
BaiLi Yun Hua menatap dingin kearah Mo Lan yang sekarang tampak seperti sedang meratapi kehancuran pedangnya seolah gadis itu masih tidak mengerti bagaimana hal itu bisa terjadi.
Dia tidak menunggu untuk melihat reaksi selanjutnya gadis itu dan kembali menerbangkan serangkaian tinju kasar kepada Mo Lan sebelum gadis itu siap.
Kali ini meskipun Mo Lan dikagetkan oleh kecepatan BaiLi Yun Hua, dia dengan cepat menghindari serbuan tinju yang dilemparkan seperti tornado kepadanya. BaiLi Yun Hua tidak membiarkan lawannya beristirahat sejenak dan terus mengejar Mo Lan kemana pun gadis itu pergi.
Setiap kali tinju BaiLi Yun Hua mendarat, sisa energi itu akan meninggalkan lubang seukuran dua kali kepalan tangan orang dewasa dengan jaring retakan di sekitarnya. Untungnya lantai arena dibangun dengan bahan khusus yang tidak hanya kokoh tetapi juga memiliki kemampuan pemulihan otomatis sehingga setiap kerusakan yang diterima oleh arena akan kembali ke kondisi awal dengan sendirinya.
Tinju BaiLi Yun Hua bisa melubangi lantai arena, apa jadinya kalau tinju itu mendarat pada Mo Lan? Bisa dibayangkan, gadis itu akan langsung diremukkan hingga tulangnya hancur.
Baik itu anggota tim kelas A atau B, mereka yang melihat kejaran BaiLi Yun Hua terhadap Mo Lan semua berkeringat dingin. Anggota tim kelas B bahkan lebih panik. Mereka tidak tahu hantu macam apa yang merasuki BaiLi Yun Hua, tapi pemuda itu tiba-tiba menjadi begitu kuat dan agresif.
"Bang!"
Tinju BaiLi Yun Hua memukul udara tepat di sebelah Mo Lan dan membuat gadis itu meringis. Suara dari dampak pukulan pemuda itu meninggalkan ledakan guntur yang memekakkan gendang telinga.
Mo Lan menggigit pipi dalamnya dan melakukan putaran lain untuk menghindari tinju lawan. Tatapan beratnya menyapu kondisi lawannya yang setengah gila ini dan dia akhirnya membuat keputusan yang tidak menyenangkan.
Kekuatan mengerikan kembali mendominasi Mo Lan. Begitu BaiLi Yun Hua merasakan perubahan aura pada lawannya, kejelasan kembali mendominasi pikirannya dan untuk sementara waktu menekan emosi kemarahannya. Dia menarik tinjunya dan mengamati gadis itu dengan penuh perhitungan.
__ADS_1
Kekuatan yang sama kembali terpancar dari Mo Lan, namun kali ini tidak ada benang-benang spiritual yang menjengkelkan. Sebaliknya gadis itu memiliki ratusan kobaran api kecil yang mengelilinginya seperti kunang-kunang.
Ekspresi BaiLi Yun Hua semakin jelek begitu dia melihat bunga api kecil itu. Terakhir kali bola api kecil yang naik meledakkan arena menjadi lautan api, sekarang apa lagi yang ingin dilakukan gadis ini?
Tanpa menunggu Mo Lan mengumpulkan kekuatan penuhnya, BaiLi Yun Hua mengambil kesempatan ini untuk mengumpulkan energinya sendiri. Tentakel udara gelap di sekitar pemuda itu berputar liar dan berkumpul ke punggungnya yang perlahan membentuk replika sayap raksasa.
Begitu fitur sayap terbentuk, sayap tersebut mengepak dan mengangkat pemuda itu ke atas langit dengan sekali hentakan yang meninggalkan sisa percikan petir di lantai arena tempatnya berpijak.
Yang satu di atas langit dan yang satu lagi di bawah tanah, masing-masing membawa kejutan yang menarik hati orang. Yu Feng yang duduk di bangku penonton menatap dalam kedua sosok di arena dengan setitik apresiasi dan penghormatan yang bahkan tidak disadarinya.
