
Tuan Gustaf berhasil membawa pergi istrinya dari kepungan musuh. Pria tampan itu tidak peduli dengan luka yang mengenai lengannya hanya untuk menyelamatkan istrinya dari peluru dan panah beracun.
Setibanya di dalam helikopter yang membawa mereka kembali ke kota dan langsung menuju rumah sakit karena Tuan Gustaf sudah terlihat pucat sambil memeluk istrinya yang terlihat syok.
"Tuan!" Apakah Anda tidak apa-apa?" Tanya co-pilot cemas.
Sabrina mengangkat wajahnya ketika mendengar pertanyaan Co-pilot pada suaminya.
"Sayang apakah kamu terluka?" Tanya Sabrina lalu berusaha bangkit untuk melihat keadaan suaminya.
"Astaga!" Lengan kamu terluka parah sayang." Ucap Sabrina lalu membuka jilbabnya namun dicegah oleh Tuan Gustaf yang tidak ingin melihat Sabrina memperlihatkan auratnya pada orang lain.
"Sayang!" Aku pakai dalaman untuk menutupi kepalaku sebelum memakai jilbab." Ucap Sabrina menjelaskan keadaannya yang baik-baik saja jika jilbabnya dilepaskannya.
"Baiklah lakukan dengan cepat!" Ucap Tuan Gustaf.
Sabrina merobek separuh jilbabnya lalu mengikat lengan sang suami dengan kencang.
Ia lalu memakai lagi jilbabnya tanpa terlihat bekas sobekan.
Sebenarnya luka yang diderita oleh Tuan Gustaf sangat sakit sekali, namun ia terlihat tenang agar Sabrina tidak merasa bersalah karena melindungi gadis itu dari serangan.
__ADS_1
Setibanya di rumah sakit beberapa dokter siap melakukan operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di lengan Tuan Gustaf. Sabrina terlihat gelisah atas luka yang sangat serius menimpa suaminya.
Tuan Gustaf terlihat tenang di samping istrinya yang sedang menatapnya cemas saat dokter mengangkat proyektil peluru itu dari lengan Tuan Gustaf dengan suntikan bius lokal hingga bisa melihat sang bidadari ada di sampingnya.
"Sayang!" Jangan terlalu mencemaskan diriku karena aku tidak apa. Ini sudah terbiasa bagi kami seorang mafia." Ucap Tuan Gustaf terlihat tenang.
"Tidak apa bagaimana?" Emangnya kamu ini milik anak buahmu atau milik aku dan puteraku?"
Kau ingin aku jadi janda lagi karena aku punya segalanya, jadi aku tidak butuh kamu, begitu?" Tanya Sabrina terlihat kesal menatap tajam mata elang yang menatapnya sendu.
"Sayang!" Apakah benar kamu sangat takut kehilangan aku?" Tanya Tuan Gustaf begitu bangga hati melihat keresahan istrinya yang begitu mengharapkan dirinya untuk selalu ada disisi gadis itu.
"Sudah Tuan Gustaf!" Tolong di jaga luka anda dan..?"
"Sayang!" Setidaknya hargai orang bicara walaupun kamu adalah pemilik rumah sakit ini. Bagaimana kalau kamu jadi dia saat kamu hanya terlihat debu di hadapannya yang tinggal di injak dan kamu bukan siapa-siapa di matanya." Ucap Sabrina membuat Tuan Gustaf seketika terkesima.
"Kau..?"
"Mau menuruti permintaanku atau aku tidak akan memberikan jatah mu untuk satu bulan?" Ancam Sabrina membuat Tuan Gustaf langsung menciut.
"Baiklah!"
__ADS_1
Hei...kau dokter kemarilah!" Panggil Tuan Gustaf nampak kesal.
"Sekali lagi kamu meremehkan orang lain dengan ucapan bodohmu itu maka bersiaplah!" Mata tajam Sabrina langsung. menusuk palung hatinya terdalam sehingga Tuan Gustaf mau tak mau bersikap lembut pada sang dokter.
"Dokter!" Apakah anda bisa mengulangi lagi penjelasan anda bagaimana aku bisa merawat lukaku dengan baik?" Tanya Tuan Gustaf dengan ekspresi wajah dipaksakan untuk terlihat ramah padanya.
Sabrina langsung mengedipkan sebelah matanya menandakan ia suka suaminya berbuat baik dengan sesama tanpa memandang status dirinya sebagai orang berkuasa.
"Cih!" Dia selalu menggodaku setiap kali ada kesempatan." Tuan Gustaf tersenyum menatap wajah istrinya yang selalu membuatnya gregetan.
Keduanya memutuskan untuk pulang kembali ke mansionnya karena sudah lama meninggalkan baby Alfaro sendirian.
Pasangan suami-istri itu di kawal oleh beberapa mobil para anak buahnya untuk melindungi mereka dari kejaran musuh yang masih mengincar keberadaan mereka saat ini.
"Sabrina!" Kamu harus mendatangi semua perusahaan milikmu dan lakukan pemeriksaan acak karena saat ini banyak sekali pengkhianat dalam perusahaanmu yang sedang menghancurkan reputasi mu agar perusahaan milikmu jatuh ke tangan musuh." Ucap Tuan Gustaf, membuat Sabrina seketika tercengang.
"Aku selama ini memperlakukan semua asistenku dengan baik, bahkan selalu memberikan dobel bonus atas integritas mereka selama mengabdi di perusahaan milikku." Ucap Sabrina.
"Aku tahu sayang, tapi kamu sangat berani membangun perusahaan di berbagai negara dengan mengawasi mereka melalui CCTV dan mengadakan meeting melalui zoom." Ucap Tuan Gustaf.
"Apakah perhatian aku kurang selama ini pada mereka?" Padahal sebelumnya semuanya baik-baik saja sebelum aku menikah denganmu, tapi sekarang kenapa tiba-tiba mereka jadi pembelot?" Tanya Sabrina tidak mengerti dengan manusia-manusia berhati kerdil dan bersifat serakah.
__ADS_1
"Mereka baik dan patuh pada dirimu karena kamu belum menikah denganku, tapi sejak mengetahui kamu adalah istriku, para musuhku bersatu untuk menghancurkan aku namun itu tidak mempan hingga mereka mencari cara lain untuk menghancurkan aku melalui perusahaan milikmu.
Orang-orang terdekat kamu sudah mereka pengaruhi dengan iming-iming keuntungan yang besar jika mereka mampu mengkhianati dirimu." Ucap Tuan Gustaf pada istrinya yang baru mengetahuinya.