
"Kamu mau ke mana Kei?" tanya nenek Fuji pada Kei yang sudah bersiap untuk pergi meski luka-luka di tubuhnya belum sepenuhnya pulih.
"Salma mengirimkan pesan. Dia mengajakku bertemu juga Jono. kami akan bertemu bertiga sekaligus aku akan menemui Reza dan Dara. Tidak bisa aku terus bersembunyi dan hanya mencari titik amanku sendiri Nek," jawab Kei.
Nenek Fuji jelas tidak mau sesuatu yang buruk terjadi. Dia mencoba untuk memastikan keadaan cucunya ini. Nenek Fuji pun segera mengambil tindakan.
"Sekali pun kamu menemuinya di pengadilan, jangan sekali-kali lengah dan mau kalah. Kamu sudah tahu sendiri seperti apa watak asli istrimu itu."
"Iya Nek, aku tahu. Aku tahu, kali ini aku harus mengambil tindakan tegas. Memang selama 4 tahun ini selalu aku yang mengalah karena aku memikirkan tentang perusahaan yang sudah almarhum ayah bangun. Tapi ... setelah kejadian ini, aku tahu kalau aku sudah mengambil sebuah tindakan yang salah."
Kei bergegas meninggalkan vila. Nenek Fuji pun segera mengurus para pengawal untuk mengawal keberangkatan cucunya itu. Sedangkan untuk yang berjaga di vila susah ada polisi.
"Aku sama sekali tidak menduga kalau cucu menantu Anda itu sejahat itu Nek," kata seorang Kapolsek yang bertandang ke vila tersebut.
__ADS_1
"Iya, dulu tidak separah ini. Tapi aku selalu saja mencari cara supaya Kei mau melepaskan istrinya itu dan sadar bahwa hubungan mereka itu tidak baik. Coba Bapak pikirkan, kalau Bapak jadi cucu saya. Setiap malam harus meladeni istrinya dengan segala kebutuhannya. Kalau cucu saya menolak maka dia akan marah dan melakukan pemukulan. Kei bertahan demi perusahaan, tapi wanitanya sama sekali tidak mau menghargainya." Nenek Fuji meluapkan semuanya.
"Nek, sudah, ingat Nenek juga harus menjaga ketenangan pikiran. Jangan terlalu menggebu seperti ini," kata Suster Dini mengingatkan sambil menepuk pelan bahu nenek.
"Iya Sis, aku terbawa suasana. Aku tidak menyangka saja jalan untuk melepaskan Kei dari jerat Salma akan serumit ini dan membahayakan orang lain yang tidak tahu apa-apa seperti Neta," kata nenek Fuji dengan tatapan matanya yang nanar melihat Neta yang terbaring seorang diri.
"Saya, tidak menyalahkan Kei akan hal ini. Tidak bisa disalahkan begitu saja. Di dalam agama kita juga ada 4 alasan mengapa wanita itu pantas dinikahi. Karena Kecantikannya, Hartanya, Pendidikannya dan Agamanya. Mungkin Salma punya yang dua di awal. Tapi Neta punya yang dua di akhir. Lalu Kei, dia merasa nyaman dengan yang berakhlak dan beragama bagus," ujar si Kapolsek yang merupakan sahabat baik mendiang ayah dan ibu Kei.
Nenek Fuji pun mengangguk membenarkan. "Iya, kamu benar."
"Apa kamu yakin dia akan datang?" tanya pengacara Salma.
"Aku sangat yakin dia akan datang dan aku akan merayunya lagi supaya dia mau mencabut laporannya," kata Salma.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu Kei pun datang dan membuka pintu ruangan mediasi bersama tim penasihat hukumnya. Dia sama sekali tidak mau menyapa atau melihat wajah Salma. Bahkan Salma yang berusaha ingin menjabat dan mencium tangannya pun segera ia tepis.
"Tidak usah banyak bersandiwara." Kei berbicara ketus pada Salma.
"Pak Hakim, saya datang ke sini bukan untuk menempuh jalur mediasi. Saya datang ke sini untuk memberikan bukti visual akan bentuk kejahatan dan kekerasan yang sudah istri saya ini lakukan."
Kei berbicara sambil berdiri dan membuka kaus putih yang ia kenakan. Sekujur tubuhnya di penuhi luka lebam dan membiru. Hakim pun hanya bisa diam dan tidak mengajukan pertanyaan.
"Apa menurut kalian yang sudah seperti ini masih layak menempuh jalur damai dan mediasi?" tanya Kei pada jaksa dan hakim yang berada di ruangan itu. semuanya tercengang dan Salma sama sekali tidak memberikan bantahan.
"Tapi aku melakukannya karena cemburu, kamu diam-diam menikah dengan wanita lain," kata Salma.
Kei tersenyum lalu memutar sebuah video. ia menunjukkan rekaman CCTV pas kejadian di mana Neta mendapatkan perlakuan tidak baik dari Salma. Kei juga menunjukkan video itu pada jaksa dan hakim.
__ADS_1
"Lihat, karena tindakannya dia sudah menghilangkan nyawa calon bayi kami. apa tindakan itu masih bisa diberikan keringanan? Sedangkan dia melakukannya dengan sengaja." Kei memaparkan semuanya.