
BaiLi Yun Hua pernah mendengar tentang beberapa jenis kultivator tertentu yang mengabdikan diri sepenuh hati dalam satu metode keabadian tertentu, seperti kultivator pedang, kultivator jimat, dan lain sebagainya.
Kultivator pedang adalah salah satu metode keabadian yang paling sulit untuk ditempuh, mereka menyerahkan hati dan pikiran mereka untuk menempuh jalan ini. Pada umumnya mereka adalah tipe kultivator yang paling kuat dalam segi kekuatan dan jalan untuk menempuh keabadian selalu lebih berat bagi para kultivator pedang dibandingkan dengan jalan kultivasi lainnnya.
Kultivator suara yang dimaksud oleh BaiLi Yun Xiao pasti gadis yang memainkan kecapi itu. BaiLi Yun Hua pernah mendengar tentang jenis kultivator ini. Kultivator suara adalah tipe kultivator yang termasuk jarang ditemui di dunia kultivasi. Mereka menggunakan teknik suara sebagai jalur keabadian mereka.
Tidak banyak yang meminati jalur kultivasi ini karena kultivator suara tergolong cukup lemah ketika bertempur sendirian, bahkan dalam pertempuran kelompok, kultivator suara adalah tenaga pendukung yang hanya bertindak untuk membantu dalam kontrol pertempuran.
"Mungkin banyak yang menganggap kultivator suara secara pribadi cukup lemah, pandangan itu tidak salah, namun premisnya mereka masih berada di tahap awal," ujar BaiLi Yun Xiao.
"Pada tahap awal kultivator suara memang masih terlalu lemah jika dibandingkan dengan kultivator lainnya. Namun ketika mereka mulai mencapai tingkat 6, efek serangan suara yang mereka berikan bahkan bisa mengganggu saraf seorang kultivator tingkat 7 hingga tingkat 8," lanjut BaiLi Yun Xiao.
Kejutan menghantam BaiLi Yun Hua ketika dia mendengar perkataan BaiLi Yun Xiao, rasa penasarannya semakin meningkat dengan pengetahuan yang dibagikan oleh BaiLi Yun Xiao, "Begitu serius?"
"Kedengarannya seperti terlalu dilebih-lebihkan bukan? Tapi itulah kenyataannya. Banyak yang sering meremehkan para kultivator suara ini, mereka tidak tahu seberapa kuat dampak yang akan diberikan oleh para kultivator suara tingkat tinggi di medan pertempuran nyata," jelas BaiLi Yun Xiao dengan senyuman.
"Yah... kalau tidak salah ada satu junior di keluarga inti Qing Ye yang menempuh jalur kultivasi suara," ucap BaiLi Yun Xiao sambil memalingkan wajahnya kepada Yue Qing Ye untuk meminta persetujuannya.
Yue Qing Ye, "Ya, tapi dia masih berada di tingkat 4."
"Bukankah itu sudah cukup hebat?" tanya BaiLi Yun Hua saat dia mendengar kata-kata Yue Qing Ye. Menurutnya sosok yang dimaksud junior Yue Qing Ye adalah seseorang jauh lebih muda dibandingkan Yue Qing Ye, dan tingkat 4 sudah termasuk cukup kuat bagi untuk kisaran usia itu.
BaiLi Yun Hua sendiri sangat memahami seberapa sulit jalur kultivasi yang harus ditempuh oleh seorang kultivator. Kalau bukan karena kejadian di penginapan sebelumnya, sekarang dia masih akan mandek di tingkat 2. Menembus dua tingkatan sekaligus adalah suatu keberuntungan yang luar biasa baginya.
"Tidak juga. Junior ku telah berlatih jauh lebih awal dari rekan seusianya dan telah menggunakan harta kultivasi yang tak terhitung jumlahnya. Kalau bukan karena dukungan keluarganya, sekarang pun dia mungkin hanya akan mencapai tingkat 2 atau 3," kata Yue Qing Ye sambil melirik BaiLi Yun Hua dengan tatapan dingin khasnya.
"Jangan seperti itu, Qing Ye. Juniormu tidak separah itu, kalau dia tidak berlatih keras dan berusaha bahkan segunung harta keabadian pun tidak akan membuatnya stabil di tingkat 4," ujar BaiLi Yun Xiao dengan senyuman menengur yang ringan.
__ADS_1
Melihat Yue Qing Ye mengabaikannya, BaiLi Yun Xiao kembali memusatkan perhatiannya pada BaiLi Yun Hua dan berkata, "Seperti yang Qing Ye katakan, juniornya telah menguras setumpuk harta kultivasi untuk menempatkan fondasi kultivasi yang stabil sebagai dasar. Itulah sebabnya sangat sedikit yang benar-benar mampu terus bertahan dalam jalur kultivasi ini karena tanpa dukungan kekayaan yang cukup, kesempatan mereka untuk berkembang tidak akan melebihi 50%."
BaiLi Yun Xiao, "Tapi bicara soal jalur kultivasi suara, Qing Ye juga pernah mengambil jalur itu kan?"
Yue Qing Ye, "Ya, tapi aku hanya sekedar mempelajarinya untuk menghabiskan waktu luang."
BaiLi Yun Xiao mengangkat bahunya dan melanjutkan, "Intinya tim kelas A di bawah ini masing-masing anggotanya bisa dibilang memiliki tidak hanya bakat dan potensi tapi juga keuletan. Aku agak penasaran siapa guru kelas mereka..."
Sementara itu di lapangan arena dua dari teman-teman Wei Lan dan Yu Feng telah dilemparkan keluar arena. Kejadian itu terlalu tiba-tiba untuk mereka, bahkan Yu Feng sendiri hampir ikut dihempaskan kalau bukan karena penghindaran yang cepat.
