The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 15: Kenangan BaiLi Yun Hua


__ADS_3

Setelah menunggu selama setengah hari, para penanggung jawab saluran khusus akhirnya muncul. Ketiga penatua tersebut mengenakan seragam akademi dengan setumpuk kertas di tangan mereka.


Ketiganya mengucapkan kata sambutan yang panjang secara bergiliran. Mereka dengan bangga memuji orang-orang yang berbakat dan menyemangati mereka yang kurang berbakat. Setelah lama berbicara, mereka akhirnya sampai kepada topik utama.


"Hasil setiap siswa dicetak di kertas yang akan kami bagikan. Setelah tiga hari, bawa hasil tes kalian untuk melapor. Kalian dapat melihat tingkatan dan kelas kalian di kertas masing-masing."


Setelah kertas dibagikan, orang-orang yang menguji secara resmi telah menjadi siswa baru Luo Xing Academy. Para penanggung jawab berseri-seri ketika membagikan hasil tes siswa dari bakat biru ke atas.


BaiLi Yun Hua "..."


Penatua yang memberikan hasil tesnya tersenyum ramah dan memandangnya seolah memandang cucunya.


Ketika semuanya selesai, BaiLi Yun Xiao membiarkan kelompoknya bubar. Mereka bebas bepergian.


"Setelah kalian selesai berkeliling, kembalilah ke penginapan."


Semuanya telah diterima di Luo Xing Academy, mulai sekarang mereka akan tinggal di Kota Luo Xing dalam waktu yang cukup lama. Kesempatan untuk saling bertemu pasti tidak banyak lagi, tidak mungkin terus mengandalkan orang lain. Mereka harus bisa mengurusi diri masing-masing.


Semuanya berpisah, termasuk BaiLi Yun Yi dan BaiLi Yun Lan.


Yue Qing Ye juga perlu kembali untuk mengatur anggota klan Yue.


BaiLi Yun Hua sedikit ragu-ragu, dia memiliki pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada BaiLi Yun Xiao, tetapi dia tidak tahu harus bagaimana memulainya.


"Jika kamu tidak keberatan, kita bisa berjalan bersama."


Tanpa diduga, orang yang memulai percakapan adalah BaiLi Yun Xiao. Dia mungkin telah menebak bahwa BaiLi Yun Hua memiliki sesuatu untuk dikatakan kepadanya.


Gerbang Luo Xing Academy lebih ramai daripada sebelumnya. Orang-orang berkumpul untuk menunggu giliran mereka dan yang telah menerima hasil langsung kembali.


Mereka berjalan di jalan yang cukup sepi sebelum BaiLi Yun Hua memanggil, "Tuan Muda."


"Ya?" BaiLi Yun Xiao menghentikan langkahnya dan menatap BaiLi Yun Hua, menunggu pertanyaannya.


"Bagaimana kamu mengetahuinya?"


"Mengetahui bahwa kamu diam-diam memulai jalan kultivasi atau mengetahui bahwa kamu menyembunyikan bakatmu?"


BaiLi Yun Hua berkedip, Sepertinya dia masih belum mengetahui bahwa aku adalah seorang darah murni.


"Dua-duanya," jawab BaiLi Yun Hua.


BaiLi Yun Xiao tersenyum, "Sebenarnya aku juga terkejut. Jika bukan karena malam ketika Yun Yi dan Yun Lan melakukan terobosan, serta Si Ying yang membuat kekacauan, aku tidak akan mengetahui hal ini."


BaiLi Yun Hua berpikir, Jadi bukan karena dia telah mencari tahu sejak awal. Orang ini sebenarnya murni ingin membantunya?


"Aku hanya tidak mengerti."


BaiLi Yun Xiao berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Mengapa menyembunyikannya? Selain itu, darimana datangnya kemampuan untuk menyembunyikan bakat itu?"


BaiLi Yun Hua diam.


"Sebelumnya aku hanya menebak. Ketika aku menyuruhmu untuk menunjukkan bakat tingkat hitam, kupikir kamu memiliki kemampuan untuk menyembunyikan penilaian bakatmu dan ternyata aku benar."


