The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 72: Identitas Wei Lan


__ADS_3

Yu Feng menyipitkan matanya ketika melihat api hitam yang mengandung energi kegelapan level tinggi. Garis keturunan vampirnya yang sudah gelisah, semakin berdenyut ketika aura kegelapan yang pekat mengelilinginya. Binatang buas dalam dirinya kembali menggeram di bawah pengaruh energi kegelapan yang berfungsi sebagai undangan mewah bagi monster di dalam dirinya.


Dia diam-diam mengutuk ketidakberuntungan nya dan mengedarkan energi spiritualnya ke seluruh tubuhnya untuk meredakan kegelisahan vampirisme nya.


Api hitam melahap jalan depan Yu Feng dan membuat pemuda itu hanya memiliki rute mundur sementara Li Qing Feng justru berada tepat tidak jauh dari belakangnya.


Li Qing Feng yang kehilangan ketenangannya telah ditahan kembali oleh dua rekan Yu Feng, namun karena kemarahan yang masih belum mereda, pemuda itu menggunakan musuhnya untuk menjadi pelampiasan apinya yang berkobar.


Secara garis besar Li Qing Xia dan Li Qing Feng sama-sama memiliki sifat liar seperti ini yang suka mengeluarkan ketidakbahagiaan mereka kepada orang lain sebagai karung tinju gratis mereka.


Melihat api hitam yang semakin menyebar, kedua pistol Yu Feng menghilang dari kedua tangannya dan pemuda itu memanfaatkan api yang memiliki target bebas ini dan dengan segera membuat segel tangan tertentu.


Di bawah pengaruh gerakan cepat kesepuluh jari Yu Feng dan mantra yang digumamkannya tanpa suara, sebuah lingkaran simbol penuh aura terbentuk di udara. Yu Feng membuat gerakan terakhir dan mendorong energi spiritualnya dalam jumlah yang besar sekaligus ke rune tersebut.


Lingkaran rune bersinar dengan cahaya putih sebelum sebuah pusaran angin yang kuat terbentuk dari lingkaran rune dan melahap api hitam di sekitarnya seperti lubang blackhole yang kelaparan.


Saat api hitam diserap, Yu Feng terbang ke arah Li Qing Xia dengan cepat sambil mengarahkan bilah angin ke arah gadis itu. Li Qing Xia yang kehilangan cambuknya favoritnya membuka kesepuluh jarinya yang menumbuhkan cakar tajam dan bergerak menghadapi Yu Feng.


Sementara pertarungan di bawah terkesan berantakan, tiga sosok yang berada di udara juga tidak tinggal diam. Luo Hong yang sejak awal sudah memiliki niat untuk membunuh Wei Lan sekarang mengeluarkan keganasannya. Luo Hao tidak lagi menunjukkan penampilan tidak waras, kali ini dia mendukung Luo Hong dan membuka jalan bagi temannya untuk menembak jatuh Wei Lan.


Wei Lan yang terlihat sangat kuat, sebenarnya tidak bisa dibandingkan dengan Luo Hong dan Luo Hao. Dia bisa merasakan kalau kekuatan kedua anggota klan Luo ini berada jauh di atasnya. Alasan menyapa dia masih bisa berdiri tegak jelas karena kedua orang ini tidak menyerang dengan serius. Luo Hong tidak menyembunyikan niat membunuhnya. Pemuda elf berambut pirang yang menandakan statusnya sebagai keluarga dekat kepala klan Luo saat ini tidak pernah memiliki hobi bermain-main dengan musuhnya.

__ADS_1


Orang ini terkenal dengan kepribadiannya yang ganas dan tanpa ampun. Selain itu, Luo Hao yang terlihat feminim ini sebenarnya juga tidak mudah dihadapi. Dia memiliki kemampuan untuk menembus serangan Wei Lan hingga pertahanan terakhirnya dan langsung membunuhnya, tapi orang ini tidak melakukannya. Bisa dibilang sejak tadi Luo Hao tampaknya sangat santai menghadapi Wei Lan seperti sedang bermain dengan hewan peliharaannya.


Kombinasi Luo Hong dan Luo Hao jelas tidak cocok untuk dipasangkan bersama dalam tugas membunuhnya. Dia tidak tahu apa sebenarnya yang dilakukan kedua orang yang mengaku ingin berurusan dengan dirinya. Luo Hong terlalu lembek. Jelas-jelas orang ini bisa membunuhnya dengan sekali pukulan, apa yang membuatnya menunda sejauh ini?


Kecurigaan Wei Lan semakin bertambah ketika Luo Hao yang terlihat sudah kembali normal ini hanya bermain seenaknya. Luo Hao bertindak seolah dia benar-benar hanya semampu ini, padahal Wei Lan yakin kalau pemuda itu menyembunyikan keunggulannya.


