Ternyata Istriku Milioner

Ternyata Istriku Milioner
68. Tetap Bertahan


__ADS_3

Sabrina tidak lagi memaksa suaminya untuk pulang kembali ke Indonesia setelah melihat sendiri pergerakan musuh yang ingin menghabisi mereka dengan melakukan banyak penyamaran.


Namun suaminya begitu jeli hingga ia bisa membedakan sosok mana yang hanya pura-pura pengemis maupun pengemis itu sendiri.


Mereka juga menyamar tukang sapu jalanan, pedagang kaki lima dan masih banyak lagi yang mau menyamar jadi apapun akan menjadikan keluarga kecilnya untuk dihabisi.


"Mereka itu sangat kejam sekali." Seru Sabrina lalu memilih untuk menetap dan bertahan bersama suaminya di Swiss selama waktu yang cukup aman untuk mereka bisa kabur.


"Sayang!" Sabrina mendekati suaminya yang mulai serius lagi dengan laptop miliknya.


"Apakah nyawa kita begitu mahal hingga mereka sangat menginginkan kita berdua cepat tumbang?"


"Memang itu yang mereka inginkan."


"Kamu tahu, aku bahkan tidak menyangka setiap perusahaanku sudah mulai banyak spionase yang terlihat setia tapi menyimpan banyak kedengkian.


Bagaimana kalau aku ingin kunjungi beberapa perusahaan secara mendadak, apakah nyawaku tetap terancam?"


"Negara mana yang akan kamu tuju?"

__ADS_1


"London, Jerman dan Perancis."


"Baiklah." Aku akan menyiapkan sniper untuk melindungi kita dari serangan musuh.


Ikuti setiap perkataanku dan jangan lakukan gerakan yang mencurigakan seakan kamu sudah mengetahui kalau mereka sedang mengincar nyawamu!" Pinta Tuan Gustaf pada istrinya yang terlihat tenang namun hatinya saat ini makin menciut karena membayangkan nyawanya akan melayang sia-sia hanya karena aset yang ia miliki.


"Baik!"


Sabrina punya rencana besar dalam melakukan kunjungan ke perusahaannya ke tiga negara besar itu.


Seminggu kemudian, dengan menggunakan pesawat jet pribadi yang diikuti oleh pesawat dua pesawat jet lainnnya yang akan mengawal pasangan itu.


Semua ini ide dari Sabrina yang memberangkatkan tiga pesawat sekaligus ke negara yang dituju.


Setibanya pasangan ini di negara London, betapa terkejutnya para stafnya terutama manajer dan asisten pribadi Sabrina melihat kedatangan bos mereka ini hanya dengan menumpangi taksi dan tidak ada konfirmasi apapun dari gadis ini untuk kedatangannya.


"Kumpulan semua para pemegang saham dalam satu jam karena aku ingin melakukan meeting mendadak!" Titah Sabrina pada manajernya sambil berjalan dengan langkah anggun menuju ruang pertemuan.


Rangkulan di pinggangnya oleh sang suami Tuan Gustaf yang terlihat sangat tampan mengundang decak kagum oleh para wanita yang terlihat salah tingkah sendiri saat mata itu memandang lurus ke depan sambil melindungi istrinya.

__ADS_1


Beberapa pengawal mereka nampak siaga mengikuti dua orang ini hingga para staff perusahaan itu terlihat tegang.


Satu jam kemudian, setiap anggota para pemegang saham sudah duduk di kursinya masing-masing dan menunggu Sabrina berbicara.


"Dengar!" Aku tidak punya banyak waktu untuk berbicara dengan kalian karena aku harus mengunjungi perusahaannya milikku ke negara lain.


Aku hanya ingin mengatakan siapa diantara kalian yang sudah berani membelot dariku aku tidak akan segan menyingkirkan namun juga sebelum dia menyakiti aku dan keluargaku.


Dengar baik-baik!" Desas-desus tentang pemindai hak perusahaan jika aku mengalami suatu musibah dan mati, kalian akan aku pastikan tidak akan mendapatkan satu persen pun dari perusahaanku karena aku sudah mengalihkan semuanya pada setiap negara di mana letak perusahaan ku berada.


Jadi tidak perlu berambisi lagi mengambil alih perusahaan milikku untuk kepentingan kalian dengan cara merekayasa sebuah surat wasiat atau apa saja untuk mengklaim bahwa itu adalah miliknya dari Sabrina.


Begitu terjadi apa-apa padaku negara yang mengambil alih semuanya tanpa tersisa, jadi kalian bersiap bekerja dibawah aturan pemerintah yang berlaku di masing-masing negara yang punya hak penuh pada perusahaan milikku." Ucap Sabrina membuat mereka begitu kaget namun tidak memperlihatkan secara jelas wajah syok mereka.


Degg....


Tuan Gustaf yang ikut duduk bersama istrinya tidak menyangka gadis ini memiliki otak jenius hingga ia memikirkan bagaimana caranya untuk menyelamatkan asetnya dari tangan-tangan penguasa mafia perusahaan yang ingin menjatuhkan perusahaan miliknya agar bisa diambil alih.


"Ternyata kamu bukan hanya seorang wanita Milioner yang lemah akan kekuasaan tapi kamu sudah memperhitungkan segala resikonya jika sesuatu terjadi kepada dirimu. Kau benar-benar cerdas istriku, sang Milioner sejati." Batin Tuan Gustaf.

__ADS_1


__ADS_2