
Semalaman Neta tidak bisa tidur mengingat semua kebersamaan antara dia dan sang ibu. Satu ingatannya adalah semuanya baik-baik saja di saat sang ayah masih hidup. Lalu perlahan semuanya berubah ketika ayahnya meninggal dunia bersamaan dengan pamannya.
Semenjak hari itu, hidup Neta berubah drastis. Ibunya jadi terkesan suka memanfaatkannya dalam setiap kesempatan. Hingga Neta kecil tumbuh menjadi Neta dewasa, semua perangai ibunya sama sekali tidak berubah. Masih saja suka memanfaatkan keadaan sang putri.
Akan tetapi, naluri seorang anak yang baik pasti ingin selalu ada bersama ibunya. Rasa ingin berbakti dan jauh dari kata durhaka itu selalu ada. Jauh di dalam lubuk hatinya, Neta begitu mendambakan figur ibunya yang dulu.
"Ibu, kenapa semenjak kematian ayah kamu banyak berubah? Apa salahku ibu sehingga kamu tega menjual ku. Aku masih beruntung Tuhan masih sayang denganku. Kalau tidak, mungkin saat ini aku hanya menjadi budak s*x dari seorang laki-laki hidung belang. Aku beruntung seorang Keiji Syabil mau bertanggung jawab dan menikahiku. Kalau tidak ...."
Kei terjaga di jam 2 dini hari. Dia melihat snag istri yang masih terjaga dengan ponsel yang menyala menerangi wajahnya. Perlahan, Kei menyalakan lampu tidurnya.
"Sayang, kenapa belum tidur?" tanya Kei.
"Belum Mas, tiba-tiba aku kepikiran Ibu," jawab Neta dengan helaan napas beratnya.
Kei memeluk Neta dan mengecup keningnya. "Kami kepikiran Ibu? Ingin dia datang ke sini? Benar sudah memaafkannya?"
"Iya, aku merasa tetap berhutang budi padanya. Bagaimana pun, kalau bukan karena dia, kita tidak akan bersama seperti ini," ucap Neta.
__ADS_1
"Iya kamu benar. Oke, kalau begitu, aku hubungi anak buahku supaya mereka mengantarnya ke sini," kata Kei.
Kei lalu terduduk dan menghubungi anak buahnya. Beberapa kali tidak di angkat hingga sebuah pesan masuk dan membuat manik Kei membulat. Sangat terlihat sekali bila ia sedang terkejut akan suatu hal.
"Kenapa, tidak di angkat? Mereka mungkin sudah tidur," kata Neta.
"Iya mungkin. Besok pagi saja ya, aku perintahkan mereka supaya datang ke sini," ucap Kei penuh dengan ke khawatiran.
"Iya, makasih ya Mas. Kamu itu selalu ada buatku, selalu ngerti apa mauku." Neta berbicara dengan begitu lembutnya.
"Sisi lembut seperti ini yang sama sekali tidak pernah aku temukan dalam diri mantan istriku sebelumnya. Aku senang bisa mendapatkan kamu Ta, awalnya hanya sebagai figuran, siapa yang sangka kamu sekarang menjadi pemeran utamanya.Ta,aku minta maaf. aku bingung bagaimana harus menyampaikan hal ini bahwa bibi dan ibumu menghilang. Anak buahku kehilangan mereka," ujar Kei dalam hatinya.
...****************...
Dari atas tangga dia mampu menatap seseorang yang tengah menatap penuh damba istrinya yang hamil. Iya pria itu adalah Kenny. Kenny dengan senyuman khusus tersenyum menyambut Neta.
"Good morning!" sapa Kenny kepada Neta.
Neta hanya diam saja dan Kei yang membalasnya. "Morning!"
__ADS_1
"Cih! padahal aku nyapa Neta dan bukan dia. Sengaja sekali dia seperti itu. Ah, kenapa aku jadi suka sekali sama wanita hamil itu. Apa istimewanya dia?" batin Kenny kebingungan.
Sampai Neta dan Kei duduk, Kenny masih saja menatapnya penuh damba. Kei yang kesal akan itu pun mulai tidak bisa bersabar. Dia melahap potongan daging yang sebelumnya cara memotongnya membuat Kenny bergidik.
"Tumben hari ini dagingnya alot Nek," cetus Kei tiba-tiba.
Neta hanya melirik sekilas dan dia tahu suaminya saat itu sedang cemburu melihat Kenny yang dari tadi menatapnya lekat.
"Alot? Apa iya?" nenek Fuji mulai memeriksa dengan memotong dagingnya, ia merasakan tekstur dari daging mahal tersebut.
"Empuk kok," kata nenek Fuji.
"Ah, mungkin halus dan lembutnya tidak rata. Nek apa nenek tahu kenapa daging sapi ini berakhir di meja makan kita?" tanya Kei yang kesal lantaran Kenny masih saja mencuri pandang meski Aneta Azri susah menundukkan kepalanya.
"Ya karena nenek beli," jawab nenek Fuji.
"Bukan, daging ini ada di piring kita karena disembelih!" ujar Kei sembari melirik tajam dengan pisau daging yang ia genggam erat. Tatapan mengancam atau mengintimidasi itu sukses membuat Kenny menengguk ludahnya perlahan.
Glek!
__ADS_1
"****! Apa itu artinya kalau aku goda istrinya terus maka dia akan menyembelihku?" pikiran konyol Kenny mulai menghantui.
~~ Bersambung ☺️