
Di Perpustakaan.
BaiLi Yun Hua menggunakan hak istimewanya untuk naik ke lantai dua perpustakaan akademi. Normalnya siswa tingkat pertama dan kedua hanya boleh menggunakan perpustakaan lantai pertama. Siswa tingkat ketiga hingga kelima boleh naik ke lantai kedua. Lantai ketiga hanya diperuntukkan kepada tetua akademi.
Perpustakaan di akademi tidak seperti perpustakaan yang dimaksudkan pada umumnya. Setiap lantai memiliki dimensi ruang yang berbeda. Saat seseorang menginjakkan kakinya ke dalam perpustakaan, maka mereka akan langsung diteleportasikan ke suatu ruang yang berisi lautan buku tanpa terbatas.
BaiLi Yun Hua saat ini sedang duduk di kedalaman perpustakaan lantai dua. Terkadang dia akan menggerakkan tubuhnya sedikit dan mengganti posisi duduknya saat membaca buku. Sekarang di mejanya sudah tertumpuk puluhan buku yang menunggu giliran. Saat ini dia masih bisa merasakan nyeri pada otot-ototnya yang mengingatkannya akan pengalaman hari ini. Kata-kata Wei Si An masih terngiang di telinganya hingga sekarang. Siapa sangka Tuan Muda Kedua Klan Wei yang berperilaku elegan dan sopan ternyata menyembunyikan sikap tajamnya di balik senyuman ramah tanpa celah itu.
Dengan satu kalimat saja, Wei Si An sudah menempatkan BaiLi Yun Hua di posisi yang canggung. Menggunakan sampah sebagai perbandingan pada mereka yang selalu membanggakan bakat mereka, poin ini cukup untuk membuat guru itu menjadi target kebencian sekelompok orang.
Adapun Li Qing He, guru yang satu ini tidak banyak bicara. Sejujurnya dia agak kurang paham mengapa setiap kelas ditugaskan dua guru meskipun jumlah siswanya sedikit, menurutnya itu agak mubazir. Yang tidak diketahui BaiLi Yun Hua adalah tidak lama kemudian pemikiran seperti ini akan sepenuhnya lenyap dan dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk memikirkannya lagi.
Sesuai dengan saran Wei Si An di kelas teori, BaiLi Yun Hua menemukan banyak buku yang mencakup berbagai pengetahuan. Buku-buku di lantai pertama memang sempurna untuk seorang pemula, namun kemampuan memori BaiLi Yun Hua cukup kuat sehingga dia dengan mudah menyerap semua informasi yang dicarinya. Dia datang ke lantai dua untuk mengembangkan dan memahami lebih rinci semua teori yang dipelajarinya di buku-buku lantai pertama.
Wei Si An sempat menyebutkan soal kelas sampingan yang mengajari mereka keterampilan tambahan sebagai seorang kultivator. Kelas sampingan yang dimaksud, mengajarkan siswanya keterampilan farmasi, penempaan artefak, menyusun formasi, produksi jimat, dan keterampilan lainnya baik sederhana maupun rumit.
Para siswa boleh memiliki lebih dari satu subjek yang ingin mereka pelajari di kelas sampingan, namun kelas ini tidak wajib. Ini seperti ekstrakurikuler di sekolah biasa.
BaiLi Yun Hua tertarik dengan jimat. Selain dari bahan yang dibutuhkan lebih murah, dia memiliki ingatan yang cukup baik sehingga tidak terlalu sulit baginya untuk menghapal goresan jimat. Tentu saja melukis jimat tidak semudah itu. Dia juga perlu mengandalkan konsentrasi aliran spiritual yang stabil dan latihan keras. Ditambah lagi, kekuatan pribadinya saat ini cukup lemah. Akan lebih baik jika dia memiliki senjata tambahan yang mampu menolongnya di saat-saat kritis.
Waktu berlalu dengan damai dan tanpa disadarinya, dia telah menghabiskan 8 jam penuh untuk membaca. Saat BaiLi Yun Hua keluar langit sudah gelap. Dia memegang beberapa buku yang dipinjamnya dan bergegas kembali ke tempat tinggalnya.
Ketika BaiLi Yun Hua dalam perjalanan kembali, dia bertemu dengan BaiLi Yun Lan dan BaiLi Yun Yi di tengah jalan. Keduanya juga baru kembali dari platform virtual dan kondisi pikiran mereka tampaknya agak lelah. Tanpa berbasa-basi, BaiLi Yun Lan melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan sebelum kembali ke tempatnya sendiri.
