
Sesuai kata-kata BaiLi Yun Xiao, ketiga pasien yang berbaring koma di dalam kamar akhirnya bangun tidak lama kemudian. Yang bangun pertama adalah Xiao Ling yang sebelumnya dicurigai telah mendapatkan perlakuan yang tidak pantas.
Xiao Ling memiliki nama lengkap Su Ling. Gadis itu memiliki kepribadian yang serius seperti Yu Feng, namun tidak sombong. Ketika mengetahui kalau Lian Yi lah yang telah menyembuhkannya dan bahkan sempat dicurigai oleh teman-temannya karena mengambil keuntungan darinya, gadis itu langsung berterima kasih dan meminta maaf dengan tulus.
Tidak ada kecurigaan atau perasaan malu dan tidak puas terhadap Lian Yi. Gadis itu hanya mengungkapkan rasa bersalah yang sungguh-sungguh.
Su Ling tidak sengaja berakting seperti itu. Dia benar-benar mempercayai penilaian kedua gurunya dan mempercayai pemuda yang menyembuhkannya. Su Ling bisa merasakan kalau tubuhnya pulih dengan baik tanpa meninggalkan jejak luka apa pun.
Dari yang didengarnya dia memiliki geger otak ringan dan beberapa kerusakan tulang di kedua lengannya. Dia mengantisipasi sisa dampak dari luka yang dibawa pada kemampuan gerakannya, namun yang mengejutkannya adalah tubuhnya senyaman biasanya seolah tidak pernah menderita kerusakan apa pun sejak awal. Selain itu tidak ada luka internal yang tersisa dalam tubuhnya.
Su Ling sangat gembira ketika mengetahui hal ini dan sangat berterima kasih serta mengagumi kemampuan penyembuhan pemuda yang bernama Lian Yi ini. Dalam hatinya Lian Yi pasti merupakan seorang master medis yang tersembunyi. Rasa bersalahnya semakin meningkat ketika mengingat kalau sosok sehebat ini baru saja disalahpahami oleh teman-temannya.
Karena itulah Su Ling terus meminta maaf berulang kali kepada Lian Yi dan sebagai tanggapan Lian Yi yang tidak berbicara akhirnya membuka mulutnya, "Jangan berterima kasih kepadaku. Aku hanya membantumu karena Tuan Muda BaiLi."
Meskipun mendapatkan tanggapan dingin itu, Su Ling tidak tersinggung. Gadis itu malah menjadi lebih semangat untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya. Siapa pun bisa melihat api tersembunyi yang berkobar seperti obor di kedua pupil cokelat gadis itu.
Tidak lama setelah Su Ling, pemuda lain yang sebelumnya mengalami kerusakan paling parah di bagian rusuk dadanya juga sudah bangun. Sama seperti Su Ling, pemuda itu tidak memiliki efek samping yang dirasakannya dari kerusakan di pertandingan sebelumnya.
Jadi yang tersisa hanyalah Yu Feng.
__ADS_1
Wei Lan agak memikirkan kondisi pemuda itu. Dia tidak tahu apakah orang itu akan pulih dengan baik sebelum pertandingan kedua mereka tiba. Dia tahu kalau Yu Feng adalah manusia dengan darah campuran yang memiliki garis keturunan vampir, namun darah bangsa vampir yang mengalir di pembuluh darah pemuda itu sangat sedikit. Sebagian besar sifatnya masih didominasi oleh sifat manusia, jadi dia tidak tahu apakah kemampuan pemulihan alami orang itu bisa diandalkan.
Pertandingan di bawah sana sudah berlangsung selama empat hingga lima babak. Tim BaiLi Yun Yi dan BaiLi Yun Lan yang berada di kelas B-1 telah memenangkan pertandingan pertama mereka dengan salah satu tim yang tidak terlalu kuat.
Sebenarnya sesuai dengan pengamatan BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye, dari sepuluh tim hanya ada empat yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan yang lain.
Urutan pertama adalah tim yang terdiri dari sekelompok gadis, yaitu tim lawan kelompok Wei Lan sebelumnya. Urutan kedua adalah tim Li Qing Feng dan Li Qing Xia. Urutan ketiga adalah tim BaiLi Yun Lan dan BaiLi Yun Yi. Dan urutan terakhir adalah tim Wei Lan dan Yu Feng.
Di luar dari tim Wei Lan yang bertemu dengan tim sekelompok gadis tadi, dua tim yang tersisa tidak bertemu dengan daftar terkuat sehingga mereka dengan lancar mendapat satu nilai.
