The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 58: Sekelompok Gadis


__ADS_3

Layar transparan yang muncul di udara menampilkan dua nama tim yang akan dipilih untuk saling bersaing satu sama lain. Saat kelas yang terpilih muncul, tim Wei Lan dan Yu Feng naik ke atas arena.


Sama seperti kejadian sebelumnya, mereka menjadi yang pertama naik untuk memulai sesi rebutan untuk sepuluh besar. Lawan mereka berasal dari kelas A yang semuanya adalah perempuan.


Wei Lan mengernyitkan alisnya. Dia tidak berharap kalau keberuntungan mereka akan sedikit buruk kali ini. Lawan mereka adalah salah satu yang benar-benar cukup merepotkan.


Tim lawan bisa dikatakan memiliki tim yang cukup lengkap.


Lengkap yang ditandai Wei Lan bukanlah lengkap dalam artian jumlah, tetapi dari segi formasi lawan.


Mu Xiang mengeluarkan sepasang belati dan menggenggamnya dengan mantap di kedua tangannya. Gadis itu memiliki senyuman ringan yang singkat di wajah seriusnya, "Kali ini lawan kita berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Tim ini benar-benar sulit, jadi perhatikan setiap gerakan kita nanti."


Yu Feng mengerti dasar kekhawatiran Mu Xiang, dan dia yakin teman-temannya yang lain juga begitu. Kelompok gadis ini masing-masing memiliki kemampuan top seorang pembunuh sekaligus perencana.


Di pertandingan sebelumnya, setiap lawan dari tim ini hanya bertahan selama beberapa waktu di bawah serangan gabungan yang terkontrol dengan baik itu. Sejauh ini masih tidak jelas siapa yang menjadi pemimpin tim dan otak dari keseluruhan tim, itulah sebabnya Mu Xiang menyebutkan kalau tim ini sulit dihadapi.


Setelah kedua tim sudah lengkap di atas arena, hitungan mundur mulai berjalan. Kedua tim mempersiapkan diri mereka dengan kewaspadaan penuh dan ketika hitungan berakhir, Wei Lan dan anggota yang berfungsi sebagai penyerang jarak dekat langsung meluncur ke depan dengan kecepatan kilat.


Berbagai dentingan senjata bergema di arena dengan frekuensi dan kecepatan yang menyakitkan telinga. Yu Feng dan Mu Xiang mulai berpencar untuk memberikan dukungan kepada anggota tim mereka dengan serangan jarak jauh.

__ADS_1


Wei Lan menatap seorang gadis yang menjadi lawannya dengan penuh perhatian. Lawannya cepat, sangat cepat hingga membuatnya kaget. Wei Lan adalah petarung jarak dekat yang berspesialisasi sebagai pengguna belati profesional. Dia memiliki kecepatan dan ketangkasan yang setingkat dengan para ahli petarung fisik.


Lawan Wei Lan tanpa diduga memiliki kriteria yang serupa dengan dirinya. Gadis ini tidak hanya cepat, tapi setiap gerakannya sangat terlatih dengan daya tembak yang tidak lemah. Selain itu kekuatan tangan gadis ini juga sangat kuat, Wei Lan bahkan mulai merasa telapak tangannya yang menggenggam belati mulai terasa kebas.


Ini sulit...


Di sisi lain, Yu Feng berhadapan dengan seorang gadis yang juga berspesialisasi dalam serangan jarak jauh. Di pertandingan sebelumnya dia sudah mengamati ciri-ciri gerakan gadis ini, namun perasaan dengan hanya melihat dan berhadapan secara langsung sangat jauh berbeda.


Gadis yang melawan Yu Feng bermain dengan alat musik sebagai senjatanya. Sebuah kecapi.


Sebuah kecapi sederhana yang berbahan kayu, namun setiap kali kecapi biasa itu dipetik suara yang dikeluarkannya akan menjadi cambuk mematikan bagi lawan gadis itu.


Gadis pemain kecapi tidak hanya mampu mengerahkan serangan spiritual, tetapi dia juga memiliki kemampuan yang mengganggu pikiran orang lain dengan musiknya. Yu Feng tidak tahu apakah musik itu memberi teman-temannya pengaruh yang sama, tapi saat ini dia benar-benar sakit kepala. Rasanya seperti ada gelombang kekuatan tak terlihat yang terus menyerang isi kepalanya hingga membuatnya sangat berdenyut.


