The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 45: Kemenangan


__ADS_3

Benturan dua kekuatan yang luar biasa menimbulkan efek cahaya dan suara yang menggemparkan.


Cahaya biru gelap dengan cahaya merah mendominasi seisi arena dengan tekanan yang masing-masing saling menelan satu sama lain. Melihat dampak yang disebabkan oleh dua orang yang sedang berkontroversi, Yu Feng yang menjadi pengamat mau tak mau merasa simpati untuk para anggota tim kedua kelompok yang harus menanggung efek ledakan dari kekuatan tersebut.


Sementara itu, di sisi duo sosok dari klan Li, Li Qing Yu kembali merasakan sesuatu.


Ledakan kekuatan di arena membuat sesuatu dalam dirinya bergetar. Dia tidak tahu apa sebenarnya sumber penyebab ketidaknormalan dalam tubuhnya ini. Sensasi yang mengganggunya bukan berasal dari tubuh fisiknya, tapi sebenarnya lebih seperti dari dalam jiwanya.


Pemikiran ini membuat Li Qing Yu merasa hatinya mendingin. Sebagai darah suci tersembunyi, segala aspek dalam tubuhnya memiliki kelebihan dibandingkan dengan rata-rata orang. Sejak kecil, dia tidak pernah bisa menemukan sesuatu yang benar-benar meninggalkan bekas dalam dirinya. Karena itulah sekarang dia masih tenang bahkan ketika Li Qing He sudah mengetahui rahasianya.


Tidak bisa dipungkiri, kelebihan yang sudah dipegangnya sejak kecil membuat dirinya yakin kalau tidak ada kasus yang sulit diselesaikan baginya. Dia tahu kemampuan apa yang dimilikinya dan bagaimana cara memaksimalkan manfaat itu untuk keuntungannya sendiri.


Karena itulah bahkan ketika segala sesuatu mulai berjalan agak di luar dari rencananya semenjak dia datang ke Kota Luo Xing, Li Qing Yu masih tenang. Dia membiarkan emosinya mereda dan memutar pikirannya secara rasional untuk membentuk rencana baru yang dapat memberinya keuntungan dan membuat rencana untuk mengendalikan kembali aspek yang mungkin akan merugikannya.


Itu sebabnya dia masih tenang. Karena dia tahu untuk saat ini bahaya terbesar yang mengancamnya adalah keberadaan saudaranya, Li Qing He. Dan saat ini Li Qing He masih belum menunjukkan sikap yang akan merugikannya. Namun biar pun begitu, dia akan terus mengamati faktor tidak pasti ini untuk bersiap. Begitu saudaranya mulai menunjukkan gerakan yang membahayakan kepentingannya, maka dia akan segera memikirkan segala cara untuk mengeliminasi faktor berbahaya ini.


Karena itulah Li Qing Yu selalu menempel pada Li Qing He semenjak topengnya dibuka oleh Li Qing He. Dia menggunakan berbagai alasan untuk terus mengikat saudaranya ke dalam jangkauannya.


Tapi, kali ini berbeda.


Li Qing Yu terguncang dan dia bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya mempengaruhi dirinya. Sebagai seseorang yang selalu memegang kendali sempurna pada hidupnya, hal ini tentu saja memicu alarm peringatan Li Qing Yu. Pemuda itu tentunya tidak akan melepaskan sumber yang mampu mematahkan kendali dirinya di luar batas kesadarannya.

__ADS_1


Saat ini Li Qing Yu memandang arena dengan tatapan bermakna. Berbagai emosi terlintas di sepasang mata gelapnya yang berkilat tajam. Ketika dia menanyakan soal gadis pengguna dua pedang besar itu, Li Qing He bereaksi agak aneh dan saudaranya ini sepertinya sangat menolak untuk membocorkan sepotong informasi kecil tentang gadis itu.


Apalagi, dia juga bisa membaca kejanggalan yang agak bocor dari pengendalian diri saudaranya. Pasti ada yang salah dengan identitas gadis itu.


Dia tidak terlalu peduli dengan rahasia orang lain, tapi jika gadis itu mampu mempengaruhinya begitu jauh, maka dia tidak memiliki pilihan lain selain mulai menandai gadis itu.


Sementara Li Qing Yu sedang memikirkan rencana pencegahan yang membebani otak makhluk normal, pertempuran di arena sudah melewati titik ekstrim. Gelombang dari dua kekuatan tersebut memberi tekanan terakhir sebelum mulai mereda. Ketika cahaya yang menyilaukan mulai mereda, apa yang terjadi di arena kembali muncul ke mata penonton.


