
Dengan kondisi tiga anggota kelas A yang setengah hidup saat ini, tidak mungkin mengharapkan mereka untuk mengangkat tangan menghadapi serangan yang datang. Tidak mungkin juga mengharapkan BaiLi Yun Hua untuk datang memberi mereka dukungan karena pemuda itu berada dalam jarak yang cukup jauh dari anggota timnya.
Di saat inilah BaiLi Yun Hua yang menjadi objek pengamatan dari sekian banyak mata bergerak. Pemuda itu melesat dari tempatnya dan menuju posisi timnya dengan kecepatan tak kasat mata. Hanya butuh beberapa detik bagi pemuda itu untuk berdiri di depan anggota timnya dan menjadi tameng daging.
Baik lawan maupun kawan yang melihat tindakan BaiLi Yun Hua terbelalak. Tiga serangan itu sama sekali tidak lembut dan memiliki niat membunuh yang jelas. Biar pun BaiLi Yun Hua sedang dalam kondisi puncaknya, mustahil pemuda itu bisa lolos tanpa cacat apalagi sekarang semua orang sangat tahu kalau pemuda itu baru saja terluka parah. Tindakan BaiLi Yun Hua hampir setara dengan mencari sial sendiri. Kalau tidak cacat, pemuda itu pasti akan berakhir sekarat. Kalau BaiLi Yun Hua dijatuhkan oleh serangan ini, maka sudah bisa dipastikan kalau kemenangan akan berada di pihak kelas B.
Ketika berbagai pihak mengira kalau BaiLi Yun Hua sudah selesai, pemuda itu mematahkan spekulasi mereka. Udara ungu yang dipancarkan dari pemuda itu berubah menjadi beberapa kumpulan awan setebal pergelangan tangan orang dewasa dan menghempaskan serangan itu kembali ke pemiliknya.
Xiao Yin tertegun dengan tindakan itu. Pandangannya berpapasan dengan dua pupil ungu dan rasa dingin melonjak dalam dirinya. Meskipun melihat serangannya kembali ke arah dirinya, dia merasa seperti kedua kakinya direkatkan ke lantai dan batang tubuhnya membeku. Pikirannya meneriakkan perintah untuk menghindar, namun baik itu tulang dan ototnya menolak untuk mematuhi perintah itu seolah sedang dipaku di tempat.
Pada saat ini, Mo Lan membuka matanya dan bergerak di depan anggota timnya untuk menghadapi tiga serangan spiritual yang menuju mereka. Gadis itu dengan cekatan mengayunkan kedua pedang besarnya dan memotong serangan itu menjadi beberapa bagian kecil hingga menyebar ke area lain.
"Kakak..."
"Jangan lengah, BaiLi Yun Hua yang seperti ini tidak mudah diprediksi," ujar Mo Lan dengan wajah serius. Kata-katanya tidak hanya ditujukan untuk adik perempuannya, tapi juga anggota tim lainnya.
BaiLi Yun Hua menyaksikan interaksi tim lawannya dengan pandangan geli. Mo Lan bisa melihat kalau pemuda itu sama sekali tidak menganggap mereka.
__ADS_1
"Selesai bicaranya? Kalau sudah sekarang saatnya kita kembali ke acara utama kita, kan?" ujar BaiLi Yun Hua dengan pandangan geli.
"Tadi katamu ranking pertama akan menjadi milik kalian? Hmn... tidakkah kalian terlalu percaya diri?" lanjut BaiLi Yun Hua dengan seringaian licik.
Usai berbicara, pemuda itu berkedip dan melesat menuju lawannya dengan kecepatan yang sama ketika dia menahan serangan untuk anggota timnya. Kali ini anggota tim kelas B sudah bersiap dan masing-masing bergerak dengan pola teratur. Mereka membuka jarak terukur dengan Mo Lan sebagai penyerang utama ketika BaiLi Yun Hua mencapai jarak yang mereka tandai.
"Ding!"
Suara benturan besi menimbulkan bunyi dering yang nyaring. Kali ini getaran frekuensi yang timbul lebih berdampak dari sebelumnya. Pandangan Mo Lan bertemu dengan BaiLi Yun Hua ketika wajah mereka hanya berjarak puluhan centimeter. Dalam jarak sedekat ini Mo Lan bisa melihat lebih jelas pupil mata ungu milik BaiLi Yun Hua.
