Ternyata Istriku Milioner

Ternyata Istriku Milioner
49. Merenda Hari


__ADS_3

Setibanya di mansionnya, Tuan Gustaf dan Sabrina memberikan berbagai macam oleh-oleh yang dibawah dari Indonesia untuk para pelayan.


Para pelayan merasa sangat terharu dengan perhatian Sabrina kepada mereka.


"Benarkah ini untuk kami, nona?"


"Apakah kalian tidak menyukainya?" Sabrina pura-pura balik bertanya kepada para pelayannya.


"Tentu saja suka, nona. Hanya tidak menyangka saja dapat oleh-oleh sebagus ini dari nona Sabrina." Ucap Manuella.


"Ini namanya baju batik yang dilukis oleh pengrajin yang berasal dari daerah Jawa. ini adalah baju nasional khas negara Indonesia.


Tolong dipakai ya." Ucap Sabrina sambil tersenyum manis pada para pembantunya yang sangat menyukai oleh-oleh darinya.


Tuan Gustaf melihat kebaikan yang begitu tulus dari pancaran wajah sang istri. Ketulusan yang tidak pernah ia temukan kepada gadis manapun yang ia temukan.


"Sabrina, sayang!" Ketulusan hatimu itulah yang membuat kecantikanmu menjadi sempurna. Akhirnya aku memilikimu, sesuatu yang lebih berharga tak ternilai dengan apa yang aku miliki saat ini.


"Sayang!" Tetaplah disisiku sebagai penyemangat dan pendukung ku. Aku akan melakukan apapun untuk melindungimu walaupun itu adalah nyawaku sendiri." Batin Tuan Gustaf sambil melihat Sabrina yang masih asyik bercanda bersama para pelayannya.


Wajah-wajah kaku itu sekarang mulai lentur dengan hadirnya Sabrina menghiasi hari-hari mereka.


"Mulai sekarang, sapalah aku dengan senyuman. Bicaralah padaku dengan tidak menundukkan kepala kalian.


Aku tidak mau melihat ada perbedaan antara kita karena manusia diciptakan sama oleh Tuhan. Kita harus saling menyayangi satu sama lain seperti keluarga dengan tetap memperhatikan tugas dan kewajiban kita di rumah ini.

__ADS_1


Kalian adalah saudara-saudaraku, karena aku butuh kalian di rumah sebesar ini. Jika ada perkataan ku yang salah tolong sampaikan dengan santun dan insya Allah aku akan memperbaikinya." Ujar Sabrina yang sedang menceramahi sekitar tiga puluh pelayan di rumah suaminya.


"Sayang!" Panggil Tuan Gustaf membuat Sabrina buru-buru menghampiri sang suami." Maaf semuanya, aku tinggal ya!" Ujarnya langsung menaiki tangga anak tangga menemui sang suami yang memanggilnya dari lantai atas.


Pintu kamar dibuka oleh Sabrina yang melihat suaminya sudah bertelanjang dada dengan wajah yang terlihat tidak bersahabat.


Sabrina menghampiri dan langsung tahu apa kesalahannya.


"Sayang!" Aku mohon maaf karena terlalu mengabaikan mu begitu. lama." Ucap Sabrina sambil mengecup setiap jengkal dada suaminya.


Tuan Gustaf mengernyitkan dahinya, merasa heran dengan Sabrina yang membaca pikirannya bahwa saat ini ia sedang merajuk karena diabaikan sang istri begitu lama.


Amarahnya langsung sirna karena sang istri tahu bagaimana cara menyenangkan dirinya. Tanpa di pinta sang suami,


"Sayang, bukankah kamu sedang haid?" Tanya Tuan Gustaf mengingatkan istrinya.


Benar saja, dalam sepuluh menit merasakan kenikmatan itu, akhirnya lahar panas itu menyembur melepaskan semua yang terbelenggu di ruang kepalanya.


Tuan Gustaf menarik tubuh sang istri dan melu**t bibir sensual istrinya dengan gemas sebagai bentuk rasa terimakasihnya karena Sabrina mampu memuaskan dirinya dengan caranya sendiri.


