The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 79: Bermain (2)


__ADS_3

Yue Qing Ye kecil yang baru berusia dua tahun itu memiliki pandangan kebingungan ketika mendengar jawaban gadis pengasuhnya.


Bermain?


Kata itu sangat asing bagi Yue Qing Ye kecil. Dia telah mempelajari begitu banyak hal dari gurunya, namun istilah 'bermain' ini bukan sesuatu yang pernah dia dengar.


Yue Qing Ye kecil menundukkan kepalanya sedikit dan jatuh dalam perenungan dalam, bayi mungil yang berusia dua tahun itu berusaha menggali semua ilmu yang telah dipelajarinya namun dia masih tidak bisa mengetahui arti dari kata 'bermain' yang disebutkan oleh pengasuhnya. Dia memiliki memori yang sangat baik dan mampu menghapal semua yang dia pelajari tanpa melupakannya, jadi itu artinya kata 'bermain' ini pasti tidak pernah diajarkan kepadanya.


Yue Qing Ye kecil selalu ditanamkan ide untuk tampil sempurna dan harus mampu memahami segala hal, karena itulah bayi kecil tersebut dengan tegas mengangkat kepalanya dan bertanya kepada pengasuhnya, "Apa artinya kata 'bermain'?"


Gadis remaja itu membeku. Kali ini Yue Qing Ye bisa merasakan kejanggalan pada pengasuhnya. Dia memegang belati di tangannya dengan lebih erat, namun wajahnya tidak berubah. Sebaliknya gadis remaja itu telah melihat semua gerak-gerik tuan mudanya dan kesedihan tiba-tiba naik ke matanya.


Sang gadis pengasuh tahu kalau Yue Qing Ye kecil yang dilayaninya tidak pernah benar-benar menaruh dirinya ke dalam kategori orang yang mampu dipercayai. Tindakan Yue Qing Ye meskipun samar, namun tidak akan luput dari mata gadis itu yang merupakan seorang kultivator.


Gadis itu tidak menjawab pertanyaan Yue Qing Ye, namun dia melakukan gerakan berani yang tidak pernah diizinkan kepadanya.


Yue Qing Ye kecil semakin menaikkan kewaspadaannya ketika melihat keanehan pengasuhnya. Ketika gadis itu mendekatinya dia terbelalak dan akan menarik belatinya, namun sesuatu yang mencengangkan terjadi.


Gadis pengasuhnya memeluk erat dirinya dan menempelkan seluruh tubuh bayinya ke tubuh remaja sang pengasuh. Sebuah pemikiran terlintas di benak Yue Qing Ye kecil, mungkinkah pengasuhnya akan mengkhianatinya? Apakah dia akan membunuhnya dengan mencekiknya?


Namun, tanpa diduga pengasuh itu tidak melakukan apa pun yang menunjukkan tanda-tanda untuk melukainya. Gadis tersebut memeluk Yue Qing Ye kecil dan mengusap punggung anak itu dengan lembut.


Yue Qing Ye kecil terpana dengan tindakan lembut tersebut. Dia pernah melihat orang lain saling memperlakukan satu sama lain dengan tindakan seperti ini, namun tindakan itu hanya diperuntukkan kepada para anggota klan lain. Tindakan tersebut mengartikan kelembutan yang menunjukkan kelemahan.


Yue Qing Ye tidak diizinkan untuk menunjukkan emosi kelemahan seperti itu, dia kebingungan dengan pelanggaran yang tiba-tiba dilakukan oleh gadis pengasuhnya. Biasanya anggota klan yang bertindak tidak sopan akan dihukum oleh aturan klan. Sekarang Yue Qing Ye seharusnya menarik diri dan menjatuhkan hukuman terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pengasuhnya, namun entah mengapa dia tidak tahan melakukannya.


Gadis pengasuhnya adalah bawahan yang sangat patuh dan taat aturan di hari biasanya. Sangat membingungkan mengapa orang ini tiba-tiba melakukan pelanggaran seperti ini. Ini juga merupakan pelanggaran pertama pengasuhnya jadi Yue Qing Ye juga tidak terlalu ingin menghukum pengasuhnya dengan hukuman berat.


Begitu pemikiran ini muncul, Yue Qing Ye kecil mengerucutkan bibirnya dengan untaian kekecewaan yang terpancar di kedua pupilnya. Dia masih terlalu lembut, dia masih lemah. Kalau kedua orang tuanya melihat kelemahannya, mereka pasti akan sangat kecewa terhadapnya.

__ADS_1


Di bawah emosi yang bertentangan, bayi kecil berusia dua tahun itu membuka bibir mungilnya dan dengan nada kekanak-kanakan yang dingin, dia menegur, "Apa yang sedang kamu lakukan? Cepat lepaskan, atau kamu akan dihukum dengan aturan klan."


Gadis remaja itu sedikit tersentak sebelum menarik kembali pelukannya dengan ekspresi yang kembali patuh seperti biasa. Yue Qing Ye kecil ingin mengucapkan kata-kata dingin, namun kata-kata yang dipersiapkannya tersangkut di tenggorokan nya saat dia melihat jejak merah yang muncul di kedua ujung mata gadis pengasuhnya.


Kebingungan praktis merayap di wajah Yue Qing Ye, ini pertama kalinya dia melihat pengasuhnya menangis. Anak kecil itu mengatupkan bibirnya dengan rata, emosi yang rumit naik di kedua pupil matanya.


"Kenapa kamu menangis?


Yah, kenapa gadis pengasuhnya menangis. Dia tidak benar-benar ingin menjatuhkan hukuman kepada pengasuhnya, tapi biarpun dihukum paling-paling dia hanya akan membiarkan pengasuhnya mencatat aturan klan sebanyak seratus kali dan menyembunyikan pelanggaran pengasuhnya dari kedua orang tuanya dan orang dewasa lain.


