The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 51: Menguji BaiLi Yun Xiao


__ADS_3

Kata-kata BaiLi Yun Hua mengejutkan BaiLi Yun Xiao.


Ketegangan yang menarik otot wajah BaiLi Yun Xiao tentu saja tidak luput dari pandangan tajam BaiLi Yun Hua. Dia sengaja mengatakan serangkaian kata-kata ini dengan tindakan tidak bersalah. Dari luar mungkin kedengarannya seperti BaiLi Yun Hua sangat terharu dengan kebaikan BaiLi Yun Xiao, namun kalimat terakhirnya sebenarnya menyiratkan makna tertentu.


Kalimat terakhir BaiLi Yun Hua secara tidak langsung mengungkapkan kalau BaiLi Yun Xiao telah bertindak dan melakukan pekerjaan seorang pelayan yang benar-benar menjatuhkan status terhormat orang ini.


BaiLi Yun Xiao pasti terkejut dengan ungkapannya. Bagaimana tidak, selama ini BaiLi Yun Xiao dihormati dan dipuja-puja di wilayah ras naga dengan popularitas yang setingkat dewa. Tidak sampai di situ, orang ini juga sudah menjadi bahan panutan oleh berbagai pihak di seluruh dunia. Tidak ada yang berani mengungkapkan atau melakukan tindakan yang tidak menghormatinya, namun BaiLi Yun Hua telah menarik jatuh status Tuan Muda Pertama Klan BaiLi hingga ke derajat seorang pelayan.


BaiLi Yun Hua agak penasaran dengan reaksi orang ini. Kalau itu dulu, BaiLi Yun Hua tidak akan seceroboh ini dalam bertindak di depan BaiLi Yun Xiao, namun BaiLi Yun Xiao baru-baru ini mengaku ingin menebus pengabaian yang dialami BaiLi Yun Hua selama 17 tahun dan ingin menjalin hubungan baik dengan dirinya.


Sejauh ini BaiLi Yun Hua memang cukup goyah setelah semua yang dilakukan oleh BaiLi Yun Xiao untuk dirinya. Tidak bisa dipungkiri kalau hatinya agak melembut setelah semua kebaikan yang ditawarkan oleh BaiLi Yun Xiao. Dia tidak sebenci dulu lagi, tapi kewaspadaan masih bersarang dan bersembunyi dalam dirinya untuk mengantisipasi kemungkinan penghianatan yang mungkin akan dilontarkan padanya.


BaiLi Yun Hua agak penasaran. Dia ingin tahu sejauh mana BaiLi Yun Xiao akan mentolerir dirinya dan terus menegakkan kata-kata yang dijanjikan dari bibirnya itu. Apakah orang ini akhirnya akan memecahkan fasad jelek yang tersembunyi di balik wajah ramah dan penuh belas kasih itu?


BaiLi Yun Hua tidak berhenti berpura-pura, namun matanya juga dengan cermat mengamati semua reaksi BaiLi Yun Xiao dengan hati-hati tanpa melewatkan sedikit pun tanda-tanda emosi yang mungkin akan terungkap di wajah itu. Dia dengan sabar menunggu BaiLi Yun Xiao menunjukkan tanda-tanda kemarahan atau ketidaksenangan atau bahkan jijik. Dan jika memang orang ini menunjukkan sedikit pun jejak mencurigakan, itu artinya semua yang diberikan kepadanya selama ini adalah jenis kebohongan yang dimainkan dengan cermat.


Pikiran gelap naik melilit benak BaiLi Yun Hua dalam menantikan kemungkinan yang diantisipasinya. Dan jika orang ini ternyata sedang memainkan permainan ini padanya...


BaiLi Yun Xiao menarik sudut bibirnya dalam garis lurus dan ketat dan menarik nafas pelan sebelum tersenyum kecut.


"Jangan khawatir, Yun Hua. Mulai saat ini ketika kamu sedang sakit akan ada orang yang peduli pada kondisimu dan merawatmu dengan baik. Ketika kamu lelah dan membutuhkan sandaran, akan ada yang datang menawarkan bahu mereka untukmu. Dan ketika kamu menghadapi kesulitan yang tidak bisa kamu ungkapkan, akan ada orang yang tanpa ragu akan berdiri di sisimu."

__ADS_1


BaiLi Yun Xiao mengulurkan tangannya dan menjentikkan dahi BaiLi Yun Hua dengan senyuman hangat sebelum berujar, "Itulah sebabnya jangan pernah berpikir bahwa kamu akan selalu sendirian karena sekarang kamu memiliki teman-teman yang tidak akan ragu berdiri di pihakmu."


