The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 54: Manusia Yang Membosankan


__ADS_3

Setelah pertandingan pertama yang tidak memiliki sesuatu yang menarik untuk disaksikan, pertandingan-pertandingan selanjutnya juga berlangsung dengan cepat. Ada beberapa kali kasus yang sama seperti kemenangan milik tim Wei Lan dan Yu Feng kembali terulang oleh beberapa tim.


Dan jika dibandingkan dengan kompetisi antar kelas tingkatan pertama, memang rata-rata kelas di tingkatan kedua memiliki pengalaman pertempuran yang jauh lebih menarik kecuali untuk beberapa siswa yang tidak memiliki roda pikiran yang cerdas seperti tim lawan kelompok Wei Lan dan Yu Feng pada pertandingan pertama mereka.


Ketika sampai pada pertandingan kedua untuk tim kelas yang dipegang oleh BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye, kemenangan kembali diraih dengan hasil yang cukup memuaskan. Kali ini mereka bisa dikatakan masih belum mengeluarkan 100% usaha untuk meraih kemenangan karena meskipun lawan mereka cukup kompak dan memiliki strategi yang bagus, kemampuan masing-masing anggota tim lawan masih terlalu jauh jika dibandingkan dengan mereka.


Lawan mereka di pertandingan kedua berasal dari kelas D yang sebenarnya cukup lemah, tapi justru tim inilah yang bisa dibilang lebih layak dihargai di mata Wei Lan. Meskipun kekuatan lawan cukup buruk, tapi mereka memiliki rasa kerja sama tim yang kuat. Mereka juga tidak memiliki kesombongan yang menuntut untuk menang dalam tulang-tulang mereka. Tidak ada emosi kemarahan atau kebencian di wajah mereka, hanya ada penyesalan singkat karena ketidakmampuan mereka.


Bagi Wei Lan, orang-orang seperti inilah yang akan lebih tahan dalam dunia kultivasi. Selama mereka diberi peluang, dia yakin orang-orang ini akan mampu berkembang jauh lebih pesat dibandingkan dengan sekelompok orang yang hanya mengandalkan level bakat dan harta kultivasi untuk menjadi sombong.


Ketika hari sudah mulai gelap, pertandingan pun ditunda dan akan dilanjutkan keesokan harinya setelah babak terakhir untuk hari ini berakhir. Wei Lan dan Yu Feng berpisah dengan anggota tim mereka di pintu luar arena setelah mengucapkan salam perpisahan singkat.


Karena mereka tinggal di tempat yang sama, kedua orang ini sama-sama memesan alat transportasi khusus milik akademi dengan membagi biaya transportasi menjadi dua secara seimbang.


Alat transportasi yang ada di akademi memiliki berbagai model mulai dari yang bernuansa kuno hingga yang berbentuk modern. Wei Lan sebenarnya merasa kalau pengaturan ini agak terlalu boros, namun mungkin hal ini juga dibuat untuk menghargai setiap penghuni akademi yang berasal dari latar belakang wilayah dan sejarah yang berbeda-beda.

__ADS_1


Wei Lan berasal dari ras elf dan di kampung halamannya itu mereka memiliki dua jenis transportasi yang berfungsi untuk menentukan status mereka. Untuk warga elf biasa, mereka menggunakan mobil dengan model seperti yang diproduksi oleh para manusia. Hanya saja bahan bakar untuk mobil tersebut menggunakan batu sihir yang memiliki ukiran mantra.


Di wilayah ras elf, batu sihir diproduksi secara massal dan telah menjadi bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari para elf. Bisa dibilang batu sihir di ras elf memiliki fungsi dan kepentingan yang identik seperti listrik dan minyak di dunia manusia.


Sedangkan untuk para bangsawan elf seperti beberapa klan berpengaruh yang memiliki garis keturunan termurni dan pekat serta sejarah yang panjang, mereka tidak akan menggunakan mobil, tetapi sebuah kereta kuno yang megah dengan simbol ras elf yang terukir di kayu kereta tersebut. Kereta itu berbentuk seperti kereta kuda dengan ukuran yang setidaknya memiliki rasio sekitar tiga kali lebih besar dari kereta kuda biasa dan yang lebih menarik adalah kereta itu tidak ditarik oleh kuda biasa, melainkan oleh binatang buas milik masing-masing klan.


Wei Lan tersenyum ketika memikirkan kesombongan para bangsawan elf yang hanya cantik di luar saja, tetapi dalamnya lebih mengganggu dari apel busuk. Di bandingkan dengan kampung halamannya, akademi memang sebuah tempat yang membuatnya bisa betah tinggal di dalamnya.


