
Dengan perhitungan seperti itu, akhirnya muncullah ide untuk menargetkan Xiao Yin. Bagi orang luar, BaiLi Yun Hua tidak melakukan sedikit pun jeda atau gangguan dalam aksinya. Yang tidak mereka ketahui adalah serangkaian pikiran gelapnya telah melakukan usaha yang cukup panjang untuk meyakinkan pemuda itu melakukan tindakan brutal. Segalanya terjadi dengan begitu cepat, hanya butuh beberapa detik dan pikiran rasional serta keinginan gelap BaiLi Yun Hua telah melakukan diskusi panjang yang memberikan ide untuk menargetkan Xiao Yin.
Karena itulah serangkaian tindakan BaiLi Yun Hua yang berubah di tengah jalan, membuat kaget lawannya.
"Xiao Yin!" seru Mo Lan. Ini pertama kalinya gadis itu benar-benar memecahkan ketenangannya di atas arena, emosi ketakutan dan kekhawatiran terlihat jelas di wajahnya.
Berbagai perubahan emosi di tim lawan masuk ke pandangan BaiLi Yun Hua.
Berhasil.
Setelah melihat tujuannya tercapai, BaiLi Yun Hua menarik pedangnya dari tubuh Xiao Yin tidak peduli meskipun tangan gadis itu masih memegang erat bilah pedangnya dari depan, tidak peduli meskipun tindakannya akan membuat luka targetnya terbuka lebar dan menyemburkan lebih banyak darah.
BaiLi Yun Hua mundur selangkah dan Xiao Yin jatuh berlutut ke tanah. Untuk luka yang melubangi perutnya, tidak mungkin berharap mengandalkan kecepatan penyembuhan alami tubuhnya. Yang lebih aneh lagi, Xiao Yin tidak bisa merasakan energi spiritualnya bekerja. Keadaan sama yang menimpa anggota tim kelas A yang terkena hujan asam miliknya sekarang dirasakan olehnya.
BaiLi Yun Hua menatap Xiao Yin yang masih jatuh kaku di lantai dengan pandangan apatis sementara sudut bibirnya sedikit naik yang mencerminkan senyuman dingin yang terkesan sedikit menakutkan. Dia bisa merasakan emosi ketakutan yang memancar dari tubuh Xiao Yin.
Gadis ini pasti menyadari resiko dari kondisi aneh yang sedang dialaminya. Yah... BaiLi Yun Hua menyadari keunikan dalam energi asing di tubuhnya. Selain dari membuatnya menjadi lebih kuat dari segi fisik, tenaga, dan kondisi energi spiritualnya, ternyata energi ini juga bisa mengendalikan organ-organnya dan bisa ditransfer keluar dari tubuhnya.
Ketika pedangnya menembus Xiao Yin, dia mengalirkan energi itu ke dalam tubuh Xiao Yin melalui badan pedang untuk mengkonfirmasi tebakannya dan ternyata pemikirannya tidak salah.
__ADS_1
Setelah menyadari fakta itu, keinginan balas dendam kecil kembali muncul di benaknya. Dia masih ingat gadis ini tidak segan-segan menggunakan senjata berbahaya pada mereka. Memori tentang salah satu temannya yang terluka akibat hujan asam Xiao Yin masih melekat jelas di benaknya. Saat itu apa yang dilakukan Xiao Yin? Gadis itu hanya menonton mereka dari samping seperti menonton sebuah pertunjukan lelucon yang menyenangkan. BaiLi Yun Hua masih mengingat jelas pandangan sombong, meremehkan, dan sensasi kemenangan yang semuanya campur aduk terpancar dari mata gadis itu.
Karena itulah, BaiLi Yun Hua ingin gadis ini merasakan bagaimana rasanya tidak bisa menggunakan energi spiritual yang menjadi salah satu bagian paling inti dari identitas seorang kultivator.
"Bagaimana rasanya? Enak? Bukankah kamu paling suka melakukan hal ini pada orang lain?" tanya BaiLi Yun Hua dengan nada meremehkan yang menusuk tulang. Dia sengaja menekan gadis itu supaya Xiao Yin bisa merasakan bagaimana perasaan orang lain yang pernah menjadi korban dari kesenangannya selama ini. Dia ingin gadis ini merasakan teror yang dirasakan korban gadis ini ketika dia memotong akses energi spiritual para korbannya.