"Bagaimana perasaanmu di hari pertama sekolah?" tanya BaiLi Yun Yi dengan santai.
"Kelas kami mempelajari teori selama dua jam sebelum melakukan latihan tinju dengan formasi gravitasi. Tidak terlalu buruk, guruku kebetulan adalah Wei Si An dan Li Qing He," jawab BaiLi Yun Hua.
"Dua tuan muda ini? Kenapa mereka mendaftar sebagai pembimbing?" tanya BaiLi Yun Yi dengan heran setelah momen keterkejutan singkat.
"Katanya itu tugas."
Setelah keduanya kembali ke vila, BaiLi Yun Yi langsung pergi ke kamarnya tanpa penundaan. BaiLi Yun Hua juga kembali ke kamarnya dan mandi sebelum lanjut membaca buku yang dipinjamnya dari perpustakaan.
......................
Selama berminggu-minggu, setiap siswa baru telah beradaptasi dengan lingkungan akademi. Kelas BaiLi Yun Hua juga telah menjalankan sesi latihan tinju di bawah tekanan gravitasi yang di luar garis normal dengan rutin. Meskipun kelelahan dan tidak nyaman, namun siswa tingkat pertama kelas A-1 mulai membiasakan diri dengan olahraga ini dan ketahanan fisik setiap siswa telah banyak meningkat.
Di minggu pertama, para siswa mempelajari dasar bermeditasi untuk menyerap energi spiritual dan mengedarkannya ke seluruh tubuh dengan metode yang lebih sederhana tapi ampuh. Selain itu, mereka juga diajarkan dasar-dasar pertempuran dengan menggunakan energi spiritual yang seminimal mungkin.
Li Qing He juga mulai aktif melatih mereka. Di luar dari kelas teori dan latihan tinju, mereka juga memiliki sesi satu lawan satu antar sesama siswa setiap hari dan sesi latihan melawan Li Qing He atau Wei Si An setiap lima hari sekali.
Li Qing He tidak banyak bicara. Setiap kali sekelompok siswa datang melawannya bersama, dia akan menerbangkan mereka keluar seperti peluru tanpa belas kasihan. Dia menggunakan tinju murni untuk membuat siswanya mengingat keterampilan tempur yang diajarkan di kelas. Dibandingkan Li Qing He, Wei Si An lebih berbelas kasih meskipun dia tidak kalah kejam dari Li Qing He.
Selama berminggu-minggu, para siswa ini telah memahami jelas kengerian guru mereka.
BaiLi Yun Hua yang telah mencoba sendiri rasa pukulan kedua gurunya memiliki pemahaman yang lebih jelas akan seberapa menakutkannya kultivator tingkat 7. Pemahaman ini membuatnya menyadari seberapa serius keadaan saat itu jika Si Ying tidak menahan diri.
Wei Si An memandang siswa-siswanya yang dihajar habis-habisan oleh Li Qing He dengan senyuman ketidakpastian. Dia agak pusing memikirkan kualifikasi mereka. Kompetisi bulanan akan segera diadakan itulah sebabnya pelatihan menjadi semakin intensif dari hari ke hari. Meskipun kelasnya adalah kelas A, namun tahun ini kelas A di tingkat pertama ada lima kelas.
Kompetisi bulanan ini dibagi menjadi dua tipe. Tipe pertama adalah kompetisi antar kelas dalam satu tingkatan dengan mode satu lawan satu.
__ADS_1
Tipe kedua adalah kompetisi peringkat individu pertingkatan. Kompetisi ini biasanya paling populer karena mewakili status kekuatan para siswa di akademi.
Meskipun disebut sebagai kompetisi bulanan, tapi bukan berarti kompetisi ini berlangsung setiap bulan. Kompetisi tipe antar kelas akan berlangsung setiap tiga bulan sekali dan kompetisi peringkat individu hanya berlangsung dua kali yaitu di tiga bulan pertama dan tiga bulan terakhir setiap tahun.
Wei Si An dan Li Qing He perlu memastikan kelas mereka mengambil tiga besar di kompetisi antar kelas. Awalnya mereka berdua mengira kelas A pasti memiliki potensi yang memuaskan, tapi harapan mereka ternyata terlalu tinggi. Para siswa ini masih terlalu muda dalam hal pengalaman.
