TERNYATA AKU ORANG KETIGA

TERNYATA AKU ORANG KETIGA
Lima Belas


__ADS_3

Di kejauhan seorang lelaki yang hendak mendekat seketika berhenti saat sang wanita penolong membalikkan wajahnya. Ia terhenyak! Kaget!


Bagaimana bisa Sho-fi di-sini ...? Da-n ... i-a menolong Fu-ra?


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Syafiq segera meraih raga kecil di sampingnya dan memundurkan tubuhnya. Syafiq terlalu pengecut untuk membuka segalanya saat ini. Ia sungguh tak ingin sepotong hatinya yang berada pada Shofi seketika tak berbentuk.


"Tidak sekarang ... tidak! Kalau pun semua harus terbuka tidak dengan tiba-tiba seperti ini!" monolog Syafiq.


________________


"Mbak ... Mbak baik-ba-ik sa-ja Ka-n?" Sebuah sapuan mendarat di bahu Fura yang masih memejamkan matanya. Ia sangat takut akan kenyataan yang mungkin terjadi padanya.


"Umi ... buka mata Umi! Umi nggak apa-apa, kok," lirih Hana sang putri kecil.


Kelopak mata dengan bulu mata lentik itu terbuka, ia menatap wanita yang menolongnya beberapa saat lalu. Ia bergeming ... merasa tak asing dengan wajah di hadapannya.


________________


"Juriyy .... Kamu termenung!"


Sebuah dekapan membuyarkan lamun Fura yang masih mengingat kejadian beberapa saat lalu di toko buku. Ia menatap dalam netra sang suami.

__ADS_1


"Dulu mas Syafiq begitu mengutuki pernikahan keduanya, tapi kini ia tak pernah membahas itu. Apakah mas Syafiq telah membuka hatinya untuk wanita itu? Kenapa tiba-tiba hatiku sakit ... wajah wanita tadi sangat mirip dengan wanita di foto pernikahan mas Syafiq, mungkinkah ia wanita bernama Shofi itu? Ia cantik ... tentu tak mudah bagi mas Syafiq menyukainya. Bagaimana ini? Bagaimana jika wanita itu mengambil seluruh hati mas Syafiq ...?" batin Fura.


CUP ... CUP ...


Fura kembali tersadar saat sesuatu yang kenyal menempel di bibirnya.


"Biii ...," lirih Fura.


"Ini kecupan yang ke sepuluh dan kamu baru sadar. Katakan! Apa yang Juriyyku sedang fikirkan?" Dengan pintar Syafiq berpura tak mengetahui yang terjadi padahal sebetulnya ia tau betul apa yang Fura fikirkan.


"Tidak ... mas Syafiq sangat mencintaiku, bahkan perlakuannya tak pernah berubah setelah pernikahan keduanya----


"Heiii ... Juriyyku termenung kembali. Apa yang meresahkanmu, Sayang?" ucap Syafiq menahan kepala Fura dan menciumi pelipisnya.


"Pertanyaan apa ini, hem? Hatiku selalu untukmu Juriyyku," ucap Syafiq.


"A-pa hati untukku masih u-tuh seperti dulu? Atau hati itu ki-ni tlah ter-bagi?" lirih Fura terbata. Syafiq bergeming.


"I-a telah meluluhkan hati-mu, Bii?" Fura mempertegas kembali tanyanya.


Syafiq menatap lekat Fura. Ia membaca kekhawatiran wanita cinta pertamanya itu, ia memeluk erat Fura. "Ma-af ...."


Ingin rasanya Syafiq berbohong, tapi ia tak bisa melakukannya pada Fura. Fura telah berkorban banyak untuk putra-putri juga bahagianya.

__ADS_1


Fura membuang napas kasar, bola matanya seketika berkaca dan bulir air mulai menetes satu persatu dari sudut matanya.


Syafiq merasakan kaos yang dikenakannya basah. Ia merenggangkan pelukannya dan menatap Fura. "Ma-af, Juriyy! Tolong jangan menangis!"


Syafiq menghapus bulir di pipi Fura dengan rona kepedihan pula. Ia sedih ... namun ia tak berkutik, tak mampu menahan rasa yang tumbuh untuk Shofi. Hatinya hancur melihat Fura tercekam pilu ta-pi mau bagaimana lagi, ia bimbang. Ia hanya bisa menatap wanitanya kini.


"Bii ... aku ingin bertemu Shofi!"


"Juriyy ... A-pa yang ingin ka-mu la-kukan?" kaget Syafiq.


"Kamu sangat takut kehilangannya kah, Bii?" lontar Fura seketika melihat rahut khawatir Syafiq. Syafiq lagi-lagi bergeming.


"Tenang saja, Bii! Aku dulu yang memberi lampu hijau hubungan kalian, aku tak akan memisahkan kalian. Ta-pi ----


"A-pa?" Sela Syafiq.


"Aku ingin Shofi ta-u kalau ka-mu juga memiliki-ku ...!"


Seketika lengan kokoh yang mengunci tubuh Fura terlepas. Syafiq bimbang .... Bagaimana membuka segalanya pada Shofi? gemuruh batin Syafiq.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


💔Happy reading😘

__ADS_1


__ADS_2