Tidak lama setelah pasangan lawan itu berada dalam mode baru, aura spiritual di udara mulai berguncang. Siapapun yang berada di tempat itu bisa merasakan jejak perubahan pada energi spiritual yang berada di udara.
Ini adalah momen yang sama seperti yang baru saja dia alami tidak lama ini, ketika dia berada di penginapan yang sama dengan kelompok klan BaiLi ini.
Begitu BaiLi Yun Hua melayang di udara dengan semburan kekuatan yang baru, baik itu Mo Lan atau BaiLi Yun Hua, pasangan lawan itu mulai secara gila-gilaan saling berebutan aura spiritual di sekitar mereka.
Mo Lan menggertakkan giginya dan menahan jeritan yang terjepit di saluran tenggorokannya. Rasa sakit karena panas semakin membakar tubuhnya. Rasanya seperti darahnya sedang mendidih dengan tulang dan otot yang disiram oleh bara api.
Semakin banyak energi spiritual yang diserapnya, semakin besar kobaran energi api yang berenang di dalam tubuhnya. Semakin kuat energi apinya dipelihara, semakin menakutkan indra perasa sakitnya bekerja. Dia tidak tahu apakah saraf perasa sakitnya akan rusak setelah ini, tapi dia tidak punya pilihan.
__ADS_1
Semenjak Mo Lan memutuskan untuk menggunakan kekuatan ini, dia sudah siap dengan konsekuensinya. Sebenarnya ini juga pertama kalinya dia mendorong batas-batasnya hingga sejauh ini karena itulah dia tidak mengharapkan konsekuensi yang harus ditanggungnya ternyata akan seberat ini.
Dia sudah pergi sejauh ini, tidak ada opsi berhenti setelah keputusan ini dibuat. Mo Lan harus memaksa dirinya untuk menanggung semua energi spiritual yang semakin memenuhi dirinya. Tidak ada opsi berhenti karena saat ini kekuatan yang berkembang dalam dirinya sudah tidak berada dalam kendalinya lagi.
Kekuatan itu memaksa melahap energi dari luar untuk menjadi bahan bakar yang menjadi makanan favorit kekuatan itu untuk semakin memperkuat benda itu.
Sementara Mo Lan mengalami penderitaan yang sulit dijabarkan, BaiLi Yun Hua justru berada dalam kondisi yang berkebalikan dari lawannya. Tidak ada reaksi tidak menyenangkan yang menyiksa tubuh fisik dan pikirannya. Rasanya justru seperti sedang mencicipi manisan favoritnya. Semakin banyak jumlah aura spiritual yang diserapnya, semakin nyaman tubuhnya terasa dan semakin ringan pikirannya berkibar.
Seiring berjalannya waktu, perubahan yang terjadi pada dua sosok itu semakin terlihat di mata telanjang. Pusaran tornado es dan petir mini perlahan terbentuk di sekitar pemuda itu dengan dirinya menjadi titik pusat.
Sementara itu, Mo Lan saat ini sudah ditutupi dengan nyala api samar di seluruh bagian tubuhnya, termasuk hingga wajah dan rambutnya. Gadis itu sekarang praktis berubah menjadi manusia api dengan bunga-bunga api yang berterbangan di sekitarnya.
Yu Feng melakukan hitungan mental. Ketika hitungan mencapai angka nol, BaiLi Yun Hua dan Mo Lan sama-sama meluncurkan serangan pemungkas mereka. Adegan yang ditunggu-tunggu akhirnya terjadi tepat di ribuan mata yang tertarik dengan akhir dari konfrontasi tersebut.
Pusaran tornado di sisi BaiLi Yun Hua bergerak menuju Mo Lan dengan semburan energi es dan petir murni yang menggetarkan. Sementara itu, nyala api di sisi Mo Lan telah bergabung dan membentuk armor api yang berbentuk seperti kepala makhluk buas.
Ketika tornado di sekitar BaiLi Yun Hua mulai bergerak, Mo Lan juga berlari menuju lawannya dengan tinju yang mengumpulkan semua energi yang diserapnya. Ketika tinju dilepaskan, aura api yang berbentuk kepalan tangan raksasa langsung berbenturan dengan tornado es dan petir milik BaiLi Yun Hua.
"Bang!"
__ADS_1