
Setahun berlalu. Berita simpang siur tentang sepak terjangnya Sabrina di dunia bisnis kini makin melejit karena pernyataannya kepada media jika sesuatu terjadi pada dirinya yang lebih mengarahkan pembunuhan yang sudah direncanakan para kalangan mafia pengusaha.
Pernyataan Sabrina yang ingin menyerahkan aset perusahaannya pada negara menuai kontroversi di kalangan masyarakat.
Ada yang merasa sangat bersyukur dan tidak sedikit yang merasa sangat menyayangkan keputusan Sabrina yang menurut mereka sok pamer dan sok dermawan.
Hal serupa juga disayangkan oleh adik kandungnya Sandrina. Dia tidak menyangka Sabrina begitu royal dengan hartanya hingga tidak memikirkan masih ada keluarga yang masih membutuhkan uluran tangannya.
"Saudara kembar sialan!" Apakah aku ini dianggap batu sama dia hingga tidak menyisakan untukku sedikit saja dari hartanya yang berlimpah itu." Geram Sandrina.
Sementara mantan iparnya Sabrina yaitu Inca dan Indri sangat mendukung langkah Sabrina yang ingin menyerahkan aset perusahaannya untuk kepentingan umat yang akan dikelola oleh negara.
"Mami!" Lihat deh kak Sabrina!"
__ADS_1
Dia akan menyerahkan aset perusahaannya pada negara di mana perusahaan itu berdiri." Ucap Inca pada ibunya.
"Sabrina memang baik nak. Jadi tidak heran kalau dia melakukan itu karena banyak orang yang menginginkan hartanya dengan cara membunuhnya." Ujar nyonya Desy.
"Aku ingin sekali menjadi dirinya jika dia memberikan kesempatan kepadaku untuk mengembangkan salah satu perusahaannya di Indonesia." Ujar Inca.
"Jangan mulai bermimpi lagi Inca. Jangan biarkan harta menutup mata hatimu untuk kembali lagi berbuat maksiat." ujar nyonya Desy.
"ku tidak akan kembali ke jalan yang salah mami, hanya saja aku ingi mbak Sabrina memperhatikan nasib kita juga.
"Itu karena kita yang salah Inca. Jika saja kita berbuat baik selama ini mungkin ayah mertua tidak akan mengusir kita dari rumah besar itu.
Tapi walaupun begitu, mami sudah bahagia karena hidup kita dijamin oleh Sabrina yang selalu mentransfer uang setiap bulannya dan ia juga membeli rumah besar ini untuk kita." Timpal nyonya Desy.
__ADS_1
"Tapi punya harta yang banyak bisa membuat kita menjadi seorang dermawan mami. Lihatlah mbak Sabrina!"
Dia pulang ke Tuhannya dengan membawa banyak amal kebaikan, sementara kita apa mami?" Selain banyak dosa dan minim ibadah.
Beda dengan mbak Sabrina, dia cantik, jenius, punya suami tampan dan kaya dan dia juga seorang wanita Milioner. Seakan takdir baik sangat berpihak kepadanya. Dia punya segalanya yang diinginkan oleh semua wanita di muka bumi ini." Lanjut Inca.
"Sudahlah Inca!" Singkirkan mimpi bodoh mu itu dan mulailah dengan hal yang bermanfaat, jika bukan karena kebaikan Sabrina, mungkin kita sudah menjadi gembel di luar sana."
Nyonya Desy meninggalkan putrinya yang kembali lagi ke jalan yang sempit hanya karena iri kepada Sabrina yang sangat sukses dunia dan akhirat.
Sementara di Swiss, Sabrina tetap memohon kepada suaminya Tuan Gustaf untuk kembali lagi ke Indonesia karena keadaan sudah sangat aman saat ini, namun Tuan Gustaf seakan tidak mau bergeming dengan permintaan istrinya.
"Sayang!" Baby Alvaro sudah cukup besar saat ini jika kita mengajaknya untuk menetap di Indonesia.
__ADS_1
Aku ingin putraku bersosialisasi dengan lingkungan yang sesuai dengan keyakinan orangtuanya." Ucap Sabrina dengan kalimat diplomatis.