutuhkan dan rindu kehadiran Uminya," lirih Syafiq terus memohon.
Billy lagi-lagi bergeming. Ia sebetulnya jengah dengan kebohongan ini tapi keinginan Fura agar Syafiq lebih keras mencarinya juga tidak salah. Ia pun berucap, "Aku tidak tau, kamu yang harus mencarinya sendiri jika memang kamu masih menganggap Fura istrimu! Dia tanggung jawabmu dan bukan tanggung jawabku. Aku tidak peduli dimanapun dia sekarang!"
"Kamu bohong Bill, dulu kamu sangat peduli Fura. Dan aku yakin hingga saat ini rasa peduli itu tetap ada, terlebih ia ternyata adalah adikmu. Kamu juga-----
Ucapan Syafiq seketika berhenti saat seorang wanita cantik yang tak begitu tinggi mendekati mereka dengan sebuah nampan dan 3 gelas sirop dingin di atasnya.
"Kenalkan ini tunanganku!" Syafiq menganggukkan kepala tanda perkenalan. Mayra tersenyum dan duduk di sisi Billy setelahnya.
"Tolong Bil, please ... kamu bisa melakukan apapun untuk membalas kesalahanku di masa lalu. Tapi tolong bantu aku-----
__ADS_1
Dan lagi-lagi kata-kata Syafiq terpotong saat seorang bayi kecil dengan ciput cantik di kepala merangkak dengan cepat ke luar dari kamar Billy. Fura kecolongan, baru saya berbalik menyingkirkan robot dari bawah tubuh Omar. Nura dengan lincah membuka pintu dan keluar. Fura gelisah, dari balik pintu ia terus menetralkan degup jantung yang memompa dengan cepat sebab panik.
Syafiq menangkap kehadiran bayi yang merangkak dengan cepat dari kejauhan menuju ruang tamu.
"Itu bayi siapa?" lontar Syafiq seketika. Ia bingung ... sebab beberapa saat lalu Billy baru saja memperkenalkan Mayra sebagai tunangannya. Bagaimana tiba-tiba ada bayi di sana.
"Oh ... i-tu anak seorang teman. Mereka menitipkan bayinya sejenak di rumahku."
"Oh," decak Syafiq tampak netranya kembali fokus menatap Billy.
Di kejauhan Nura dengan perkembangan otak yang sedang memiliki rasa penasaran besar tampak mendekati lubang stop kontak yang terpasang di bagian bawah tanpa penutup itu.
"Heii ... Nura!" Mayra yang melihat segalanya seketika berlari cepat dan meraih raga mungil itu dalam dekapannya. Ia kembali duduk di sisi Billy.
Perhatian setiap orang dalam ruang tersebut tampak tertuju pada Nura dan aktivitas Mayra yang asik berceloteh dengan Nura.
"Pa ... pa ...pa ... ta ...ta taaa ...,"celoteh Nura menggemaskan. Syafiq menatap lekat Nura, ia ikut tersenyum saat Nura tersenyum, ikut memajukan bibir saat Nura melakukannya. Segala gerak Nura tampak menarik pandangnya, terlebih wajah Nura yang seolah tak asing untuknya.
"Abi ... boleh Hana pegang adik kecil?" bisik Hana yang terdengar oleh semua orang di ruangan itu.
Sungguh desiran itu sangat kuat membuat kepala Fura seketika panas. Kedua putrinya sedang bersapa. Ia tak mampu membendung bulir kerinduan saat melihat raga Hana. Ya, walau dari kejauhan raga yang sedikit berisi dengan rambut yang di kuncir sebagian ke atas itu terlihat netranya tapi tak mengurangi sesak yang ia rasa.
Fura memiringkan kepala berusaha menatap lelaki yang terus mendiami hatinya yang sejak tadi hanya suara samar yang mampu ia dengar, tapi raga itu tertutup tubuh Mayra yang duduk di sofa menyiku sebelah kanan hingga raga dan wajah Syafiq tak terlihat.
