
Tuan Gustaf membawa pulang istrinya dengan menggendong putranya yang begitu lelap dalam pelukannya. Sabrina yang melihat kedekatan emosional antara suami dan bayinya ikut hanyut dalam kemesraan itu.
"Apakah kau tidak bosan menggendongnya?" Tanya Sabrina.
"Ini adalah mainan baruku sayang, jadi aku tidak merasa terganggu, apa lagi lelah." Ucap Tuan Gustaf.
"Astaga!" Kau ini, jadi lebih dominan sayang ke putramu dari pada aku saat ini." Ucap Sabrina sambil mengerucutkan bibirnya.
"Nggak sayang!" Kamu tetap nomor satu dalam hatiku. Tapi aku lagi menikmati peran ayah untuk putraku." Tuan Gustaf mencium pipi lembut sang putra yang seketika menggeliat merasakan sentuhan ayahnya.
"Tuh, dia bangun, sini berikan kepadaku, aku ingin menyusuinya. " Ucap Sabrina.
"Apakah ASI kamu saat ini keluar?" Tanya tuan Gustaf tak percaya.
"Sudah sejak tadi, ASI ku begitu banyak tertampung hingga pa**daraku terasa berat. Berikan bayiku padaku, sejak tadi aku belum menggendongnya.
__ADS_1
Tuan Gustaf yang melihat Sabrina yang ingin sekali menggendong putranya mulai berkaca-kaca.
"Hei!" Kenapa kamu menangis sayang?" Apakah aku menyakitimu?"
"Kamu jahat dan egois, kamu terus saja menggendongnya hingga bayi kita lebih lengket denganmu daripada aku ibunya." Gerutu Sabrina.
"Baiklah sayang, duduklah yang benar supaya kamu bisa menyusuinya dengan posisi rileks." Titah Tuan Gustaf.
Ia pun meletakkan bayinya di lengan Sabrina dengan hati-hati.
"Apakah baby kuat meminum ASI kamu itu?" Tanya Tuan Gustaf yang sudah memiliki saingan yang merebut mainan miliknya sebelum kehadiran bayinya kini berganti menjadi milik bayinya.
"Berapa bulan kamu menyusui baby Alvaro sayang?" Tanya Tuan Gustaf sedikit dengan suara gusarnya.
"Tentunya sesuai dengan sabda Rasulullah yaitu dua tahun." Ucap Sabrina membuat mata Tuan Gustaf mendelik tajam.
__ADS_1
"Apa....?" Mengapa selama itu sayang?" Bukankah enam bulan adalah bayi menerima asupan gizinya dari ASI eksklusif itu?" Tanya Tuan Gustaf .
"Tidak usah kaget begitu karena ini sudah ketentuan dari Allah agar anak tumbuh sehat. ASI ekslusif enam bulan itu sengaja di tentukan oleh ikatan dokter Indonesia untuk mencerdaskan anak bangsa, supaya para ibu muda mau merelakan dirinya untuk memberikan ASI mereka untuk sang bayi." Ujar Sabrina.
"Waw!" Sebegitu tegasnya aturan Islam hingga ASI untuk bayi di atur secara jelas dalam Al-Qur'an." Ucap Tuan Gustaf.
Dengan ASI, seorang ibu ikut membantu mencerdaskan generasi penerus bangsa dan negaranya, bukan menjadi generasi bodoh yang dilakukan oleh ibu-ibu yang takut aset miliknya kelihatan kendor dan tidak menarik lagi di depan suami. " Itulah kebodohan ibu-ibu yang menyepelekan ASI dan mementingkan kesenangan suaminya." Sindir Sabrina sekaligus buat suaminya.
Tuan Gustaf hanya mengangguk mengerti akan apa yang dimaksud Sabrina sebagai peringatan untuk dirinya agar tidak merengek jika miliknya di ambil oleh bayinya.
"Syukurlah hanya dua tahun sayang, jadi aku tidak perlu menunggu lama masa kontraknya kelar." Canda Tuan Gustaf mengundang tawa istrinya.
"Baiklah sayang!" Sepertinya baby sudah kenyang. Aku mau istirahat lagi. Bolehkah aku tidur?" Sabrina meminta ijin pada suaminya karena ditinggal tidur.
"Silakan sayang!" Aku tahu kamu butuh istirahat yang cukup untuk memulihkan kembali kondisi tubuhmu terutama rahimmu." Ucap Tuan Gustaf penuh pengertian.
__ADS_1