"Jadi kamu mengujiku?"


"Iya. Namun, bahkan jika kamu tidak mampu melakukannya, aku yakin bahwa bakatmu pasti tidak akan lebih buruk dari tingkat biru."


"Sebenarnya Yun Hua...," BaiLi Yun Xiao menghentikan langkahnya.


BaiLi Yun Hua sedikit terkejut dengan panggilan dekat ini. Biasanya BaiLi Yun Xiao akan memanggilnya dengan nama lengkapnya. Hanya BaiLi Yun Yi dan BaiLi Yun Lan yang memanggilnya begitu.


"Aku tahu kamu memiliki perasaan yang tidak menyenangkan terhadap klan BaiLi. Klan mengabaikanmu selama tujuh belas tahun dan membuatmu menerima penghinaan. Hatimu dingin, aku mengerti. Aku tidak bisa memintamu untuk melepaskan kebencian selama tujuh belas tahun begitu saja, tetapi aku ingin meminta maaf atas nama klan."


BaiLi Yun Xiao membungkuk, "Tolong maafkan kami."


Pupil BaiLi Yun Hua menyusut, dia tanpa sadar mundur selangkah. Dia tidak menyangka orang ini tiba-tiba akan seperti ini.


Bohong jika mengatakan bahwa dia tidak menikmati sikap rendah BaiLi Yun Xiao. Kata-kata orang ini mengingatkannya akan semua mimpi buruk yang dideritanya.


Selama tujuh belas tahun. Sejak hari dia tiba di dunia ini, dia ditinggalkan di tanah tandus sendirian. Dipukuli dan dimarahi oleh orang lain. Dia hanya bisa bersembunyi di gubuk lusuhnya ketika terluka. Dia hanya seorang anak, tetapi tidak ada yang menunjukkan belas kasihan.

__ADS_1


Ketika berusia dua tahun, dia harus mencari makanan sendiri. Dia dipukuli dengan tongkat kayu oleh para pengurus di dapur ketika ketahuan mencuri roti. Mereka bahkan memukulinya hanya untuk makanan basi.


Dia selalu menangis di malam hari. Dia tidak mengerti, mengapa semua orang membencinya. Seorang anak yang tidak mengerti apa-apa hanya bisa terus berharap akan kedatangan orang lain untuk menghiburnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia akhirnya berhenti berharap. Anak itu akhirnya mengerti, tidak ada yang akan datang membantunya, tidak ada gunanya meratap. Dia hanya bisa mengandalkan dirinya karena dia adalah anak yang ditinggalkan oleh klannya sendiri.


Perasaan ditinggalkan, dihina, dan dipukuli setiap detik hanya untuk sebuah roti basi, bagaimana bisa seorang tuan muda yang hidup dikelilingi oleh tumpukan emas mengerti kehidupan rendah yang dijalaninya?


Benci. Bagaimana bisa dia tidak membencinya?


Dia bahkan bermimpi berkali-kali untuk mengubah klan BaiLi menjadi lautan darah, menginjak tulang-tulang mereka di bawah sol sepatunya.


Pertama kali dia melihat BaiLi Yun Xiao adalah ketika dia berusia sembilan tahun. Saat itu dia diam-diam keluar untuk menjual rumput obat yang dipetik di bukit yang ditinggalkan di wilayah klan BaiLi.


Berdiri di antara kerumuan, dia menatap anak berusia sebelas tahun yang duduk di atas kuda putih yang merupakan hewan iblis tingkat 3. Anak itu dikelilingi oleh barisan pengawal.


BaiLi Yun Hua dapat mendengar bisikan di sekitarnya.


"Bukankah itu Tuan Muda BaiLi, permata klan BaiLi?"


"Kami sangat beruntung dapat melihat Tuan Muda BaiLi. Meskipun masih anak-anak, dia sudah menunjukkan kharisma seorang pemimpin."


"Ai...apa yang dilakukan para pengawalnya? Mengapa membiarkan tuan mereka berkeliaran di tempat yang ramai? Bagaimana jika Tuan Muda dalam bahaya?"


