The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 11: Li Qing He Yang Sedang 'Badmood'


__ADS_3

BaiLi Yun Xiao tidak menyadari kata-katanya yang kurang tepat dan dengan tenang meletakkan BaiLi Yun Hua di tempat tidurnya.


Dia mengatur formasi yang lebih rumit dan kuat dibandingkan dengan sebelumnya. Setelah memastikan seluruh kamar terlindungi, dia duduk di sisi ranjang dan meletakkan salah satu telapak tangannya di atas dada BaiLi Yun Hua.


Dari telapak tangannya, energi yang hangat dan lembut perlahan memasuki tubuh BaiLi Yun Hua. BaiLi Yun Xiao mulai mengatur sejumlah energi yang kacau di dalam tubuh pemuda kurus itu.


Energi hangat dan lembut membungkus energi kacau yang kuat. Kedua energi itu perlahan menyatu dan dengan hati-hati mulai berputar secara teratur di tubuh BaiLi Yun Hua di saat yang bersamaan, beberapa untai energi diserap oleh organ-organ yang terluka.


Aura BaiLi Yun Hua mulai meningkat dengan kecepatan yang dapat dilihat dengan mata telanjang.


BaiLi Yun Xiao menyadari bahwa BaiLi Yun Hua telah berkultivasi hingga ke tingkat 2, segera setelah energi spiritualnya membungkus seluruh tubuh BaiLi Yun Hua. Pada akhirnya dengan bantuan dua jenis energi yang kuat, BaiLi Yun Hua berhasil meningkatkan ranahnya dua tingkat.


BaiLi Yun Hua telah berhasil mencapai tingkat 4. Energi yang sebelumnya diserapnya telah habis digunakan, tetapi BaiLi Yun Xiao masih belum berhenti menyalurkan energinya sendiri.


BaiLi Yun Xiao menimbang-nimbang selama beberapa saat dan segera membuat keputusan. Dia mengangkat tangan lainnya dan kuku ibu jarinya menggores ujung jari telunjuknya. Luka segera terbentuk, dan darah segar mulai mengalir keluar.


BaiLi Yun Xiao memasukkan ujung jarinya yang terluka ke dalam mulut BaiLi Yun Hua, berniat membiarkannya mengkonsumsi darahnya. Setelah memastikan setetes darahnya mengalir ke tenggorokan BaiLi Yun Hua, dia menarik keluar jarinya. Luka gores di jari mulai menutup dengan kecepatan yang dapat dilihat dengan mata telanjang.


Jarinya kembali ke kondisi semula tanpa meninggalkan bekas luka.


Setetes esensi darah yang memancarkan cahaya emas mengalir ke perut BaiLi Yun Hua dan mulai diserap oleh tubuhnya. Tulang-tulang BaiLi Yun Hua sedikit memancarkan aura keemasan setelah menyerap esensi darah.


BaiLi Yun Xiao menarik telapak tangannya. Dia menatap BaiLi Yun Hua yang tertidur nyenyak dan bergumam, "Semoga ini dapat sedikit membantumu."


BaiLi Yun Xiao menutupi BaiLi Yun Hua dengan selimut lalu keluar dari kamar. Dia menatap pemilik penginapan yang berada di lantai dasar sebelum mengalihkan pandangannya dari pemilik penginapan dan menatap kamar Yu Feng.


Darah suci yang telah mencapai tingkat 4, dan akan menembus tingkat 5...


Seharusnya bukan BaiLi Yun Hua.


Jika bukan BaiLi Yun Hua, lalu siapa?


Kemunculan darah suci yang baru, mungkin akan membawa beberapa kejutan....


BaiLi Yun Xiao berjalan menuruni tangga tanpa membuat suara. Pemilik penginapan menatapnya dan bertanya, "Tuan Muda tidak beristirahat?"


BaiLi Yun Xiao tersenyum kecil dan menggeleng kepalanya, "Tidak. Aku akan keluar sebentar."


