
Setelah berbicara seperti itu Novi tidak menghindar, dia seakan sengaja menghalangi langkah Belia. Novi seakan tidak puas jika tidak dibalas Belia. Dia nampak berang dan kecewa. Belia menilai Novi hanya memancing emosinya. Kemudian Belia berusaha menghindar dan berjalan ke samping motor Novi.
Namun Novi berhasil menjegal langkah Belia dengan kakinya, otomatis Belia hampir terjerembab. "Jangan lari dari kenyataan, kau itu bodoh ya. Mana ada laki kayak si Muntaz melupakan aku begitu saja. Dia hutangi aku duit lima juta, dan saat dia mau nagih karena kasihan sama aku, dia tidak jadi menagih. Bela-belain dia dibogem suamiku demi aku." Novi bercerita dengan percaya diri.
Lama kelamaan emosi Belia terpancing juga, terlebih dirinya kini menahan lututnya yang sakit karena tadi terantuk saat Novi berhasil menjegalnya dan terjerembab. Belia makin emosi setelah Novi menceritakan potongan kejadian penyebab Muntaz masuk rumah sakit dua minggu yang lalu.
"Jangan percaya diri dulu, Yuk. Ayuk ini sengaja jual derita sama Bang Muntaz supaya suamiku kasihan sama Ayuk yang sudah dibuang lakinya. Ayuk baru sadar Bang Muntaz berharga setelah Ayuk tahu dia sudah menikah, kan? Setelah Ayuk dibuang laki Ayuk yang Ayuk pilih, lantas sekarang Ayuk ingin kejar lagi suami aku? Kasihan nian nasib Ayuk. Dan maaf ya Yuk, aku walaupun lakiku istilahnya masih mencintai wanita lain, pantang bagiku untuk mendua atau mengejar laki lain demi pelampiasan. Camkan itu, Yuk. Aku tidak akan mencari pelampiasan lain setelah dibuang suami, lebih baik mengurus perpisahan daripada mengejar laki orang," ujar Belia seraya berusaha bangkit dan mulai berjalan kembali tanpa mempedulikan Novi lagi.
__ADS_1
"Huhhh, dasar kampret. Hehhh, asal kau tahu saja si Muntaz tidak pernah bisa mencintai betino lain selain aku. Dia tidak pernah mencintai kau dengan tulus, kau hanya pelariannya saja," tandas Novi berteriak. Belia tetap berjalan meninggalkan Novi yang masih berteriak.
Novi menjalankan motornya dengan kesal, sepertinya dia tidak berhasil membuat Belia kalah omong. Novi kesal karena Belia mampu menjawab dan tidak merasa ciut. Motor Scopee merah metalik yang dia jalankan melaju kencang imbas dari rasa marahnya.
Belia sampai di depan rumah. Rasa kesal akibat kata-kata Novi tadi kini semakin menyesakkan dadanya. Benarkah Muntaz tidak jadi menagih hutang Novi, karena Muntaz masih sangat mencintai Novi seperti apa yang Novi katakan tadi? Kini pikiran Belia menjadi kalut akan kebenarannya. Disaat hatinya mulai melunak, datang Novi mengatakan hal yang membuat hatinya goyah lagi akan kepercayaannya pada Muntaz. Baru tadi pagi dan semalam Muntaz menyatakan cinta dan mereka memadu kasih layaknya orang yang saling mencintai, tapi kini seolah dijatuhkan kembali dengan kata-kata Novi tadi.
Jam delapan malam lebih lima belas menit, motor Muntaz sudah terdengar, Belia tidak berniat membukakan pintu rumah dia terlanjur kesal dengan kata-kata Novi tadi.
__ADS_1
Pintupun dibuka Muntaz lebar-lebar
sembari mengucapkan salam. "Assalamualaikum!" ucapnya seraya memasukkan motornya dan menyimpan seperti biasa di ruang tengah. Muntaz meletakkan helm di atas meja, lalu beranjak menuju dapur di mana Belia berada.
"Bel, Abang ucap salam tumben kau tidak jawab." Muntaz protes seraya meraih pundak Belia. Hal ini juga perlakuan pertama Muntaz sepanjang pernikahannya terhadap Belia.
"Belia jawab kok, hanya mungkin Abang tidak dengar," ujar Belia sembari menyiapkan piring untuk makan malam Muntaz.
Muntaz merasa Belia bersikap lain, tidak seperti pagi tadi. Tapi dia mencoba berusaha bersikap biasa untuk melepas lelah. Muntaz kemudian makan malam ditemani Belia yang tidak bersuara. Keadaan hening hanya suara sendok yang kadang beradu dengan piring masing-masing.
Sepanjang makan, Muntaz memikirkan sikap diamnya Belia. Walaupun selama pernikahannya Belia memang sering diam akibat perlakuan Muntaz yang dingin, akan tetapi diamnya Belia kali ini seakan berbeda. Setelah makan malam ini, Muntaz akan bertanya kenapa Belia bersikap diam tidak biasanya seperti ini.
__ADS_1
Episodenya pendek, Author mohon maaf ya....