Mo Lan membeku.
"Heh... apa hobimu ini meremehkan orang? Bisa-bisanya melamun di tengah pertempuran."
Mo Lan mengerutkan keningnya. Dia memperhatikan perubahan sikap dan nada pemuda di hadapannya ini yang sekarang terdengar kesal dan mengejek. Mo Lan sadar kalau ini memang salahnya karena kehilangan fokus di tengah pertandingan. Kalau dia sedang berada di tengah medan pertempuran sejati, kelalaiannya bisa menjadi kesempatan bagi musuhnya untuk mengklaim kepalanya.
Kelalaiannya ini juga bukan tanpa sebab, pupil mata BaiLi Yun Hua memberinya perasaan yang sangat tidak menyenangkan. Ada tekanan samar yang mengguncang fokusnya.
__ADS_1
Mo Lan dan timnya melakukan serangan beruntun pada BaiLi Yun Hua dengan pola teratur. Gadis itu tidak lagi menggunakan kekuatan aneh yang sebelumnya mengejutkan penonton, tetapi beralih ke serangan kelompok yang kompak.
Tim kelas B berpindah dari posisi mereka setiap detiknya untuk menyerang BaiLi Yun Hua dari segala arah. Tidak ada serangan yang terlalu mematikan, tetapi semuanya datang dengan cepat dan tanpa henti.
BaiLi Yun Hua juga tidak melakukan gerakan mengejutkan di luar dari menghindari setiap serangan yang datang dengan gerakan aneh yang cukup lentur. Di bandingkan dengan pertempuran sengit sebelumnya, orang-orang yang berdiri di arena ini sekarang tampak lebih seperti sedang bermain-main. Terutama BaiLi Yun Hua. Pemuda itu bertindak seolah-olah sedang menampilkan tarian akrobatik.
BaiLi Yun Hua tidak terlihat tegang sama sekali. Semua aksinya diiringi dengan ekspresi wajah yang setengah santai setengah geli, seolah orang ini benar-benar sedang bermain dengan teman-temannya. Di beberapa kesempatan, pemuda ini sengaja membimbing lawannya untuk saling berbentrok sebelum memberi mereka seringaian penuh ejekan.
Di mata sebagian besar penonton, adegan ini lumayan menyebalkan. Yang mereka harapkan adalah aksi pertarungan yang sengit dan menakjubkan bukan permainan tidak serius seperti ini. Beberapa anggota tim kelas B yang sebelumnya dipuji karena keahlian mereka justru tampil seperti orang bodoh sekarang.
Di atas arena, Li Qing Yu yang awalnya cukup antusias untuk menantikan percikan api dari dua orang yang menarik perhatiannya sekarang menatap datar lelucon yang sedang ditampilkan di arena pertandingan. Dia mengharapkan BaiLi Yun Hua untuk menunjukkan aksi tempur yang luar biasa di bawah dukungan formasi klan miliknya, namun pemuda itu sekarang justru sedang menampilkan sejenis tarian monyet yang ok lah... terbilang cukup elegan.
Sedangkan pemimpin tim kelas B malah mengikuti arus dan bukannya memimpin anggota timnya dengan strategi yang serius? Kemana kekuatan luar biasa tadi? Kenapa sekarang gadis itu tidak melakukan apa pun selain membiarkan anggota timnya dibimbing seperti hewan di sirkus?
Bukannya Li Qing Yu ingin menghina anggota kelas B yang sebelumnya sudah menampilkan performa luar biasa, tapi sebagian besar orang di kursi penonton juga memiliki pemikiran yang sama seperti dirinya. Adegan ini sungguh mirip dengan pemain sirkus yang sedang menggoda hewan-hewan sirkus di dunia manusia...
Jangan tanya kenapa Li Qing Yu yang tidak pernah menginjakkan kakinya keluar dari wilayah klannya bisa mengetahui soal sirkus di dunia manusia. Ketika dia sedang bosan sendirian di rumahnya, pemuda ini sering menjelajahi internet dan melihat berbagai kesenangan di wilayah ras manusia yang salah satunya adalah pertunjukan sirkus yang diposting di media sosial.
__ADS_1
Melihat adegan di arena yang sekarang sedang berlangsung, dia menarik nafas dalam-dalam secara mental.
Ck... benar-benar memalukan...