Pemilik penginapan menatap sosok berjubah putih yang berjalan di bawah angin malam dan berkata, "Tuan Muda Klan BaiLi ini lebih kuat dari yang dirumorkan. Dapat hidup hingga saat ini dan mencapai prestasi yang luar biasa, orang ini layak menyandang gelar jenius."


Si Ying menatap kepergian BaiLi Yun Xiao melalui jendela kamarnya.


Dia telah melepas topengnya dan memperlihatkan wajah halus yang indah. Cahaya bulan menyinarinya melalui jendela, meninggalkan setengah bayangannya di tanah, "Sudah bertahun-tahun, orang ini sebenarnya sama sekali tidak mengingatku, bukankah begitu?"


Tanah di belakang Si Ying disiram cahaya perak bulan. Sebuah bayangan tiba-tiba muncul di samping bayangan Si Ying.


"Jadi kamu sedang mengenang cinta masa lalumu?"


Suara bisikan samar terdengar di kamar itu, namun tidak ada orang lain selain Si Ying di dalam kamar.


Si Ying tidak mengalihkan pandangannya dari tempat dimana BaiLi Yun Xiao berdiri sebelumnya dan menjawab, "Ini urusan pribadiku. Jika aku tidak salah mengingat, tidak ada aturan yang mengharuskanku melaporkan kehidupan pribadiku sendiri."


Bayangan asing yang berada di samping bayangan Si Ying sedikit bergoyang. Suara samar kembali bergema, "Terserah, tetapi ingat tugasmu. Jangan sampai pendapat pribadimu memengaruhi keberhasilan tugasmu..."


"Sudah berapa tahun aku duduk di posisiku ini, tidak seperti aku tidak dapat membedakan apa yang seharusnya dan tidak seharusnya kulakukan. Sebaliknya, kamu seharusnya mengkhawatirkan dirimu sendiri. Yah, tampaknya keadaanmu lebih berbahaya jika dibandingkan denganku. Bukankah begitu, 25?"


Tepat setelah Si Ying menyelesaikan kalimat provokasinya, suhu ruangan jatuh ke titik beku yang membuat orang merasa sesak.


Suara itu menjadi dingin seketika, "Jangan terlalu sombong, 27...."


Si Ying mendengus dan menatap bayangan lain di tanah. Senyuman aneh terbentuk di wajah indahnya, "Kamu terluka?"


"..."


Si Ying mengangkat sebelah alisnya. Ekspresi senyumannya yang menyebalkan membuat orang lain ingin memukul wajahnya, "Tsk! Tidak berguna!"


"27!"


"Apa? Memangnya aku salah? Kamu bahkan terluka oleh targetmu sendiri, apa gunanya pelatihanmu setiap hari? Hanya untuk menghabiskan makanan?" Si Ying tidak peduli dengan amarah lawan bicaranya dan terus melontarkan kata-kata yang menyebalkan.


"Jika kamu memiliki kemampuan, kenapa tidak pergi mencoba targetku sendiri?!"


Si Ying memutar matanya, lalu mengibaskan rambutnya dengan anggun, "Tidak perlu. Aku sudah memiliki dua target disini. Aku tidak akan melakukan perbuatan tidak terhormat seperti mencuri dari orang lain. Hal ini hanya akan menodai reputasiku."

__ADS_1


"..."


"Kenapa? Kenapa kamu diam? Mungkinkah kamu sangat terluka hingga bahkan berbicara pun sudah tidak mampu?"


Bayangan asing bergoyang dan memudar secara perlahan hingga akhirnya menghilang, tanpa mengucapkan kalimat perpisahan.


Si Ying tertawa pelan dan menggeleng kepalanya, "Sungguh pemuda yang sangat imut."


"Ingin melawanku dengan kata-kata? Tunggu seribu tahun lagi."


......................


