
Tiga bulan berlalu...
Sabrina dan Gustaf melewati hari-hari mereka dengan penuh kebahagiaan. Tuan Gustaf begitu memanjakan Sabrina dengan apa saja, termasuk barang-barang mewah dengan harga fantastis.
Pria tampan ini tidak mengetahui jika istrinya adalah seorang wanita Milioner yang lebih kaya dari dirinya. Sabrina dan Tuan Gustaf masuk ke dalam sebuah restoran mewah yang menyajikan berbagai menu makanan internasional yang termasuk masakan Indonesia di dalamnya karena restoran itu mempekerjakan para chef dari berbagai belahan negara untuk mengkombinasikan masakan mereka dengan sentuhan tradisional dan modern.
Inovasi yang tercipta dari setiap chef mampu meningkatkan minat masyarakat kota yang merindukan masakan daerah mereka bisa mampir di restoran ini.
Tuan Gustaf tidak mengetahui tempat yang mereka datangi saja ini adalah milik istrinya Sabrina.
Lagi Sabrina sudah menghubungi pihak manajer restoran untuk merahasiakan jati dirinya dan menganggap dirinya seperti pengunjung restoran biasa tanpa ada penghormatan berlebih karena ia tidak ingin Tuan Gustaf mengetahui bagaimana nilai kekayaannya dan itu akan membuat hubungan mereka akan renggang.
" Silakan nyonya, tuan!" Dua orang pelayan menyajikan makanan untuk mereka sambil diawasi oleh manajer restoran itu sambil menunduk hormat pada Sabrina.
Manajer restoran itu sudah mengetahui makanan kesukaan Sabrina yang tidak lain adalah gepuk daging dan sayur asam serta beberapa lauk pelengkap seperti tahu tempe dan udang tusuk goreng.
Sementara untuk Tuan Gustaf stik daging sapi dengan saus barbeque ditambah kentang goreng dan sup roti.
Keduanya menikmati makanan mereka dan baru beberapa suap yang ia makan, Sabrina melihat sosok seorang yang sangat dikenalnya sedang menggendong bayi lelaki.
Dia adalah tuan Jeremy yang telah merebut anak dari Inca dan membuat gadis itu menderita. Sabrina melihat tampang pria mesum itu dengan wajah penuh angkara.
"Ternyata, aku bisa menemukanmu di sini, lelaki bajingan!" Tuturnya lirih sambil mengepalkan kedua tangannya.
Tuan Gustaf memperhatikan pandangan istrinya kepada pengunjung lain yang duduk di seberang meja mereka.
"Sayang!" Siapa yang kamu lihat?" Apakah kamu mengenal orang itu?" Tanya Tuan Gustaf sambil mengernyitkan alis tebalnya.
"Aku malu untuk menceritakan aib keluargaku padamu, hubby. Tapi, aku tidak tahan melihat lelaki itu dengan mudahnya menghamili adik iparku lalu mengambil anaknya begitu saja dengan uang yang tidak sebanding dengan pengorbanannya seorang ibu yang harus melahirkan bayinya dengan meregang nyawa." Ucap Sabrina berapi-api.
Tuan Gustaf tersentak mendengar cerita istrinya membuatnya ikut tersakiti. Belum saja ia bicara, Sabrina sudah tidak sabar melabrak lelaki yang telah membuat adik iparnya menderita.
"Selamat malam tuan Jeremy!"
__ADS_1
Sontak saja, tuan Jeremy dan istrinya menengok ke arah Sabrina yang sedang menatap mereka dengan menahan amarah.
"Malam nona Sabrina!" Apa kabar!" Anda makin cantik saja setelah menjanda." Sindir tuan Jeremy membuat Sabrina mengepalkan kedua tangannya.
"Apakah anda mengetahui anak siapa yang sedang di gendong oleh suami anda saat ini?" Tanya Sabrina pada nyonya Clara.
"Tentu saja ini anak kami." Ucap nyonya Clara makin membuat Sabrina meradang.
"Anakmu?" Sejak kapan kamu hamil?" Kamu ingin aku beberkan dihadapan para pengunjung restoran ini, siapa anak ini?" suara Sabrina sudah mulai naik dua oktaf.
"Untuk apa kamu ikut campur nona Sabrina?" Mau ini anak siapa tidak penting bagiku karena aku sudah memiliki seorang putra." Timpal nyonya Clara.
"Berikan anak itu kepadaku, karena dia adalah keponakanku, anak dari wanita selingkuhan suamimu!" Teriak Sabrina.
