
"Permisi Tuan Gustaf!"
"Apakah ada masalah Jack?"
"Benar Tuan!"
Koper berisi barang berharga milik anda telah dicuri oleh mafia ketika sedang berada di bandara. Koper itu tertukar tuan." Ucap Jack membuat Tuan Gustaf murka.
"Apa...?" Dokumen penting itu hilang?" Kita harus buat perjanjian dengan mereka kalau bisa bayar lagi koper itu karena isi koper itu berhubungan dengan keselamatan negara ini.
Jika dijual ke negara lain, maka negara ini akan kacau dan mudah dijajah oleh bangsa lain." Ujar Tuan Gustaf memaksa anak buahnya untuk merebut kembali koper miliknya.
"Tapi tuan, bagaimana kalau mereka tidak mau melakukan negosiasi?"
"Kita ajak mereka perang, jika mereka berbuat licik." Ujar Tuan Gustaf menahan geram.
Sesuai dengan tempat pertemuan yang mereka sepakati. Enam mobil milik anak buah Tuan Gustaf, yang sudah tiba di tempat yang lebih di kenal dengan gedung tua yang tidak terpakai lagi.
Para anak buah lawan sudah berada di sebagian atas atap gedung untuk melihat kedatangan musuh. Hanya dua mobil diizinkan untuk saling mendekat dalam melakukan transaksi tersebut.
__ADS_1
Tanpa di duga lawan, personil pasukan Tuan Gustaf sudah menduduki duluan gedung tanpa diketahui oleh musuh karena tempat itu sudah mereka kuasai.
Negosiasi pun di mulai. Tuan Gustaf meminta pemimpin gangster itu menunjukkan barangnya sebelum mereka melempari koper uang yang sesuai dengan jumlah permintaan lawan.
"Tunjukkan barang itu terlebih dahulu setelah itu aku akan membayar sesuai nominal uang yang telah kita sepakati jumlahnya.
Aku selalu profesional dalam menjalani misiku, jadi tidak ada kecurangan dalam melakukan transaksi denganmu." Ucap Tuan Gustaf dengan nada angkuh seperti biasanya pada lawannya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan terlebih dahulu menyerahkan barang itu padamu dan ku harap tidak ada tembakan sama sekali hingga transaksi selesai." Ucap pihak lawan yang bernama William.
Williem meminta anak buahnya menyerahkan koper milik Tuan Gustaf terlebih dahulu. Setelah memastikan isi koper miliknya tidak berkurang dan rusak, Tuan Gustaf tersenyum puas.
Mobil milik Tuan Gustaf sudah siap untuk membawa Tuan Gustaf dengan koper miliknya kembali ke istananya.
Namun sayang, Tuan Gustaf kurang cepat melakukan gerakan untuk menghindari tembakan dari musuh.
Saat pintu mobil itu belum sempat di tutup oleh Tuan Gustaf , peluru lawan sudah menembus kulit pahanya hingga Tuan Gustaf terpekik sambil menahan sakit sekaligus darah yang sudah mengalir membasahi celana jins miliknya.
"Tuan, apakah anda terluka?" Tanya Jack yang sudah berhasil kabur dari kejaran musuh.
__ADS_1
"Iya, cepat bawa aku pulang!" Titah Tuan Gustaf pada Jack yang nampak panik melihat Tuan Gustaf menahan sakit pada pahanya.
"Tapi bos, apa tidak sebaiknya kita ke klinik atau rumah sakit saja? karena dokter Phillips tidak ada saat ini." Ucap Alex.
"Untuk apa aku harus di rawat di rumah sakit, jika saat ini aku sudah memiliki dokter pribadi istri ku," ujar Tuan Gustaf tersenyum kecut.
...----------------...
Setibanya di mansion miliknya, Tuan Gustaf di bawah langsung ke klinik kecil miliknya.
Di klinik itu, semua peralatan medis beserta obat-obat yang dibutuhkan sangat lengkap. Namun sayangnya, dokter GINA tidak ada di tempat.
Sabrina yang melihat keadaan suaminya hampir memekik keras karena syok melihat darah yang mengalir dari paha suaminya.
"Apa yang terjadi sayang?" Tanya Sabrina panik.
"Aku baru habis perang dengan mafia lain." Ujar Tuan Gustaf sambil meringis.
"Hahh?
__ADS_1