The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 28: 6 vs 5


__ADS_3

Saat bola kecil dari musuh mulai retak, BaiLi Yun Hua telah membentuk penghalang berlapis-lapis yang menutupinya seperti cangkang telur. Dan benar saja, benda kecil itu bukan mainan sembarangan.


Para penonton yang melihat pemandangan itu terdiam sejenak sebelum suara diskusi yang samar kembali terdengar.


Sementara itu, BaiLi Yun Yi sudah mengerutkan keningnya, "Dari mana gadis itu berasal? Untuk ukuran seorang pemula dia masih terlalu agresif."


"Tidak ada aturan yang menyebutkan kalau siswa tingkatan pertama tidak boleh menggunakan metode seperti ini," ujar Yue Qing Ye.


Di arena, kelompok kelas A semuanya sedang dalam posisi bertahan dimana semua orang secara pasif membentuk penghalang yang melindungi mereka dari hujan asam buatan tersebut.


Namun, tidak lama kemudian mereka bisa merasakan kalau penghalang spiritual mereka perlahan terkikis oleh hujan asam. Dan untuk mempertahankan penghalang tersebut mereka perlu menyuntikkan energi spiritual yang terus berlanjut ke penghalang spiritual mereka.


Anggota kelas A sibuk mempertahankan penghalang mereka untuk menghindari hujan asam, namun kelas B justru sebaliknya. Tetesan air asam tidak mempengaruhi mereka sedikitpun. Mereka hanya berkumpul di samping dan memandang adegan itu.


"Xiao Yin, apa yang kamu lakukan. Bukankah kakak sudah bilang jangan menggunakan metode ini di final!" ujar gadis yang menjadi lawan dari BaiLi Yun Hua.


Xiao Yin, gadis yang melemparkan bola kecil itu, cemberut sejenak dan membalas, "Kakak, ini hanya serangan kecil. Bukannya mereka akan terluka parah, lagipula dengan begini maka pertandingannya juga akan lebih cepat selesai begitu mereka kehabisan energi spiritual."


Mendengar jawaban keras kepala adiknya, gadis itu menatap tajam Xiao Yin.


Hujan asam berlangsung selama sekitar dua menit sebelum berhenti sepenuhnya. Pada saat tetesan terakhir jatuh, kedua belah pihak langsung saling menembak satu sama lain. Kelas B mengambil kesempatan ini untuk menjatuhkan lawan mereka.


Target pertama kelas B tentunya adalah anggota kelas A yang sudah sempat terluka. BaiLi Yun Hua segera pergi ke sisi temannya yang terluka untuk memberi dukungan, begitu juga dengan anggota tim kelas A lainnya.


Mereka bisa melihat kalau luka bakar di tubuh siswa itu memancarkan hawa panas yang tidak berhenti mengalir keluar. Siswa yang terluka itu menggertakkan giginya dalam diam, namun tetesan keringat tidak henti jatuh dari keningnya.

__ADS_1


BaiLi Yun Hua menatap serius kondisi temannya dan di bawah perlindungan teman-teman kelas A-1 miliknya dia mulai menyalurkan energi spiritual untuk meredakan luka bakar temannya, namun kerutan segera terbentuk di alisnya sebelum dia berhenti.


Salah satu anggota timnya yang melihat reaksinya segera bertanya, "Apa apa?"


Sebelum BaiLi Yun Hua sempat menjawab sebuah suara gadis dari pihak lawan menjawab pertanyaan itu, "Tidak ada gunanya. Luka itu tidak akan sembuh dengan kekuatan spiritual semata. Kalau kalian memang mencemaskan teman kalian, lebih baik biarkan dia turun dari arena ini untuk mengobati lukanya jangan sampai lukanya lebih parah dari yang diperlukan."


Gadis yang bernama Xiao Yin itu memandang mereka dengan senyuman dan nada bicaranya mengandung cibiran yang tidak disamarkan.


Kelas A segera berada dalam dilema dan siswa yang terluka tentu saja tidak bersedia turun dari arena dan meninggalkan teman-temannya di bawah permusuhan lawan mereka. Sebelum siswa yang terluka membuka mulut untuk menolak kata-kata Xiao Yin, sebuah suara yang dingin terdengar.


"Dengarkan dia, mundur."


