
Tuan Gustaf menanti kepulangan istri dan bayinya yang sudah sejak tadi pergi belum kembali juga. Hatinya mulai gelisah karena tidak mendapatkan kabar dari Sabrina walau sudah di hubungi berkali-kali." Di mana kamu sayang?" Tuan Gustaf menghubungi lagi anak buahnya untuk mencari istri dan anaknya namun tidak di temukan di manapun.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Sabrina?" Apa jangan-jangan dia nekat menemui saudara kembarnya itu?" Tuan Gustaf langsung mengerahkan anak buahnya untuk mencari istrinya, Sabrina.
"Tolong cari istriku sampai ketemu dan bawa pulang bayiku!" Teriaknya di hadapan anak buahnya yang hanya mengangguk ketakutan.
"I.. iya bos!" Kami tidak akan pulang atau menghubungi bos kalau tidak ada hasil." Ucap mereka dengan gugup.
"Bagus!" Jangan sampai aku kehilangan keduanya!!" Mereka adalah belahan jiwaku. Mereka adalah nyawaku. Jika terjadi sesuatu kepada mereka, maka kalian lah yang akan aku bunuh.
Jika diantara kalian bisa menemukan istriku dalam satu jam, aku akan menghadiahkan masing-masing kalian satu hektar tanah. Namun jika kalian gagal, nyawa kalian yang akan melayang." Ucap Tuan Gustaf lalu meninggalkan anak buahnya yang ada di markas miliknya.
Walaupun sudah mengerahkan anak buahnya, tidak membuat langkah Tuan Gustaf terhenti.Ia pun ikut mencari keberadaan istrinya dan mengancam dua suster yang pergi bersama istrinya, akan ia bunuh.
Jiwa mafia Tuan Gustaf kembali muncul. Darahnya berdesir saat mengetahui Sabrina tidak ditemukan di manapun.
__ADS_1
"Sayang!" Jangan lakukan itu kepadaku. Kamu boleh marah atau apa saja, asalkan kembali kepadaku.. Apakah aku terlalu menekan mu untuk tidak menemui wanita ja**Ng itu lagi hingga kamu nekat pergi dariku begitu saja?"
Tuan Gustaf mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Menyisiri sepanjang jalan ibu kota dengan ketajaman instingnya saat ini.
"Aku harus menemukan dirimu sendiri Sabrina. Muncullah dihadapan aku sayang!" Sepertinya saat ini kamu tersesat. " Ujar Tuan Gustaf sepanjang jalan dengan linangan air mata dan terlihat sangat putus asa.
Dari jauh tepat di pesisir pantai, ada dua orang wanita yang menggunakan baju abaya. Yang satu sedang menggendong bayi dan yang satunya lagi tidak dan jauh dari belakang sana ada dua orang wanita lagi yang memakai baju yang mirip dengan milik istrinya saat mereka terakhir bertemu dan jilbab yang sama.
Tuan Gustaf menginjak rem mobilnya hingga terdengar deritan yang memekakkan telinga antara aspal dan ban mobil miliknya.
Tuan Gustaf segera turun dari mobilnya dan melompat dengan cepat ke arah pantai di mana banyak orang yang duduk dan berlalu lalang sambil menunggu matahari tenggelam.
Suara keras dan melengking dengan kedua tangan membentuk setengah lingkaran agar suaranya terdengar oleh wanita yang dicurigainya sebagai istrinya.
Mendengar namanya dipanggil, Sabrina langsung melambaikan tangannya dengan melepaskan cadar yang dipakainya, sementara itu, Sandrina yang melihat sosok Tuan Gustaf, pura-pura berhenti seakan dia adalah bagian dari pengunjung pantai.
__ADS_1
"Sabrina!" Aku harus berhenti di sini atau Tuan Gustaf akan menangkap diriku. Pergilah Sabrina bawa bayimu. Maafkan aku. dan aku mohon tolong hubungi aku karena aku masih merindukanmu." Ucap Sandrina yang langsung berbicara dengan seorang lelaki yang sedang memandang laut lepas seakan mengatakan dia adalah istri dari lelaki itu.
Tuan Gustaf berlari menghampiri istrinya yang hampir dekat dengan dirinya.
"Sabrinaaaaa!" Wajahnya tampak berbinar walaupun amarahnya kini hampir meledak.
"Sayang!" Sapa Sabrina langsung memeluk suaminya.
"Mengapa kalian bisa sampai ke pantai dan mengapa memakai baju seperti ini. Dan siapa wanita itu?" Tanya Tuan Gustaf yang sudah memeluk istrinya dengan sangat erat.
Degggg...
"Oh, dia adalah orang timur tengah dan menikah dengan seorang pria yang berasal dari negara ini." Dia menyapaku dan dia sangat kaget saat tahu aku bisa bicara bahasa Arab dengannya." Ucap Sabrina bohong.
"Tapi dia sangat mencurigakan sekali sayang. Sepertinya aku tidak percaya atas ketulusannya. Jangan-jangan dia hanya seorang penipu saja, aku akan bertanya padanya, siapa dia sebenarnya." Ucap Tuan Gustaf yang sangat curiga pada perempuan bercadar itu.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak percaya kepadaku sayang?" Apakah aku terlihat bodoh dan gampang tertipu dengan orang baru yang baru aku kenal?" Dan mengenai pakaian syar'i ini, aku memakainya karena tidak ingin dikenali oleh orang lain terutama para wartawan yang sudah mengetahui siapa aku." Ucap Sabrina memberikan alasan yang cukup besar masuk akal kepada suaminya.
"Baiklah sayang!" Kita pulang sekarang. Aku mohon jangan lagi membuatku gila dengan mencarimu setiap sudut kota." Ujar Tuan Gustaf sambil menggendong puteranya dengan satu tangannya dan satu lagi memeluk pinggang istrinya seakan takut ada yang menyakiti istrinya.