The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 33: Perubahan BaiLi Yun Hua


__ADS_3

Xiao Yin merasakan keringat menetes dari dahinya melewati dagu dan jatuh terserap ke pakaiannya. Perasaan menyaksikan lawannya menjadi lebih kuat dan sulit diprediksi sementara dia hanya bisa berdiri diam dan menatap perkembangan lawan tanpa melakukan apa pun, benar-benar bukan jenis perasaan yang diminatinya. Bisa dibilang perasaan ini masuk ke tipe yang dianggapnya sangat menjengkelkan.


Saat ini kelompok kelas B sudah berpindah ke jarak yang menurut mereka cukup aman untuk memberi mereka kesempatan untuk bereaksi apabila ada perubahan yang tidak terduga. Lima orang mengelilingi Mo Lan yang sedang duduk bermeditasi di tengah untuk memulihkan tenaganya yang terbuang di pertempuran sebelumnya.


Karena mereka tidak bisa menghentikan kelas A, maka pilihan lain yang tersedia adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi pertempuran baru yang akan terjadi. Mo Lan adalah kekuatan utama mereka, dan gadis ini sudah cukup kelelahan dengan penggunaan kekuatan misterius tadi.


Dampak dari penggunaan kekuatan itu membuat Mo Lan tidak mungkin bisa bergantung pada kemampuan tubuhnya sendiri untuk memulihkan kecakapannya dalam periode waktu sesingkat ini. Maka alternatif lain yang dimiliki Mo Lan adalah menyerap bantuan luar untuk memulihkan dirinya.


Tidak ada aturan yang menyebutkan kalau peserta kompetisi tidak boleh membawa obat-obatan dari luar ke dalam kompetisi. Maka dari itu selama selang waktu ini, Mo Lan menelan sejumlah obat berkualitas dengan berbagai fungsi penyembuhan. Xiao Yin tidak tanggung-tanggung membiarkan saudara perempuannya mengkonsumsi botol demi botol obat kelas atas miliknya.


Sehubungan dengan harga, obat-obatan itu termasuk langka di kalangan siswa tingkatan pertama, namun Xiao Yin bahkan tidak sedikit pun ragu membiarkan semuanya masuk ke perut saudara perempuannya. Yang membuat beberapa penonton lebih membuka mata adalah daya tahan Mo Lan yang luar biasa.


Seorang kultivator umumnya hanya akan mengkonsumsi obat-obatan dengan dosis tertentu karena tubuh mereka memiliki batas untuk mencerna efek obat dan menetralisir residu yang ada pada obat.


Obat alkimia terbagi menjadi empat kelas dimana obat kelas terendah memiliki residu terbanyak dengan efek yang berfungsi kurang dari 50%. Obat kelas menengah memiliki residu yang lebih sedikit dibandingkan obat kelas terendah dengan efek obat yang mencapai 50%. Obat kelas tinggi memiliki jumlah residu yang sangat sedikit dengan efek obat yang mencapai sekitar 80%. Dan untuk obat kelas atas, obat ini tidak memiliki residu dan bekerja dengan efek 100%.


Semakin sedikit residu pada obat, semakin cepat obat tersebut diserap oleh pengguna dan semakin cepat pula efek obat tersebut bekerja. Semakin tinggi tingkatan obat tersebut, keberhasilan para alkemis untuk menghasilkannya juga akan semakin rendah. Karena itulah semakin tinggi tingkatan obat, semakin langka dan semakin mahal harga yang tersebar di pasaran.

__ADS_1


Xiao Yin mampu mengeluarkan beberapa botol pil obat berkualitas atas, itu artinya gadis ini tidak biasa. Selain itu, Mo Lan yang menelan pil obat seperti minum air ini juga membuat orang agak sesak. Kecepatan mengkonsumsi obat gadis ini agak menakutkan. Meskipun obat kelas atas tidak memiliki residu, namun tetap saja tubuh masih perlu memproses efek obat tersebut.


Dengan kecepatan Mo Lan mengkonsumsi obat-obatan, tidak akan heran kalau gadis ini akan tiba-tiba terkena efek serangan balik. Tapi sampai sekarang, penonton tidak melihat efek negatif apa pun yang terjadi pada gadis ini.