Wei Lan menatap kelompok BaiLi Yun Lan dan BaiLi Yun Yi yang memiliki kerja sama yang sangat bagus selama episode pertandingan dan tiba-tiba bertanya dengan rasa penasaran yang sulit dibendung, "Guru BaiLi, antara kami dengan tim BaiLi Yun Yi dan BaiLi Yun Lan menurutmu siapa yang lebih baik?"
"Bagaimana kalau kekuatan tim?"
BaiLi Yun Xiao hanya tersenyum. Dia menatap tim BaiLi Yun Lan dan BaiLi Yun Yi yang duduk berkumpul di bangku arena dengan tatapan dalam sebelum menjawab, "Sama seperti kalian. Mereka memiliki kerja sama tim yang baik, kepercayaan yang kuat pada rekan satu, dan otak yang baik selama pertempuran. Harus kukatakan kalau kalian imbang, namun karena aku memuji keunggulan mereka bukan berarti kalian tidak memiliki kesempatan untuk menang jika bertemu dengan mereka."
Wei Lan mengangguk serius seperti siswa yang patuh sebelum dia mengajukan pertanyaan lagi, "Jadi Guru, kalau tim kita bertemu dengan tim mereka siapa yang akan kamu dukung?"
Semua orang memusatkan pandangan mereka pada Wei Lan. Pemuda elf itu hanya memiliki ekspresi polos di bawah semua tatapan itu seolah bertanya apa yang salah dari pertanyaannya.
__ADS_1
"Tentu saja kalian, tapi pada saat yang sama aku juga tidak akan membeberkan kelemahan kedua anggota klan ku ini, jadi berusahalah untuk memenangkan pertandingan ini sendiri, Wei Lan," jawab BaiLi Yun Xiao dengan senyuman yang masih sama tanpa niat tersinggung pada pertanyaan siswanya.
Ekspresi kehilangan akhirnya terlintas di wajah pemuda elf itu, namun semuanya hanya berlangsung sejenak sebelum wajah polos tak bersalahnya kembali mengambil ahli.
BaiLi Yun Xiao mengamati gerak-gerik Wei Lan dari sudut matanya dengan tenang. Siswanya yang satu ini memang agak licik dan sangat suka menyembunyikan sifatnya untuk berakting polos di depan umum. Wei Lan kadang memiliki selera buruk untuk mengamati ketidaknyamanannya orang lain, sama seperti tadi.
Mungkin pemuda elf ini hanya bosan dan tiba-tiba tertarik untuk mengetahui bagaimana pandangannya, jadi dia sengaja menggunakan cara ini untuk menarik keluar beberapa rahasia dari mulutnya yang mungkin akan membantu kelompok mereka.
BaiLi Yun Xiao tidak keberatan memiliki siswa seperti itu, lagipula ini adalah hal yang cukup banyak dijumpainya. Dia sendiri juga tidak dipungkiri kadang akan mengambil keuntungan dari orang lain dengan caranya sendiri, jadi dia tidak akan tersinggung hanya dengan sikap Wei Lan tadi.
"Tidakkah kalian berencana membocorkan beberapa kata untuk kami? Hanya sedikit saja... Guru," ujar Wei Lan dengan ekspresi menyedihkan seperti remaja yang diganggu oleh orang jahat dan tidak mampu melawan.
Senyuman BaiLi Yun Xiao masih menetap dan dia menggeleng kepalanya. Sementara Yue Qing Ye hanya memandang sekilas Wei Lan dengan tatapan acuh tak acuh dan mengabaikan siswanya yang bertingkah untuk memohon belas kasihan mereka.
Melihat taktiknya tidak berhasil dengan kedua gurunya, Wei Lan mengubah targetnya dan menatap keempat teman setimnya.
Keempat temannya yang menerima tatapan berkaca-kaca dari Wei Lan tiba-tiba merasa silau. Mu Xiang hanya ingin memutar bola matanya dengan tindakan tidak tahu malu dari Wei Lan. Terkadang dia merasa sayang dengan wajah tampan yang diberikan Tuhan kepada bocah itu. Sungguh disayangkan wajah secantik dan semurni yang bahkan tidak dimilikinya itu ternyata jatuh kepada pemuda semenyebalkan dan selicik Wei Lan.
Ck... genetika bangsa elf memang sulit ditolak...
__ADS_1