"Ya, kudengar Tuan Muda telah berada dalam situasi yang berbahaya berkali-kali. Dia bahkan hampir dimasak di panci obat ketika berusia tujuh tahun."


"..."


Bisikan di sekitar BaiLi Yun Hua memberitahunya identitas anak itu.


Iri.


Begitulah perasaan BaiLi Yun Hua ketika pertama kali melihat BaiLi Yun Xiao. Pemuda itu sangat bersinar di bawah cahaya matahari, sedangkan dirinya? Tampak seperti tikus jalanan yang bersembunyi dalam kegelapan.


Iri, juga benci.


Anak itu adalah permata klan BaiLi, jika dia dihancurkan...


Ide yang berbahaya terlintas di benak BaiLi Yun Hua yang berusia sembilan tahun, tetapi pemikiran itu segera ditekan.


BaiLi Yun Hua meninggalkan kerumuan, tetapi pada saat itu dia berpikir bahwa dia seharusnya tidak keluar.


BaiLi Yun Hua menjadi panik. Ketika dimasukkan ke sebuah ruangan, karung di kepalanya dilepaskan dan dia dapat melihat kumpulan anak-anak dalam berbagai usia yang ketakutan dan menangis. Yang mengejutkan, dia melihat seorang anak yang dikenalnya.


Anak itu berbeda dengan anak-anak di sekitarnya. Tangan dan kakinya diikat dengan rantai khusus yang mampu menahan kultivator. Bibirnya disumpal dengan kain yang tidak diketahui asalnya. Penampilannya sedikit berantakan, namun tidak ada kepanikan di matanya.


BaiLi Yun Hua dilemparkan ke lantai di dekat BaiLi Yun Xiao.


Para pedagang anak mendiskusikan kemana mereka akan menjual kelompok anak yang kekurangan gizi ini. Topik diskusi perlahan berubah menjadi BaiLi Yun Xiao. Mereka ternyata mengenal identitas Tuan Muda BaiLi yang terkenal ini dan menangkapnya dengan sengaja.


Seorang penculik meremas wajah BaiLi Yun Xiao, "Wajah putih kecil ini benar-benar hasil dari dibesarkan dengan sendok emas. Sangat lembut."


"Hei! Jangan meninggalkan bekas. Bagaimana kita akan menjelaskan kepada pembeli jika barangnya lecet?"


BaiLi Yun Xiao menatap dingin pedagang yang menyentuh wajahnya.


"Huh! Anak ini masih sombong. Dia berani memelototiku."


"Sudahlah biarkan saja, bagaimanapun dia lebih berharga dibandingkan semua barang disini. Ayo cepat, kita tidak bisa tinggal disini terlalu lama."


Sebelum pergi, para penculik mengunci pintu sehingga ruangan yang awalnya sudah redup menjadi lebih redup.


BaiLi Yun Hua tidak bergerak sejak dilempar ke lantai. Dia berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari perhatian. Tangannya diikat di belakang punggung sehingga sulit baginya untuk bangun.


Ketika dia sedang berusaha berbalik, lengannya di tendang. BaiLi Yun Hua memalingkan kepalanya dan menatap sepasang kaki yang terikat mendorong pecahan keramik kepadanya. Dia menatap pemilik kaki tersebut dengan tatapan terkejut.


BaiLi Yun Xiao tidak dapat melihat terlalu jelas di kegelapan, tetapi dia dapat melihat sepasang mata besar yang linglung, dan tanpa sadar ingin tersenyum. Namun, kain yang menyumbat bibirnya mencegahnya melakukan itu.


BaiLi Yun Xiao berkedip, dia tidak tahu apakah anak ini dapat melihat dengan jelas. Dia menghentakkan kakinya dan mendorong keramik lebih dekat kepada si kecil.


BaiLi Yun Hua berputar dan mengambil keramik, tetapi sulit untuk memotong tali terutama ketika dia tidak dapat melihat tali di punggungnya.


BaiLi Yun Xiao kembali menendangnya dan membuat gerakan isyarat dengan kepalanya.

__ADS_1


Melihat BaiLi Yun Xiao terus mengangguk-anggukkan kepalanya dan menatap ke lantai di sampingnya, BaiLi Yun Hua merasa tidak dapat dijelaskan.