Tentu saja akan lebih baik jika dia tinggal bersama rekan yang sedikit lebih ceria, bukannya dengan labu pengap seperti pemuda yang duduk di sampingnya ini.


Wei Lan dan Yu Feng telah memilih sebuah mobil biasa mengingat Wei Lan merasa kalau mobil bisa diterima dan Yu Feng lebih menyukai sesuatu yang akrab dengan kampung halamannya. Keduanya duduk di belakang mobil dengan suasana yang benar-benar diam. Mobil itu adalah tipe yang self-driving, jadi itu secara otomatis mampu menavigasi dan beroperasi dengan normal meskipun tidak memiliki campur tangan makhluk hidup.


Kalau di rumah, Wei Lan bisa masuk ke kamarnya dan mengerjakan penelitiannya dalam hal alkemis atau memainkan hal lainnya, namun di mobil ini dia tidak memiliki sesuatu yang istimewa untuk menyingkirkan kebosanannya. Ponselnya kehabisan daya dan buku-bukunya tertinggal di kamarnya.


Terkadang Wei Lan masih tidak bisa tidak membayangkan bagaimana kehidupan Yu Feng berjalan selama ini. Bagaimana bisa seseorang tumbuh menjadi begitu kaku dan membosankan seperti ini. Yu Feng tidak pernah berbicara lebih dari ketika diperlukan. Ada kalanya Wei Lan merasa kalau Yu Feng mungkin sebenarnya mengidap sejenis sindrom kelumpuhan wajah tertentu seperti Ramsay Hunt atau sejenisnya.

__ADS_1


Ya... memang di dunia ini orang yang kaku seperti sebatang kayu tua tidak hanya Yu Feng seorang. Li Qing He dari klan Li dan Yue Qing Ye dari klan Yue juga terkenal luas dengan kepribadian mulut emas mereka. Konon kedua sosok ini memiliki sejenis aura superioritas yang membuat orang menjauh ribuan mil, tapi biar pun begitu ada alasan jelas mengapa keduanya bertingkah sesombong ini. Masing-masing dari kedua orang ini memiliki status dan identitas yang mendukung kepribadian jelek mereka.


Li Qing He dikabarkan sudah berurusan dengan urusan resmi selama 24 jam perhari semenjak masih seukuran bayi yang baru belajar bicara dan menulis, bagaimana mungkin anak itu tidak tumbuh menjadi bengkok di bawah asuhan yang keterlaluan ini?


Ada lagi Yue Qing Ye yang setiap hari dikejar-kejar oleh pembunuh dan harus menghadapi sekelompok orang gila yang menginginkan dirinya untuk kebutuhan pribadi mereka, akan aneh jika dia tidak tumbuh dengan otak abnormal.


Di luar dari dua makhluk ini, ada juga banyak anak-anak klan dari segala bentang alam yang memiliki kepribadian sepengap kayu busuk ini. Entah itu untuk menjaga harga diri mereka atau mungkin karena kepercayaan diri yang terlalu tinggi atau bahkan pola pikir yang agak bengkok. Mereka pada dasarnya memiliki asuhan yang cukup berbeda dari kriteria normal, jadi wajar jika mereka tumbuh seperti itu.


Yu Feng berasal dari dunia manusia. Dunia yang menurut Wei Lan jauh lebih damai bila dibandingkan dengan pemerintah di ras lainnya. Di antara ras-ras yang hadir di dunia kultivasi, ras manusia memiliki kesempatan berkembang yang lebih rendah dibandingkan dengan garis keturunan lainnya yang lebih spesial. Karena itulah kultivator manusia yang ternama tidak banyak. Wei Lan juga tidak terlalu paham mengapa para manusia hanya mampu menghasilkan bakat unggul yang begitu sedikit, mungkin itu adalah aturan dunia...


Huh...


Suara helaan nafas yang seharusnya cukup pelan itu diperbesar beberapa kali oleh kondisi sunyi di dalam mobil tersebut.


Yu Feng membuka kedua matanya dan menatap sekilas orang lain di dalam mobil itu melalui sudut matanya sebelum kembali menutup kelopak matanya tanpa suara seolah tindakan singkat tadi tidak pernah terjadi.

__ADS_1


Gerakan Yu Feng sepenuhnya ditangkap oleh Wei Lan melalui pantulan samar pada kaca jendela. Pemuda elf itu tersenyum singkat dan menggeleng kepalanya secara mental.


Manusia ini perlu lebih banyak bergaul...


__ADS_2