
Para penonton terpana dengan kejadian itu. Tidak ada yang mengharapkan pemimpin tim kelas B melakukan tindakan ekstrim seperti itu. Suara ledakan bom mini tersebut hampir meruntuhkan gendang telinga penonton, siapa pun bisa membayangkan bagaimana nasib orang-orang yang berdiri di atas arena.
Yu Feng secara refleks mengangkat tangan kanannya untuk menutupi satu sisi telinganya dengan kepala yang agak dimiringkan, tatapannya berubah menjadi kaget yang tidak tersamarkan. Gelombang suara itu hampir membuatnya tuli. Dia tidak mengharapkan pertandingan akan berakhir seekstrim ini. Dia ragu ada yang akan selamat dari arena itu setelah sesi ledakan penghancuran ini.
Berbagai pihak langsung panik ketika ledakan ini terjadi. BaiLi Yun Xiao bahkan menghancurkan benda di sekitarnya tanpa sadar. Kobaran api merah yang memanggang arena terpantul di kedua pupil matanya yang menunjukkan syok dan tidak percaya. Energi spiritual tirani milik BaiLi Yun Xiao langsung muncul ke permukaan dan berniat menembus penghalang di bangunan melayang untuk segera meluncur masuk ke arena. Namun sebelum itu terjadi, energi spiritual tirani lainnya menghalangi energi spiritual milik BaiLi Yun Xiao.
"Tenang dulu."
"Bagaimana aku bisa tenang?! Ledakan itu akan membunuh BaiLi Yun Hua," tekan BaiLi Yun Hua dengan nada penuh amarah dan kesuraman yang jarang.
BaiLi Yun Yi dan penjaga lain yang berada di ruangan itu terkejut dengan penampilan BaiLi Yun Xiao.
BaiLi Yun Xiao saat ini memancarkan aura gelap seperti bintang buas yang mengamuk. Tidak ada lagi senyuman dan sikap ramah serta elegan seperti biasanya, bahkan tekanan spiritual yang dikeluarkan oleh pemuda itu tidak mereda dan malah semakin tirani setelah Yue Qing Ye menghentikannya.
"Sudah kubilang tenang. Jaga emosimu dan rasakanlah. Bocahmu itu masih hidup," ujar Yue Qing Ye dengan nada dingin yang sama menusuknya.
BaiLi Yun Xiao mengerutkan keningnya dan memejamkan matanya. Mengikuti saran Yue Qing Ye, dia membiarkan nalurinya menajam. Segala sesuatu di sekitar BaiLi Yun Xiao seketika terasa lambat baginya. Suara orang lain yang saling bertabrakan diperbesar beberapa kali di benaknya. Dia bisa mendengar dan merasakan emosi makhluk yang berada dalam jarak radius beberapa mil di sekitarnya.
Kepanikan.
Kegembiraan.
Ketakutan.
Kewaspadaan.
Segala emosi berbaur di udara dan terbaca oleh otak BaiLi Yun Xiao. Perlahan, daya pikirannya semakin fokus dan menjalar dengan hati-hati untuk mencari sesuatu. Telinga BaiLi Yun Xiao memilah serangkaian suara bising yang kacau dan mendapati suara detak jantung dengan aura yang dikenalnya.
__ADS_1
Deg...
Deg...
Deg...
Suara detak jantung yang kurang stabil masuk ke telinga BaiLi Yun Xiao diiringi dengan suara nafas yang tersendat dan sedikit lebih cepat dari pernafasan normal.
BaiLi Yun Xiao membuka matanya dan cahaya kelegaan yang bersinar, meredakan amarah di pupilnya.
BaiLi Yun Hua masih hidup. Mungkin terluka, mungkin panik, tapi setidaknya anak itu masih hidup.
"Sudah tenang?"
Suara beku Yue Qing Ye menusuk pikiran BaiLi Yun Xiao dan mengganggu momen kebahagiaan BaiLi Yun Xiao. Dia menatap Yue Qing Ye yang sekarang seperti gunung es yang tidak mencair selama bertahun-tahun dan tersenyum canggung.
"Maaf, aku terlalu impulsif," ujar BaiLi Yun Xiao dengan nada meminta maaf dan senyuman setengah canggung setengah memelas kepada sepupunya.