Untuk merangsang kemampuan dan refleks pertempuran siswa-siswa ini, Li Qing He memutuskan kalau pemukulan adalah cara tercepat dan terampuh. Jadi Li Qing He benar-benar tidak menahan diri melawan siswanya dengan segala cara, kecuali menggunakan kekuatan spiritualnya.
Efektif memang, tapi masih kurang memuaskan.
BaiLi Yun Hua berbaring di tanah seperti pasien sekarat. Tidak hanya dirinya, yang lain juga berserakan di sana-sini dengan ngos-ngosan. Li Qing He yang seperti setan bahkan tidak berkeringat setelah melakukan aktivitas kasar ini selama berjam-jam. Penampilannya masih rapi seperti biasa tanpa sehelai rambut pun yang keluar dari jalurnya.
Beberapa menit kemudian BaiLi Yun Hua memaksa tubuhnya yang babak belur untuk bangun dari posisi memalukan ini, hal ini sudah menjadi kebiasaan di kelas mereka. Setelah sesi pemukulan mereka hanya diizinkan beristirahat maksimal 20 menit kemudian mereka harus bangkit.
Para siswa baik itu perempuan atau laki-laki saling mendukung dan perlahan naik ke kelas. Di belakang mereka Wei Si An tersenyum dan berkata pelan, "Aku masih ingat pertama kali kita masuk ke kelas mereka, anak-anak ini memperlakukan satu sama lain sebagai udara."
Li Qing He, "Karena itulah sejak awal kukatakan tinju adalah cara terbaik bagi mereka untuk menjalin komunikasi."
Wei Si An, "Sayangnya meskipun sudah dipukuli sampai seperti ini kemajuan mereka masih sangat lambat."
Li Qing He, "Akan lebih baik jika kita bisa langsung melempar mereka ke platform virtual."
Wei Si An, "Ck... ini harus menunggu sampai kompetisi bulanan pertama selesai. Terlalu banyak aturan yang membatasi siswa tingkatan pertama."
Li Qing He, "Apa pun alasannya mereka harus mengambil juara."
Wei Si An, "Kalau begitu tingkatkan lagi frekuensi latihan mereka?"
Para siswa yang mendengar percakapan itu, "..."
......................
Li Qing Yu menatap ke luar jendela dengan bosan. Kelas mereka sekarang sedang membahas tentang kompetisi bulanan yang akan datang. Dia tidak terlalu suka dengan guru kelas mereka. Apalagi ketika ada makhluk tertentu yang sering menatapnya.
Luo Min tersenyum lembut menghadapi siswanya yang aktif bekerjasama dengannya selama pelajaran. Dia menatap Li Qing Yu yang selalu mengabaikan kelas dan Li Qing Feng yang kerap memancarkan aura permusuhan pada adiknya.
Saat pertama kali ditugaskan ke kelas ini, Luo Min cukup puas dengan kualitas siswanya. Tujuannya adalah membiarkan siswanya mengambil posisi pertama dalam kompetisi antar kelas.
Seusai kelas, Li Qing Yu dipanggil oleh Luo Min. Dia memandang gadis elf yang tersenyum lembut itu dengan ekspresi polos dan malu-malu.
"Guru Luo," sapa Li Qing Yu dengan patuh.
Meskipun Li Qing Yu telah menunjukkan basis kultivasi nya, dia tidak berencana langsung mengekspos sifat aslinya di depan umum. Jangan sampai dia dipanggil kembali oleh ayahnya.
Kalau hanya mengekspos kekuatannya, ayahnya tidak akan terlalu curiga karena ibunya dulu termasuk salah satu kultivator ternama di klan mereka. Orang tua yang berbakat wajar memiliki anak yang sama berbakat. Paling-paling ayahnya hanya akan berpikir kalau dia sengaja merendah untuk melindungi dirinya sendiri.
Kilasan ketidaksenangan melintas di pupil zamrud Luo Min. Li Qing Yu ini meskipun berbakat tapi sifatnya ini benar-benar terlalu pengecut. Selama di kelas orang ini sama sekali tidak menyimak pelajaran dan selalu linglung sama seperti sekarang. Salah satu hal yang paling tidak disukai Luo Min adalah tidak diperhatikan terutama ketika sedang berbicara tatap muka.
"Aku lihat tadi kamu sama sekali tidak terlibat dalam diskusi. Apakah kamu tidak tertarik untuk berpartisipasi dalam kompetisi bulanan ini?"
Li Qing Yu mengerutkan keningnya dan dengan lembut menggeleng kepalanya.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Luo Min dengan nada prihatin.
