TERNYATA AKU ORANG KETIGA

TERNYATA AKU ORANG KETIGA
Delapan


__ADS_3

Dan bukannya mendengarkan kajian, seperti biasa Shofii yang mudah terlelap seketika tak sadar terbuai kembali pada sang mimpi ...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


💔Pukul 18:30 》KEDIAMAN FURA


Gerbang besar berwarna hitam seketika terbuka saat sang satpam mendapati mobil Tuannya telah berada di muka gerbang. Gerbang besi berwarna hitam dengan model ukiran yang sangat indah memang menjadi penjaga bagian luarnya rumahnya.


Rumah 2 tingkat yang cukup besar dengan model minimalis modern adalah kediaman Fura yang sengaja di design sendiri oleh Syafiq sebagai bukti besarnya cinta Syafiq kala itu.


Tak menunggu lama Syafiq yang sudah sangat hafal tata letak rumahnya seketika memarkirkan APVnya disisi Avanza putih yang menjadi kendaraan istri dan anak-anak tercintanya ketika ia tak ada.


Ia pun menekan tombol di sisi pintu kotak besar yang menjadi penjaga keluarganya di bagian dalam. Dan tak menunggu lama, Bik Santi seorang ART rumah yang berusia sekitar 50 tahun terlihat membukakan pintu untuk Syafiq.


"Bapak ...," lirih Bik Santi.


"Ibu mana?" tanya Syafiq seketika mencari keberadaan istri tercintanya, Fura.


"Ibu di kamarnya, Pak."


Tak menunggu lama Syafiq langsung ke kamar utama di lantai bawah menemui Fura. Sebelum kecelakaan yang menimpa Fura, kamar mereka dan anak-anak di lantai atas. Tapi setelah peristiwa naas tersebut, seluruh penghuni rumah pindah ke lantai bawah, karena tak memungkinkan untuk Fura naik turun tangga. Sedang Lantai atas dibiarkan kosong dan baru ditempati jika ada keluarga besar mereka yang berkunjung.


Tanpa mengetuk pintu, Syafiq segera masuk ke kamar sang istri yang tampak sedang duduk di ranjang membacakan cerita untuk Omar, sedang Hana masih asik mengerjakan PR-nya di sofa.


"Biii," panggil Fura tampak kaget melihat Syafiq yang pulang ke rumahnya, padahal tadi pagi sudah berulang kali Fura katakan untuk menemani Shofii dan jangan pulang kesini.


"Jurriy," balas Syafiq seraya mendekati Fura dan mengecup lembut kening sang istri. Setelahnya ia mengecup pula Hana dan Omar bergantian.


Syafiq duduk di sisi Hana kini, ia melihat sang putri sedang mengerjakan PR menulis huruf hijaiyah. Hana terlihat cepat sekali merekam sesuatu. Ia terus mengikuti sesuai dengan contoh yang diberikan gurunya.


"Pintarnya Abii," ucap Syafiq sambil mengecup kepala Hana.


Tak kalah, kini Omar juga mendekat ...


"Abi, Omar juga pintar," ujar Omar menatap dalam wajah Syafiq menunggu sang ayah menciumnya juga.


Cup ...

__ADS_1


"Jagoan kecil abi pasti dong pintar," puji Syafiq membuat Omar terus tersenyum.


Dan dikejauhan Fura tampak melambaikan tangannya pada Syafiq, memintanya mendekat, "Apa Umi juga minta dicium Abi?"


"Fikiranmu nakal, Bii, bukan itu. Sekarang jawab aku, kenapa kamu pulang kesini? bermalamlah dengan Shofii, ia pasti sedang menunggumu saat ini," lirih Fura.


"Malam ini aku ingin bersamamu, Juriyy ...."


"Tapi aku tak bisa memberikan hakmu Bii," ucap Fura seraya memainkan jemarinya di wajah Syafiq.


"Sentuhan nakalmu ini cukup untukku Juriyy," goda Syafiq.


"Issh kamu Bii. Sudah mandi dulu sana, kita makan malam setelahnya."


"Siyap Juriyy, berarti aku boleh bermalam disini, kan?" tanya Syafiq kembali.


"Hanya sampai jam 10 kau boleh disini, selebihnya kau harus temani Shofii, Sayang," lirih Fura.


Beberapa waktu berlalu ...


•


•


•


"Ahh opor ayam, kau seakan tau aku akan pulang Juriyy, ini makanan kesukaanku," ujar Syafiq setelah Fura meletakkan sepotong paha ayam dengan kuah opor di piring Syafiq.


"Makanlah yang banyak Bii, agar kau bisa langsung beristirahat di sana." Fura kembali berkata sesuatu yang tak disukai Syafiq.


"Tolong jangan membahas dia saat kita bersama Juriyy, terlebih saat sedang makan seperti ini. Itu akan membuat nafsu makanku hilang," tukas Syafiq.


"Baiklah semua sesuai inginmu, Bi."


Beberapa saat kemudian makanan di piring mereka telah kosong. Namun Syafiq sesaat pun tak melepas pandangannnya dari Fura.


"Kenapa kamu terus menatapku, Bii?"

__ADS_1


"Karena Juriyy-ku sangat cantik."


"Mbak Kinan, tolong tidurkan anak-anak di kamar yaa!!" ujar Syafiq pada pengasuh putra-putrinya. Mbak Kinan pun seketika mengangguk.


Setelah bayang putra-putrinya menghilang, Syafiq seketika mengangkat tubuh istrinya hendak membawanya ke kamar.


"Bii, kamu mau apa?"


"Aku ingin memberi hadiah untukmu, sebab kamu telah menyajikan opor ayam kesukaanku," bisik Syafiq.


Fura tampak menarik hidung suaminya yang telah berbicara nakal di depan Bik Santi sang ART.


•


•


đź’”Pukul 22:10


"Pulanglah Bii ...!"


"Aku sudah berada di rumahku," ujar Syafiq yang masih menahan tubuh Fura dalam pelukannya.


"Bii, Shofii menunggumu, pergilah!" Tangan Fura tampak bermain-main di dada bidang Syafiq.


"Juriyy, katakan ... kamu masih mencintaiku, bukan?" ucap Syafiq.


"Itu tak perlu kamu tanya lagi Bii, apapun kulakukan untuk kebahagiaanmu, termasuk dengan membagimu," lirih Fura.


Melihat Syafiq terdiam, Fura kini berujar kembali, "Bii, tidurkan aku! aku letih. Tolong tinggalkan aku! Kasihan Shofii pasti menunggumu, kau harus pulang kini," lirih Fura.


Dengan hati-hati, Syafiq membaringkan tubuh Fura. "Kau yakin dengan yang kau minta Juriyy?" Syafiq memastikan kembali keinginan Fura.


Fura tampak mengangguk, hatinya menangis tapi ikatan telah terjadi. Ia harus tetap menjaga segalanya berjalan baik dan Syafiq tetap berdiri di tengah dengan tidak condong terhadap satu dari kami. Fura pun sejatinya sadar semua akan sulit untuk Syafiq yang ia sangat tau begitu mencintainya.


Syafiq menyapu kepala Fura dan mengecupnya. "Baiklah, aku akan pulang, jaga dirimu Juriyy-ku. Besok aku akan mampir kesini lagi sebelum aku pulang ke tempat Shofii.


Setelah Fura mengangguk, Syafiq pun bersiap pulang dan tak lama bayangnya tak terlihat.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


💔Happy reading❤❤


__ADS_2