The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 39: Ilusi


__ADS_3

BaiLi Yun Hua dan Mo Lan sudah saling bertukar puluhan gerakan dan pukulan sementara para penonton sibuk bergosip. Mo Lan tidak menggunakan kekuatan mengerikan sebelumnya, namun dirinya yang saat ini juga cukup sulit dihadapi oleh BaiLi Yun Hua. Baik itu tekanan spiritual atau daya tembak, kedua orang ini sekarang berada di posisi yang setara.


BaiLi Yun Hua telah mencapai kultivasi tingkat 4 dan dia tidak menyembunyikan levelnya saat ini. Dengan tambahan energi yang diserap dari teman-temannya, kemampuannya saat ini setidaknya berkali-kali lebih kuat dari sebelumnya. BaiLi Yun Hua bahkan curiga kondisinya saat ini hampir setara dengan kultivator tingkat 5. Meskipun tingkat 4 dan tingkat 5 hanya berbeda satu tingkat, namun jarak antara dua kekuatan tersebut sedalam jurang yang sulit dilihat dasarnya.


BaiLi Yun Hua sangat yakin di lantai arena ini tidak ada satu pun kecuali Mo Lan yang mungkin bisa menandinginya saat ini dan pemikiran ini terbukti benar. Dia benar-benar terganggu dengan kecurigaan seberapa kuat lawannya. Dengan kekuatan gadis ini, seharusnya dia ditempatkan di kelas tingkat kedua. Sangat tidak wajar bagi makhluk sekuat ini ditempatkan di kelas dasar. Kalau bukan karena sengaja menyembunyikan kekuatannya di awal, BaiLi Yun Hua yakin dia akan berada di tingkatan kedua sekarang.


Yang paling menjengkelkan adalah Mo Lan masih belum mengeluarkan kemampuan pemungkasnya. BaiLi Yun Hua tidak tahu apakah gadis ini memiliki kejutan yang lebih menakutkan dibandingkan dengan kekuatan mengerikan tadi.


Apalagi kondisinya saat ini memiliki batas waktu. Semakin lama dia menunda, semakin sempit peluang kemenangannya. BaiLi Yun Hua tidak ingin turun dengan pengumuman kekalahan karena kalau sampai hal itu terjadi, dia mungkin akan kehilangan setengah nyawanya di tangan Li Qing He mengingat gurunya yang satu ini mungkin sedang mengasah pisau jagalnya.


Dengan pemikiran ini, BaiLi Yun Hua memutuskan untuk menggunakan salah satu ajaran BaiLi Yun Xiao. Yah... seharusnya tidak mengejutkan kan kalau dia menggunakan teknik klan BaiLi.


BaiLi Yun Hua menembakkan peluru es untuk membuka jarak yang cukup dengan Mo Lan sebelum melayang dan berdiri di udara dengan lapisan es tipis yang menjadi pijakannya di udara. Mo Lan menyipitkan matanya dan menembakkan bara api ke pemuda itu. Dia tidak tahu taktik apa lagi yang akan dimainkan oleh BaiLi Yun Hua, tapi dia tidak akan membiarkan pemuda itu berhasil.


Tepat saat bara api mengenai BaiLi Yun Hua, pemuda itu tidak menghindar tapi malah berubah menjadi kabut dan menghilang ke udara tipis. Saat ini sosok BaiLi Yun Hua tidak terlihat di mana pun.

__ADS_1


Bagi Mo Lan lawannya benar-benar musnah ke udara tanpa meninggalkan jejak yang dia tahu itu tidak mungkin. Bara api yang menyerang BaiLi Yun Hua tidak sekuat itu untuk membakar makhluk hidup menjadi debu tanpa meninggalkan abu, jadi itu artinya BaiLi Yun Hua kembali memainkan teknik aneh lainnya.


Seperti dugaan Mo Lan, BaiLi Yun Hua memang tidak musnah, tapi dia sekarang sedang melayang di sisi lain dengan keadaan tembus pandang.


Ilusi.


Salah satu teknik yang dipelajari BaiLi Yun Hua dari pelatihan BaiLi Yun Xiao.


Teknik ini cukup jarang digunakan di lapangan karena berbagai kekurangannya yang membuatnya kurang menguntungkan. Teknik ilusi ini hanya bisa menyamarkan bentuk fisik pengguna, namun tidak bisa menyamarkan dampak gerakan pengguna, efek suara, dan penggunanya masih memiliki fisik sejatinya sehingga masih rentan terhadap luka fisik. Intinya, selain membuat fisik pengguna menjadi tidak terlihat oleh orang lain, tidak ada efek lain yang membantu.


