The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 73: Tindakan Agresif


__ADS_3

"Kenapa kotor lagi..."


Meskipun Luo Hao hanya berbisik pelan, namun untuk telinga para kultivator yang setajam pisau ini kata-katanya tentu saja tidak lepas dari radar mereka.


Wei Lan juga menangkap reaksi musuhnya tanpa melewatkan detail apa pun. Hatinya yang sejak awal tegang, agak merenggang ketika melihat kalau reaksi yang diprediksinya ternyata terwujud di pihak lawannya.


Rencananya berhasil.


Mantra yang diterapkannya pada Luo Hao memang lebih unik dibandingkan dengan teknik lainnya, namun pada umumnya itu masih tidak cukup kalau ingin membendung seorang kultivator yang sekuat Luo Hao. Tentu saja hal ini hanya berlaku untuk orang yang memiliki pikiran rasionalitas yang sehat. Dan Wei Lan sadar kalau Luo Hao kekurangan satu poin ini.


Jadi dia hanya mengambil kesempatan ini untuk menghadapi Luo Hao berdasarkan kelemahan pria itu. Dia tidak memiliki angan-angan untuk mengharapkan tekniknya berhasil mendorong Luo Hao hingga ke kematiannya, tapi dia yakin kalau rencananya ini mampu untuk membuka peluang kemenangan yang lebih besar untuk dirinya.


Luo Hao menatap darah yang mengalir di sulur-sulur tanaman yang semakin mengeratkan jeratan mereka pada tulang tubuhnya dan mengangkat tangan yang bebas untuk menggenggam sulur tersebut.


Krass!


Dengan satu tarikan, sulur tersebut langsung dirobek oleh Luo Hao yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari benda-benda itu.


"Sangat menjijikkan..."


Cahaya di kedua pupil hijau Luo Hao memancarkan rasa depresi yang kuat ketika pemuda itu menggerakkan serangkaian kata dengan nada yang tersendat seperti saringan rusak.


"Bukankah sebelumnya sudah kukatakan, diam-diam menyerang orang lain itu adalah tindakan yang curang. Apalagi membuat sesuatu yang tidak bersih ini menempel di lukaku adalah suatu tindakan yang tidak layak dipuji, Wei Lan."


Luo Hao mengangkat pandangannya ke lawan bicaranya saat dia perlahan mulai merobek sulur-sulur yang terus beregenerasi dan menempel di sekitar sosoknya.


"Bagaimana jika ada bakteri yang menempel di benda-benda ini? Mereka bisa membuat lukaku terinfeksi. Tidakkah kamu menyadarinya?"


Tanpa berbasa-basi lagi Wei Lan langsung menyerang begitu kata-kata Luo Hao diucapkan. Dia menghilang menjadi kabut yang membawa cahaya hijau gelap samar sebelum kabut tersebut membelah menjadi dua dan melayang masing-masing ke arah Luo Hao dan Luo Hong.

__ADS_1


Di balik Luo Hao, seberkas cahaya putih keperakan memotong dengan cepat menuju leher terbuka Luo Hao. Namun sebelum cahaya perak itu sampai di kulit Luo Hao, pemuda itu mengangkat tangannya dan dengan cekatan menghentikan serangan tersebut dengan kedua jarinya.


Saat jari yang bersarung tangan tersebut menjepit erat seberkas cahaya perak itu, penonton bisa melihat kalau cahaya itu tidak lain adalah sebuah belati. Luo Hao menggunakan kedua jarinya untuk menangkap senjata tajam tersebut yang seharusnya sudah menebas leher pemuda itu.


Sosok tersembunyi Wei Lan samar-samar menunjukkan separuh sosoknya. Luo Hao memutar lehernya dengan sudut yang cukup jauh sebelum memberi pelaku yang memberinya pisau sebuah pandangan kosong.


Saat mata Wei Lan menabrak kedua pupil hijau Luo Hao yang kehilangan kilauannya, hati Wei Lan sedikit bergidik. Tatapan yang diberikan Luo Hao ini sangat tidak nyaman. Kali ini dia bisa merasakan lebih jelas kalau Luo Hao berubah.


Orang ini seperti dirasuki sesuatu dan berubah menjadi orang asing yang tidak dikenalnya.


"Wei Lan... kamu sangat jahat."


Kata-kata Luo Hao diucapkan dengan lambat seolah lidahnya telah menjadi kaku termakan usia. Setelah mengucapkan kata-kata itu, Luo Hao mengangkat senyuman di wajahnya. Mata yang kosong itu bergerak naik dan membentuk bulan sabit.


"Anak yang jahat akan selalu dihantui oleh mimpi buruk mereka."


Kilatan tajam melintas di kedua pupil hijau Wei Lan dan semburan energi gelap menusuk masuk ke Luo Hao tanpa ragu.


