The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 63: Kesalahpahaman Terhadap Lian Yi (1)


__ADS_3

Tim Wei Lan yang berada di luar ruangan semuanya telah fokus mengawasi pertandingan yang berlangsung di arena sesuai kata-kata Yue Qing Ye. Hanya ada tiga orang, namun mereka duduk tertib di sebelah Yue Qing Ye dan melakukan diskusi serius mengenai setiap kompetitor.


Yue Qing Ye membiarkan siswanya beroperasi sesuai dengan kemampuan terbaik mereka, dia tidak menyela atau mengganggu rencana dan pendapat yang mereka susun. Hanya ketika mereka sesekali menanyakan pendapatnya, baru dia akan memperbaiki kesalahan penilaian yang mereka buat dan celah dari strategi yang mereka susun.


Di bawah pengaruh Yue Qing Ye yang tenang seperti biasa, suasana hati ketiga orang itu perlahan ikut mereda dan pikiran rasional mereka bekerja seperti yang seharusnya tanpa pengaruh tambahan perasaan lain yang mengganggu.


Dari kata-kata Yue Qing Ye sebelumnya, BaiLi Yun Hua menganggap ancaman yang dilontarkan oleh pemuda ini hanya dilakukan untuk menaikkan moral dan semangat para siswanya. Mungkin yang lain juga berpikir begitu, tapi sebenarnya Yue Qing Ye serius. Dia tidak berbohong soal rencananya yang akan menangani tim itu jika mereka gagal mengambil kembali kemenangan yang mewakili harga diri mereka.


BaiLi Yun Xiao mungkin tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, tapi Yue Qing Ye berbeda. Segala hal yang terkait dengan kelasnya mengikat erat nama baik yang telah dijaga nya begitu lama. Memang dia yang meminta para siswanya untuk menyerah, itu juga terpaksa dia lakukan untuk menghindari korban yang lebih banyak dengan resiko tingkat kerusakan yang lebih tinggi pada siswanya.


Menyerah atau dikalahkan hingga tuntas sama-sama akan membuat nama baiknya tercoreng. Bedanya keduanya membawa berat dan resiko yang tidak seimbang. Kalau Mu Xiang tidak mewakili timnya untuk menyerah, mereka akan terus memaksakan diri mereka hingga akhirnya tidak ada yang tahu apakah mereka masih mampu berpartisipasi dalam kompetisi selanjutnya. Tapi kalau mereka menyerah sekarang mungkin ejekan serta cemohan akan menimpa mereka namun pada saat yang bersamaan, mereka akan memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan lainnya saat yang terluka diberi pengobatan tepat waktu dan memulihkan diri sebaik mungkin untuk kedatangan pertandingan selanjutnya.


Yue Qing Ye menganggap nama baiknya serta milik klannya sebagai harta yang patut dihargai dan dijaga. Pemikiran ini sudah lama tertanam di benak pemuda itu semenjak dia masih kecil. Tindakan apa pun yang berakhir mencoreng bahkan sedikit reputasi keluarganya akan menjadi suatu pelanggaran besar baginya yang sulit ditoleransi.


Kesombongan yang terikat erat di tulang-tulangnya tidak mengizinkan cacat biar hanya sedikit pun pada nama klan. Karena itulah Yue Qing Ye berbeda dari BaiLi Yun Xiao.


Kedua orang ini memang sama-sama telah memegang urusan klan di tangan mereka semenjak mereka masih sangat muda. Mereka melakukan yang terbaik untuk kepentingan klan dan mengatur segala urusan politik di wilayah mereka dengan ketat. Bedanya Yue Qing Ye tidak sebebas BaiLi Yun Xiao. Dia seperti menerapkan sedikit kepribadian perfeksionis dalam segala bidang termasuk urusan klan.


Yue Qing Ye selalu mengangkat nama klannya setinggi mungkin dan mengatur urusan klan dengan ketat hingga setiap anggota juga tidak boleh terlalu melanggar batas yang telah ditetapkannya.


Ini adalah sikap yang tergolong tirani dan otoriter.


Dia sudah diingatkan berkali-kali oleh BaiLi Yun Xiao tentang resiko yang mungkin akan terjadi di masa depan jika dia tidak mengubah dan memperbaiki pola berpikirnya. Sayangnya mereka tidak pernah menarik konklusi untuk masalah ini dan selalu menabrak jalan buntu.


Yue Qing Ye juga tahu kalau keinginannya untuk menuntut kesempurnaan bisa menyebabkan kejatuhan yang jauh lebih berat di masa depan jika ada sedikit kesalahan, sama seperti sekarang.


Dia sebenarnya tidak yakin apakah para siswanya bisa meraih peringkat pertama untuk kompetisi antar kelas ini. BaiLi Yun Xiao mungkin optimis, namun sejak mereka menarik serangkaian tim yang cukup kuat bahkan melebihi kemampuan siswa mereka sendiri, Yue Qing Ye telah memiliki keraguan.

__ADS_1


Dia memiliki firasat kalau para siswanya mungkin akan gagal dalam kompetisi ini dan fakta itu benar-benar sulit diterima olehnya. Memikirkan cemohan yang mungkin akan berakhir menodai dirinya dan BaiLi Yun Xiao, pikiran Yue Qing Ye bergetar dengan kekesalan.


Karena itulah mereka harus menang.