Yue Qing Ye mengabaikan permintaan maaf BaiLi Yun Xiao dan memberinya tatapan tajam, "Untung kamu sadar. Kalau tidak bukan hanya ruangan ini yang akan dihancurkan olehmu, tetapi kamu juga akan melanggar peraturan kompetisi."
BaiLi Yun Xiao diam-diam bersyukur karena menghentikan aksinya tepat waktu. Masalahnya sekarang adalah api Yue Qing Ye yang sedang berkobar. Tidak mudah membuat Yue Qing Ye yang selalu acuh tak acuh terhadap segalanya menjadi begitu mudah terbakar amarah, tapi begitu pemuda itu benar-benar marah, amarahnya akan sangat sulit dipadamkan.
"Iya... iya... ini salahku karena bertindak seenaknya. Jangan marah lagi. Untung ada Qing Ye yang bermurah hati menawarkan bantuan, kalau tidak aku akan membuat kekacauan yang tidak perlu."
"Heh..."
Mendengar dengusan dingin sahabatnya, BaiLi Yun Hua menyeka keringat dinginnya secara mental, "..."
__ADS_1
Hari ini memang tidak mudah...
Sementara itu di sisi duo bersaudara klan Li, Li Qing Yu menyenggol lengan saudaranya dan menganggukkan dagunya ke arah arena yang sekarang seperti berada di alat pemanggangan.
"Anak-anakmu ini sedang menjadi daging bakar di sana. Tidakkah kamu berencana turun tangan? Lagipula dengan ukuran api sebesar dan sepanas itu, bahkan kultivator tingkat 2 atau 3 juga akan menjadi kokas. Sekarang anak-anakmu mungkin sudah matang. Jangankan matang, mungkin tinggal tulang malah. Memang tidak ada aturan yang menentang kematian, tapi tetap saja salah satu anakmu bermarga BaiLi. Bukannya aku mau mengucapkan kata-kata sial, tapi kurasa BaiLi Yun Xiao akan segera mengetuk pintumu dengan sederet pisau jagal."
Kekhawatiran Li Qing Yu bukan tanpa alasan. Kalau sampai semua yang berada di arena benar-benar meninggal di tempat, Li Qing He sebagai salah satu guru kelas sekaligus tutor yang mengajarkan formasi klan Li pasti akan ditarik ke pusaran kekacauan yang ditinggalkan siswa-siswanya ini.
Apalagi BaiLi Yun Hua. Seorang anak yang menyandang bakat kelas hitam dari klan BaiLi meninggal, pihak yang paling marah pasti klan BaiLi. Dan kemungkinan paling besar yang akan diburu adalah Li Qing He yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Tapi semuanya tentu berdasarkan premis jika anak-anak itu meninggal.
"Mereka belum mati."
Jawaban Li Qing He yang acuh tak acuh menarik kerutan ketidaksetujuan di antara alis Li Qing Yu. Dia tidak tahu bagaimana bisa saudaranya masih tenang bahkan di saat seperti ini. Walaupun siswa-siswa kelas A-1 itu tidak meninggal di tempat, tapi minimal mereka pasti akan terluka parah. Terutama kelompok yang berada dalam formasi pelindung itu.
Formasi pelindung yang digunakan oleh anggota tim kelas A adalah formasi klan Li yang agak elit. Tapi kalau dibandingkan dengan kekuatan api spiritual ini...
Mungkin mereka sudah menjadi abu di dalam...
BaiLi Yun Hua mungkin selamat, tapi yang lain sulit dijamin masih hidup mengingat sebelum ledakan itu mereka masing-masing sudah menerima kerusakan serius dengan tingkatan tertentu.
Yu Feng menatap kobaran api yang melahap seisi arena. Sulit membayangkan kalau dua orang jenius yang langka akhirnya akan berakhir sebelum mereka bahkan mulai menginjakkan langkah mereka. Dia tidak terlalu mengenal BaiLi Yun Hua, tapi kisah hidup anak itu yang dirumorkan sangat buruk membuatnya merasakan simpati yang langka.
Memang dia tidak mempercayai rumor itu, tapi tetap saja agak disayangkan bagi orang yang berpotensi tumbuh menjadi tokoh luar biasa itu berakhir dengan kematian dini.
Sementara beberapa orang sedang bersimpati, cahaya biru dan hitam muncul di antara kobaran api.
__ADS_1
Li Qing He, "Seperti yang kukatakan mereka belum mati."