
Jawaban serius Lian Yi menarik humor dari beberapa orang termasuk para bawahan BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye yang diam-diam menarik senyuman dangkal. BaiLi Yun Xiao bahkan terus terang menertawakan jawaban Lian Yi tanpa memedulikan bagaimana reaksi Lian Yi yang sudah serius menjawabnya.
Lian Yi mengabaikan tawa tuannya dan bergerak dari posisinya pergi ke sisi lain ruangan sebelum keluar dengan segelas air dan mangkuk yang berisi cairan hitam pekat tertentu.
BaiLi Yun Hua menarik nafas ketika melihat Lian Yi berjalan ke arahnya.
"Waktunya minum obat."
BaiLi Yun Hua menarik alisnya tanpa sadar ketika mencium aroma yang tidak menyenangkan menyembur keluar dari mangkuk yang berisi cairan hitam mencurigakan. Dari kemarin dia sudah disodorkan beberapa mangkuk berisi cairan hitam pekat ini hingga membuatnya mual.
Obat ini konon diresepkan oleh salah satu wanita dari kelompok Lian Yi, kalau tidak salah namanya Qiu Yun. Cairan hitam ini langsung memberi BaiLi Yun Hua pengalaman buruk ketika dia pertama kali mencobanya. Sulit untuk menjabarkan rasanya ketika cairan aneh itu meninggalkan rasa yang menusuk lidahnya selama setengah jam.
Lian Yi semakin mendorong mangkuk itu lebih dekat ke depan BaiLi Yun Hua saat melihat pemuda itu tidak mengambil obatnya.
"Minum."
BaiLi Yun Hua mengambil mangkuk itu dan menatap cairan mencurigakan yang mengeluarkan aroma tidak sedap itu dengan pandangan gelap. Menarik nafas tertahan dia langsung meneguk semuanya dalam satu nafas.
Bleh! Tidak enak!
Rasa pahit bercampur dengan aroma pedas, asam, dan aneh lainnya membuat seisi kepalanya pusing dengan rasa mual yang bergiliran datang. Ini adalah obat yang paling memberinya kesan buruk selama dia hidup. Dulu ketika dia sedang sakit atau terluka, sebagian besar obat yang diminumnya selalu berbentuk pil tanpa rasa dengan sedikit aroma obat-obatan. Obat rebusan biasa lebih berat untuk ditangani oleh kantung uangnya yang lusuh dan untuk dia yang tidak memiliki pengetahuan meyakinkan tentang obat-obatan, agak berbahaya mengkonsumsinya secara acak.
Ini adalah pertama kalinya dia mencoba rasa obat rebus dan pengalaman pertama ini saja sudah memberinya kesan trauma yang tidak akan pernah dilupakannya. Memang obat rebus ini memiliki khasiat yang luar biasa, jadi rasa tidak enaknya ini sebenarnya layak untuk ditanggung.
Lian Yi menarik mangkuk obat yang hanya menyisakan setetes dua tetes cairan hitam dari tangan BaiLi Yun Hua dan menyerahkan gelas air yang disiapkan olehnya. Setelah minum obat ini Qiu Yun mengizinkan pasien mereka untuk membersihkan rasa tidak enak dari lidahnya hanya dengan air putih biasa.
__ADS_1
Sebenarnya bahkan jika BaiLi Yun Hua meminum beberapa gelas penuh air, rasa menjijikkan dari obat yang ditelannya itu tidak akan memudar. Rasa obat akan tetap tertinggal di lidahnya selama hampir satu jam, jadi sebenarnya tidak ada gunanya jika dia meneguk puluhan gelas air. Namun setidaknya dengan meneguk beberapa gelas air, dia akan merasa sedikit lebih dihibur.
Lian Yi mengambil gelas air yang sudah kosong itu dan bertanya, "Masih mau?"
"Tentu, terima kasih Tuan Lian," jawab BaiLi Yun Hua yang memiliki wajah setengah pucat yang bertambah pucat setelah meneguk obat yang lebih seperti racun itu.
Ketika Lian Yi berbalik dan pergi untuk mengisi segelas air lagi, BaiLi Yun Xiao yang mengamati pemandangan itu pun membuka suara, "Jadi bagaimana Yun Hua, apakah kamu sudah lebih terbiasa dengan keberadaan Lian Yi dan yang lainnya?"
"Tidak juga. Sejujurnya aku merasa sangat tidak enak ketika harus diawasi sepanjang malam bahkan hingga dalam tidurku sendiri, tapi tetap saja aku berterima kasih kepada usaha mereka. Sebenarnya tidak perlu terus merepotkan kelompok Tuan Lian, aku sekarang sudah lebih baik dan bisa mengurus diriku sendiri."