Siswa kelas A terkejut dengan kata-kata BaiLi Yun Hua, terutama siswa yang terluka. Tapi sebelum mereka mempertanyakan maksud BaiLi Yun Hua, pemuda itu melanjutkan kata-katanya.


"Hanya seorang gadis kecil tidak layak mendapatkan perhatian penuh kita."


Xiao Yin yang mendengar penghinaan terus terang BaiLi Yun Hua terbelalak, sebelum kemarahan murni muncul di wajahnya.


"Siapa yang kamu panggil gadis kecil?! Aku ini dua tahun lebih tua darimu!"


BaiLi Yun Hua memberi lawan bicaranya pandangan menilai sebelum dengan acuh tak acuh membalas, "Oh ya? Tidak terlihat seperti itu."


"Apa-apaan tatapanmu itu?! Sampah terkenal sepertimu bahkan tidak bisa dibandingkan denganku! Apa hakmu untuk meremehkanku?!" teriak gadis kecil itu dengan penghinaan dan kemarahan yang jelek di wajahnya.


BaiLi Yun Hua, "Benar sekali, kamu tentu saja tidak bisa dibandingkan denganku. Tidak sedikitpun."

__ADS_1


Siapapun bisa mendengar sarkasme dalam kata-kata BaiLi Yun Hua, termasuk Xiao Yin. Wajah gadis itu semakin memerah, tapi sebelum dia kembali membalas dengan kasar, kakak perempuannya menarik lengannya sebagai peringatan.


"Cukup, jangan membuat lelucon di depan orang lain."


Bisikan ini hanya bisa didengar oleh anggota tim kelas B dan beberapa orang yang berkemampuan tinggi. Xiao Yin memandang pemuda yang mengejeknya dengan penuh kebencian, namun dia menuruti keinginan saudara perempuannya dan berhenti berdebat. Dia sendiri juga tidak ingin menjadi bahan pembicaraan orang lain mengingat ada banyak orang yang duduk di kursi penonton sedang mengamati adegan ini.


BaiLi Yun Hua berbisik di telinga temannya yang terluka. Jejak kontemplasi bisa terlihat di wajah orang itu, namun dia akhirnya memutuskan untuk turun dari arena. Tidak ada di antara kelas A yang mengomentari hal itu dan sekarang situasi di arena menjadi 6 vs 5.


Li Qing He yang melihat situasi di bawah, meninggalkan tempatnya dan turun untuk menjemput muridnya yang terluka.


Saat siswa yang terluka dibawa ke ruangan mereka, Li Qing Yu mengamati luka bakar itu dengan penuh minat.


"Gadis kecil itu tidak berbohong, kalau lukamu tidak segera ditangani, maka lukamu akan semakin parah," ujar Li Qing Yu.


Mendengar kata-kata pemuda asing yang terlihat beberapa poin seperti gurunya, siswa itu segera menjadi gugup. Apalagi gurunya tidak membantah.


"Tetesan air asam yang menyiramimu mengandung semacam energi api dan sejenis kekuatan yang menyerap energi spiritual seseorang. Mungkin agak rumit untuk menjelaskannya padamu, tapi jangan khawatir. Energi spiritualmu tidak berguna, tapi tidak dengan milik gurumu," lanjut Li Qing Yu dengan senyuman ramah yang menenangkan.


Di pihak BaiLi Yun Hua, timnya memang mengalami sedikit kemunduran karena kurangnya satu anggota. Namun di saat kelas B lengah, kelima anggota kelas A mengaktifkan formasi yang menyelimuti semua orang di arena. Ternyata kelas A sengaja membuat diri mereka terlihat seolah sudah tertekan, tapi mereka sebenarnya sengaja mengatur posisi lawan mereka.


Formasi ini segera dikenali oleh beberapa orang, termasuk Li Qing Yu.


"Ge, kamu berani mengajarkan teknik keluarga kita pada anak-anak itu?"


Li Qing He tampak tidak senang dengan kata 'berani' dalam kalimat Li Qing Yu dan dia menatap dingin situasi pertandingan di bawah, "Ini bukanlah teknik rahasia."

__ADS_1


Memang benar formasi yang ditunjukkan oleh anggota tim kelas A-1 adalah formasi umum milik klan Li. Tidak sedikit yang sudah menjumpai dan mengenali teknik ini. Tapi tetap saja, melihat saudaranya yang selalu ketat dengan aturan ternyata juga bisa mengambil celah dari aturan...


Cukup tidak terduga.


__ADS_2