Di suatu ruangan yang mewah, sekelompok orang dengan berbagai luka berbaris dalam diam. Seorang wanita yang berdiri di depan kelompok yang terluka melambaikan cambuknya dengan kesal. Ada dua pemuda yang berdiri di samping wanita itu. Salah satunya menunduk dan yang lainnya memiliki wajah suram seolah seseorang telah menggali makam leluhurnya.


Suasana di dalam ruangan sangat canggung.


Akhirnya wanita yang memegang cambuk meledak, "ErGe! Mengapa DaGe masih belum datang?! Sudahkah kamu memanggilnya?!"


Pemuda berwajah suram itu menatap wanita yang berteriak kepadanya, dan emosinya juga ikut meledak, "Sudah kukatakan berapa kali! Aku sudah memanggil DaGe! Bisakah kamu sedikit tenang?! Orang yang terluka disini adalah aku!"


Sekelompok orang itu adalah kelompok dari klan Li yang telah tiba di Kota Luo Xing beberapa hari yang lalu dan memesan penginapan terbaik di kota.


Li Qing Xia menggigit bibir bawahnya dan tidak berani berteriak lagi.


Li Qing Feng memegang lengan kirinya yang berdarah dan wajahnya semakin menghitam seperti bagian bawah panci yang gosong.


Li Qing Yu tetap menunduk dan bahunya sedikit bergetar. Orang lain mungkin mengira dia telah ketakutan hingga gemetar, tetapi hanya dia yang tahu bahwa sebenarnya dia sedang berusaha menahan tawa.


Setelah momen pertengkaran singkat itu, orang yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.


Li Qing He membuka pintu dan mengerutkan keningnya. Dia berjalan menuju ketiga adiknya. Menatap Li Qing Yu yang menundukkan kepalanya, lalu menatap dua adik kandungnya dengan tatapan tajam, "Ada apa ini? Mengapa semua orang tidak mengobati luka mereka dan sebaliknya berdiri disini?"


Li Qing Xia menatap kakak laki-lakinya dengan tatapan marah, "DaGe menyalahkan kami? Mengapa kita harus menyia-nyiakan obat-obatan kita? Mereka sampah yang tidak berguna, seharusnya mereka menerima hukuman karena tidak mampu melindungi majikan mereka! Hanya luka kecil ini, mereka pantas mendapatkannya!"


Sekelompok bawahan yang terluka tetap menundukkan kepala mereka tanpa bergerak.


Li Qing He menatap adik perempuannya dengan pandangan dingin yang menusuk, "Diam! Jika bukan karena mereka, kamu bahkan tidak akan meninggalkan mayat yang utuh ketika kalian diserang! Siapa yang memberimu keberanian sebesar ini untuk bersikap lancang sejak kamu merupakan orang yang menarik masalah?!"


Li Qing Feng juga tidak kalah terkejut dengan ledakan emosi saudara tertuanya ini. Sangat sulit membuatnya marah, tetapi mereka sekarang berhasil membuat Li Qing He membentak.


Sebenarnya tidak hanya kedua orang itu yang dibuat kaget dengan reaksi saudara tertua mereka. Li Qing Yu yang menundukkan kepalanya ikut merasa heran. Mungkinkah Li Qing He salah minum obat sebelum datang kemari?


Tidak ada yang berani membuat suara terhadap kemarahan Li Qing He. Suasana di dalam ruangan lebih menyesakkan dibandingkan ketika Li Qing He belum masuk.


Li Qing He berbalik dan menatap sekelompok orang yang terluka, "Kembali dan obati luka kalian masing-masing. Jika ada masalah kekurangan obat atau luka yang tidak dapat kalian tangani, temui aku."


"Terima kasih, Tuan Muda Pertama."


Suara hormat segera bergema dengan serempak.


"Pergi."


Setelah sekelompok bawahan meninggalkan ruangan, Li Qing He menatap Li Qing Xia, "Kembali ke kamarmu untuk merenungkan dirimu sendiri. Jangan keluar sampai kamu mengetahui kesalahanmu."


Li Qing Xia ingin membantah, tetapi menelannya kembali setelah melihat tatapan Li Qing He, "Baik."