"Gila kamu sayang!" Aku sangat mencintaimu, kamu sangat hebat dan liar di atas ranjang. Dan itu membuatku suka." Ucap tuan Gustaf seraya mengecup bibir ranum milik sang istri.


"Tolong maafkan aku suamiku, apakah kamu ridho padaku?" Tanya Sabrina membuat Tuan Gustaf tidak mengerti dengan ucapan sang istri.


"Mengapa kamu meminta maaf dan meminta ridho padaku, aku tidak menganggap hal yang sepele menjadi besar, sayang." Ucap Tuan Gustaf lalu mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Surgaku adalah dirimu. Jika aku durhaka padamu dengan sengaja atau tidak sengaja menyakiti hatimu sedikit saja tanpa meminta maaf dan ridho darimu, maka, neraka jahanam akan menanti ku." Ucap Sabrina menerangkan bagaimana kedudukan suami di hadapan istrinya.


"Sebegitu rumit kah aturan Allah untuk hambaNya?" Tanya Tuan Gustaf yang banyak mendengar kejutan ilmu yang disampaikan sang istri.


"Tidak rumit jika dijalankannya dengan ikhlas. Tahu menempatkan posisi mereka masing-masing." Jawab Sabrina.


"Mengapa suami begitu penting untuk sang istri soal surga dan neraka?" tanya Tuan Gustaf.


"Bagi seorang perempuan yang belum menikah, tanggung jawab atas dirinya adalah ayahnya karena surganya masih didapatkan pada ayahnya karena itu perempuan yang sudah masuk di usia baliq atau sudah mendapatkan haid wajib berhijab agar sang ayah tidak mendapatkan siksaan neraka karena tugasnya yang begitu berat mendidik anak perempuannya dengan akhlak mulia.


Tapi, disaat anak perempuannya sudah menikah, tugas dan tanggungjawab seorang ayah akan dialihkan kepada sang suami sejak ikrar ijab kabul diucapkannya, maka dari itu seorang istri dituntut oleh Allah untuk selalu meminta maaf kepada suaminya terlepas dia yang salah atau tidak, hanya untuk mendapatkan ridho suaminya yaitu surganya." Jelas Sabrina panjang lebar.


Tuan Gustaf mengulum senyumnya, merasa sangat bangga menjadi seorang suami dalam kehidupan Islam. Baru saja ia senyam senyum mendengar kedudukannya sebagai suami, Sabrina malah menimpali dirinya dengan bentuk lain ancaman Allah pada sang suami..


"Tapi.. jika suaminya tidak bisa menuntun istrinya dijalan yang benar atau tidak memenuhi kewajibannya sebagai suami baik materi maupun kebutuhan batiniah, maka neraka menjadi tempat ia kembali." Ucap Sabrina membuat Tuan Gustaf meneguk liurnya dengan berat.


"Astaga, berarti jadi suami susah-susah gampang ya?" Keluh Tuan Gustaf.


"Asalkan kita bertakwa, insya Allah, kita akan masuk ke pintu surga mana saja yang kita inginkan."


"Maksudnya apa sayang?"


"Setiap pintu surga ada tingkatannya dari depan itu bergantung pada amal baik yang dilakukan oleh hamba yang beriman semasa hidupnya, mulai dari sholat fardhu, puasa, zakat, infak dan sedekah, haji, membaca Alquran dan masih banyak kebaikan lain yang kita lakukan, maka kita masuk semua pintu surga itu. Ingatlah sayang, kata Rosulullah, semua umatnya akan masuk surga kecuali yang enggan." Imbuh Sabrina.


"Sabrina!" Bawalah aku ke surga bersamamu. Aku tidak akan pernah meninggalkan apa yang telah Allah wajibkan atas diriku untuk membawa kita ke surganya." Timpal Tuan Gustaf.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu suamiku. Bertemu denganmu dalam situasi yang tidak menyenangkan di awal, namun begitu berkesan sampai saat ini. Aku tidak pernah menyesal kamu pernah meminta anak buahmu menculik ku untuk menggantikan tempat saudara kembarku karena aku lah yang menjadi pilihan terakhirmu." Ungkap Sabrina penuh haru.


"Justru, aku yang sangat beruntung sayang, mendapatkan wanita sehebat dirimu." ucap Tuan Gustaf.


__ADS_2