Wei Lan yang paling dekat dengan Luo Hao secara praktis langsung terlempar jatuh ke arena. Sulur-sulur tanaman yang bertindak seperti makhluk hidup yang memiliki pikiran itu juga langsung dihancurkan hingga menjadi serpihan kayu-kayu kecil.


Pada saat yang sama luka yang menganga di lengan Luo Hao kembali menyemburkan aliran darah yang besar ke separuh bagian tubuh pemuda itu.


Pandangan kosong Luo Hao yang bertemu dengan aliran merah yang tidak berhenti menodai pakaiannya, berubah menjadi gelisah dan semburan emosi kuat yang tampil di wajahnya tidak lagi tersembunyi. Luo Hao memeluk pakaiannya yang basah dengan darah dan menggigit bibirnya dengan keras. Nafas pemuda itu mulai semakin kacau, dan gumaman pelan yang terendam masuk ke telinga beberapa orang, "Benar-benar menjengkelkan. Anak nakal yang membuat kekacauan harus dihukum..."


Setelah kata-kata itu jatuh, firasat buruk terangkat di hati beberapa orang. Mereka yang berada di arena menghentikan gerakan mereka saat merasakan tekanan menakutkan yang tiba-tiba mengelilingi mereka dengan tingkat gravitasi yang membuat orang sesak.


"Apa yang sedang kamu lakukan?! Hentikan itu!"


Luo Hong yang menghadapi klon Wei Lan menatap kaget rekannya saat melihat semburan kekuatan yang tidak berhenti memancar keluar dari Luo Hao. Alarm langsung dibunyikan dalam benaknya dan elf pirang itu membentak tanpa terkendali.

__ADS_1


Saat ini tidak hanya para peserta kompetisi di arena yang merasakan kengerian yang menimpa mereka, tapi para penonton di luar arena semuanya ikut terkena imbas kekuatan yang tidak berhenti memancar keluar.


Semua orang yang merasakan tekanan kekuatan Luo Hao langsung gelisah. Beberapa di antara orang-orang yang bisa menebak niat Luo Hao langsung berdiri waspada.


"Ini adalah tekanan dari kultivator tingkat 6. Luo Hao berniat melampiaskan kekuatannya pada semua orang," ujar Wei Si An dengan nada dingin. Ekspresi ramah di wajahnya sudah terhapus semenjak Luo Hao membuat gerakan agresif.


Di ruangan VIP sebelah, Yue Qing Ye juga memiliki aura kemarahan yang sama sekali tidak dia tekan, "Orang ini ingin membunuh semua orang."


"Dia telah melanggar aturan."


Luo Hao yang menyebabkan kepanikan massa tidak bergeming, kekuatan yang agresif tidak berhenti memancar dari tubuh pemuda itu seolah Luo Hao sendiri terisolasi dari lingkungannya saat ini dan terus tuli dengan kecaman yang diteriakkan rekannya.


"Hentikan Dasar Bodoh!"


"Kamu akan membunuh mereka yang duduk di bangku penonton, Keparat!"


Luo Hong mengaum dengan emosi yang tidak terbendung. Dia sendiri telah menunjukkan kekuatan aslinya dan memancarkan sekelompok energi spiritual tingkat lanjut yang langsung terjerat bersama energi spiritual mengancam milik Luo Hao.


Siapa pun yang telah mencapai kultivasi tingkat 5 pasti paham dengan niat Luo Hao. Kekuatan yang memancar dari tubuh pemuda itu bertindak seperti bom yang menyimpan bahan bakar sebelum akan meledak ketika mereka kelebihan beban. Niat Luo Hao jelas-jelas ingin menyerang siapapun yang berada di sekitarnya dengan kekuatan membunuh.


Pertandingan memang tidak melarang kematian, namun premisnya orang yang terlibat adalah mereka yang berdiri di atas arena sebagai sesama kompetitor. Tindakan Luo Hao yang juga menargetkan para penonton di sekitarnya tidak diragukan lagi telah melanggar aturan kompetisi.


Arena memang memiliki batas penghalang mistis yang melindungi antara penonton dengan para peserta yang bertanding di atas lantai arena. Namun ketika menghadapi serangan penuh seorang kultivator tingkat 6, mereka yang duduk paling dekat dengan arena dan merupakan kultivator pemula bisa saja terluka parah.


Luo Hao yang tidak bergerak, perlahan mengangkat kepalanya dengan pandangan kosong yang seperti jiwa bergentayangan dan bergumam, "Harus dihukum..."


"Luo Hao! Hentikan!"


Semburan kekuatan yang dahsyat meledak dari tubuh Luo Hao dan langsung memancar ke segala arah bersama tekanan mematikan yang berenang bersama.

__ADS_1


"Bang!"


__ADS_2