Deggg...
Wajah nyonya Clara memucat, ia merasa sangat malu dan sakit saat mengetahui kenyataan suaminya memiliki anak dengan wanita lain.
"Kau...!" Apa yang kamu lakukan perempuan bodoh!" Satpam!" Cepat bawa keluar wanita ini dari sini!" Usir Tuan Jeremy yang tidak mengetahui siapa pemilik sebenarnya restoran itu.
"Tuan Gustaf?" Tuan Jeremy yang baru bertemu dengan Tuan Gustaf begitu syok karena saham besar yang ada di perusahaan miliknya adalah sahamnya Tuan Gustaf.
Walaupun nama dan tampang tuan Gustaf baru dilihatnya secara langsung namun ia sudah
mendengar banyak hal tentang sepak terjang Tuan Gustaf di dunia bisnis.
"Siapa kamu?" Aku tidak mengenalmu." Ucap Tuan Gustaf membuat tuan Jeremy sangat malu.
"Maafkan aku Tuan Gustaf!" Kita berdua adalah rekan bisnis, hanya saja, kita bertemu saat ini." Ucap tuan Jeremy gugup.
"Oh ya?" Saking sibuknya saya, hingga semua pekerjaanku di handle oleh asisten ku, ok!" Kalau begitu kita kembali ke permasalahan tadi. Apakah kamu ingin mengusir istriku?" Tanya Tuan Gustaf kemudian.
Degggg...!
__ADS_1
"Apa...?"
"Jadi nona Sabrina adalah istri anda?" Tapi dia...?"
"Maksud kamu, janda?"
"Statusnya saat ini sudah bersuami, jadi jangan pernah menghinanya karena aku tidak akan tolerir dengan sikap bar-bar mu itu." Ancam Tuan Gustaf.
"Tunggu!" Aku ingin kembalikan anaknya Inca!" Titah Sabrina.
"Tidak!" Ini putraku!" Aku tidak peduli dia anak dari selingkuhan suamiku. Lagi pula semua surat dokumen akte kelahirannya semua atas nama aku dan suamiku." Ucap nyonya Clara yang sudah jatuh cinta kepada bayi yang di gendong olehnya saat ini.
"Sayang, ayolah!" Biarkan mereka merawat bayi itu, karena bayi itu juga darah daging tuan Jeremy. Setidaknya dia bertanggungjawab atas anak itu." Ucap Tuan Gustaf.
Sabrina akhirnya mengalah, ia lalu menghampiri lagi mejanya untuk menghabiskan makanan mereka dengan hati kesal.
Beberapa saat kemudian, pasangan ini, cabut dari tempat itu karena muak melihat wajah tuan Jeremy yang tersenyum penuh kemenangan.
Tapi sial bagi tuan Jeremy. Asistennya mengabarkan kepadanya, bahwa Tuan Gustaf telah menarik sahamnya yang sekitar enam puluh persen itu dari perusahaan miliknya.
"Apa...?" Mengapa secepat itu, padahal dia baru saja pulang dari sini." Ucap tuan Jeremy menahan rasa kesal.
"Bahkan beberapa perusahaan lain, menarik sahamnya juga, Tuan." Lanjut asistennya membuat tuan Jeremy tidak menyangka Tuan Gustaf memiliki cara sendiri untuk menghibur istrinya.
"Benar-benar wanita keparat!" Hari ini aku begitu siap bertemu dengan dirinya di sini." Umpat tuan Jeremy yang tidak lagi berselera untuk menikmati makan siangnya.
Setibanya di mansion, Sabrina merasakan pusing dan mual secara bersamaan hingga akhirnya ia pun jatuh pingsan tepat diatas anak tangga.
Tuan Gustaf yang melihat tubuh istrinya hampir limbung, langsung menangkap tubuh itu dan dirinya sendiri juga hampir jatuh karena kehilangan keseimbangan.
Para pelayan yang melihat itu, sontak menolong pasangan itu yang hampir jatuh bersamaan.
"Syukurlah!" Kalian menolong kami!" Terimakasih untuk semuanya, sekarang tolong panggilkan dokter Rebecca untuk istri saya." Ucap Tuan Gustaf lalu menggendong istrinya membawa ke dalam kamar mereka.
__ADS_1
"Sayang!" Mengapa hari ini, kamu tidak bisa mengontrol emosimu, padahal kamu selama ini selalu menyelesaikan masalahmu dengan tenang dan senyum." Gumam Tuan Gustaf lirih.