
Aura Wei Lan yang penuh dengan vitalitas dan energi alam yang sejuk mulai berubah menjadi gelap dengan tekanan yang tidak menyenangkan. Cahaya hijau yang keluar dari tubuhnya perlahan mengeruh hingga menjadi hijau gelap yang membuat orang khawatir.
Yang membuat mereka merasa semakin tidak nyaman justru adalah ekspresi Wei Lan. Pemuda elf ini masih tersenyum, namun senyumannya terasa sangat bengkok dan tidak wajar dengan campuran kegilaan yang bersinar di pupil hijau gelapnya seperti makhluk gelap yang terkurung di kandang selama bertahun-tahun sebelum akhirnya kembali mendapatkan kebebasan nya ke dunia.
"Kalian ingin bermain denganku bukan? Ayo kita akan memainkan permainan yang menyenangkan. Biarkan aku menemani kalian sampai akhir, brengsek!"
Kata-kata Wei Lan memicu kemarahan Luo Hong hingga semakin parah. Pemuda bangsa elf yang berambut pirang itu benar-benar meneruskan niat membunuhnya di mata publik. Luo Hong menggunakan teknik pedang milik klan Luo untuk menebas Wei Lan.
Saat pedang mencapai Wei Lan, pemuda elf itu tersenyum sebelum aura hijau gelap mengelilinginya dan membuatnya menghilang di tempat dengan hanya menyisakan bubuk-bubuk hijau tua di lantai.
Di ruangan VIP milik BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye, pemandangan aneh Wei Lan menarik perhatian mereka. BaiLi Yun Hua melihat sosok pemuda elf itu yang tiba-tiba menghilang dan dia terpikirkan dengan teknik ilusi milik klan BaiLi yang sebelumnya digunakan olehnya.
"Apakah itu teknik ilusi milik klan?" tanya BaiLi Yun Hua.
"Tidak. Itu bukan, seharusnya teknik Wei Lan sendiri," jawab BaiLi Yun Xiao sambil menggelengkan kepalanya. Perubahan Wei Lan yang seperti ini membuat BaiLi Yun Xiao merenungkan tentang identitas pemuda itu lebih dalam.
Transformasi Wei Lan tidak terlihat kaku seperti milik BaiLi Yun Hua sebelumnya, dan Wei Lan masih sadar dengan apa yang dia lakukan dan pikirkan. Dari cara Wei Lan yang begitu mahir memainkan serangkaian aksi di bawah transformasi nya itu, kelihatannya dia sudah sering menggunakan kemampuan ini.
Kalau begitu, kenapa Wei Lan menyembunyikan hal ini sebelumnya?
Di arena Luo Hong yang terlihat marah dengan penghindaran Wei Lan sekarang ditahan oleh Luo Hao yang telah pergi ke sisinya, "Tenang. Kita sedang di depan umum, jangan melakukan sesuatu yang merusak penilaian orang lain terhadap klan kita."
Menanggapi ucapan Luo Hao adalah kilatan membunuh yang diarahkan Luo Hong kepada rekannya. Luo Hao mengabaikan emosi rekannya yang berkobar seperti binatang buas mengamuk dan menekan nadanya juga, "Jangan lupa. Tugas kita bukan untuk menarik masalah tapi untuk memberi pelajaran kepada variabel yang mengganggu rencana Nona Muda."
Bisikan dan penekanan pada nada Luo Hao sudah cukup meredam amarah Luo Hong. Pemuda elf berambut pirang itu mencibir dan menyebarkan indra spiritualnya secara luas hingga menutupi seluruh arena tidak peduli meskipun tindakannya akan mengganggu pertempuran orang lain.
__ADS_1
Di detik berikutnya, senyuman dingin terangkat dari sudut bibir pemuda berambut pirang itu, "Ketemu kamu, bajingan kecil."
Luo Hong mengarahkan energi batinnya menuju satu titik tertentu di udara dan langsung menyerang dengan kekuatan ganas.
Saat energi spiritual Luo Hong menusuk ke udara, energi tersebut bertabrakan dengan sesuatu yang lain dan menimbulkan gema tertentu yang langsung menusuk hingga ke bongkahan kepala orang-orang di dekat sana dan menyerang saraf mereka.
Su Ling dan lawannya yang merupakan salah satu dari gadis kembar berada di jarak terdekat dari titik tabrakan tersebut sehingga suara dengung yang menyebar langsung menghantam mereka tanpa ampun.
"Ugh...," suara berdenging menggetarkan seisi kepala Su Ling hingga telinganya mengeluarkan jejak darah sebagai akibat dari suara tajam yang menyerangnya.
Sama seperti Su Ling, lawannya juga menerima dampak yang serupa dan langsung mengalami gangguan pendengaran.
