The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 60: Tiga Pasien


__ADS_3

Kalimat Mu Xiang diucapkan dengan serius tanpa campuran emosi rumit di dalamnya.


"Kami menyerah."


Kalimat itu membuat tim lawan saling memandang sebelum menarik kembali semua kekuatan mereka.


Setelah kata-kata Mu Xiang jatuh, layar transparan kembali muncul dan secara otomatis meresmikan kemenangan kelas A.


Wei Lan mengangkat Yu Feng dengan pelan. Dia membalik pemuda yang berbaring pingsan di lantai dengan hati-hati. Satu sentuhan pada bahu Yu Feng sudah cukup membuat Wei Lan menyadari kalau tulang pemuda itu patah. Tidak hanya patah, tapi mungkin juga sendinya sedikit rusak.


Mu Xiang dan pemuda lainnya mendatangi mereka untuk membantu Wei Lan memindahkan Yu Feng.


"Beberapa tulangnya mungkin patah atau hancur, kita harus lebih berhati-hati ketika mengangkatnya," ujar Wei Lan. Pemuda elf ini sekarang tidak lagi memiliki senyuman kesombongan yang suka dimainkannya. Wei Lan menginstruksikan teman-teman nya bagaimana cara aman untuk menggerakkan Yu Feng tanpa melukai pemuda itu lebih jauh dari yang sudah ada.


Setelah mereka turun dari arena, tiga orang asing mendatangi mereka. Wei Lan dan teman-temannya langsung mengenali lambang yang tercetak pada pakaian orang asing itu. Itu adalah corak yang sering mereka lihat di jubah panjang Yue Qing Ye, lambang klan Yue.


Dua orang masing-masing membawa teman mereka yang terlempar keluar arena tadi dan satu lagi mendekati mereka dengan wajah ramah, "Kami datang menjemput kalian untuk bertemu dengan guru kalian. Mereka sudah menunggu kalian di atas sana."


Anggota klan Yue itu ingin mengambil alih Yu Feng dari pelukan Wei Lan, namun pemuda itu segera menggerakkan tangannya ke samping dan menepis bantuan itu dengan serius, "Terima kasih, tapi tidak perlu. Yu Feng memiliki beberapa tulang yang patah dan tidak bisa sembarangan digerakkan. Aku mengerti sedikit dengan keterampilan medis, jadi biarkan aku saja yang menahannya untuk saat ini."


Anggota klan Yue tersebut mengangguk dan segera membawa kelompok itu menuju formasi teleportasi yang akan membawa mereka menuju ruangan VIP tempat kelompok Yue Qing Ye dan BaiLi Yun Xiao berada.


Setelah formasi diaktifkan, Wei Lan bisa merasakan kalau bobot di seluruh tubuhnya tiba-tiba terasa ringan dan pandangannya menggelap sejenak, namun hal itu hanya berlangsung selama kurang dari tiga detik. Ketika indranya kembali ke tingkat normal, Wei Lan menyadari kalau lingkungannya sudah berubah.


Mereka berada di sebuah ruangan seperti rumah pribadi yang cukup mewah. Dan di tempat itu sudah ada beberapa orang yang menunggu mereka termasuk kedua guru mereka.


BaiLi Yun Xiao mengarahkan Wei Lan ke kamar yang sebelumnya digunakan pada BaiLi Yun Hua untuk meletakkan tubuh Yu Feng.


"Yu Feng memiliki beberapa bagian dari tulangnya yang patah, meskipun aku tidak yakin berapa banyak yang patah, tapi jumlahnya mungkin tidak sedikit," ujar Wei Lan pada BaiLi Yun Xiao sambil membaringkan Yu Feng di kasur tanpa gerakan terlalu keras yang mungkin akan melukai pemuda itu lebih jauh.

__ADS_1


Kamar itu hanya memiliki satu ranjang dengan ukuran king size, tapi meskipun begitu tidak mungkin meletakkan Yu Feng dan dua orang lainnya yang juga terluka di satu kasur. Akan terlalu sempit bagi ketiga pasien itu dan tidak akan terlalu nyaman bagi mereka untuk menangani kondisi ketiga pasien tersebut.


BaiLi Yun Xiao menoleh ke belakang dan memanggil nama Lian Yi, "Lian Yi."


Lian Yi mengangguk dan mengeluarkan dua kasur lipat tambahan dari ruang penyimpanannya sebelum mengaturnya dengan jarak tertentu di lantai.


BaiLi Yun Xiao mengangguk sekilas dan mengucapkan terima kasih pada Lian Yi sebelum meminta dua anggota klan Yue untuk membaringkan dua siswanya yang tersisa di masing-masing kasur tambahan tersebut.


"Wei Lan, kudengar kamu mengerti sedikit tentang medis kan?" tanya BaiLi Yun Xiao tanpa menolehkan kepalanya ketika dia sedang fokus memotong pakaian Yu Feng.


"Ya, aku paham sedikit," jawab Wei Lan.


