
Tuan Gustaf kembali beraktivitas seperti biasa di perusahaan miliknya setelah tiga bulan menemani isteri dan putranya selama masa pemulihan Sabrina pasca melahirkan bayi mereka.
Ayah satu anak ini makin semangat bekerja saat sudah memiliki bayi tampan dan menggemaskan. Tuan Gustaf terlihat serius menatap laptop miliknya hingga tidak sadar seseorang membuka pintu ruang kerjanya.
Tuan Gustaf yang mengira itu adalah asistennya, nampak tidak peduli karena saat ini ia ingin menyelesaikan pekerjaannya dan segera pulang menemui keluarga kecilnya.
"Alex!" Sedang apa kamu di sini?" Tanya Tuan Gustaf tanpa melihat sosok yang tengah berdiri di depannya, menatapnya dengan kagum.
Tuan Gustaf yang tidak mendapatkan respon dari asistennya itu, mengangkat wajahnya dan menatap wajah cantik yang ia kira itu istrinya.
"Sabrina!" Astaga!" Kenapa kamu berdiri dan diam saja menatapku, sayang?" Tanya Tuan Gustaf lalu menghampiri Sandrina yang sedang menahan geli karena berhasil mengelabui suami dari saudara kembarnya itu.
Tuan Gustaf memeluk erat tubuh Sandrina dan mengurai lagi pelukannya dan langsung melu**t bibir sensual Sandrina yang dikira istrinya.
Sandrina tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia langsung melahap bibir Tuan Gustaf yang sangat ingin ia kecap rasa kenyal bibir sexii itu.
Lama keduanya memagut dengan penuh penghayatan hingga Sandrina ingin melepaskan jilbabnya untuk meneruskan percintaan mereka.
Ketika merasakan rambut panjang yang tidak lagi di miliki Sabrina saat ini, Tuan Gustaf langsung mendorong tubuh Sandrina hingga gadis itu terjatuh.
"Sandrina!" Bentak Tuan Gustaf pada gadis yang tidak tahu malu itu.
"Bagaimana bisa kamu mengetahui aku adalah Sandrina?"
"Jelas aku tahu karena Sabrina sudah memotong rambutnya hingga sebahu pasca melahirkan dan kamu rambutmu sudah panjang dan itu yang membuat aku bisa membedakan kalian berdua." Ucap Tuan Gustaf menahan geram.
"Ha ..ha...!" Tapi kamu sempat menikmati bibir dan lidahku bukan?" Berarti aku berhasil mengelabui mu, sayang.
Bagaimana dengan ciumanku, sangat menakjubkan bukan?" Kenapa kita tidak meneruskan saja sayang?" Pasti kamu sangat merindukan aku bukan?" Tanya Sandrina yang kembali menempelkan tubuhnya di tubuh suaminya Sabrina.
Tuan Gustaf mendorong tubuh Sandrina untuk menjauhinya, namun sandrina nekat melepaskan kancing bajunya untuk memperlihatkan aset di dadanya yang terlihat sekang dan padat, namun Tuan Gustaf malah memanggil asistennya untuk mengeluarkan Sandrina dari ruangannya.
__ADS_1
Mendengar pintu dibuka oleh seseorang Sandrina langsung menyambar Coat nya untuk ia pakai karena tubuhnya sudah setengah telanjang saat menggoda Tuan Gustaf.
"Keluarkan gadis ini dari sini dan pastikan dia tidak pernah lagi kembali ke perusahaan ini." Titah Tuan Gustaf sambil mengepalkan kedua tangannya.
Sandrina yang malu hati langsung menutup wajahnya agar tidak terlihat oleh staff yang lain.
"Sial!" Kenapa aku malah kecolongan. Alih-alih ingin mengikuti semua gaya Sabrina ternyata gadis itu sudah memotong rambutnya.
Bagaimana dengan model rambutnya saat ini?" Dan apakah mereka sudah punya anak?" Ternyata keberuntungan selalu berpihak kepada saudara kembarku hingga aku tidak ada tempat di manapun aku berada.
Warisan, keluarga, suami dan sekarang anak. Dia punya segalanya tapi aku terlihat sangat menyedihkan saat ini.
Apakah aku harus membunuh Sabrina terlebih dahulu dan menggantikan dirinya agar bisa mendapatkan Tuan Gustaf." Ucap Sandrina sambil tertawa menyeringai seperti iblis.