Hana menyentuh lengan Nura dengan sangat hati-hati, ia memperhatikan wajah dan setiap gerak bayi mungil di hadapannya.
Mayra yang menangkap sikap malu-malu Hana melontar kata seolah menjadi dubber Nura. "Hai kakak tantik, nama kakak ciapa?" ucap Mayra.
"Ha-na."
"Kakak Hana ... kenalkan nama aku Nula!" ucap Mayra lagi sembari mendekat-dekatkan bibir Nura ke wajah Hana. Hana tersenyum senang.
Billy yang tau hubungan persaudaraan keduanya turut tersenyum. Ia membiarkan aktivitas tunangannya itu. Begitu juga Syafiq yang seakan lupa tujuannya ke rumah itu, ia kini tampak fokus melihat interaksi Hana dan bayi kecil itu.
__ADS_1
"Adik Nula cantik!"
"Haaa ... bukan Nula, Sayang. Tapi Nura. Iya adik cantik, sama seperti kak Hana yang cantik." Dan lagi-lagi Hana tersenyum mendengar celoteh Mayra.
"Iya tante benar mata adik bulat seperti mata Hana, iya kan Abi?" Syafiq mengangguk.
"Abii ... Hana mau adik seperti Nura!" ucap polos Hana seketika mendekat ke arah Syafiq membuat lelaki itu terus menelan kasar Salivanya. Ia tampak menunduk setelahnya.
Hana berlari lagi ke arah Mayra dan tampak malu-malu mendekatkan bibirnya ke pipi Nura. Ia juga mulai berani memainkan jemari Nura.
"Abi lihat! Nura pegang jari Hana terus." Syafiq tersenyum getir.
"Adik mau ikut Kakak, ya? Tapi Kakak mau cari Umi dan Omar dulu."
Mayra bergeming. Mendengar kata Umi dan Omar seketika ia menyadari semua yang terjadi. Netranya terus menatap Billy. Billy mengangguk samar.
Mendengar kata-kata Hana, Syafiq pun teringat tujuannya ke rumah itu. Ia memfokuskan diri kembali ke arah Billy.
"Maaf aku seakan terhipnotis dengan putri rekanmu. Bagaimama Bil, maukah kamu memberitahuku di mana keberadaan Fura? Tolong Bil, fikirkan dengan kebaikan hatimu. Aku berjanji tidak akan menyakiti hati Fura lagi dan akan selalu membahagiakannya. Aku janji ...."
Billy bimbang, ia tampak terus bertatap dengan Mayra sambil sesekali melirik kamarnya. Ia ingin sekali memberitahu segalanya dan melihat kebahagiaan dua sosok di hadapannya, terlebih jika tau Nura adalah bagian keluarga mereka. Fura pun tak perlu bersusah payah mencari nafkah pula. Setelah beberapa saat bergeming ia akhirnya mengeluarkan kata.
"Bukan aku yang harusnya berfikir, tapi kamu! Coba kamu fikir kejadian hari ini dengan seksama. Hana begitu ingin memiliki adik, maksudku ia pasti rindu dengan Omar. Jadi kamu harus lebih semangat dan tidak putus asa mencari keberadaan Fura!" Syafiq bergeming.
"Maaf aku ada urusan dengan tunanganku, jadi sebaiknya kalian pergi!"
Napas kasar itu keluar dari indra Syafiq, ia merasa kedatangannya hari ini seperti sebelumnya tak membuahkan hasil. Ia berdiri menggandeng Hana.
"Sayang ... Nura sepertinya haus! Bawa ia ke kamarku untuk mendapatkan ASI-nya!" Mayra beranjak.
Billy mendekati Syafiq yang berjalan lambat ke arah luar. Ia menepuk bahu itu. "Berfikirlah Syafiq!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
❤Happy reading😘
__ADS_1
❤Shofi nongol setelah menyatukan dua sosok ini dulu ya😄
❤Maunya ngasih double up, tapi kalau ngasih double ... like banyak hanya di bab terakhir, bab sebelumnya abai, likenya minim😣😢