"Rasanya seperti sampah kan? Inilah yang selalu dirasakan korbanmu. Biasanya kamu juga kelihatan senang dengan penderitaan dan teror orang lain bukan? Kenapa kamu tidak mencoba sendiri rasanya berada di posisi korbanmu?"
Setiap kalimat BaiLi Yun Hua mendorong ketakutan Xiao Yin lebih jauh.
Di tengah-tengah rasa puas BaiLi Yun Hua, instingnya meneriakkan bahaya dan pemuda itu secara refleks menjauh dari bahaya yang sedang menujunya.
Sedikit rasa masam membuatnya mengernyitkan dahinya, namun rasa cemburu yang tidak dia sadari ini hanya sempat berlangsung sebentar karena serangan sengit dari berbagai arah datang memotong jalannya.
Sebuah tombak panjang melintas dari belakang dan menargetkan leher BaiLi Yun Hua, namum dihindari pemuda itu dengan mudah dan malah berakhir berdiri di atas besi tombak yang menunjuk lurus ke depan.
Dua rekan Xiao Yin masing-masing melompat ke arah BaiLi Yun Hua dari kiri dan kanan dengan senjata mereka yang juga dihindari BaiLi Yun Hua tanpa menoleh dengan menghentakkan kaki kirinya ke bilah tombak dan memaksa besi tersebut jatuh kembali ke lantai.
A-Wan, sang pemilik tombak menggertakkan giginya dengan kebencian murni. Ketika tatapannya berbentrokkan dengan dua pupil ungu BaiLi Yun Hua, BaiLi Yun Hua bisa melihat kilasan emosi yang tidak biasa dari pemuda yang dipanggil A-Wan ini.
__ADS_1
Emosi yang sudah sering dilihatnya.
Jadi gadis itu kekasihnya...
Di sisi Mo Lan, gadis itu mengerutkan keningnya. Tubuhnya saat ini menegang karena kepanikan. Begitu mengirimkan energi spiritualnya ke tubuh Xiao Yin, Mo Lan langsung menyadari kejanggalan di dalam tubuh adiknya. Ada sejenis energi lain di tubuh Xiao Yin yang menempel di dinding pembuluh darahnya. Energi ini menempel seperti parasit di jaringan pembuluh darah Xiao Yin dan membentuk dinding keras yang menghalangi aliran energi spiritual pemilik tubuh.
Mo Lan mencoba memisahkan energi asing tersebut dengan energi spiritualnya, namun benda itu tetap kukuh menempel di pembuluh darah adiknya. Yang lebih parah lagi energi asing itu tidak hanya ada di pembuluh darah Xiao Yin yang menutupi meridiannya, namun juga sudah menginfeksi sebagian organ lain adiknya.
Karena tidak ada jalan untuk menetralkan energi asing itu, Mo Lan membiarkan energi spiritualnya menjelajahi kondisi tubuh Xiao Yin untuk mencari tahu sudah sampai mana energi itu menyebar di tubuh adiknya.
Semakin Mo Lan memetakan tubuh adiknya, semakin besar ketegangan yang menarik tubuhnya. Terutama ketika dia menyadari kalau jantung Xiao Yin juga memiliki energi asing itu.
Ini sangat buruk.
Mo Lan tidak tahu pasti apa saja efek yang bisa ditimbulkan oleh energi asing tersebut, namun begitu energi asing itu membentuk dinding keras yang menghambat gerakan jantung Xiao Yin, maka adiknya bisa mati begitu saja!
Tidak ada cara lain, Xiao Yin harus segera diberi bantuan medis!
Mo Lan mengeratkan pelukannya pada tubuh Xiao Yin dan menatap BaiLi Yun Hua yang sedang melawan anggota timnya. Kilatan tajam melintas di kedua pupil hitam gadis itu.
__ADS_1
Energi asing ini tidak diragukan lagi berasal dari BaiLi Yun Hua.