Wei Lan agak stres setelah melalui serangkaian perencanaan strategi untuk setiap kelas yang merupakan sesama kompetitornya. Dia bukanlah seorang perencana yang buruk, namun ini masih pertama kalinya dia jatuh ke situasi seperti ini. Dalam waktu sesingkat ini dia ditekan untuk menyusun strategi yang efektif untuk menghadapi setiap tim tersebut. Tujuannya adalah untuk mengurangi kerugian yang telah mereka deritai sebelumnya serta mengantisipasi kemungkinan lain yang di luar rencana mereka.


Selain itu, dia tidak bisa berhenti memikirkan kondisi teman yang tinggal satu atap dengannya. Entah bagaimana keadaan Yu Feng sekarang. Biasanya pemuda itu memang tipe yang pendiam, tapi Wei Lan setidaknya lebih suka orang itu berada dalam kondisi sadar dari pada tidak meskipun orang itu tetap hanya akan diam seperti batu baik ketika dia sadar maupun tidak.


Yah... entah bagaimana kondisi teman-temannya sekarang...


"..."


Ai? Tunggu dulu...


Pikiran Wei Lan yang sudah melambat karena lelah sekarang kembali berputar dengan aktif. Bukannya salah satu temannya yang terluka itu perempuan kan?


Lalu... di dalam kamar...


Mu Xiang yang sedang membahas kekuatan kompetitor mereka dengan teman pria di sampingnya, menoleh sedikit untuk menatap Wei Lan ketika dia menyadari kalau pemuda elf itu tiba-tiba berubah diam.


Dan pada saat dia menoleh, pemandangan inilah yang masuk ke matanya. Wei Lan memiliki ekspresi membeku seperti sedang dikejutkan oleh fakta tertentu. Jarang melihat Wei Lan membuat ekspresi itu. Biasa pemuda elf ini tampil begitu tenang meskipun sedang dilanda masalah sama seperti tadi ketika dia dengan tenang mengakui kesalahan mereka pada Yue Qing Ye. Jadi masalah apa yang membuat orang ini mengeluarkan ekspresi seperti ini...?


Rasa penasaran menggelitik hati Mu Xiang dan gadis itu pun menghentikan diskusinya untuk sementara waktu. Mu Xiang menyenggol lengan Wei Lan untuk mendapatkan perhatian pemuda elf itu sebelum bertanya dengan suara pelan, "Apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa kamu kelihatannya seperti sedang syok begitu?"


Sudut bibir Wei Lan agak berkedut, namun dia memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas tertahan sebelum menjawab, "Aku baru sadar... itu dari tadi di dalam kamar sana... dari tiga orang sepertinya satu adalah perempuan..."


Mu Xiang langsung menangkap maksud pemuda elf itu dan matanya melebar seketika. Tampaknya gadis ini juga sekarang menyadari kelalaian yang tidak diperhatikan olehnya sebelumnya.

__ADS_1


"Itu Xiao Ling!" bisik Mu Xiang dengan penekanan yang cemas.


"Iya. Makanya... menurutmu apakah baik meninggalkannya di dalam seperti itu? Bukannya aku menyiratkan sesuatu yang buruk, tapi tetap saja kan tidak baik meninggalkan seorang gadis yang koma sendirian seperti itu," lanjut Wei Lan.


Interaksi keduanya telah menarik telinga beberapa orang di ruangan itu.


BaiLi Yun Hua yang awalnya hanya memandang proses perumusan strategi dari tiga orang itu tiba-tiba mendengar sesuatu yang seperti ini...


Hmn... seperti nya tadi memang ada satu anak gadis...


Sementara itu Yue Qing Ye yang juga mendengar bisikan yang dia yakin bisa ditangkap oleh semua orang di ruangan ini, mau tak mau agak terganggu ketika siswanya sibuk memusatkan pikiran mereka untuk hal ini. Apalagi arah pikiran mereka tampaknya juga semakin lama semakin melenceng jadinya.


"Apa yang kalian panikkan? Yun Xiao dan Lian Yi di dalam sana hanya berperan sebagai tenaga medis darurat untuk kalian yang terluka. Kalian tidak perlu khawatir dengan profesionalisme mereka, dua orang di dalam sana telah menghadapi situasi yang lebih sulit baik itu pada pasien wanita atau pria. Jadi jangan curiga kalau mereka akan melakukan sesuatu yang melanggar moral."


Suara dingin Yue Qing Ye memotong jalur diskusi Mu Xiang dan Wei Lan yang semakin sulit didengar pemuda itu.


"Bukannya kami bermaksud seperti itu, tapi Xiao Ling mungkin tidak akan nyaman setelah bangun nanti. Apalagi kalau dia tahu orang yang merawatnya adalah laki-laki," jelas Wei Lan ketika dia melihat ketidaksenangan yang tertulis jelas di wajah guru mereka.


"Maksudmu Lian Yi? Kalau begitu kamu tidak perlu cemas. Jangan khawatir kalau Xiao Ling mungkin menderita kerugian tertentu karena Lian Yi sama sekali tidak akan memandangnya sebagai wanita, bahkan orang itu mungkin akan menganggap pasiennya setara dengan mayat hidup yang pernah menjadi bahan eksperimennya," jelas Yue Qing Ye saat keseriusan mengembang di wajah tampannya.


Wei Lan, "..."


Mu Xiang, "..."


Yang lain, "..."


Wah... kalau begitu bukannya ini justru akan lebih gawat??

__ADS_1


__ADS_2