"JieJie!" seru gadis kembar lainnnya yang berhadapan dengan Mu Xiang ketika dia melihat kalau kakak perempuannya terluka.
Mu Xiang menutup telinganya dengan kedua tangan dan menggertakkan giginya. Pikirannya masih bergetar dalam menetralisir efek suara yang melukainya saat itu, "Sial, mereka berdua benar-benar tidak peduli dengan orang lain dan hanya berada di dunia mereka sendiri... ugh.."
Pemuda itu melihat ke arah langit tempat Wei Lan sekarang terlihat dengan udara hijau gelap di sekitarnya. Entah mengapa Wei Lan yang seperti ini membuat hatinya tidak enak. Rasanya seperti sedang menghadapi binatang buas, sejenis monster yang tidak bisa diprediksi.
Begitu pikiran ini terlintas di benak Yu Feng, pemuda itu langsung teringat dengan momen perubahan BaiLi Yun Hua yang juga memberi perasaan mengerikan. Wei Lan memang terlihat tidak segila BaiLi Yun Hua, namun perubahannya bukan berarti hal baik. Dan ini juga pertama kalinya dia mengetahui sisi ini dari Wei Lan.
Sementara Yu Feng terganggu dengan perubahan Wei Lan, sebuah tali cambuk menyerang lurus ke arahnya seperti ular berbisa. Untungnya dia bereaksi tepat waktu dan berhasil menghindari cambuk itu sehingga serangan ganas tersebut mengenai lantai tempatnya berdiri dan membuat lantai arena membuka garis retakan yang menakutkan.
Li Qing Xia mencibir dan emosi jengkel terlihat penuh di wajah cantiknya.
"Beraninya kamu mengabaikanku di tengah pertarungan kita! Kamu hanya manusia berdarah campuran yang tidak ada apa-apa nya, beraninya kamu meremehkanku?!"
__ADS_1
Rentetan cambuk yang membawa aura gelap menyerang seperti kilat ke arah Yu Feng. Tidak bisa dipungkiri, beberapa serangan berhasil mendarat pada tubuhnya dan langsung merobek sepotong daging begitu mereka ditarik.
Melihat Yu Feng yang terus menghindari cambukannya, emosi Li Qing Xia semakin berkobar. Dia sudah kesal dengan dampak suara yang mengaduk isi otaknya tadi, sekarang laki-laki yang tidak punya pendirian ini juga bertingkah mengganggunya hingga mengingatkannya pada Li Qing Yu yang dibencinya. Bagaimana bisa dia tidak meledak?
Li Qing Xia tidak puas ketika menyadari beberapa cambukannya berhasil dihindari oleh lawannya. Itu secara sarkas menunjukkan ketidakmampuannya.
Di atas arena, tepatnya di ruangan VIP milik Li Qing He, semua adegan pertarungan di bawah masuk ke mata tiga orang yang bertindak sebagai penonton ini.
Li Qing Yu memutar bola matanya secara mental ketika dia melihat aksi Li Qing Xia dan membaca sedikit bahasa bibir yang diucapkan oleh gadis itu.
"Beraninya kamu mengabaikanku di tengah pertarungan kita! Kamu hanya manusia berdarah campuran yang tidak ada apa-apa nya, beraninya kamu meremehkanku?!"
Tsk... singa betina ini benar-benar tidak berubah. Makin lama tingkah lakunya semakin keterlaluan saja. Kenapa gadis gila ini suka sekali mengatakan kata-kata yang sok dan arogan seperti itu? Tidak hanya itu, dia juga berperilaku seperti makhluk gila di depan publik dan memainkan cambuknya terus menerus.
Memangnya gadis ini tidak punya rasa malu ya...
Aku masih heran bagaimana bisa Li Qing He tumbuh begitu normal sementara keluarganya semua memiliki masalah entah itu di kepala atau mental mereka...
Wei Si An yang berdiri di samping Li Qing He mau tak mau mengerucutkan bibirnya dan berkomentar, "Bukannya aku ingin mencampuri urusan keluargamu, tapi Qing He tidakkah kamu berpikir adik perempuanmu bertingkah terlalu jauh? Ini kedua kalinya aku melihatnya semena-mena seperti ini depan umum."
"Kedua kalinya?" suara Li Qing He beberapa derajat lebih dingin dibandingkan biasanya.
Orang ini marah.
"Iya, di pertemuan pertamaku dengan Li Qing Yu dan Li Qing Xia, gadis itu juga menyerang Li Qing Yu dengan cambuknya dan memakinya dengan kata-kata yang kurang menyenangkan telinga," ujar Wei Si An sambil mengangkat kepalanya ke arah Li Qing Yu yang menunduk di samping.
__ADS_1
Begitu suara Wei Si An jatuh, suhu di ruangan itu jatuh beberapa derajat.
"Ada hal seperti itu?"