Gadis pengasuhnya tidak akan mendapatkan hukuman berat dan meninggalkan sisinya, jadi kenapa dia menangis?


Yue Qing Ye kecil yang telah ditanamkan oleh segala ilmu, namun tidak dengan kasih sayang dan empati tidak mengerti mengapa gadis pengasuhnya yang selalu kuat dan tidak pernah menunjukkan kelemahan akan tampil dengan keadaan lemah seperti ini di depannya.


"Kenapa kamu menangis? Aku bahkan belum menghukummu. Jangan khawatir, karena tadi adalah pelanggaran pertamamu aku akan menutup mata terhadap apa yang terjadi. Jangan diulangi lagi," ujar Yue Qing Ye kecil dengan wajah serius yang tidak seharusnya muncul di ekspresi seorang anak.


Yue Qing Ye semakin terganggu. Dia sudah menunjukkan rasa ketidaksenangan yang jelas di sepasang pupil hitamnya. Wajah kecilnya yang memiliki lemak bayi chubby menunjukkan ekspresi dingin yang tidak sesuai dengan usianya.


"Hentikan. Kenapa kamu tiba-tiba begitu lemah?" tanya Yue Qing Ye dengan serius. Dengan kondisi pengasuhan saat ini, tidak mungkin dia bisa kembali. Mereka tidak bisa membiarkan orang lain melihat keadaan pengasuhnya atau pengasuhnya akan menarik kecurigaan orang lain dan akan menerima hukuman atas kelemahannya.


Saat Yue Qing Ye kecil merasa frustasi untuk pertama kalinya, gadis pengasuhnya menghapus air mata dari kedua sudut matanya sebelum tersenyum.


Kali ini Yue Qing Ye kecil bahkan lebih bingung lagi. Baru saja pengasuhnya menangis dengan sedih dan menunjukkan kelemahan yang tidak pernah ditunjukkannya, tapi sekarang pengasuhnya ini malah membuat wajah tersenyum?


Kenapa wajah pengasuhnya berubah-ubah seperti itu?


Yue Qing Ye bukan tipe anak yang akan memendam rasa ingin tahunya. Dia tidak akan pernah membiarkan ketidaktahuannya terendam begitu saja, hanya ketika dia mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya, maka dia akan tetap mampu mengatasi berbagai situasi yang terjadi.


"Kenapa kamu menangis kemudian tertawa? Apa kamu sakit?" tanya Yue Qing Ye kecil dengan serius.

__ADS_1


Dari yang dipelajarinya, rasa sakit yang timbul pada makhluk hidup tidak hanya ada rasa sakit fisik, tetapi juga ada rasa sakit mental. Yue Qing Ye masih tidak terlalu mengerti dengan arti rasa sakit mental, tapi dia tahu bahwa penyakit mental bisa membuat makhluk hidup terluka lebih parah dibandingkan dengan penyakit fisik. Mereka bisa gila.


Dia tidak pernah melihat orang gila, tapi dari penjelasan yang tercatat di buku, orang gila tidak akan mampu mengendalikan kondisi pikiran dan emosi mereka. Mereka akan melukai orang lain dan diri sendiri.


Itu adalah jenis penyakit yang sangat sulit disembuhkan dan sangat berbahaya.


Yue Qing Ye menatap serius pengasuhnya, mungkinkah...


Gadis remaja yang menerima tatapan Yue Qing Ye tersenyum masam. Bagaimana mungkin dia tidak tahu pemikiran tuan muda kecilnya? Dia selalu menemani Yue Qing Ye selama sesi pelajarannya, jadi tentu saja dia tahu apa yang mungkin terlintas di benak tuan mudanya.


"Tuan Muda, aku tidak sakit. Aku hanya sedih."


"Mengapa kamu sedih?" tanya Yue Qing Ye dengan sabar. Akan merepotkan jika pengasuhnya harus diganti. Dia tidak akan tahu apakah orang lain akan menimbulkan bahaya baginya, jadi dia lebih memilih untuk mempertahankan pengasuhnya dan menyelesaikan masalah yang sedang dipikirkan oleh pengasuhnya ini


"Maaf Tuan Muda. Aku tidak bisa mengatakan alasan kesedihanku, tapi kuharap Tuan Muda akan bahagia untuk sekali saja."


Yue Qing Ye terkejut dengan kata-kata pengasuhnya. Ini adalah niat yang cukup lancang, pengasuhnya jelas tahu kalau dia tidak boleh menunjukkan kelemahan, tapi pengasuhnya justru memberitahunya untuk bahagia?


"Tidak. Aku tidak bisa lemah," ujar Yue Qing Ye kecil dengan tegas.


Pengasuh itu hanya tersenyum dan berkata, "Tuan Muda, soal kata bermain, aku tidak bisa menjelaskan definisinya dengan jelas. Jadi Tuan Muda harus mencari tahu sendiri arti dari kata itu."


Yue Qing Ye menatap dingin pengasuhnya dengan kekesalan yang tidak disamarkan, namun pengasuhnya telah kembali ke kondisi profesional seperti biasa dan berdehem pelan sebelum keluar dari tempat persembunyian mereka.


Yue Qing Ye kecil melihat punggung pengasuhnya saat gadis itu pergi ke tempat sekelompok anak yang melempar salju dan menghentikan aksi mereka untuk berbicara dengan mereka.


Anak kecil berusia dua tahun yang diberikan tugas baru untuk mencari tahu sebuah istilah yang tidak dipahaminya, telah mengingat kata itu dengan jelas.


'Bermain.'

__ADS_1


__ADS_2