Salah satu gadis yang berspesialisasi dalam pertempuran jarak dekat tiba-tiba melakukan gerakan yang mengejutkan. Gadis itu meledakkan beberapa bagian lantai arena dengan satu tinjunya. Ledakan bergetar dari bawah lantai dan menembus ke atas seperti gempa bumi sehingga menyebabkan dua anggota tim kelas Wei Lan yang tidak siap menjadi dihempaskan ke luar arena.
Yu Feng memang tidak ikut terbang ke luar arena, namun setengah dari tubuhnya masih terkena dampak ledakan tersebut sehingga dia terlempar hingga beberapa putaran sebelum jatuh telentang di lantai.
Sialnya di saat yang bersamaan, kultivator pedang yang menjadi lawan Mu Xiang mengeluarkan sekelompok energi pedang yang tajam untuk menjatuhkan Mu Xiang. Yang menjadi permasalahan di sini adalah tubuh Yu Feng yang terlempar jatuh tidak jauh dari posisi kedua orang yang bersaing itu. Mu Xiang mungkin bisa menghindari energi pedang tersebut dengan selamat, tapi tidak dengan Yu Feng.
"Yu Feng!"
Tepat ketika energi pedang yang dahsyat akan merobek pemuda di lantai menjadi seonggok daging berdarah, cahaya hijau berkedip dan melesat ke arah Yu Feng secepat kilat sebelum berbenturan dengan energi pedang tersebut.
"Bang!"
Energi spiritual berwarna hijau dengan vitalitas kuat berbentrokkan dengan energi pedang yang mendominasi. Ketika dampak dari kedua energi memudar, yang muncul di pandangan para penonton adalah dinding bambu yang menggantikan kehadiran Yu Feng.
Masih ada sedikit aura spiritual yang dipancarkan dari dinding bambu. Barisan bambu tersebut berdiri dari lantai, tumbuh setinggi tiga meter dan membentuk lingkaran dengan jarak khusus.
Beberapa orang terpesona dengan pergantian yang agak tak terduga itu, namun di detik berikutnya dinding bambu yang kelihatan kokoh itu memiliki retakan kecil di beberapa tempat.
__ADS_1
"Krek..."
Perlahan, retakan kecil tersebut menyebar dengan cepat ke bagian bersih dari badan bambu seperti jaring laba-laba sebelum runtuh sepenuhnya menjadi serpihan kayu.
Begitu dinding bambu pecah menjadi tumpukan kayu rusak, pemandangan yang terlindungi di dalamnya pun muncul ke pandangan semua orang.
Yu Feng masih berbaring tanpa bergerak di lantai, namun ada satu tambahan orang di depan pemuda itu.
Wei Lan berjongkok di depan tubuh Yu Feng dengan ekspresi dingin yang jarang ditunjukkannya. Dia menatap kultivator pedang yang memberi mereka masalah itu dengan pandangan gelap. Saat ini kedua pupil hijaunya yang awalnya terang telah menjadi kusam di beberapa titik dan pemuda itu sudah kehilangan tampilan kepolosannya.
Saat energi pedang mengenainya, Wei Lan bisa merasakan besarnya kekuatan yang terkandung dalam satu serangan itu. Bahkan lapisan pertahanan unik miliknya dengan mudah dihancurkan di bawah energi pedang tersebut. Dia tidak menyangka satu energi pedang itu sudah cukup menyamai level serangan bunuh diri dari singa berkepala tiga yang sebelumnya pernah dihadapinya sebelum mencapai kultivasi tingkat empat. Singa berkepala tiga adalah binatang buas tingkat empat yang cukup ganas.
Bisa dibayangkan seberapa kuat sebenarnya level kultivator pedang itu...
Wei Lan mengerutkan keningnya. Dengan kondisi saat ini sangat sulit bagi tim mereka untuk memenangkan pertandingan, kecuali jika mereka habis-habisan seperti yang dilakukan oleh tim BaiLi Yun Hua sebelumnya. Tapi masalahnya, apakah mereka memiliki kesempatan bahkan setelah memberikan semuanya?
Dua orang di tim mereka telah dieliminasi, Yu Feng tampaknya sudah tidak bisa melanjutkan kompetisi ini lagi, terus terang sekarang hanya ada tiga orang termasuk dirinya sendiri yang tersisa.
Di saat pikiran Wei Lan berperang untuk menentukan solusi yang paling tepat, sebuah suara yang dikenalnya menyerbu kepalanya.
"Menyerahlah."
Wei Lan mengangkat pandangannya dengan tenang dan menatap Mu Xiang dan satu temannya lagi. Dua orang itu saling menatap sebelum mengarahkan pandangan mereka kepada Wei Lan. Tidak ada kejutan atau kejanggalan dalam ekspresi ketiga orang itu, tapi Wei Lan tahu bahwa bukan hanya dirinya yang mendengar sesuatu.
Itu suara Yue Qing Ye.
Wei Lan agak terkejut ketika suara dingin yang akrab bergema di kepalanya. Untungnya dia memiliki kontrol ekspresi yang cukup bagus sehingga keterkejutan itu tidak tampak keluar.
__ADS_1
Kata-kata pendek Yue Qing Ye secara otomatis langsung memberi mereka solusi. Meskipun menyerah agak terlalu menyakiti harga diri mereka, tapi dengan kondisi saat ini memang lebih baik berhenti sampai di sini dulu.
Wei Lan menatap Mu Xiang dan gadis itu menggigit bibirnya sejenak sebelum berdiri tegak dan menghadapi lawan mereka dengan ekspresi datar, "Kami menyerah."