Setelah Li Qing Xia juga telah pergi, Li Qing He menatap tajam Li Qing Feng. Yang ditatap menurunkan pandangannya.


"Ikuti aku."


Li Qing He tidak menyebutkan siapa yang sedang dimaksud, sehingga keduanya mengikuti Li Qing He ke ruang samping.


Tempat mereka berkumpul sebenarnya adalah kamar Li Qing He, dan Li Qing He sendiri adalah seseorang yang sangat menyukai kebersihan. Jejak darah yang tertinggal di lantai tempat berdirinya sekelompok orang yang terluka sebelumnya, sangat menyengat mata baginya.


Ruang samping adalah tempat Li Qing He bekerja selama tiba di Kota Luo Xing. Di meja kerjanya, terdapat banyak tumpukan dokumen serta alat tulis yang tersusun rapi.


Li Qing He memiliki beberapa perusahaannya sendiri di wilayah ras manusia. Terkadang dia akan memakai pakaian modern dan terkadang memakai jubah kuno, tergantung dengan situasi yang diperlukan untuk menyesuaikan diri.


Kecuali ras manusia, lima ras lainnya memiliki kecenderungan mengikuti budaya kuno mereka. Terutama klan besar yang memimpin. Klan besar memiliki aturan tidak tertulis yang mengharuskan mereka mewarisi budaya kuno mereka, beberapa juga lebih ketat dan mewariskan bahkan hal-hal kecil sebagai kebiasaan hingga saat ini.


Jadi meskipun Li Qing He sering berpakaian seperti manusia modern, dia tidak pernah memotong rambutnya menjadi pendek, sama seperti Li Qing Yu.


Karena alasan ini, Li Qing Yu bebas memakai pakaian modern tanpa menerima hukuman atau kritikan. Selama dia tidak memotong rambutnya, orang-orang di klan tidak akan mencelanya karena mencelanya sama dengan mencela Tuan Muda Pertama.

__ADS_1


Li Qing He juga tidak pernah secara aktif memperlakukan Li Qing Yu dengan buruk. Mungkin karena alasan tertentu, Li Qing He merendahkan Li Qing Yu, tetapi dia tidak pernah benar-benar membencinya. Hubungan kedua orang ini lebih seperti orang asing.


Li Qing Yu terkadang tidak dapat memahami pemikiran saudara tertuanya, terkadang dia merasa saudaranya ini mengetahui sifat aslinya, terkadang tidak. Dia memiliki beberapa gagasan tidak pasti mengenai alasan mengapa Li Qing He memandang rendah dirinya.


Li Qing He duduk di kursi kerjanya dan memandang kedua adiknya yang berdiri berdampingan di depan meja. Dia mengenakan setelan jas hari ini.


Ketika mengenakan setelan kerja yang formal, Li Qing He selalu mengikat rambutnya menjadi ekor kuda. Orang lain mungkin berpikir dia hanya ingin tampil lebih rapi, tetapi hanya keluarganya yang tahu alasan sebenarnya.


Ketika Li Qing He berusia 12 tahun, ayahnya membawa keluarga mereka untuk menghadiri pesta perusahaan. Karena Li Qing He sudah memulai karirnya, maka dia mengenakan setelan jas seperti ayahnya. Pada saat itu, Li Qing He membiarkan rambutnya tergerai.


Ketika Kepala Klan memperkenalkan Li Qing He kepada para kolega dari berbagai perusahaan, seseorang tiba-tiba membuat lelucon dengan mengatakan bahwa dia hampir salah mengenali Li Qing He sebagai gadis kecil karena rambutnya. Orang lain menyatakan persetujuan mereka sambil tertawa.


Li Qing He yang berusia 12 tahun sangat sensitif. Meskipun dia tidak memiliki perubahan pada ekspresinya, tetapi dia menyimpan masalah ini jauh di hatinya. Sejak saat itu, ketika dia mengenakan setelan kerja atau menghadiri pertemuan, dia selalu mengikat rambutnya tanpa terkecuali.