"..."


BaiLi Yun Xiao terus mengulangi gerakannya hingga BaiLi Yun Hua bertanya dengan suara pelan, "Pindah ke sampingmu?"


Tuan Muda BaiLi dengan antusias mengangguk. Matanya menyipit karena kegembiraan kekanak-kanakan.


BaiLi Yun Hua diam-diam bergeser ke samping BaiLi Yun Xiao. Anak-anak lainnya tidak menyadari interaksi mereka.


Tangan BaiLi Yun Xiao dirantai di depan, sehingga dia dapat dengan mudah mengambil pecahan keramik dari tangan BaiLi Yun Hua dan memotong talinya.


BaiLi Yun Hua menunggu hingga beberapa saat kemudian tali di tangannya dilonggarkan. Dia mengambil alih keramik dan tanpa mengeluarkan suara mulai memotong tali yang mengikat kakinya. Setelah memotong dalam waktu yang lama, tali hanya sedikit aus. BaiLi Yun Hua menyadari bahwa sangat sulit memotong tali dengan keramik, jadi bagaimana BaiLi Yun Xiao melakukannya dalam waktu singkat?


Mungkin melihatnya belum memotong tali setelah begitu lama, BaiLi Yun Xiao mengambil keramik dan mengisyaratkan BaiLi Yun Hua dengan matanya.


BaiLi Yun Hua memindahkan kakinya ke pangkuan BaiLi Yun Xiao dan Tuan Muda BaiLi mulai memotong tali dengan cekatan. Hanya beberapa kali gesekan, tali yang sudah aus terputus.


Membuang tali ke samping, BaiLi Yun Hua mengeluarkan sumbat kain dari mulut BaiLi Yun Xiao.


BaiLi Yun Xiao menghirup udara beberapa kali dari mulutnya dan kemudian berbisik, "Terima kasih."


BaiLi Yun Hua merasa kompleks, baru beberapa saat yang lalu dia memiliki ide buruk untuk orang di sampingnya dan sekarang dia dan orang ini mengalami musibah yang sama. Terlebih lagi setelah melihat penampilan menyedihkan anak yang dua tahun lebih tua darinya, BaiLi Yun Hua tidak merasakan perasaan bahagia sedikit pun. Dia lebih suka melihat orang ini tersenyum di bawah sinar matahari dengan penampilan megah daripada melihatnya meringkuk di tempat kotor ini dengan kondisi menyedihkan.


Melihat anak di sebelahnya diam, BaiLi Yun Xiao tersenyum dan menghibur, "Jangan takut. Aku tidak akan membiarkan mereka menjualmu. Kita pasti akan keluar dari sini."


BaiLi Yun Hua benar-benar terdiam. Dia tidak mengerti apa yang dipikirkan orang ini. Jelas kondisi BaiLi Yun Xiao lebih buruk darinya. Para pedagang akan menjualnya kepada orang-orang yang ingin mendapatkan darah suci. Tetapi disini Tuan Muda BaiLi bukan hanya tidak panik, dia bahkan punya waktu mengkhawatirkan orang lain?


BaiLi Yun Xiao sedikit tidak berdaya, dia sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Tetapi anak-anak lainnya tentu tidak. Di antara anak-anak di ruangan ini, hanya anak ini yang tidak panik atau menangis, tetapi melihat rekasinya yang lambat dia pasti kebingungan dengan situasi ini.


BaiLi Yun Xiao menghela nafas dan mengangkat tangannya untuk menghapus debu di wajah BaiLi Yun Hua dengan lengan bajunya. Debu yang tebal segera mengotori jubah putihnya.


BaiLi Yun Hua tertegun. Tangan yang membersihkan wajahnya menepuk pelan kepalanya, "Jangan khawatir, kakak berjanji pasti akan mengeluarkanmu."


BaiLi Yun Hua terbelalak, dia menyentuh kepalanya dengan kedua tangan. Ini pertama kalinya seseorang membantunya membersihkan wajahnya, ini juga pertama kalinya seseorang menepuk kepalanya dengan penghiburan...


