
Sabrina langsung ditangani oleh tim dokter. Team dokter bergegas menghampiri ruang bersalin untuk menangani keadaan Sabrina yang tidak sadarkan diri.
Segala upaya mereka lakukan tapi hasilnya tetap nihil. Sabrina dinyatakan koma oleh dokter Gina, hal ini membuat Tuan Gustaf menjerit seketika.
"Maaf tuan, nona Sabrina dalam keadaan koma, mungkin karena shock dan persalinan yang sangat berat yang dilaluinya hari ini diakibatkan pendarahan dan juga goncangan jiwanya yang disebabkan oleh sesuatu yang membuatnya menolak untuk sadar." Ucap dokter Gina memaparkan keadaan Sabrina.
"Tidaaaaakkkk!"
"Sabrinaaaa!" teriak Tuan Gustaf diikuti tangis bayinya yang ada di ruang bayi.
"Tuan Gustaf segera kumandangkan azan untuk putramu!" pinta dokter GINA yang menyadarkan Tuan Gustaf untuk memikirkan bayinya yang baru hadir ke dunia.
"Astaga, aku hanya memberikan Sabrina penderitaan. Mengapa harus istriku ya Allah." Gumam Tuan Gustaf lirih.
Tuan Gustaf mengusap air matanya lalu menghela nafas panjang berusaha untuk tenang.
"Kalau aku banyak menangis, istriku belum tentu langsung siuman dan anakku akan terlantar tanpa mendapatkan kasih sayang dariku. Lebih baik aku berdoa untuk keselamatannya." Gumam Tuan Gustaf lirih.
"Ia pun segera ke ruang bayi untuk melihat keadaan putranya sekaligus untuk mengumandangkan adzan pertama kali di kuping sang bayi.
Bayi tampan dan sangat menggemaskan yang saat ini ada di hadapannya.
"Sayang!" Tahukah kau, hanya untuk mempertahankan kamu di dalam rahim ibumu, istriku sangat menderita melewati sakit yang dirasakannya selama sembilan bulan ini.
Jadi, ayah mohon, jangan pernah kamu menyakiti ibumu saat kamu beranjak remaja sampai kamu dewasa.
Semoga kamu tumbuh sehat dan bermanfaat untuk banyak orang seperti yang dilakukan ibumu seumur hidupnya." Ucap Tuan Gustaf pada putranya yang masih bayi setelah melakukan kumandang adzan dan Iqamah pada kedua kuping bayinya.
Tuan Gustaf berusaha ikhlas menerima bagian dari takdirnya saat ini, namun ia tetap berharap istrinya akan segera siuman dengan bantuan alat medis dan juga kekuatan doa darinya dan orang-orang yang sangat mencintainya.
Seminggu dirawat di. rumah sakit, belum juga ada tanda-tanda Sabrina sadar dari komanya. Tuan Gustaf yang juga tidak tega meninggalkan anaknya bersama baby sitter hanya wara-wiri dari rumahnya dan rumah sakit.
Namun sedikitpun ia tidak pernah mengeluh akan keadaannya yang lelah badan dan pikiran.
🌷🌷🌷
__ADS_1
Setelah hampir satu bulan berlalu, Sabrina belum juga dinyatakan sembuh. Sementara itu beberapa perusahaan milik Sabrina yang ada di benua Amerika dan Eropa seddang mengalami goncangan.
Hal ini disebabkan oleh sakitnya Sabrina hingga, para asistennya mulai kewalahan untuk mengatasi beberapa laporan yang tidak bisa ditandatangani oleh Sabrina dan juga rapat dadakan yang biasa di adakan melalui zoom.
Karena tidak bisa lagi tercover oleh para asisten pribadinya yang sedang mengelola perusahaannya, mau tidak mau sebagai wali dari Sabrina yaitu suaminya, Tuan Gustaf.
"Tuan!" Ada tamu untuk anda." Ucap asistennya Marco.
"Suruh mereka masuk!" Titah Tuan Gustaf.
Tuan Gustaf yang sedang menggendong bayinya, sedikit bingung ketika melihat wajah-wajah baru yang tidak familiar dengan ingatannya.
Selamat siang Tuan Gustaf !" Sapa mereka ramah.
"Siang!" Maaf, kalian ini siapa dan dari mana?" Tanya Tuan Gustaf.
"Kami di sini adalah asisten pribadinya nona Sabrina yang mengurus perusahaan nona Sabrina yang berada di berbagai negara baik Asia dan benua Eropa." Ucap salah satu asisten pribadinya Sabrina pada Tuan Gustaf.