BaiLi Yun Hua masih berada di atas langit dengan kondisi yang sekarang benar-benar terlihat seperti kerasukan setan. Cahaya biru hitam dipancarkan dari kedua matanya, bibirnya berubah menjadi ungu gelap seperti keracunan, rambutnya tumbuh semakin panjang hingga mencapai pergelangan kaki, dan kulitnya menumbuhkan jejak tato hitam keemasan yang aneh dengan pola misterius tertentu.


Tidak hanya itu, pemuda itu juga tampaknya tidak sadar. Dia terus mengeluarkan geraman seperti binatang buas meski pun darah tidak berhenti mengalir keluar dari bibirnya.


Sementara itu, Mo Lan yang termasuk dalam pihak yang terlibat tidak kelihatan. Setelah diamati dengan teliti ternyata ada sesuatu yang tampaknya mengeluarkan asap terbakar berada dalam sebuah kawah besar yang sejauh beberapa meter di dalam tanah.


Seperti yang diprediksi oleh beberapa orang, anggota tim dari kedua pihak ikut terlibat dalam dampak konfrontasi antara BaiLi Yun Hua dengan Mo Lan. Setiap orang sudah terbang kemana-mana dengan kondisi yang berbeda-beda. Ada yang berbaring di lantai yang kotor, ada yang tubuhnya setengah menggantung di dalam lubang, ada yang saling menimbun di dalam lubang, dan bahkan ada yang tampaknya terlipat menjadi dua yang dipastikan pasti mengalami patah tulang.


Intinya tidak ada yang berada dalam kondisi sadar kecuali BaiLi Yun Hua. Itu pun mereka tidak yakin apakah pemuda itu benar-benar sadar atau sekarang tubuh BaiLi Yun Hua hanyalah wadah yang menampung sesuatu yang lain di dalamnya.


Apa pun asumsi yang terbentuk di benak para penonton, satu hal yang pasti adalah-


Kemenangan jatuh ke tangan kelas A-1.

__ADS_1


Ironisnya ini adalah bentuk kemenangan yang mengancam begitu banyak nyawa. Tidak ada yang tahu apakah orang-orang yang terlibat dalam dampak kekuatan tadi memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.


Arena memang mengalami kerusakan parah, namun sistem pertandingan masih mampu berjalan dan menilai bahwa tidak ada satupun dari tim kelas B yang mempertahankan kesadaran, dengan begitu layar transparan muncul di tengah udara dan memecahkan keheningan sunyi yang mendebarkan.


"Ding!"


Lonceng berbunyi dan hasil yang ditunggu-tunggu akhirnya ditampilkan oleh layar hologram ke mata semua orang.


Kelas A-1


Nama kelas yang terpampang jelas di layar pemenang tidak membuat satupun anggota kelas A-1 yang hadir meneriakkan kegembiraan. Udara masih stagnan di bawah pemandangan horor yang akan tertanam di dalam benak siswa tingkatan pertama.


Apalagi sekarang kondisi BaiLi Yun Hua terlihat sangat salah. Pemuda itu tidak menarik kembali kekuatannya. Aura tirani masih memancar keluar dan tanpa henti memberikan tekanan spiritual dalam jarak radius beberapa puluh meter darinya.


"Grrr..."


Suara geraman kebinatangan yang semakin kacau memicu alarm peringatan para penonton. Ada yang salah dengan BaiLi Yun Hua. Pemuda ini sedang di luar kendali!


BaiLi Yun Hua terus menggeram dan semakin lama sosok menakutkan itu tampaknya semakin gelisah. Di bawah tatapan kewaspadaan para penonton, wujud monster BaiLi Yun Hua tiba-tiba memutar kepalanya ke kawah tempat tubuh Mo Lan yang gosong tertanam di dalamnya.


Di detik berikutnya, pemuda itu meluncur menuju Mo Lan seperti tembakan meteor. Seruan tidak beraturan terdengar dari berbagai arah. Mereka bisa merasakan niat membunuh yang tajam dipancarkan oleh BaiLi Yun Hua. Ketika sebagian orang mengira kalau Mo Lan akan terbunuh di tangan monster BaiLi Yun Hua yang di luar kendali, setitik putih dengan kecepatan kilat berhenti di depan BaiLi Yun Hua dan menahan serangan pembunuh pemuda itu.

__ADS_1


"Bang!"


__ADS_2