Ternyata Aku Pelakornya

Ternyata Aku Pelakornya
42. Kei yang Tak Bisa Melepaskan


__ADS_3

Semenjak Kei mendengarkan perbincangan antara Neta dan juga Reza, semenjak itu juga dia menjadi uring-uringan. Dia mengamuk setiap kali mengingat percakapan mereka. Pengakuan Reza kepada pujaan hatinya.


"Ah, ini sama sekali tidak bisa dibiarkan. Sama sekali tidak. Aku harus membuat perhitungan. Harus!" ucap Kei dalam hatinya.


"Ada apa Pak?" tanya Nindy yang baru saja keluar dari Tendanya. Kali ini ia berdandan seperti laki-laki.


"Ada apa, ada apa, apa kamu tidak mendengar tadi? Istriku berbicara dengan pria lain," jawab kei dengan kedua tangannya yang sedang berkacak pinggang dan tatapan matanya yang terlihat marah.


"Ih kok bisa-bisanya Bapak ini lupa, ibu Nita itu kan bukan istri Bapak lagi dia mantan istri Bapak," ralat Nindy sembari mencibirkan bibirnya dia merasa bahwa majikannya ini sangat tidak konsisten.


"Aku memang sudah menolaknya tapi itu hanya talak 1 bukan talak 3 itu artinya aku dan dia masih bisa rujuk," kata Kei yang tidak mau kalah saat berdebat dengan Nindy.


"Iyalah oke terserah Bapak saja, lalu sekarang mau bagaimana rencana kita? Sekarang walaupun ibu dekat dengan pria lain bapak sama sekali tidak memiliki hak untuk melarangnya karena kalian sudah bercerai," ucap Nindy seolah dia tengah mengingatkan majikannya yang sedang marah tersebut.


"Iya aku tahu dan aku akan kembali mendekatinya saat ini bukan dengan Kei yang dulu akan tetapi dengan Kei yang baru." Key berbicara dengan postur tubuhnya yang terlihat begitu tegap dan sangat yakin saat mengatakan itu semua.


Apa yang baru saja ke katakan sontak saja membuat Nindy tercengang. Dia tidak habis pikir dengan rencana yang atasannya buat itu. Ingin menyamar menjadi sosok yang lain demi bisa meluluhkan kembali hati mantan istrinya.


"Apa maksudnya Bapak akan menyamar menjadi orang lain dan mendekati ibu Neta?" Tanya Nindy dengan maksud memperjelas apa rencana dan tujuan majikannya itu.


"Iya memangnya apa lagi selain itu? Aku akan mendapatkan dia mengulangnya dari awal untuk mendapatkan mantan istriku itu."


"Apa bapak benar-benar mencintai ibu Neta?" Tanya Nindy untuk kesekian kalinya dia merasa ini adalah sesuatu hal yang begitu menakjubkan.

__ADS_1


Key menoleh lalu menatap teduh orang kepercayaannya itu. Terlihat sama sekali tidak ada keraguan di matanya. Yang ada hanyalah rasa percaya yang begitu tinggi.


"Iya aku sangat mencintainya tidak pernah sebelumnya aku mencintai orang sampai seperti ini. Aku sama sekali tidak rela melihat dia bersama dengan orang lain bahkan walaupun itu hanya sekedar berbincang-bincang akrab," jawab Kei dengan penuh keyakinan yang terdengar tegas dan lugas.


Nindy tidak bisa berkata-kata lagi dia hanya bisa bertepuk tangan seolah dia begitu takjub dengan sikap yang atasannya ambil. Kali ini Nindy begitu mendukung penuh apa yang majikannya ingin lakukan. Siapa yang sangka bilang apa yang akan lakukan ini nyatanya sampai ke telinga nenek Fuji melalui Nindy.


Tanpa kek ketahui rupanya Nindy adalah orang suruhan nenek Fuji. Orang yang disuruh dan diutus untuk mengawasi setiap gerak-geriknya. Nindy selalu melaporkan apa-apa saja yang Kei kerjakan.


"Kamu tunggu dan awasi dia di sini sampai dia kembali pulang ke rumah," titah Kei kepada Nindy.


"Lalu bapak mau ke mana?" tanya Nindy dengan rasa penasaran.


"Cek!" Kei berdecak dan menatap jengah orang kepercayaannya itu. "Kamu ini bodoh atau bagaimana tentu saja aku akan melakukan penyamaran untuk kembali mendekatinya tidak akan kubiarkan orang yang aku sayangi dekat dengan pria lain."


