
BaiLi Yun Hua merasa kesadarannya seperti ditabrak oleh beberapa benda berat. Dia tidak terlalu ingat dengan apa yang terjadi selama kompetisi berlangsung. Yang dia tahu, kekuatan asing yang awalnya begitu mudah digunakan olehnya tiba-tiba meledak dengan semburan energi yang kuat dan langsung menghantam pikirannya.
Tidak cukup sampai di situ, tubuhnya tiba-tiba mulai kehilangan kendali seiring dengan mati rasa yang terus tumbuh semakin lebar ke berbagai tubuhnya hingga hampir terasa seperti lumpuh total. Bersama dengan kendali diri yang semakin longgar, BaiLi Yun Hua merasa kesadarannya perlahan juga ditutupi oleh kekuatan aneh yang mengurungnya tepat di dalam kotak gelap seperti ruang hampa.
Dia tidak tahu sudah berapa lama waktu di luar berjalan, namun rasanya seperti sudah sangat lama hingga bahkan dia kehabisan hitungan waktu yang diam-diam digumamkannya tanpa suara.
Di saat dia mulai merasa kesepian menyerang sistemnya, sebuah cahaya samar mulai menerangi ruang hampa yang gelap itu dengan setitik nyala. Akhirnya... ketika belaian kehangatan menyentuh kesadarannya yang sudah cukup lama terinfeksi oleh dinginnya suhu di dalam sel yang mengurungnya, perasaan lega seperti berendam di dalam air hangat membuat kesadarannya yang sudah lelah menjadi benar-benar jatuh ke kegelapan alami dan tertidur lelap.
Meskipun kesadaran BaiLi Yun Hua tertidur nyenyak, tapi dia masih bisa merasakan sedikit perubahan pada tubuhnya. Kenyamanan yang terus mengisi tubuhnya dan menggantikan rasa sakit yang berdenyut, berlangsung selama beberapa saat hingga akhirnya ketika dia sudah cukup tidur dan mulai bangun ke dunia, hal pertama yang didengarnya ada potongan kalimat yang tidak jelas.
"Sayang sekali... padahal kelinci kecil itu sangat imut dulu..."
BaiLi Yun Hua, "???"
Serangkaian tanda tanya terbentuk di kepalanya yang masih berputar-putar di beberapa tempat.
Kelinci?
Imut?
Sejak kapan mereka memelihara kelinci...
Meskipun masih setengah sadar, BaiLi Yun Hua tidak terlalu longgar dan masih tahu bahwa sekarang dia sedang berada di Luo Xing Academy dimana beberapa waktu yang lalu dia tiba-tiba menerima pemberitahuan soal dirinya yang masuk ke dalam daftar calon siswa Luo Xing Academy bersama beberapa anggota klan BaiLi.
Setelah itu, dia mulai membangun hubungan dengan BaiLi Yun Lan dan BaiLi Yun Yi, mencapai kultivasi tingkat 4, menjalin hubungan yang lebih baik dengan BaiLi Yun Xiao, hingga akhirnya resmi menjadi siswa di Luo Xing Academy. Dia tahu bahwa sudah ada beberapa minggu dia tinggal di akademi bersama kelompok BaiLi dan Yue, dia juga tahu bahwa tidak ada satupun di antara mereka yang memelihara kelinci.
Kebingungan melilit BaiLi Yun Hua yang otaknya masih setengah jalan hingga pemuda itu dengan serak berbisik pelan, "Kelinci...apa..??"
Renungan BaiLi Yun Xiao terputus oleh suara pelan yang terdengar seperti kaset rusak yang datang dari tempat tidur. BaiLi Yun Xiao mengarahkan fokusnya ke pemuda yang baru setengah sadar di tempat tidur dan segera berdiri untuk menghampirinya dari dekat.
"Yun Hua, bagaimana perasaanmu? Apakah masih ada bagian yang tidak nyaman?"
__ADS_1
BaiLi Yun Xiao secara teknis mengabaikan pertanyaan BaiLi Yun Hua dan langsung menembakkan kekhawatirannya seperti meriam pada pasien yang sakit itu.
BaiLi Yun Hua menggeleng kepalanya dengan kesal ketika pertanyaannya tidak dijawab. Dalam kondisinya saat ini, dia sangat mudah tersinggung dengan segala sesuatu yang tidak berjalan sesuai dengan keinginannya. Ditambah lagi sedikit gelengan itu ternyata memberinya efek pusing yang tidak menyenangkan. Rasanya seperti sedang berada dalam bola yang terus berputar ke berbagai arah.
