
Netra Shofi terkunci ... ia kaget melihat sosok pria di hadapannya.
"Mas Rai-han ...?"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tak hanya Shofi yang terhenyak Raihan yang beberapa saat lalu khawatir tak mendapati putrinya kini berdiri mematung menatap sang putri kecil bersama wanita pengisi hatinya di masa lalu.
Tak berselang lama, seorang wanita paruh baya berpakaian suster muncul dengan sebuah balon besar. Raihan berujar, "Mbak Arum, tolong bawa Shofi ke dalam mobil!"
"Baik, Tuan." Seketika sang bocah kecil berada dalam dekapan sang pengasuh. Mereka masuk ke sebuah mobil Jeep sport beberapa meter dari posisi Raihan berdiri.
Shofi yang kaget mendengar panggilan Raihan pada sang bocah kecil terus menatap sang bocah hingga bayangnya tak terlihat. Ia menatap Raihan kembali setelahnya.
"Bisa kita bicara, Sof!" Shofi yang dipenuhi tanya mengangguk.
"Karin, kamu bisa menungguku di mobil!" Karin masuk ke mobil Shofi.
Raihan mengarahkan Shofi pada sebuah kursi panjang di muka rumah makan. Raihan terus menatap Shofi, sedang Shofi terus menatap ke depan tanpa titik pasti.
"Aku senang bertemu denganmu lagi, Sof," ucap Raihan memulai pembicaraan.
"Itu putrimu, kah?" lugas Shofi langsung melontar tanya yang mengusik otaknya. Raihan mengangguk.
"Berapa usianya?" tegas Shofi kembali.
"Di-a-----
"Berapa, Mas?"
"Du-a tahun," lirih Raihan sembari menunduk.
"Kita bahkan baru berpisah selama 2 tahun 3 bulan. Bukankah setiap bayi butuh 9 bulan mendiami rahim ibunya----" Shofi tersenyum getir baru melanjutkan ucapannya kembali.
"Jangan katakan dulu Mas---- Hahhh ... laki-laki ...."
__ADS_1
Dengan dada sesak Shofi menuju Mazdanya.
"Shof ... tunggu! Beri aku kesempatan menjelaskan! Shof ... Buka Shoff ...!" Raihan terus mengetuk kaca mobil Shofi namun Shofi yang diliputi kekecewaan tak menghiraukan.
_____________
Adzan Ashar berkumandang. Pergantian Shift dilakukan, Dokter Mirna kini yang mengisi poli gigi. Shofi langsung menuju mushola Rumah Sakit menjalankan ibadahnya.
Berhubung jam 4 nanti ada pertemuan para dokter shift pagi, ia mengisi waktu melafazkan mushafnya di Mushola menunggu jam 4 tiba.
1 ayat ... 2 Ayat ... Hingga 20 ayat selesai ia menutup mushafnya menuju lokasi pertemuan. Hampir 10 dokter telah hadir namun sang pengisi acara belum terlihat.
Tepat pukul 16:15 para staf Divisi Rumah Sakit satu persatu memasuki ruangan. Pak Burhan sang Direktur RS masuk bersama seorang pria berjas coklat nan gagah. Shofi yang sedang berbisik dengan dokter anak tak menyadari pria yang masuk bersama pak Burhan.
Hingga Asisten pak Burhan bicara dan menjelaskan perihal pertemuan sore itu. Ia menjelaskan bahwa pak Burhan akan kembali ke Amerika dan menghabiskan masa tuanya bersama sang istri di sana. Sedang urusan Rumah Sakit akan dilimpahkan sepenuhnya pada menantunya. Sang asisten tampak menyebutkan sebuah nama yang seketika membuat Shofi terhenyak.
"Jadi mulai detik ini Direktur Rumah Sakit terbaru kita adalah menantu dari Prof. Dr. Burhan sendiri, kita sambut Dr. Raihan Abdi Shaka Sp.N seorang lulusan S2 dari Universitas ternama di Amerika yang merupakan Dokter spesialis Syaraf atau Neurologis. Kita sambut beliau ...."