Li Qing Yu berpikir bahwa saudaranya ini sangat konyol. Dia juga menghadiri pesta saat itu dan dapat dengan jelas melihat bahwa orang lain tidak benar-benar bermaksud seperti itu, tetapi saudaranya ini mengambil apa yang orang lain katakan dengan santai ke dalam hatinya.


"Ceritakan bagaimana kalian bisa berakhir seperti ini."


Li Qing Feng menceritakan semua yang diketahuinya tanpa melewatkan apa pun.


Li Qing He mengetuk jarinya telunjuknya di atas meja dan beberapa saat setelahnya berkata, "Asosiasi Pembunuh membuat beberapa gerakan selama bulan ini."


Li Qing Feng mengerutkan keningnya, "Kita tidak benar-benar menyinggung mereka."


Li Qing He, "Qing Xia."


Li Qing Feng, "Tetapi itu hanya pertengkaran kecil. Asosiasi Pembunuh tidak akan mengeluarkan pasukan mereka hanya untuk masalah kecil ini. Mereka akan kehilangan wajah mereka jika mereka melakukannya."


Li Qing He, "Ya, mereka melakukannya."


Li Qing Feng, "???"


Li Qing He menatap Li Qing Feng dengan tatapan datar, "Bukankah mereka melakukannya?"


Kepribadian Li Qing He, mereka mengenalnya. Ketika dia sedang dalam suasana hati yang buruk, ingin berbicara dengannya perlu mempersiapkan kesabaran ekstra karena pada saat ini dia akan mempraktikkan istilah 'diam adalah emas'.


Sama seperti saat ini. Li Qing Feng tidak bisa mengambil inti dari pembicaraan mereka.


"Keluar."


Li Qing Feng berpikir orang yang dimaksud adalah Li Qing Yu, sehingga dia tetap di tempat.


Li Qing Yu sendiri sudah merasa sangat bosan, dia tidak peduli siapa yang dimaksud Li Qing He dan langsung berbalik, ingin mengambil kesempatan ini untuk pergi.


Suara Li Qing He terdengar lagi, "Kamu mau pergi kemana?"


Baik Li Qing Yu atau Li Qing Feng, keduanya sama-sama tertegun.


Li Qing Yu berbalik dan memaksakan senyuman dengan penampilan pengecut, "Bukankah GeGe memintaku untuk pergi?"


Mungkin suasana hati Li Qing He sangat buruk. Biasanya Li Qing He akan malas menjawab, tetapi kali ini dia menjawab, "Apakah aku menyebutkanmu?"


Orang ini salah makan obat! Kenapa tiba-tiba menargetkanku?!


Li Qing Yu merasa kesal dalam hatinya, tetapi tidak menunjukkannya. Dia hanya menunduk seolah ketakutan. Li Qing He tidak memperhatikan Li Qing Yu lagi, dia menatap Li Qing Feng dalam diam.


Li Qing Feng yang ditatap, "..."


Li Qing Feng akhirnya meninggalkan ruangan sambil memarahi Li Qing He dalam hatinya selama perjalanan.


Adapun Li Qing Yu, dia merasa dirinya akan dilubangi oleh tatapan diam Li Qing He. Dia sekali lagi menyatakan dengan pasti bahwa Li Qing He benar-benar salah makan obat, itulah sebabnya tindakannya sangat aneh.


Setelah beberapa menit berlalu, Li Qing He akhirnya membuka mulutnya lagi, "Duduk."


Li Qing Yu duduk di salah satu kursi di depan meja dengan patuh.


Li Qing He mengerutkan keningnya, "Tidakkah kamu lelah?"


Li Qing Yu, "???"


Li Qing He, "Idiot."


Li Qing Yu, "..." Baiklah, apakah orang ini menyuruhku tinggal hanya untuk menghinaku? Meskipun kamu mengatakannya dengan nada datar, aku masih merasa ingin meledak, oke?!

__ADS_1


__ADS_2