
Melihat sikap BaiLi Yun Hua yang tidak biasa, BaiLi Yun Xiao berpikir bahwa masih ada luka yang tidak dia sadari tertinggal di tubuh BaiLi Yun Hua. Begitu pemikiran ini muncul, dia langsung menjadi cemas dan ingin segera mengirimkan indra spiritualnya untuk kembali menganalisis semua yang terjadi di dalam tubuh BaiLi Yun Hua.
"Dimana bajuku?"
Pemikiran cemas BaiLi Yun Xiao tiba-tiba agak korslet di bawah pertanyaan serius BaiLi Yun Hua. Ekspresi tertegunnya terlihat sangat jelas hingga membuat BaiLi Yun Hua mau tak mau terpaksa kembali mengulangi pertanyaannya dengan gertakan gigi yang samar.
"Dimana bajuku?"
BaiLi Yun Xiao mengangkat sebelah alisnya pada penekanan nada BaiLi Yun Hua dan menjawab dengan nada bicara biasa, "Sudah hilang jadi debu. Kita perlu membersihkan tubuhmu dari segala kotoran sebelum mulai menyembuhkan kerusakan yang terjadi pada tubuhmu. Saat itu kamu masih koma dan aku tidak punya waktu untuk melepaskan bajumu satu persatu dan melipatnya dengan rapi sementara lukamu sedang menunggu perawatan darurat."
"Selain itu bajumu juga sudah berlubang di sana sini dan bahkan memiliki banyak jejak darah dengan campuran noda lainnya. Tidak ada gunanya bahkan jika aku menyimpannya untuk mu, soalnya kondisi bajumu itu sudah setara dengan potongan kain perca rusak yang tidak bisa dipakai."
BaiLi Yun Hua terdiam. Tidak ada yang salah dengan ucapan BaiLi Yun Xiao. Kalau bajunya sudah robek di mana-mana dan lusuh seperti kain perca, apa gunanya menyimpannya lagi?
Awalnya BaiLi Yun Hua benar-benar terkejut ketika menyadari bahwa dirinya sudah telanjang bulat dengan hanya sepotong kain yang berfungsi sebagai selimut begitu dia bangun. Rasa terkejut itu pun berkembang menjadi perasaan kesal karena ada yang mengambil keuntungan dengan sembarangan melepas bajunya tanpa izin sementara dia tidak sadar.
Namun kata-kata BaiLi Yun Xiao tidak salah dan orang ini hanya memiliki niat untuk memperbaiki kondisi kesehatannya saat itu tanpa pikiran buruk lainnya. Jika dia menyalahkan BaiLi Yun Xiao karena berani sembarangan berperilaku tidak sopan terhadapnya, sekarang justru dia akan menjadi orang yang berperilaku tidak masuk akal dan tidak tahu berterima kasih.
Tapi tetap saja...
Siapa yang akan tetap tenang saat menyadari kalau mereka telanjang tanpa sehelai pakaian pun begitu mereka baru bangun dari tidur nyenyak. Tidak ada yang akan dengan mudah menerima kondisi ini. Apalagi... telanjang di depan orang lain benar-benar menguji batas rasa malu orang...
__ADS_1
BaiLi Yun Xiao tersenyum sedikit dengan pandangan geli yang menyembunyikan tawa lucu ketika dia melihat pemuda yang baru saja bangun dari komanya ini sekarang terus mengubah wajahnya dalam warna yang bervariasi seperti palet cat.
"Apa yang kamu khawatirkan, kalau soal baju kamu masih memiliki banyak di rumah dan aku memiliki beberapa pakaian cadangan disini. Kamu tidak harus begitu stres hanya karena kamu kehilangan bajumu yang sebelumnya," ujar BaiLi Yun Xiao dengan wajah serius yang menunjukkan ketulusan penuh dalam kata-kata nya.
Sudut bibir BaiLi Yun Hua sedikit berkedut. Tentu saja dia tidak akan stres kalau hanya soal sepotong pakaian saja. Masalahnya bukan itu yang membuatnya gelisah sekarang. Selain itu BaiLi Yun Hua juga curiga dengan maksud BaiLi Yun Xiao. Masa sebagai pria dewasa orang ini benar-benar tidak paham soal masalah yang mengganggunya?
Wajah BaiLi Yun Hua menjadi semakin berwarna. Siapa pun bisa melihat kalau pemuda itu sedang berada dalam suasana hati yang buruk. Masalahnya BaiLi Yun Xiao yang berusia 19 tahun ini terkadang tidak memiliki kesadaran sebagai orang dewasa yang seharusnya bertingkah dewasa.
BaiLi Yun Xiao hanya suka mengerjai orang lain, terutama orang-orang favoritnya. Yue Qing Ye dan BaiLi Yun Yi sudah pernah mengalami sifat buruknya ini terutama Yue Qing Ye yang paling sering hingga mulai kebal. Sekarang BaiLi Yun Hua yang telah secara resmi masuk ke jajaran orang yang dianggap sangat penting oleh BaiLi Yun Xiao tentu saja tidak akan lepas dari nasib dipermainkan oleh Tuan Muda Tertua klan BaiLi ini.
"Mungkinkah...,"
BaiLi Yun Hua terganggu dengan nada panjang BaiLi Yun Xiao yang terlihat seperti tiba-tiba mendapat pencerahan di tengah jalan. BaiLi Yun Xiao mengerutkan sudut bibirnya dan alisnya sedikit tertekuk dalam penampilan berpikir yang serius sebelum menatap pemuda yang berbaring di kasur dan bertanya,
Panas menjalar mulai dari leher hingga ke seluruh isi kepala BaiLi Yun Hua. Kalau BaiLi Yun Xiao tidak menyebutkannya dia tidak akan semalu ini, tapi kenapa orang sepintar dia bisa sebebal ini?! Tentu saja dia malu! Siapa yang tidak akan malu setelah mengetahui kalau diri mereka telanjang di tempat umum?!