Melihat kerutan yang terbentuk di alis BaiLi Yun Hua, BaiLi Yun Xiao menepuk-nepuk pundak pemuda yang sakit itu dengan ketukan tepukan yang ritmis dan lembut seperti sedang membujuk anak kecil.
"Jangan terlalu banyak berpikir dulu. Kamu masih belum pulih dari dampak yang dibawakan kekuatanmu."
Mendengar nada lembut orang di sampingnya, kegelisahan BaiLi Yun Hua secara ajaib lebih mereda dan dia cukup rasional untuk menangkap kata kunci penting dari lawan bicaranya.
Kekuatan?
Benar... kekuatan...
Kekuatan yang tiba-tiba muncul dalam tubuhnya lah yang menjadi dalang dari kondisinya saat ini.
"Jangan terlalu banyak berpikir dan tidurlah."
"Anak baik."
"Jangan khawatir, segalanya sudah berakhir."
"Jadi sekarang tidurlah demi kesehatanmu."
......................
Kedua kalinya BaiLi Yun Hua bangun dari tidurnya, pikirannya tidak lagi semacet sebelumnya dan dia dengan cepat menganalisis lokasinya pada saat itu juga.
"Sudah bangun?"
BaiLi Yun Hua mengarahkan pandangan datar ke arah datangnya suara yang mengganggu momen analisisnya dan kecurigaan perlahan bangkit dalam dirinya. Dia tidak terlalu ingat dengan apa yang terjadi ketika dia tidak sadar, namun ada sedikit perasaan bahwa energi spiritual yang dikenalnya menjelajahi ke dalam dirinya.
__ADS_1
Itu adalah milik BaiLi Yun Xiao dan ini sudah kedua kalinya hal itu terjadi. Dalam kondisi puncaknya, BaiLi Yun Hua pasti tidak akan pernah begitu lengah membiarkan BaiLi Yun Xiao mengirimkan indra spiritualnya ke dalam dirinya tanpa perlindungan apa pun.
Ini sudah kedua kalinya. Kali pertamanya BaiLi Yun Xiao sudah agak curiga. Sekarang dengan kekuatan abnormal yang tiba-tiba meledak di tengah pertandingan, BaiLi Yun Xiao pasti akan semakin curiga. Dia hanya tidak yakin bagaimana hasil penemuan BaiLi Yun Xiao tentang skema kondisi tubuhnya saat ini.
Sebenarnya kalau harus jujur, BaiLi Yun Hua sendiri juga tidak paham dari mana kekuatan itu berasal dan apa yang menyebabkan kekuatan itu muncul. Sebelumnya dia tidak pernah mengalami pengalaman yang seperti ini, jadi dia juga tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi dia memiliki tebakan. Bisa jadi ini semua karena identitasnya.
Identitas darah sucinya yang dijaga rapat-rapat selama ini.
Kalau memang karena itu, maka itu artinya kemungkinan besar BaiLi Yun Xiao sekarang sudah tahu soal rahasianya ini. Bukan tebakan lagi, tapi sebuah kepastian.
Detak jantung BaiLi Yun Hua berdetak sedikit lebih cepat ketika pikirannya berhenti sampai disini, namun di tengah kegelisahannya, suara dengan nada yang terdengar seperti kekhawatiran tulus memotong jalan pikirannya.
"Yun Hua?"
BaiLi Yun Hua mengedipkan matanya sekali sebelum kembali menatap BaiLi Yun Xiao dengan pandangan penuh kebingungan yang sengaja dibuat olehnya.
"Tuan Muda..."
"Ya? Mana yang tidak nyaman?"
BaiLi Yun Hua ingin membuat alasan acak, namun perasaan aneh tiba-tiba merasuk pikirannya. Kenapa rasanya agak dingin dan... sentuhan kain bajunya sepertinya agak berbeda...
BaiLi Yun Hua menundukkan kepalanya sedikit dan langsung terbelalak.
Udara dingin di kulitnya ternyata bukan sekedar ilusinya, tapi dia benar-benar kehilangan pakaiannya!
Dengan gerakan kaku seperti boneka yang engselnya kehabisan minyak, BaiLi Yun Hua mengangkat kepalanya ke arah satu-satunya orang yang berada di ruangan itu selain dari dirinya dan membuka bibirnya dengan kaku.
"Dimana bajuku?"
__ADS_1