Pikiran gelap BaiLi Yun Hua stagnan di bawah jentikan ringan yang menyerang dahinya. BaiLi Yun Hua mengedipkan matanya dan menyembunyikan kehangatan samar yang memenuhi dadanya.


Yah... Kata-kata yang cukup enak didengar. Mungkin orang ini terlalu pintar dalam berakting, tapi dia akan membiarkannya untuk saat ini. Beberapa sosok terlintas di benak BaiLi Yun Hua dan senyuman mental membusur di benaknya.


Teman-teman yah...


Kedengarannya tidak terlalu buruk.


......................


Matahari mengambang di atas langit dan memancarkan panas yang membakar tanah di bawahnya. Untuk semua kejadian yang berlangsung sejak pagi buta ini waktu terasa benar-benar lebih lambat dari biasanya.


Matahari yang mengambang di atas kepala orang tentu saja akan membuat siapa pun merasa terlalu gerah untuk keluar rumah, tapi kondisi ini tidak berlaku untuk para kultivator yang menghuni akademi. Tanah mungkin terasa menyengat karena panas, namun uap panas ini tidak akan membuat para kultivator ini merasa terbakar.


Penonton yang duduk di bangku batu yang mengelilingi arena ini terlihat senyaman biasanya. Setiap posisi kosong sudah kembali terisi mengingat pertandingan kedua akan segera dimulai. Lantai arena yang sebelumnya tampak seperti baru dihancurkan oleh bencana apa pun itu sekarang sudah pulih ke kondisi kemegahan awalnya.


Yu Feng sudah pindah dari tempat sebelumnya ke posisi yang lebih dekat dengan arena. Karena pertandingan sekarang dibuka untuk tingkatan kedua, baris terdepan telah dipenuhi oleh para siswa tingkatan kedua untuk mempermudah mereka yang akan naik ke arena.


Sama seperti kompetisi antar kelas tingkatan pertama sebelumnya, untuk tingkatan kedua masing-masing kelas mengeluarkan 6 peserta dalam satu tim.

__ADS_1


Yu Feng berada di kelas Yue Qing Ye dan BaiLi Yun Xiao. Mengingat kejadian sebelumnya, dia agak ragu kalau kedua gurunya masih menonton kompetisi saat ini. Kondisi BaiLi Yun Hua terlalu tidak stabil untuk dibiarkan begitu saja. Mungkin kedua guru kelas mereka sudah meninggalkan tempat ini sejak lama.


Yu Feng termasuk salah satu yang akan mewakili kelasnya. Di sampingnya duduk Wei Lan yang juga menjadi bagian dari enam peserta kelas mereka. Wei Lan cukup pendiam hari ini. Mungkin adegan pertandingan sebelumnya memberikan dampak kuat untuk kepercayaan diri bocah ini.


Setelah tinggal satu atap selama berminggu-minggu dengan Wei Lan, Yu Feng sudah hampir terbiasa dengan kepribadian teman serumahnya. Wei Lan mungkin bertingkah seperti anak elf yang murni dan tidak bersalah dengan mengandalkan penampilannya itu, tapi satu hal yang tidak pernah luput dari mata Yu Feng adalah kesombongan bocah ini yang tidak sepenuhnya tertutup.


Di kelas, Wei Lan yang terlihat seperti bocah lugu dan ceria ini sebenarnya adalah salah satu yang terbaik di antara mereka. Wei Lan termasuk salah satu yang selalu menginjak posisi teratas dari setiap pelatihan yang diberikan oleh BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye.


Jadi Yu Feng sebenarnya mengerti dari mana kesombongannya itu berasal.


Dan wajar saja kalau Wei Lan mungkin tertekan dengan kejutan yang diberikan oleh siswa tingkatan pertama sebelumnya. Lagipula dua orang sebelumnya memang terlalu tidak normal...


"Menurutmu apakah kita akan menjumpai tipe yang seperti tadi?"


Yu Feng menatap ke depan cukup lama sebelum menyadari bahwa pertanyaan itu ditujukan kepadanya. Dia memalingkan kepalanya sedikit dan melihat Wei Lan sudah mengalihkan pandangan lurusnya ke arah dirinya.


"Kemungkinannya tidak besar namun masih mungkin terjadi," ujar Yu Feng setelah kembali menatap ke depan dengan pandangan datar.


"Yah... biarpun begitu kita masih akan meraih peringkat pertama kan."


Kata-kata Wei Lan tidak terdengar seperti pertanyaan tidak pasti, melainkan pernyataan yang serius.

__ADS_1


Yu Feng kembali menatap orang di sampingnya dan melihat kepercayaan diri di balik pupil hijau pemuda itu yang membawa senyuman penuh tekad.


"Ya, kita akan memenangkan pertandingan ini."


__ADS_2