
Tidak terasa waktu berjalan lebih cepat. Usia kandungan Sabrina sudah memasuki lima bulan. Itu berarti jenis kelamin bayinya sudah terbentuk sempurna.
Namun Sabrina tidak ingin melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin anak-anaknya. Ia lebih suka mendapatkan suatu kejutan dari Allah daripada harus kepo dengan jenis kelamin anak kembarnya.
"Apakah kamu tidak ingin memeriksa lagi kehamilan kamu Sabrina?" Tanya Tuan Gustaf.
"Aku sengaja tidak ingin mengetahuinya. Biarlah mengalir apa adanya dari pada harus mengetahui lebih awal dan itu tidak seru lagi." Ucap Sabrina dengan tenang.
"Kenapa pembawaan gadis ini begitu tenang. Apa sebenarnya yang membuat ia terlihat tegar dalam menghadapi diriku?" Gumam Tuan Gustaf sedikit cemas.
Sabrina menikmati makanannya yang selalu disiapkan oleh Tuan Gustaf begitu berlimpah. Namun gadis ini tidak begitu kelihatan rakus walaupun ia sedang hamil anak kembar.
"Makanlah yang banyak Sabrina!" Apakah kamu tidak ingin melihat bayimu sehat dan gemuk?" Ucap Tuan Gustaf.
"Emang Tuan Gustaf mengira aku ini king kong?" Harus melahirkan bayi gorila gitu." Sungut Sabrina.
Melihat wajah cemberut Sabrina, tuan Gustaf tersenyum geli.
"Akhirnya kamu bisa juga cemberut dan pintar bercandanya." Ucap Tuan Gustaf sambil mengusap mulut Sabrina yang sedikit belepotan karena roti coklat yang dimakannya.
Sabrina nampak kaget, namun ia tak sempat mengelak dari jangkauan tangan Tuan Gustaf.
"Maaf Sabrina, aku menyentuh kulitmu. Apakah itu juga haram?" Tanya Tuan Gustaf.
"Hmm!" Ujar Sabrina singkat.
Tapi, entah mengapa perut Sabrina terasa sangat sakit.
"Aduhh!" Perutku!" Keluh Sabrina sambil memegang perutnya seperti sedang melilit.
"Ada apa Sabrina?" Tanya Tuan Gustaf panik.
"Entahlah, aku tidak tahu tuan. Ini sangat sakit." Ucap Sabrina sambil meringis dengan mengigit bibir bawahnya.
"Mana mungkin kamu melahirkan secepat ini?" Usia kandungannya masih lima bulan." Ucap Tuan Gustaf heran.
"Tolong aku tuan, akkkhh!" Pekik Sabrina kesakitan lalu pingsan.
Darah sudah mengalir membasahi gaunnya. Tuan Gustaf melihat betis mulus Sabrina yang sudah berlumuran darah.
"Astaga!" Apakah dia keguguran?" Ucap Tuan Gustaf lalu menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan helikopter untuk mereka.
__ADS_1
"Siapkan helikopter!" Aku ingin mengantar tunanganku ke rumah sakit." Titah Tuan Gustaf pada anak buahnya yang merupakan pilot helikopter itu.
Dalam beberapa menit, keduanya sudah berada di dalam helikopter untuk segera tiba di rumah sakit.
"Sabrina!" Bangun sayang!" Maafkan aku!" Karena aku telah menahan begitu lama di markas ku." Ucap Tuan Gustaf sambil menangis pilu meratapi kebodohannya.
Helikopter sudah terparkir di atas gedung rumah sakit milik Tuan Gustaf. Dengan di bantu beberapa orang tim medis untuk menolong Sabrina yang terlihat sangat pucat.
Sabrina segera ditangani oleh dokter spesialis kandungan yang ternyata adalah Gina.
"Sabrina!" Astaga!" Bukankah kamu sudah pulang ke Indonesia?" Tanya dokter GINA melihat sahabatnya ini sedang pendarahan.
Dokter GINA melihat keadaan kandungan Sabrina melalui jalan lahir dengan melakukan USG dari dalam.
"Sabrina!" Buka matamu!" Aku mohon!" Titah dokter Ghina sambil terisak saat melihat darah yang terus-menerus mengalir dari kandungannya.
Ia lalu memberikan suntikan penguat kandungan dan beberapa cairan obat untuk menghentikan pendarahan melalui cairan infus.
Di luar sana, tuan Gustaf merasa sangat gusar karena belum saja mendapat kabar dari dokter GINA.