"Apa...?" Selama ini, istri saya tidak pernah membahas tentang perusahaan yang ia miliki kecuali perusahaan warisan milik keluarganya dan bagaimana mungkin istri saya memiliki banyak perusahaan?" Tanya Tuan Gustaf yang sangat syok mendengar kehebatan istrinya yang telah menyembunyikan fakta bahwa dirinya ternyata seorang Milioner.
"Sekarang, apa yang bisa saya bantu?" Tanya Tuan Gustaf.
"Baiklah nanti saya akan membantu kalian untuk mengatasi permasalahan perusahaan istri saya." Ucap Tuan Gustaf.
"Terimakasih banyak Tuan Gustaf atas pengertiannya dan juga kesediaannya untuk mengatasi masalah kami."
"Tapi, mengapa saya tidak pernah mengetahui jika istri saya memiliki segalanya." Ucap Tuan Gustaf.
"Maaf Tuan!" nona Sabrina sengaja merahasiakan semuanya itu dari mendiang suami pertamanya hingga menikahi anda, itu semua ia lakukan karena ingin memastikan ketulusan pasangannya mencintainya apa adanya bukan ada apanya."
"Hah... Ternyata istriku lucu juga, aku berusaha membahagiakan dirinya tapi aku sekarang baru mengetahui ternyata istriku seorang Milioner.
"Jika dia tidak mengalami koma, pasca melahirkan, mungkin saya tidak akan pernah mengetahui kehebatan istriku." Ucap Tuan Gustaf sambil mengangguk-anggukkan kepalanya diselingi senyum penuh kebanggaan.
"Kalau begitu, kami permisi dulu Tuan Gustaf."
__ADS_1
Semua asisten pribadinya Sabrina meninggalkan kediaman Tuan Gustaf.
Dretttt..!"
Bunyi ponsel milik Tuan Gustaf terdengar kencang. Tuan Gustaf memberikan bayinya kepada baby sitter. Iapun menerima panggilan dari dokter GINA.
"Tuan!" Istri anda sudah siuman. Tolong segera ke rumah sakit!" Ucap dokter Gina.
"Apa...?" Alhamdulillah terimakasih ya Allah. Akhirnya istriku siuman juga." Ucap Tuan Gustaf penuh rasa syukur.
Tuan Gustaf membawa bayi serta untuk menjenguk istrinya. Rasanya ia tidak sabar bertemu dengan wanita pujaannya yang sudah membuatnya begitu bangga hari ini.
Setibanya di depan kamar inap VVIP milik Sabrina, Tuan Gustaf langsung membuka pintu itu dengan cepat. Istrinya yang sedang disuapin bubur oleh dokter GINA tersenyum melihat kedua orang yang sangat ia cintai itu.
"Sayang!" Tuan Gustaf mengecup kening istrinya.
Dokter GINA langsung meninggalkan keluarga itu karena tidak ingin menganggu.
"Apakah dia seorang laki-laki?" Tanya Sabrina yang melihat putranya yang masih dalam gendongan suaminya.
"Dia adalah hadiah terindah dari Allah untuk kita. Dia akan menjadi ahli waris satu-satunya dari kedua orangtuanya. Apa lagi kerajaan bisnis ibunya lebih banyak dari ayahnya." Sindir Tuan Gustaf memancing ekspresi kaget dari wajah Sabrina.
"Apakah kamu sudah mengetahuinya sayang?" Aku mohon maaf sudah merahasiakan semua aset milikku darimu." Ucap Sabrina malu-malu.
"Aku mencintaimu dengan tulus tanpa pengaruh apapun yang kamu miliki." Timpal Tuan Gustaf.
"Alhamdulillah terimakasih, sayang untuk cintanya dan mohon maaf sudah membuat dirimu menjadi ibu dan ayah untuk putra kita.
"Cepatlah sehat sayang!" Supaya kita bisa membesarkannya bersama dengan penuh cinta kasih." Ucap Tuan Gustaf.
"Insya Allah, sayang!" Setelah melihat kalian berdua, aku merasa sangat kuat." Imbuh Sabrina.
"Nama apa yang akan kita berikan untuk putra kita sayang?" Tanya Tuan Gustaf.
"Alfaro Fernandez."
__ADS_1
"Wah...itu sangat keren."
Keduanya terkekeh lalu kembali berciuman sekedar melepaskan kerinduan antara mereka.