"Kalau begitu tolong kamu tangani salah satu temanmu ya sementara aku mengurus Yu Feng dan Lian Yi akan mengecek kondisi salah satunya lagi. Kalau kamu menemui masalah yang tidak bisa kamu selesaikan, tanya saja pada Lian Yi atau aku," lanjut BaiLi Yun Xiao yang menolehkan pandangannya kepada Mu Xiang dan temannya yang bersarang di pintu.


"Kalian boleh menunggu di luar saja. Jangan berkerumuan di pintu seperti itu dan jangan ada yang masuk ketika kami belum selesai," ujar BaiLi Yun Xiao sebelum kembali menggerakkan tangannya untuk menghancurkan pakaian Yu Feng seperti yang sebelumnya pernah dilakukannya pada BaiLi Yun Hua.


Wei Lan mendengar kalimat BaiLi Yun Xiao dan fokus mengamati salah satu temannya. Dia tidak merobek pakaian temannya seperti yang dilakukan gurunya pada Yu Feng, tetapi dengan rapi membuka baju pasien itu. Untungnya orang ini memakai kemeja biasa.


Pasien yang ditangani Wei Lan adalah seorang pria jadi dia tidak perlu merasa terlalu canggung. Selain itu orang ini sedikit lebih bersih dan tidak memiliki luka robek atau sayatan kecuali beberapa goresan dan lecet di lengan dan kakinya.


Wei Lan menatap serius memar di dada temannya yang sudah menyebar luas dengan bilur yang agak menyeramkan. Menekan sedikit pada beberapa bagian yang memar, pikiran Wei Lan langsung merumuskan beberapa bahan obat yang perlu diresepkannya.


Hmm... dua rusuk tengah yang patah... tapi untungnya tidak menusuk paru-parunya...


*D*an dislokasi di bahu kiri...


Begitu kesimpulan dibuat, Wei Lan langsung mengeluarkan beberapa ramuan obat yang dibuatnya secara pribadi ketika sedang memiliki waktu luang. Dislokasi di bagian bahu tidak sulit ditangani, yang lebih merepotkan adalah tulang rusuk yang patah.


Dia mempelajari sedikit mengenai teknik penyembuhan, namun skill-nya belum sepenuhnya matang dibandingkan dengan teknik alkimianya.

__ADS_1


"Bisakah kamu menyembuhkan tulang rusuknya?"


Sebuah suara datar datang dari balik punggungnya. Wei Lan tidak berbalik, dia hanya mengiyakan pertanyaan orang itu.


"Kalau begitu selesaikan dulu yang lain, nanti aku yang akan menangani tulang rusuknya. Untuk sementara terapkan ini di dadanya," ujar Lian Yi sambil melemparkan sebuah botol obat ke kebelakang tanpa menoleh.


Ini adalah salah satu dari sedikitnya kalimat terpanjang dan terjelas yang pernah diucapkannya pada orang lain di luar dari BaiLi Yun Xiao dan anggota Penjaga Qing Yue.


Wei Lan menatap benda yang terlempar padanya dan segera mengenali obat itu begitu dia membuka tutup botol. Pandangannya sedikit berkilat saat dia mencium aroma yang menguar dari salep itu.


Obat ini... sangat bagus! Dari aroma yang tercium, Wei Lan bisa menggolongkan kualitas salep yang diberikan padanya ke level kelas atas. Selain itu ada banyak bahan di dalam salep ini yang tidak dikenalnya.


Tanpa menunda lagi, Wei Lan segera mengoleskan salep obat ke bagian dada temannya yang memar parah dengan jumlah salep yang cukup tebal. Kalau obat itu adalah miliknya, dia pasti akan merasa paru-parunya sakit ketika harus menghabiskannya dalam jumlah sebanyak itu, namun karena benda ini ditawarkan oleh orang lain dia tidak ragu menggunakannya sebanyak mungkin. Lagipula mereka mungkin akan segera naik ke arena lagi hari ini, akan buruk kalau teman-temannya tidak bisa naik ke atas arena.


Selesai mengurus memar di dada, Wei Lan dengan teliti mulai menangani luka yang tersisa. Dia menyuntikkan energi spiritualnya ke dalam bahu temannya untuk memperbaiki kembali dislokasi pada tulang bahu. Pada saat yang sama energi spiritualnya beredar ke beberapa bagian tubuh temannya tanpa melihat-lihat privasi orang terlalu lama untuk mencari luka tersembunyi yang tidak bisa dikenali dengan mata telanjang.


Beberapa luka dalam... sepertinya dari energi pedang tadi...


Setelah kekuatan spiritualnya ditarik kembali, Wei Lan mengeluarkan obat cair miliknya dan menuangkan porsi tertentu ke mulut temannya.


"Wei Lan sudahkah kamu selesai?"


Suara BaiLi Yun Xiao yang tidak terdengar semenjak pintu tertutup kembali memecah keheningan di ruangan itu.


"Ya, tinggal tulang rusuknya. Aku tidak terlalu mahir soal teknik penyembuhan," jawab Wei Lan.


"Baik, serahkan sisanya pada Lian Yi. Kamu sudah boleh keluar dan terima kasih untuk bantuanmu, Wei Lan."


"Tidak apa-apa, Guru, sudah seharusnya aku menawarkan bantuan."

__ADS_1


__ADS_2