BaiLi Yun Xiao tidak mengatakan apa pun dan hanya menjawab dengan senyuman alaminya.
Ketika Lian Yi kembali dengan segelas air, percakapan itu sudah selesai.
"Sama-sama."
BaiLi Yun Xiao tersenyum sedikit dengan interaksi singkat kedua sosok itu. Yue Qing Ye melihat senyuman singkat sahabatnya melalui sudut matanya dan kilasan emosi tertentu membayang di pupil apatisnya.
......................
Di ruangan VIP milik Li Qing He saat ini ada tambahan sosok baru selain Li Qing Yu. Wei Si An yang tidak menghadiri acara kemarin sekarang datang berkumpul dengan Li Qing He.
Karena tambahan sosok asing itu, Li Qing Yu yang telah berperilaku seenaknya di hadapan Li Qing He harus kembali mengaktifkan kemampuan aktingnya dan menampilkan penampilan pengecut dan polos seperti yang selalu ditampilkannya di depan umum.
Li Qing Yu juga tidak menyangka ketika dia naik melalui formasi teleportasi, dia akan disambut oleh makhluk tambahan dengan rambut perak dan pupil permata safir yang tampil seperti bangsawan eropa kuno yang keluar dari dongeng.
__ADS_1
Begitu melihat sosok tambahan yang duduk di dekat Li Qing He, Li Qing Yu secara otomatis menampilkan kemampuan terbaiknya untuk bersikap bingung dan malu seperti hewan kecil yang berdiri di hadapan binatang buas raksasa.
"Ge... Um... Tuan Wei... selamat pagi...," gumam Li Qing Yu dengan nada ragu-ragu dan tersendat seperti sedang berhadapan dengan algojo yang akan mengeksekusinya.
Li Qing He yang telah melihat sikap busuk adiknya, "..."
Wei Si An mengangkat sebelah alisnya sejenak sebelum menampilkan senyuman lembut seperti angin musim semi dan berujar, "Selamat pagi. Kamu adiknya Qing He kan. Ayo duduk disini, jangan hanya berdiri diam di sana."
Sebagai tanggapan, Li Qing Yu menurunkan pandangannya sejenak sebelum menatap kembali Wei Si An dan Li Qing He dengan sepasang pupil gelap yang memiliki campuran emosi kegugupan dan keraguan. Setelah diam sejenak, pemuda yang tampak pengecut itu menampilkan senyuman kaku sebelum berjalan dengan pelan dan duduk di sofa lain di ruangan itu.
Wei Si An tidak merubah senyumannya ketika melihat sifat Li Qing Yu yang tampak seperti bocah pemalu yang tidak sesuai dengan usianya. Banyak orang yang menjumpai Li Qing Yu biasanya akan langsung tidak menyukai kepribadian pemuda itu yang tampil tidak tegak. Ditambah dengan wajah Li Qing Yu yang terkesan lebih lembut dan feminim, sikap yang pengecut hanya akan membuat orang lain semakin meremehkan dan membencinya.
Wei Si An mendorong sepiring manisan buah-buahan di meja ke sisi Li Qing Yu dan dengan ramah menawarkan, "Apa kamu sudah sarapan sebelumnya? Jika kamu tidak keberatan dengan makanan yang manis, cobalah manisan buah ini. Kamu tidak perlu menghiraukanku dan bersantailah seperti aku tidak ada."
Setelah menawarkan makanan manis dengan ramah, Wei Si An menolehkan kepalanya ke samping dan menatap Li Qing He dengan senyuman yang masih sama segarnya, "Kenapa kamu tidak bilang kalau adikmu akan berada di sini bersama kita?"
Li Qing He menatap Wei Si An yang tersenyum lembut seperti malaikat yang suci sebelum memutar bola matanya untuk menatap Li Qing Yu di sisi lain yang masih memiliki penampilan seperti kelinci ketakutan. Li Qing Yu menyadari tatapan saudara laki-lakinya dan tersenyum malu-malu sebelum dengan patuh mencicipi manisan buah yang terlihat lezat itu.
Li Qing He, "..."
"Qing He," panggil Wei Si An dengan ramah.
Li Qing He, "Ya, aku lupa."
Apa lagi yang bisa dikatakannya, yang satu bertindak seperti orang suci dan yang satunya lagi bertindak seperti anak menyedihkan yang memiliki ketakutan terhadap dunia....
__ADS_1