Sementara Tuan Gustaf merasa menyesal telah tertipu oleh penampilan Sandrina yang persis seperti istrinya Sabrina.
"Mengapa gadis itu datang lagi setelah sekian lama menghilang. Apa yang ingin ia dapatkan dariku sementara aku dan kakaknya sudah bahagia.
Tuan Gustaf memutuskan untuk segera pulang karena moodnya sudah tidak nyaman lagi saat ini.
...****************...
Sandrina yang merasa terhina by telah ditolak oleh Tuan Gustaf, malah makin membenci lelaki yang pernah menjadi tunangannya itu.
"Tunggulah Tuan Gustaf!" Jangan panggil namaku Sandrina sebelum aku bisa menaklukkan hatimu dengan menggantikan posisi istirimu.
Kau akan mencintaiku bahkan lebih mencintaiku dari pada Sabrina." Ucap Sandrina sambil menarik sudut bibirnya penuh rasa dendam yang sudah memuncak saat ini.
Tuan Gustaf yang baru tiba di mansion segera menemui Sabrina dan bayinya yang sedang di susui Sabrina.
"Hallo sayang!" Kecupan mesra dilayangkan oleh Tuan Gustaf pada bibir sensual milik istrinya.
__ADS_1
"Hai..!"
"Sayang!" Aku ingin bicara sesuatu kepadamu, apakah kamu mau mendengarkan aku?"Tanya Tuan Gustaf.
"Katakanlah, sayang!" Ada masalah apa?" Sabrina segera bangkit dan melepaskan put*Ngnya dari mulut bayinya.
"Apa yang akan kamu lakukan jika Sandrina datang ke sini menemui dirimu?" Tanya Tuan Gustaf cemas.
"Apa... apa kamu bertemu dengan Sandrina sayang?" Tanya Sabrina dengan wajah berbinar.
"Mengapa kamu terlihat sangat senang Sabrina saat aku bicara tentang gadis itu?" Tanya Tuan Gustaf.
"Bagaimanapun juga dia adalah saudara ku, walaupun ia sangat menyebalkan tapi aku tetap menyayanginya sepenuh hati dan jiwaku." Ucap Sabrina dengan wajah terlihat sendu.
"Bagaimana kalau dia menggodaku?"
"Aku malah berencana untuk menikahkan kalian berdua agar hatinya senang." Ucap Sabrina yang membuat suaminya makin murka.
"Sabrinaaaaa!" Bentak Tuan Gustaf dengan suara menggelegar hingga putranya seketika membuka matanya lagi dan menangis.
"Tuh lihat perbuatanmu! kamu telah membuat bayi kita bangun, sayang." Ucap Sabrina cemberut.
"Makanya jangan memancing amarahku agar aku tidak memarahi kamu." Ujar Tuan Gustaf lalu mengambil bayinya yang sedang menangis dan menggendongnya dengan nyaman.
"Aku senang memiliki istri yang sangat baik dan hebat seperti dirimu, sayang. Tapi, aku sangat benci pada seorang wanita lemah yang tidak mencari cara untuk mempertahankan miliknya yang akan direbut oleh orang lain.
Itulah mengapa Allah menciptakan perempuan itu memiliki perasaan cemburu yang sangat besar agar ia tahu cara menjaga miliknya yang sangat berharga selain harga dirinya atau tubuhnya juga harta milik suaminya termasuk suaminya di dalam penjagaannya itu.
Di mana-mana perempuan akan merasa gila bahkan sangat murka ketika suaminya berselingkuh, tapi tidak denganmu yang menyarankan suaminya untuk poligami hanya rasa bersalahmu atas Sandrina yang tidak beralasan. Biarkan dia dengan hidupnya dan dia bisa mendapatkan laki-laki yang akan menjadi belahan jiwanya entah dengan cara apapun yang jelas dia bukan anak kecil yang kamu harus penuhi segala keinginannya." Ucap Tuan Gustaf penuh penekanan.
"Ya Allah sayang, kenapa kamu cerewet sekali saat ini?" Sabrina sudah mulai merasa terganggu dengan penolakan suaminya pada Sandrina, namun ia tidak ingin menyerah begitu saja untuk menyatukan lagi hati keduanya yang pernah terpisah karena dirinya.
__ADS_1
Baby Alvaro nampak tenang di dalam gendongan ayahnya hingga Tuan Gustaf tidak ingin membaringkan tubuh bayinya di dalam kotak bayi yang ada di dalam kamar mereka saat ini.