Tepukan tangan bergemuruh. Raihan maju dan tersenyum, ia mengamati satu persatu dokter yang akan menjadi rekannya membesarkan Rumah Sakit yang ia emban. Hingga tiba-tiba netranya menangkap wajah itu, wajah wanita tercintanya yang bertahun lalu terpaksa harus ia lepas, Shofi. Shofi menunduk saat Netra Raihan tak beralih dari wajahnya.
Tiga puluh menit tak terasa berlalu, pertemuan pun selesai. Setiap jiwa keluar dengan teratur. Pak Burhan tampak merangkul bangga Raihan, baru setelahnya ia izin meninggalkan ruangan. Raihan berbisik pada asisten Papanya yang kini menjadi asistennya, hingga sang asisten seketika mengejar Shofi dan mengemukakan bahwa Pak Raihan ingin bersapa. Shofi tak dapat menolak keinginan atasannya, ia pun mengikuti sang asisten.
•
•
Pintu ruangan Raihan terbuka, sang asisten segera beranjak setelah Shofi masuk. Raihan tampak bergeming sibuk dengan map-map di hadapannya.
"Permisi! Bapak memanggil saya?" dingin Shofi, hatinya masih terlalu sakit mengetahui Raihan telah berselingkuh dengan wanita lain saat status hubungan mereka masih terikat pernikahan dulu.
"Oh, maaf ... duduklah Sof!"
"Maaf, langsung saja apa keperluan Bapak terhadap saya?" lugas Shofi.
"Jangan terlalu formal saat kita berdua, Shof!" Shofi bergeming.
__ADS_1
"Shof ... ada yang harus aku jelaskan padamu! Aku tak pernah berniat sedikit pun berkhianat padamu saat itu. Sof ... percayalah! Hatiku hanya untukmu! Aku dijebak Sof, Ak-----
"Maaf Pak, saya tidak mengerti apa yang Bapak bicarakan! Permisi!"
Baru saja hendak keluar, tangan kanan Raihan menahan lengan Shofi. "Jaga perilaku anda, Pak! Lepaskan tangan saya!" Shofi berusaha melepaskan tangan Raihan tapi ia tak cukup kuat melakukannya.
"Shof ... tolong jangan seperti orang asing padaku! Percayalah pada ucapanku, Sof!"
Shofi menatap lekat netra Raihan, "Apa yang harus kupercayai, Mas! Aku bahkan tak mengenalmu lagi, kamu Raihan yang berbeda ... kamu seorang direktur Rumah Sakit kini. Sungguh hebat! Dalam 2 tahun kamu memiliki anak, menjadi menantu orang berpengaruh. Tapi kamu masih berani menggangguku! Hargai istrimu, Mas! Maaf, aku tak ada waktu meladeni orang sepertimu! Assalamu'alaikum ...." Dalam sekejap bayang Shofi menghilang.
Shofi duduk di lobi rumah sakit dengan kacau, tangannya sibuk menekan-nekan huruf dalam smartphonenya.
📨Mas ... apa pekerjaanmu masih banyak? Aku butuh kamu saat ini! Jemput aku, Mas!
Dengan cepat sebuah balasan masuk.
📩Dimana posisimu?
📨Rumah Sakit.
📩Sepuluh menit aku sampai. Tunggu aku di cafe sebrang Rumah sakit!"
📨Aku menunggumu!
_______________
📨Juriyy ... malam ini aku tidak mampir ke rumah kita, besok pagi aku akan datang lebih cepat!
Syafiq menarik dan membuang napasnya kasar saat ia harus mengecewakan Fura dengan tak datang menemuinya sebelum bermalam bersama Shofi.
"Maaf, Juriyy! Aku terpaksa melakukan ini karena sepertinya kondisi Shofi sedang tidak baik," monolog Syafiq.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
💔Happy reading😘
__ADS_1
💔Komen ya biar Bubu tambah semangat😊❤