"Aku..."
Luo Min, "?"
"Aku..."
Ekspresi Li Qing Yu berubah menjadi merah kemudian putih pucat. Alisnya berkerut dan dia menatap Luo Min dengan pandangan ragu, namun dia tidak melanjutkannya suku katanya.
Luo Min, "..." Ada apa dengan orang ini? Kenapa rasanya seperti dia sedang mengganggu bocah ini?
Luo Min memaksakan senyumannya seramah mungkin, "Kamu kenapa?"
"Aku tidak pandai bertarung..."
Luo Min, "..."
Kilasan Li Qing Yu yang membakar binatang iblis di alam virtual kembali diputar di benaknya. Saat itu anak ini bahkan tidak mengedipkan matanya ketika memanen nyawa musuhnya.
Luo Min mengerutkan alisnya, "Tapi saat latihan di dunia virtual kamu terlihat sangat ahli."
Li Qing Yu menggaruk kepalanya dan tersenyum malu, "Karena itu adalah dunia virtual jadi semuanya tidak nyata, tapi kompetisi bulanan ini serius dan semua pesertanya adalah ahli."
"Jangan khawatir, kemampuanmu juga tidak buruk. Antara kompetisi dengan latihan di dunia virtual tidak terlalu berbeda. Kamu hanya harus berusaha memenangkan pertandingan," bujuk Luo Min.
"Tapi..."
Luo Min, "Tapi apa?"
"Sebenarnya aku takut terluka. Kalau di dunia virtual kita luka yang kita terima tidak nyata, tapi kompetisi ini agak beresiko."
Luo Min, "..."
Kesabaran Luo Min semakin menipis. Memangnya kultivator mana yang tidak pernah terluka? Seorang kultivator akan melakukan yang terbaik untuk meningkatkan ranah kultivasi mereka, di jalan ini tidak sedikit pengalaman yang membahayakan nyawa. Takut terluka? Kalau takut kenapa mau mendaki jalan keabadian?
Harapan tinggi Luo Min pada Li Qing Yu mulai jatuh. Dia memikirkan rumor yang beredar tentang tuan muda ketiga dari klan Li. Setelah melihat dengan mata sendiri, ternyata rumor itu tidak dilebih-lebihkan. Pemuda di hadapannya ini lebih mengecewakan dari yang dia bayangkan. Sungguh percuma mewarisi bakat menantang ini kalau ternyata orangnya hanyalah pengecut yang tidak berani melakukan apa pun.
Perubahan suasana hati Luo Min masuk ke mata Li Qing Yu. Nona terhormat ini pasti sekarang sedang menghinanya. Begitu juga tidak masalah, lebih baik membiarkan wanita ini kehilangan ketertarikan padanya supaya tindakannya di masa depan lebih mudah. Tanpa Luo Min sadari, pemuda yang dianggap remehnya ini sebenarnya sedang memikirkan cara untuk keluar dari kelasnya.
"Baiklah kalau kamu memang tidak tertarik, aku juga tidak akan memaksamu. Tapi kamu juga harus ingat kalau hasil dari kompetisi ini mempengaruhi reputasimu di akademi. Coba kamu pikirkan lagi, kalau berubah pikiran nanti bisa langsung kabari Guru."
Li Qing Yu menghela nafas lega dan tersenyum gembira, "Baiklah Guru, kalau begitu Qing Yu pamit dulu ya."
Luo Min mengangguk. Setelah Li Qing Yu keluar dari kantornya, ekspresi ramah wanita itu langsung berubah menjadi dingin dengan sentuhan kekesalan yang tidak ditutupi. Jawaban Li Qing Yu membuatnya kecewa. Rencananya mengandalkan pemuda itu untuk menyelesaikan tugasnya menjadi terganggu dan dia harus mengatur ulang daftar siswa-siswa yang perlu dikembangkannya semaksimal mungkin.
Kalau ingin memenangkan tempat pertama, grup BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye menjadi salah satu saingan terberatnya meskipun keduanya mengambil kelas B. Klan elf saat ini tidak terlalu menonjol seperti di masa lalu, jika dia bisa mengalahkan kedua orang ini maka reputasinya akan melejit yang juga akan membuat nama klan mereka naik.
Berbicara soal kompetisi, Wei Lan pasti ikut berpartisipasi.
Kilasan niat jahat melintas di sepasang pupil zamrud itu.
__ADS_1
Saatnya memberantas hama.