"Haih... Anak muda zaman sekarang kenapa begitu sensitif. Untuk apa malu hanya karena hal ini? Kamu dan aku sama-sama laki-laki, secara biologi struktur tubuh kita sama. Apa yang kamu miliki aku juga memilikinya. Tidak ada yang perlu dipusingkan, Nak," ujar BaiLi Yun Xiao dengan ekspresi serius dan nada menegur seperti penatua yang memberikan ceramah pada generasi mudanya.
Wajah BaiLi Yun Hua berubah dari merah menjadi ungu kemudian semakin membiru hingga akhirnya gelap seperti dasar sumur yang keruh. Semakin BaiLi Yun Xiao berbicara, semakin orang ini menusuk harga dirinya.
Kenapa dia baru sadar kalau BaiLi Yun Xiao adalah tipe yang sangat banyak bicara?! Tidak cukup sampai di situ itu, orang ini juga tidak memiliki kesadaran untuk memikirkan bagaimana kata-katanya akan berpengaruh pada perasaan orang lain!
__ADS_1
BaiLi Yun Hua menggertakkan giginya dengan suara derit yang agak terdengar sebelum membuka mulutnya dengan kaku, "Ya, aku sangat berterima kasih kepada Tuan Muda karena telah merawat lukaku dan bersedia tinggal untuk menjagaku di sini. Kalau bukan karena Tuan Muda kondisiku mungkin akan jauh lebih buruk dari sekarang."
"Terima kasih banyak karena telah bersedia merawatku. Ini juga pertama kalinya ada yang benar-benar mempedulikanku dan menjagaku selama aku sakit. Aku sangat berterima kasih atas semua yang telah Tuan Muda lakukan untukku hingga saat ini."
Perasaan geli BaiLi Yun Xiao langsung berubah masam begitu dia mendengar suara serak BaiLi Yun Hua yang mengungkapkan perasaannya. Sejak kecil BaiLi Yun Hua selalu bertahan hidup sendirian di bukit yang tandus tanpa satu makhluk hidup pun. BaiLi Yun Hua harus berusaha untuk menjaga kehidupannya sendirian. Tidak ada orang tua, tidak ada teman atau kerabat, sejak kecil BaiLi Yun Hua harus berusaha untuk mempelajari semuanya sendirian.
Anak ini selalu sendirian sejak kelahirannya dan hal itu pun tidak pernah berubah hingga dia berusia 17 tahun.
Sengatan perih menusuk jauh ke jantung BaiLi Yun Xiao. Kata-kata BaiLi Yun Hua membuat tenggorokannya berdenyut dengan rasa pedih dan rasa bersalah yang menggumpal. BaiLi Yun Xiao sebenarnya tahu kehidupan macam yang dijalani oleh BaiLi Yun Hua.
BaiLi Yun Hua telah menjalani kehidupan yang bagaikan neraka sejak bayi. Tidak hanya dia tidak menerima kasih sayang dari orang tua, dia juga harus mencari makanan sendiri, pakaian sendiri, dan bahkan tempat tinggal sendiri. Dia jelas adalah seorang BaiLi yang terhormat, namun sejak kelahirannya dia telah hidup di dunia tanpa siapapun. BaiLi Yun Hua telah dimasukkan ke sel isolasi dan dianggap sebagai udara oleh anggota klannya sendiri.
Di saat anak tidak bersalah ini tersesat dan membutuhkan bantuan, tidak ada yang mengulurkan tangan padanya dan menariknya keluar dari rawa-rawa kepahitan itu termasuk BaiLi Yun Xiao sendiri.
BaiLi Yun Xiao mengaku bahwa dirinya sangat menyayangi anak ini, namun dia justru mengikuti tindakan orang lain dan mengabaikan anak ini tanpa peduli dengan hidup matinya anak ini. Kalau ditanya siapa yang paling menyakiti BaiLi Yun Hua, tidak dapat dipungkiri bahwa dia secara tidak langsung telah berhasil melakukannya.
Di tengah kesedihan BaiLi Yun Xiao yang menyerang hati dan pikirannya, pemuda yang berbaring di tempat tidur sekali lagi mengeluarkan suara yang berhasil menarik perhatian BaiLi Yun Xiao dari momen rasa bersalahnya.
"Karena itulah aku sangat menghargai usaha Tuan Muda. Ini adalah pengalaman pertama yang sangat berharga bagiku. Aku sangat ingin tampil dengan baik dan bukannya berada dalam kondisi tidak sopan seperti ini ketika berhadapan dengan orang yang memberiku kebaikan yang luar biasa," ujar BaiLi Yun Hua dengan sentuhan sendu pada kedua pupil matanya yang gelap.
Pemuda itu sudah sangat pucat dan tidak sehat karena lukanya dan proporsi tubuh yang jauh dari kata sehat setelah bertahun-tahun mengalami kekurangan gizi membuat BaiLi Yun Hua terlihat seperti makhluk yang menyedihkan. Pemuda itu memiliki jejak kesepian yang mengelilinginya. Setiap suku kata yang diucapkan BaiLi Yun Hua terdengar sangat tulus yang membuat hati orang berdenyut ketika mengetahui pengalaman hidup pemuda ini.
__ADS_1
BaiLi Yun Hua mengangkat pandangannya dan memandang BaiLi Yun Xiao dengan sentuhan keseriusan yang penuh tekad dan berkata, "Karena itulah aku merasa malu pada diriku sendiri. Aku malu karena aku telah membuat Tuan Muda merendahkan diri untuk melakukan tindakan pelayanan yang dilakukan oleh seorang pelayan."