BaiLi Yun Xiao merasa geli dengan ekspresi si kecil. Setelah wajah si kecil dibersihkan, fitur wajahnya semakin jelas. Dia sedikit takjub, anak ini ternyata memiliki fitur wajah yang sangat cantik. Pipinya tirus, tetapi matanya sangat besar dan bersinar.


BaiLi Yun Xiao tidak bisa menahan diri dan mencubit pipi tipis BaiLi Yun Hua. Dia mulai kecanduan memainkan kedua pipi BaiLi Yun Hua.


BaiLi Yun Hua "..."


BaiLi Yun Xiao menghela nafas pelan, "Sangat tipis, tapi tetap imut. Bagaimana bisa kamu tumbuh secantik ini. Kamu bukan anak perempuan, kenapa dagingmu sedikit sekali..."


BaiLi Yun Hua "..."


"Setelah kamu kembali ingat makan lebih banyak daging, kamu masih dalam masa pertumbuhan. Jika kamu makan sangat sedikit, nanti kamu tidak akan tumbuh tinggi di masa depan."


Tatapan BaiLi Yun Xiao tiba-tiba menjadi melankolis, "Kamu mengingatkanku pada adikku. Dia juga pasti sangat kurus sepertimu. Sudah bertahun-tahun aku tidak melihatnya, aku tidak tahu bagaimana penampilannya sekarang."


BaiLi Yun Hua mendengarkan bisikan Tuan Muda BaiLi dalam diam. Seingatnya BaiLi Yun Xiao hanya memiliki seorang adik yaitu BaiLi Yun Yi, tetapi tidak mungkin mereka tidak bertemu selama bertahun-tahun. Jadi siapa yang dibicarakannya?


Adik yang kurus sepertinya? Bagaimana mungkin. Dia kurus karena kelaparan, bagaimana mungkin adik Tuan Muda BaiLi yang hidup dalam kemewahan bisa seperti dirinya?


BaiLi Yun Xiao terus mengajaknya berbicara hingga tengah malam, ketika pintu dibanting terbuka dan mereka ditemukan oleh pengawal BaiLi Yun Xiao.


BaiLi Yun Xiao ingin mengirimnya kembali, tetapi dia menolaknya. Dia akan kembali ke klan BaiLi, mustahil membiarkan BaiLi Yun Xiao mengantarnya.


Akhirnya tuan muda kecil ini menyerah dan memberinya sekantong uang. Dia menyuruhnya membeli daging untuk dimakan.


Ini pertama kalinya BaiLi Yun Hua melihat uang yang sangat banyak, ini juga pertama kalinya ada orang yang dengan hangat menyuruhnya makan lebih banyak.


Sungguh ironis. Orang yang dibencinya justru orang yang memberikan pengalaman pertama yang tidak terhitung jumlahnya. Dia ingin membencinya, tetapi menemukan bahwa sumber kebencian itu telah digantikan dengan rasa sedih yang menyakitkan.


Orang yang mengulurkan tangan dan memberinya kehangatan yang dirasakan pertama kali seumur hidup, ternyata musuhnya.


BaiLi Yun Hua merasakan pipinya basah, dia menyeka wajahnya dengan kasar. BaiLi Yun Xiao telah lama pergi di bawah desakan pengawalnya.


Dia melihat ke sekeliling, di gang yang sepi ini, hanya ada dia sendiri.


Dengan kantong uang yang diberikan BaiLi Yun Xiao, BaiLi Yun Hua akhirnya mampu menikmati daging untuk pertama kalinya. Dia berusaha menyimpan sisa uang, tetapi setelah setahun lewat, dia akhirnya menghabiskannya. Kenangan ini simpan di pikiran terdalamnya dan seiring berjalannya waktu, dia melupakan anak yang memberinya kehangatan itu. Dia tumbuh semakin dewasa dan pikirannya semakin dingin.

__ADS_1


BaiLi Yun Hua mulai belajar bahwa dia juga seorang darah suci, dia mulai merencanakan, berkultivasi, melakukan berbagai hal yang berbahaya.


Kenangan yang meninggalkan sedikit kesan hanya menjadi masa lalu belaka.


__ADS_2