Ternyata Istriku Milioner

Ternyata Istriku Milioner
78. Sabar Menanti


__ADS_3

Tuan Gustaf kini di temani ibu mertuanya yaitu nyonya Desy untuk menunggu kelahiran putri keduanya.


"Mami kenapa lama sekali?" Apakah operasi sesar untuk kaki kedua sangat lama?" Tanya Tuan Gustaf yang sudah tidak sabaran ingin mendengar kabar istri dan putrinya selamat.


"Tolong sabar sayang!" sebentar lagi akan selesai. Jika Sabrina melahirkan secara normal, mungkin hanya menunggu satu jam sudah selesai. Ini operasi sesar jadi kudu sabar karena dokter harus membedah perut secara perlahan-lahan karena lapisan perut itu terdiri dari tujuh lapis.


Begitulah cara Allah menciptakan tujuh lapis tanah, tujuh lapis langit dan tujuh lapis perut." Nyonya Desy menerangkan bagaimana Allah menciptakan alam dan hambaNya yang bernama manusia.


Tidak lama kemudian, Pricilla datang dengan membawa satu kotak roti dan tiga cup kopi hitam untuk mereka bertiga.


Pricilla menyerahkan roti dan kopi untuk Tuannya terlebih dahulu baru untuk nyonya Desy dan dirinya.


Mereka menikmati roti dan segelas kopi untuk menghangatkan perut mereka yang tadi sangat lapar karena kehujanan semalaman dan sampai sekarang belum reda juga.


"Mami, aku tidak mengerti, kenapa Sabrina harus mengalami kontraksi di saat musim hujan seperti ini ya mam?" Tanya Tuan Gustaf.


"Yah memang takdir putrimu yang harus lahir disaat musim penghujan, mungkin kedatangannya bersama derasnya hujan, membawa keberkahan untuk keluarga kalian. Memang cara Allah menguji hambaNya ya seperti itu, nak Gustaf.


Anggaplah setiap ujian yang Allah berikan kepada kalian memiliki kisah tersendiri untuk kalian bisa menceritakan lagi kepada anak cucu kalian nanti. Yakinlah Gustaf Istri dan putrimu akan selamat.


Cek lek...

__ADS_1


Pintu kamar operasi itu di buka setelah lampu merah itu sudah mati di kamar itu. Tuan Gustaf langsung menghampiri dokter yang sudah siap memberikan kabar baik untuk mereka.


"Selamat Tuan Gustaf !" Istri anda melahirkan bayi perempuan dan keduanya selamat dan sehat. Bobot tubuh bayinya 3,5 dan panjang 58 cm." Ucap Dokter Gina yang merupakan sahabat dekat Sabrina.


"Alhamdulillah terimakasih ya Allah!" Ujar ketiganya serentak.


"Sebentar lagi bayi dan ibunya akan dipindahkan ke kamar inap VVIP khusus untuk ibu melahirkan dan bayi anda untuk sementara harus berada di ruang bayi." Ucap dokter Gina, lalu meninggalkan Tuan Gustaf dan keluarganya serta anak buahnya.


"Terimakasih dokter!" Ucap Tuan Gustaf lalu memeluk nyonya Desy penuh rasa syukur.


"Terimakasih mami, karena sudah menemaniku menunggu istriku melahirkan putri kami." Ucap Tuan Gustaf haru.


"Terimakasih Jack, Pricilla sudah setinggi menemani aku juga di sini."


"Terimakasih Jack!" Ucap Tuan Gustaf.


Tidak lama kemudian mereka menemui Sabrina dan bayinya yang sudah di antar ke kamar inap VVIP.


...----------------...


Anggota baru dari keturunan Fernandez sudah di sambut keluarga dengan suka cita.

__ADS_1


Kedua orangtuanya Tuan Gustaf yang ikut hadir dalam acara aqiqah cucu mereka merasa sangat bangga karena hadirnya pewaris kerajaan bisnis mereka saat ini.


Guntingan rambut pertama yang dilakukan oleh Tuan Fernandez dan diikuti istrinya. Baby Alvaro menyambut kehadiran adik bayinya dengan meminta ayahnya untuk mengambil foto mereka berdua.


"Alvaro mau gendong dede sambil foto ayah." Pinta Alfaro manja.


"Alfaro belum bisa gendong dedenya. Nanti adiknya bisa jatuh." Ucap Tuan Gustaf yang kuatir dengan permintaan Alvaro


"Gendongnya sambil duduk ayah jadi nggak bakal jatuh, percaya deh sama Alvaro." Ujar lelaki kecil nan tampan ini yang kini sudah berusia empat tahun.


"Astaga!" Mengapa anak ini selalu memaksakan kehendaknya." Tuan Gustaf sedikit emosi dengan putranya Alvaro


"Oma yang bantuin Alvaro gendong baby Rania ya." Ucap Nyonya Elena lalu meletakkan cucu keduanya itu ke tangan Alvaro sesuai arahan Omanya.


Alvaro melakukannya dengan baik. Tim fotografer yang di sewa oleh Tuan Gustaf mulai mengambil foto pertamanya pada Alvaro dan baby Rania


"Sekarang, aku akan mengambil foto keluarga besar terlebih dahulu, lalu foto keluarga inti dan foto berdua masing-masing, ayah dan bundanya bersama si baby." Ucap Fotografer itu memberi arahan terlebih dahulu kepada keluarga Tuan Gustaf


Keluarga besar itu siap dengan gaya terkeren mereka dengan senyum terbaik yang mereka perlihatkan.


Usai pemotretan, baby Rania di gunduli rambutnya oleh opa Fernandez. Tuan Gustaf yang menggendong putrinya itu agar tidak terlalu banyak bergerak.

__ADS_1


"Tuan Gustaf , putrimu Rania mirip denganmu saat kamu bayi dulu sayang. Mommy melahirkanmu di rumah sakit umum karena keluarga mommy saat itu tidak merestui pernikahan mommy dengan ayahmu karena kami berbeda keyakinan saat itu.


__ADS_2