Ternyata Istriku Milioner

Ternyata Istriku Milioner
81. Amarah


__ADS_3

Tuan Gustaf mengerjapkan matanya saat mendengar bunyi ponsel alarmnya pukul lima pagi.


Ia merasakan dadanya terasa berat seakan sedang menopang sesuatu. Ia mengumpulkan kembali kesadarannya untuk memikirkan apa yang terjadi sebelum dan sesudahnya.


Kepala Sandrina didorong dengan perlahan dan betapa terkejutnya ketika melihat wajah cantik Sandrina yang awalnya di anggap itu adalah Sabrina istrinya.


Semirip apapun keduanya, ia tetap bisa membedakan keduanya karena kesehariannya bersama Sabrina.


Tuan Gustaf segera bangkit dan menyibak selimutnya dan melihat tubuh mereka dalam keadaan polos. Dan lebih membuatnya makin syok di atas seprei putih itu terdapat bercak darah dan juga bekas cairan hasil percintaan panas mereka berdua. Ia buru-buru memakai bajunya sebelum membangunkan Sandrina.


"Sandrina!" Pekiknya dengan menarik tubuh Sandrina.


Sandrina segera membuka matanya dan menatap sesaat wajah Tuan Gustaf sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun sayang?" Apakah kamu ingin mengajak aku mandi bersamamu, hmm?" Tanya Sandrina lalu menghampiri Tuan Gustaf dengan tubuh polosnya.


"Keluar kau dari kamarku!" Keluar!" Teriak Tuan Gustaf makin geram pada Sandrina yang masih saja ingin menggodanya.


"Apakah kamu lupa, kamu sendiri yang menyerangku duluan semalam. Kamu begitu bersemangat seperti binatang buas yang langsung melahap tubuhku tanpa ampun. Dan hingga akhirnya, kamu berhasil merenggut kehormatanku dan itu buktinya, sayang." Ucap Sandrina dengan tidak tahu malunya.


"Pasti kamu yang telah menjebakku. Kamu telah melakukan hal keji padaku bukan?"


"Ha..ha..ha!" Kamu sangat naif sayang. Jika aku menjebakmu, mengapa kamu sangat menikmatinya hingga mengulangi berkali-kali percintaan panas kita. Kamu lagi suka atau memang lagi butuh?"


Sudahlah sayang!" Tolong jangan munafik karena aku tahu kamu lebih menikmatinya karena sepanjang malam kamu terus memujiku karena milikku lebih nikmat daripada bekas janda itu." Sindir Sandrina menghina saudaranya sendiri.


"Baiklah tinggallah kamu disini dan biarkan aku yang keluar dari kamar ini." Ucap Tuan Gustaf makin meradang.

__ADS_1


"Bagaimana hasil asmara kita satu malam yang akan menunjukkan suatu saat nanti aku akan hamil anak darimu?"


"Cih!" Jangan pernah bermimpi untuk bisa menjebak aku dengan seorang anak darimu karena kamu yang menginginkan mereka hadir dalam hidupmu, jadi kamu sendiri yang harus menerima hasil perbuatanmu sendiri karena mereka bukan urusanku." Tukas Tuan Gustaf lalu mengambil koper miliknya dan meninggalkan Sandrina dengan tubuh telanjangnya.


"Apakah kamu sudah siap, saat pulang nanti, Sabrina sudah tidak ada lagi di rumahmu karena ia sudah mendapatkan video percintaan panas kita semalam?" Tanya Sandrina untuk mengurung Tuan Gustaf agar tidak meninggalkan dirinya.


"Mau kamu apa j*lang?" Umpat Tuan Gustaf dengan darah yang makin berdesir.


"Bercintalah denganku sekali lagi dan nikahilah aku!" Pinta Sandrina makin membuat Tuan Gustaf kewalahan menangani gadis liar ini.


"Aku tidak akan bisa membagi cinta dengan wanita lain karena istriku Sabrina segalanya bagiku." Tukas Tuan Gustaf.


"Dengar sayang!" Aku tidak begitu butuh dicinta oleh dirimu. Aku hanya butuh benda perkasa milikmu yang sudah membuat aku menjadi wanita seutuhnya. Ternyata kamu sangat hebat diatas ranjang sayang. Pantas saja saudara kembarku Sabrina bisa move on lebih cepat setelah kehilangan suaminya."

__ADS_1


"Jangan salah Sandrina!" Walaupun dia seorang janda, dia tetap menjaga kehormatannya sampai aku bisa mendapatkannya dengan cara terhormat.


Silahkan kamu mengirim video itu kepadanya!" Kita akan lihat siapa yang lebih ia percayai perkataannya, kamu atau aku?" Tanya Tuan Gustaf lalu keluar dari kamarnya sendiri membuat Sandrina hampir melempar pria itu dengan asbak rokok di kepala Tuan Gustaf.


__ADS_2