BaiLi Yun Hua telah lama melatih diri untuk mengendalikan fungsi fisiknya selama bertahun-tahun menjalankan profesi gelapnya. Saat ini dia memperlambat nafasnya hingga tidak terasa sehingga lawan tidak bisa menentukan posisinya berdasarkan suara nafasnya. Ketika Mo Lan menembakkan bara api, BaiLi Yun Hua telah menggunakan teknik ilusi dan berpindah ke area lain dengan sunyi.


Dengan penutupan aura ungu di sekitarnya yang tak kasat mata, BaiLi Yun Hua berhasil berpindah dari udara ke belakang Mo Lan tanpa disadari oleh siapa pun. Melihat lawannya yang tidak responsif, dia tidak ragu mengangkat senjatanya ke titik fatal lawan. Sayangnya sebelum gerakan itu berhasil, pedang besar Mo Lan sudah melindungi punggungnya dan berbentrok dengan senjata BaiLi Yun Hua.


BaiLi Yun Hua mengerutkan keningnya. Tadi itu dia hampir berhasil. Hanya sedikit lagi dan dia bisa melukai gadis ini dengan serius.

__ADS_1


Melihat posisinya sudah disadari oleh Mo Lan, BaiLi Yun Hua terpaksa mundur. Bagi sebagian besar orang dengan ego yang tinggi, tindakannya sama saja dengan pengecut.


Mungkin tindakan BaiLi Yun Hua licik dan kurang ortodoks, namun begitulah dia. Dia adalah tipe orang yang tidak keberatan melakukan sesuatu yang buruk jika itu bisa menguntungkannya. Dia bisa menjadi licik dan perhitungan karena baginya sejak awal moralnya tidak setinggi yang dimiliki beberapa orang yang mengaku berdiri di bawah panji kebenaran.


Lagipula sejak awal reputasinya sudah cukup buruk jadi tidak masalah jika namanya mendapatkan coreng tambahan dari kejadian ini.


Seperti dugaan BaiLi Yun Hua, beberapa penonton yang melihat tindakan pemuda itu mulai mencemohnya. Mereka menyebutnya memalukan karena tidak berani berhadapan langsung dengan seorang gadis. Ada juga yang menyebutnya berhati hitam dan mencoreng harga diri nya sendiri sebagai laki-laki.


Yu Feng yang berada di bangku penonton menarik sudut mulutnya sedikit kencang setelah mendengar berbagai komentar kemarahan yang disebabkan oleh tindakan BaiLi Yun Hua. Beberapa komentar menurutnya cukup menjengkelkan terutama yang menyebutkan mengenai bagaimana seorang laki-laki harus memiliki sikap 'gentlemen' dan tidak menggunakan trik seperti itu pada wanita.


Memangnya kenapa kalau BaiLi Yun Hua menggunakan metode itu pada lawannya? Kekuatan seseorang tidak dilihat dari jenis kelamin mereka. Memangnya kalau Mo Lan adalah seorang gadis maka dia harus menerima perlakuan istimewa dari laki-laki?


Semua yang hadir di sini hari ini telah melihat kekuatan Mo Lan. Meskipun mereka tidak melihat jelas bagaimana gadis itu menjatuhkan lawannya seorang diri, tetap saja ahli seperti itu patut diperlakukan dengan penghormatan yang selayaknya, bukan malah diremehkan dengan penutup moral karena jenis kelaminnya.


Yu Feng tahu jenis komentar-komentar seperti ini dikeluarkan dari sekelompok pria yang terpesona dengan kemampuan Mo Lan. Jadi mereka sekarang menjadi fans gadis itu dan mengangkat gadis pujaan mereka ke altar dewi yang diagung-agungkan dan dipeluk dengan hati-hati.

__ADS_1


Tapi tetap saja, pujaan itu agak menyimpang dan tidak menghargai idola mereka. Apalagi bagi kelompok yang secara keras terus menekan gender Mo Lan sebagai seorang wanita dan harus diperlakukan selembut mungkin seolah gadis yang menjadi lawan BaiLi Yun Hua itu adalah jenis vas kaca yang akan pecah dengan sedikit guncangan.


Orang-orang ini tidak takut dikibas idola mereka ya...


__ADS_2