Ternyata Istriku Milioner

Ternyata Istriku Milioner
76. Masa Tenang


__ADS_3

Sabrina tegang di tempatnya ketika berpapasan dengan Tuan William, orang selama ini mereka cari dalam persembunyiannya, tiba-tiba saja muncul tepat dihadapannya.


Karena Tuan William tidak mengenali wajah Sabrina, gadis ini, berusaha mengendalikan perasaannya dan hanya mengangguk hormat kepada Tuan William yang telah memungut tasnya yang tadi sempat terjatuh.


Iapun tidak bisa mengucapkan rasa terimakasihnya pada tuan William karena jika ia bersuara, mungkin tuan William akan ingat pada suaranya dan itu akan membahayakan dirinya.


Tuan William, meneruskan langkahnya sedangkan Sabrina langsung menghubungi Tuan Gustaf karena takut Tuan William akan menemuinya.


Ketika menghubungi ponsel Tuan Gustaf, ternyata ponsel Tuan Gustaf mati. Sabrina pun mulai gelisah, ia kemudian beralih menghubungi Pricilla.


"Hallo Pricilla!" Sapa Sabrina dengan gugup.


"Hallo Nyonya!" Mengapa suaramu terdengar gemetar?" Tanya Pricilla curiga.


"Pricilla dengarkan aku! saat ini keadaanku tidak baik-baik saja karena aku baru saja berpapasan dengan Tuan William. Aku tidak sengaja bertabrakan dengannya dan beruntungnya dia tidak mengenali wajahku." Ujar Sabrina.


"Di mana Tuan Gustaf, Nyonya?" Tanya Pricilla yang juga ikutan gugup.

__ADS_1


"Dia saat ini sedang makan es krim dengan Baby Alfaro di salah satu restoran di mall ini, tadi aku menghubunginya tapi ponselnya tidak aktif. Aku baru habis belanja Pricilla, mau menyusul mereka.


Karena tidak bisa menghubungi Tuan Gustaf , makanya aku langsung menghubungi Kamu, Pricilla." Ucap Sabrina terburu-buru.


"Pricilla sudah mengirim pengawal untuk mengawasi Nyonya dari jauh. Mungkin sekitar sepuluh menit mereka sampai di tempatmu. Segera temui suamimu dan cepat pulang!" Apakah Anda mengerti nyonya Sabrina ? Tanya pengawal Pricilla.


"Iya aku mengerti Pricilla."


Sabrina berjalan cepat menuju tempat janjian mereka di tempat es krim. Tidak lama kemudian, ia melihat Tuan Gustaf dan Baby Alvaro masih menikmati es krim mereka.


Tuan Gustaf begitu serius memperhatikan putranya yang makan es krim belepotan di sekitar mulut Alvaro dan Tuan Gustaf berusaha mengusap mulut mungil itu dengan tisu.


"Daddy!" Bentak Sabrina kesal.


"Hei sayang!" Apakah sudah selesai belanjaannya?" Tanya Tuan Gustaf dengan tetap bersikap santai dan itu membuat Sabrina begitu gregetan.


"Daddy...!" Berhenti makan es krimnya sayang, ayo kita pulang. Nanti di rumah kita bisa meminta pelayan yang belikan untuk Alvaro. Sabrina menarik tangan suaminya dan meminta segera menggendong baby Alvaro.

__ADS_1


"Ada apa sayang, kenapa kamu kelihatan sangat terburu-buru?" Tanya Tuan Gustaf heran.


"Keadaan ini sangat genting. Aku baru saja berpapasan dengan Tuan William karena dia tidak mengenali wajahku karena aku pakai masker, jadi aku selamat darinya tapi tidak denganmu.


Dia pasti akan langsung mengenalimu jika dia melihatmu sekarang. Dia akan menemukan kita." Ayo cepat pulang sayang dan tinggalkan tempat ini!" Titah Sabrina


Bukannya cepat pergi dari tempat itu, Tuan Gustaf malah mencari keberadaan tuan William yang mungkin masih berada di sekitar mereka.


"Apa yang kamu lakukan sayang?" Kamu mau kita tertangkap di sini?" Tanya Sabrina kesal.


"Di mana kamu bertemu dengannya?" Aku hanya ingin menangkapnya." Ucap Tuan Gustaf sambil mengedarkan pandangannya ke sana kemari.


"Sayang, aku lagi hamil anakmu, ingat itu!" Ucap Sabrina lalu berjalan dengan cepat menuju tempat parkiran.


Tidak lama kemudian, Pricilla sudah menemukan Sabrina dengan mengikuti mobil Sabrina yang sengaja mereka sadap untuk mengetahui posisi keberadaan majikannya.


"Nona Sabrina !" Teriak Pricilla ketika Sabrina sedang buru-buru menuju mobilnya.

__ADS_1


"Pricilla!" Cepat kawal kami pergi dari sini!" Pinta Sabrina kepada pengawal pribadinya tersebut.


__ADS_2