BaiLi Yun Hua duduk bersila di lantai dan memandang tim lawannya. Semenjak tim lawan mulai menjauh dan mengumpulkan energi, dia juga turun ke posisi yang sama. Dia tidak perlu khawatir dengan serangan diam-diam dari luar karena dalam kondisinya saat ini dia rasa tidak ada di antara anggota tim kelas B yang mampu mengganggunya, kecuali pemimpin tim lawan. Namun kelihatannya gadis itu sekarang juga tidak dalam kondisi prima.


Berbicara soal kondisi timnya sekarang, BaiLi Yun Hua tidak menyangka formasi klan Li yang mereka pelajari akan begitu berguna. Tidak hanya berguna, tapi juga efeknya sangat menyenangkan. Dia bisa merasakan energi asing yang memenuhi dirinya sepadat mungkin. Biar pun energi ini menginvasi dirinya, namun tidak ada dampak penolakan yang terasa dari tubuh fisiknya.


Bagian menyenangkan yang dimaksudnya tidak hanya karena mereka memiliki waktu untuk beristirahat dan memikirkan rencana selanjutnya dengan rasional, tepatnya bukan mereka, tapi hanya dia. BaiLi Yun Hua bisa merasakan banyak dari kelelahan dan luka fisiknya mulai memudar hingga hampir mati rasa. Jika bukan karena bekas darah yang sudah mengering masih menempel pada pakaiannya, rasanya akan seperti luka itu tidak pernah ada.


Mungkin karena energi baru yang memenuhinya...


Apa pun itu, seharusnya semua akan kembali normal seperti semula setelah pertandingan ini selesai.


BaiLi Yun Hua memejamkan matanya saat dia merasa kalau aliran energi asing yang masuk semakin menipis hingga akhirnya terputus. Saat ini tubuhnya terasa luar biasa nyaman. Selama tujuh belas tahun hidupnya, ini kedua kalinya dia merasa sangat penuh, sangat bersemangat. Hampir terasa seperti dia bisa melakukan latihan ekstrim harian di kelasnya dengan daya tembak lima kali lebih kuat dan dia tidak akan lelah biar pun harus melakukannya selama sehari semalam.


BaiLi Yun Hua tersenyum dan membuka matanya. Dia tidak tahu kalau penampilannya saat ini terlihat seperti orang yang berbeda di mata penonton. Terutama pupil matanya yang bersinar dengan cahaya ungu pekat yang misterius.

__ADS_1


Saat melihat BaiLi Yun Hua berdiri, anggota tim kelas B menjadi lebih tegang. Mau tak mau mereka merasa sangat tidak enak dengan penampilan berbeda pemuda itu.


"Apa sih yang terjadi sama orang itu? Seperti kesurupan saja...," gumam Xiao Yin.


BaiLi Yun Hua mengangkat tangan kirinya dan mengepalkannya di depan mata. Pandangan kagum dengan sentuhan memuaskan mendarat di kepalan tangannya. Yang lain tidak tahu apa maksud dari tindakannya, namun hanya dia sendiri yang paham betapa bahagianya dia saat ini. Dia bisa merasakan kekuatan fisiknya jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Kalau dia berhadapan dengan benang-benang aneh lawannya saat ini, BaiLi Yun Hua yakin dia tidak akan begitu kesulitan menyingkirkan benda-benda itu.


Dengan tatapan tegas, BaiLi Yun Hua memandang empat temannya yang sekarang sudah berkumpul di sisi lain arena. Dari empat orang satu sudah lama koma, tiga masih sadar namun dua di antaranya memiliki kondisi yang terlihat hampir setengah mati. Hanya satu orang yang diyakini BaiLi Yun Hua masih mampu mempertahankan keadaan pikiran yang lumayan bersih.


Ketika tatapan BaiLi Yun Hua bertemu dengan temannya yang paling sadar, temannya mengangguk dan menggunakan darahnya sendiri untuk melukis sederet simbol aneh di lantai dengan cekatan sebelum mengeluarkan batu hitam kecil dan meletakkannya di tengah simbol.


Simbol kecil tersebut bersinar dengan campuran merah dan ungu yang terang sebelum menyebar membentuk lingkaran yang mengelilingi keempat orang tersebut. Penghalang transparan dengan aura gelap perlahan naik dan menyelimuti keempatnya dalam setengah lingkaran yang sempurna.


Sebelum penghalang tersebut sepenuhnya terbentuk, tiga serangan berbeda menghampiri keempatnya. Tiga anggota kelas A yang masih sadar menatap serangan yang datang dengan nafas tertahan.


Gawat!

__ADS_1


__ADS_2