"Apa saja yang dilakukan dokter di dalam pada wanitaku!" Amarah ketua mafia ini tidak terelakkan.
Ingin rasanya ia menendang pintu kamar bersalin itu, namun urung dilakukannya karena itu akan menganggu Sabrina di dalam sana.
Cek lek....
Tuan Gustaf buru-buru mendekati dokter GINA dan menanyakan keadaan Sabrina.
"Bagaimana dengan keadaan istriku dokter?" Tanya Tuan Gustaf terlihat pucat.
Dokter GINA menatap wajah tampan Tuan Gustaf dengan penuh amarah.
"Siapa yang tuan bilang istri?" Dokter GINA balik bertanya.
"Tentu saja perempuan yang sedang kamu tangani sekarang." Ucap Tuan Gustaf penuh percaya diri.
"Apakah anda yakin dia adalah istri anda tuan Gustaf?"
"Apa maksudmu?" Mengapa kamu bertanya seperti itu?"
Tanya Tuan Gustaf pura-pura tidak tahu.
__ADS_1
"Mengapa kamu sangat yakin kalau gadis di dalam sana adalah istrimu, padahal dia masih punya suami.
Apa yang terjadi?" Lima bulan yang lalu dia datang kepadaku untuk memeriksa kehamilannya padaku dan aku adalah sahabatnya saat kami masih kuliah di Turki, kami bahkan tinggal satu apartemen yang sama, maka dari itu aku sangat mengenalnya." Ucap dokter GINA penuh amarah.
Deggg...
Tuan Gustaf menelan salivanya dengan susah payah.
"Apakah kamu tidak percaya kepadaku dokter, kalau gadis di dalam sana adalah istriku." Ucap Tuan Gustaf yang ingin meyakinkan dokter GINA.
"Hamm!" Jika dia tidak berjilbab mungkin aku percaya bahwa dia adalah orang yang mirip dengan istrimu, sayangnya keyakinan kalian saja beda dan banyak sekali tanda yang ada tubuh Sabrina yang membuat aku yakin Tuan Gustaf telah menculik sahabatku itu." Ucap dokter GINA makin keki di depan Tuan Gustaf.
"Sial!" Gadis ini tidak bisa dibodohi olehku." Batin Tuan Gustaf.
"Mengapa kamu tidak menghubungi sahabatmu yang bernama Sabrina itu sekarang. Mungkin saat ini, iya sedang bersama suaminya." Ucap Tuan Gustaf balik menantang dokter GINA.
Tanpa ingin banyak bicara dengan Tuan Gustaf, dokter GINA segera kembali ke dalam, namun di cegah oleh Tuan Gustaf sambil menahan pintu kamar bersalin itu.
"Tunggu!"
Dokter belum menjelaskan apapun kepada saya, tentang keadaan istri saya." Ucap Tuan Gustaf Gustaf.
"Dia hampir mati bersama dengan bayinya. Rupanya seseorang telah menabur zat penggugur kandungan pada makanannya." Ucap dokter GINA dengan wajah datar.
"Apa...?" Apakah anda yakin dokter dengan diagnosis anda?"
"Saya tidak punya kepentingan untuk membohongi anda Tuan Gustaf." Ucap dokter GINA lalu meninggalkan Tuan Gustaf dengan wajah kebingungan.
"Astaga!" Siapa yang telah tega melakukan itu pada Sabrina. Apakah itu chef Abdullah?"
"Tidak...tidak mungkin dia melakukan itu. Orang itu sangat jujur. Pasti ini kaitannya dengan pelayan wanita." Gumam Tuan Gustaf membatin.
Dalam sekejap, tuan Gustaf sudah berada di dalam helikopternya untuk kembali ke villa miliknya untuk mencari tahu, tersangka utama yang telah tega membunuh Sabrina dan calon bayinya..
Helikopter itu bergerak dengan cepat menuju istana pria tampan itu. Tuan Gustaf turun dari helikopter yang sudah mendarat di pangkalan landasan pacu dekat istananya.
Ia meminta semua pelayan berkumpul di ruang tengah termasuk chefnya Sabrina.
"Kalian tahu, mengapa aku meminta kalian berkumpul semua di sini?" Tanya Tuan Gustaf.
Semuanya pada tertunduk ketakutan karena tidak mengerti dengan pertanyaan Tuan Gustaf.
__ADS_1
"Sekarang saya minta kepada kalian dengan suka rela mengakui kejahatan kalian! siapa yang telah mencoba melakukan pembunuhan terhadap istriku dan bayinya?" Jawab!" Bentak Tuan Gustaf dengan wajah menyalang.
Degg....