Yu Feng tidak hanya harus memutar energi spiritualnya untuk melindungi dirinya, dia juga harus menanamkan kekuatan spiritual pada setiap pelurunya dengan kapasitas yang jauh lebih besar dari yang pernah digunakan di pertandingan sebelumnya.


Saat ini kondisi Yu Feng berada dalam situasi yang lebih tidak menguntungkan dibandingkan dengan lawannya. Pemuda itu praktis diserang secara sepihak sementara lawannya bahkan tidak terluka sedikitpun.


Ya, semenjak Yu Feng tahu kalau serangannya akan dibatalkan dengan energi spiritual yang mengelilingi gadis itu, dia mulai mengalihkan rencananya. Yu Feng berhenti memfokuskan perhatian penuhnya pada gadis kecapi itu dan mulai membantu anggota timnya dalam menghadapi lawan mereka.

__ADS_1


Gadis kecapi itu tentu saja melihat pengabaian lawannya, namun dia masih duduk tenang di lantai arena dan memainkan kecapinya dengan ekspresi dingin. Serangan cambuk spiritual yang menyerang Yu Feng bertambah beberapa kali lipat dengan kecepatan kilat.


Ada pun Mu Xiang, gadis itu berhadapan dengan seorang gadis dari tim lawan yang menggunakan pedang. Satu pandangan dan siapapun bisa melihat kalau gadis itu adalah seorang kultivator pedang.


Berbeda dengan Mo Lan yang menggunakan pedang besar, pedang gadis ini terlihat sangat ramping dan sederhana, namun juga memiliki ketajaman yang membuat hati orang dingin.


Setiap gerakan gadis itu akan mengirimkan serangkaian ledakan serangan yang bukan main. Mu Xiang tidak memiliki ledakan serangan sebesar lawannya, namun dia memiliki kecepatan yang sangat gesit. Mu Xiang bergerak dalam posisi yang tidak menentu sambil terus mengirimkan ratusan senjata kecil tanpa batas.


Saat ini siapa pun bisa melihat bahwa kemenangan sedang miring ke satu pihak. Tim Wei Lan dan Yu Feng sangat tidak diuntungkan dengan lawan pertama mereka.


Dari atas, kelompok klan BaiLi dan klan Yue yang menatap adegan ini memiliki ekspresi yang serius. Yue Qing Ye telah berdiri dari kursinya dan maju hingga ke batas balkon untuk melihat situasi pertandingan di bawah.


"Kali ini kelompok yang dilawan mereka sangat sempurna. Jauh lebih sempurna dari tim-tim sebelumnya."


BaiLi Yun Xiao mengangguk dan mengerutkan keningnya dengan ekspresi bermasalah, "Kelas kita terlalu tidak beruntung bertemu mereka di pertandingan pertama ini."


BaiLi Yun Hua yang ikut menyaksikan keseruan bertanya dengan rasa penasaran, "Apa kelompok gadis di bawah sekuat itu?"


"Jauh lebih kuat dari yang terlihat. Barisan mereka sangat sempurna dan setiap anggotanya memiliki keahlian masing-masing yang saling mendukung. Dari enam gadis itu, dua adalah kultivator pedang, satu adalah kultivator suara, dan tiga adalah kultivator dengan yang ahli dalam pertempuran jarak dekat," jelas BaiLi Yun Xiao.

__ADS_1


Situasi di bawah sudah ada dalam pertimbangannya sejak awal, namun dia tidak menyangka bahwa situasi ini akan datang begitu cepat.


BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye telah melatih siswa mereka dengan persiapan matang untuk kompetisi ini. Dari pertama kali mereka melihat tim-tim yang maju, mereka sudah menandai beberapa tim yang harus diwaspadai. Hingga sejauh ini ada tiga tim yang mendapat perhatian penuh mereka. Yang pertama adalah milik BaiLi Yun Yi dan BaiLi Yun Lan, yang kedua adalah milik tim siswa yang diajar Luo Min, dan yang ketiga adalah kelompok gadis di bawah.


__ADS_2