"Benar kata nenek Fuji setelah mengenal Neta banyak perubahan yang terjadi pada diri bapak Kei," gumam Nindy yang kemudian kembali masuk ke dalam tendanya ia memegang teropong dan kembali mengawasi tenda Neta.


 


Kei kembali ke apartemen yang dulu dia dan Neta tempati. Dia mengambil beberapa perlengkapannya di sana. Hari itu juga Kei menuju ke sebuah salon dia mempermak habis penampilannya dari yang semula terlihat begitu berwibawa kini berubah menjadi seorang laki-laki yang berpenampilan trendy ala-ala cosmopolitan.


Keber dandan seperti anak kuliahan ia membuang kumis dan juga jenggot tipisnya. Model rambutnya pun iya ganti. Gaya berjalannya pun ia ubah, sungguh sangat berbeda. Bahkan Kei sampai memakai kaca mata seperti orang minus.


"Kalau seperti ini, aku tampak seperti anak muda yang gila belajar 'kan?" kata Kei sembari bercermin.

__ADS_1


"Oke, untuk memikat hatinya lagi, aku harus menjaga jarak. Sepertinya aku akan kembali menempati apartemen ini. Aku harus bisa berlagak seperti anak kuliahan." Kei menatap pantulan dirinya.


"Dari yang aku amati Neta lebih suka dekat dengan Reza yang terlihat sederhana dan tidak punya apa-apa. Oke kalau begitu aku pun akan melakukan hal yang sama berpenampilan seperti Reza dan juga kendaraan pun akan ku samakan dengan pemuda miskin itu," kata Kei seorang diri dia begitu optimis terhadap semua rencananya.


Key tersenyum saat menatapantulan dirinya akan tetapi sejumlah pertanyaan lain datang menghampiri. Bagaimana dengan suara dia tentu tidak bisa mengubah suaranya. Bagaimana juga dengan postur dan gerak-gerik tubuhnya yang sama sekali tidak bisa ia.


Seketika itu juga key merasa frustasi padahal dia belum mulai melakukan apa-apa. Hatinya tidak bisa dibohongi dia begitu tidak rela dengan kedekatan Neta bersama pria lain. Seandainya Neta tidak meminta perpisahan Demi kesembuhan mentalnya sudah barang tentu saat ini dia tidak perlu melakukan hal aneh tersebut.


"Ah tidak aku tidak bisa melakukan ini semua terlalu sulit bagiku untuk berpura-pura menjadi orang lain. Tidak ada pilihan malam ini aku harus menemuinya," kata Kei yang seketika menyambar kunci dan kembali bergegas menuju ke area perkemahan.


Hari ini dia seperti semut yang bubar dari sarangnya karena suatu hentakan. Kei berlarian kesana kemari demi mencari kenyamanannya. Dia ingin terus berjuang dan mempertahankan Neta.


Akan tetapi Neta yang tidak kuat dengan tudingan miring itu tidak bisa mempertahankan apa yang sebenarnya menjadi sandaran hatinya. Iya jauh di dalam lubuk hatinya Neta begitu mencintai suaminya itu. Akan tetapi kebimbangan selalu bisa menggoyahkan pemikirannya.


Di saat Neta tengah bersantai sendirian dengan air buds yang menyumpal telinganya, key datang dan membuka tenda begitu saja ia masuk lalu duduk tepat di hadapan Neta. Neta yang posisinya sedang tengkurap sembari menggambar sketsa desain itu pun tidak menyadari keberadaan mantan suaminya. Iya acuh dan terus menggambar.


Hingga key dengan tiba-tiba mengambil pensil yang ia pegang. Sontak saja Neta terkejut saat menoleh melihat sosok mantan suaminya itu sudah berada di sampingnya. Key tidak berkata apa-apa akan tetapi manik coklatnya berkaca-kaca.


"Kamu kamu kenapa sudah ada di sini? Kamu ngapain ke sini Kei?" Tanya Neta dengan sangat terkejut. Matanya membulat dan tubuhnya membeku dengan segera dia duduk tetapi tidak berbuat apa-apa.


"Aku kangen sama Kamu Ta, aku enggak bisa membohongi perasaanku," jawab Kei.


Plak! Sebuah tamparan mendarat di pipi lelaki tampan yang sudah merubah penampilannya itu. Kei hanya terdiam, menatapnya nanar dan berkaca-kaca. Dia sama sekali tidak ingin membalasnya.

__ADS_1


"Tampar aku lagi Ta, tampar! Tampar aku kalau hal itu bisa membuatmu mau menerimaku lagi," ucap Kei yang membuat Neta semakin merasakan sesak di dadanya.


__ADS_2