Tiga bayangan terus bertabrakan di udara dan membuat efek cahaya yang menyilaukan mata saat ketiga sosok itu saling menyerang. Tidak lama setelah ketiganya bertukar puluhan pukulan, raut wajah Luo Hao mulai terlihat pucat, namun biarpun begitu tindakan pemuda itu tidak stagnan. Tidak ada yang tahu bahwa Luo Hao mulai merosot, kecuali Wei Lan dan Luo Hong yang posisinya paling dekat dengannya.


Mata Wei Lan melirik lengan Luo Hao yang tertutupi es. Sejak awal solusi pencegahan ini jelas bisa berdampak buruk bagi Luo Hao. Sekarang efeknya sudah mulai terasa, kondisi fisik Luo Hao telah mulai menurun.


Mata Wei Lan menajam ketika dia melihat celah yang dibuat oleh musuhnya. Tanpa ragu Wei Lan langsung menyerang kesempatan itu. Pemuda yang awalnya bergerak seperti bayangan tiba-tiba menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang Luo Hao. Wei Lan mengulurkan tangannya mencengkeram bahu Luo Hao yang lengannya sudah robek itu dan menggumamkan serangkaian bahasa asing dengan cepat sebelum sebuah sulur tiba-tiba terbentuk di bahu Luo Hao.


Melihat senyuman Wei Lan, firasat buruk membuncah di dalam hati Luo Hao. Di detik berikutnya, sulur-sulur kecil yang tumbuh di bahu Luo Hao tiba-tiba berkembang dengan cepat dan liar.


"Ugh..!"


Luo Hao menggertakkan giginya dengan desisan yang tanpa sadar dikeluarkannya karena rasa sakit yang menggigit seluruh tubuh. Sulur tumbuh dengan kecepatan yang mencengangkan, di bawah tatapan para penonton dan hanya butuh tidak lebih dari lima detik sebelum Luo Hao sepenuhnya dikelilingi oleh sulur-sulur tanaman yang lahir dari bahunya.


Pemandangan itu segera membuat para anggota klan elf dari segala tingkatan dan usia yang menonton pertandingan itu mendidih. Sulur-sulur tanaman tidak mengandung energi kehidupan alam yang tinggi seperti yang seharusnya diciptakan oleh para elves yang terkenal paling dekat dengan alam mereka. Sebaliknya sulur tanaman itu membawa sedikit aura kegelapan yang membuat bentuknya tumbuh sedikit jelek dan membawa warna kering di setiap sulur nya.


Hanya pemandangan itu sudah cukup memberitahu beberapa orang mengenai identitas Wei Lan. Dia adalah seorang darah tabu dan hal yang menggelikan adalah darah tabu yang terkenal paling dibenci oleh para bangsa elf, yang seharusnya tidak mungkin bertahan hidup hingga sebesar ini dan menginjakkan kaki mereka keluar dari wilayah elf, ternyata mampu mengalahkan seorang elf dari klan Luo.

__ADS_1


Wei Lan tersenyum, dia tentu saja bisa merasakan tatapan-tatapan dari segala arah yang ingin menerkamnya hingga mati. Sejak awal pertandingan, Luo Hong selalu menunjukkan kebenciannya terhadap Wei Lan yang bahkan akan dirasakan oleh orang buta dan menyebutkan soal aib.


Namun sebenci itu pun Luo Hong, dia tidak pernah merinci mengapa Wei Lan disebut sebagai aib. Diperkirakan pemuda itu mungkin tidak ingin membiarkan orang lain mengetahui masalah klannya. Hanya ketika Wei Lan menggunakan energi kegelapan yang seharusnya tidak mungkin muncul di tubuh seorang elf yang terkenal dengan energi kehidupan mereka, semua orang yang hadir akhirnya paham dengan alasan kebencian Luo Hong.


Ternyata Wei Lan seorang darah tabu.


Pantas saja.


Sulur-sulur tanaman tersebar lebih jauh hingga akhirnya bergerak dengan ganas untuk menghancurkan es yang menutupi lengan Wei Lan. Luka yang sejak awal sudah menganga dengan lubang yang menakutkan, sekarang diperparah lagi dengan pecahan es yang menusuk daging.


Kedua pupil hijau gelap Wei Lan berkilat dengan kemenangan dan rasa bangga yang sama sekali tidak disembunyikan. Kalau semuanya berjalan sesuai dengan yang telah dipikirkannya, maka...


"Huh... Ugh..."


Luo Hao yang membeku seperti patung setelah dililiti sulur-sulur tanaman yang menyebar di seluruh tubuhnya, mulai menunjukkan tanda-tanda. Tubuh pemuda itu bergerak kaku seolah mencoba untuk merenggang di tengah jeratan sulur yang mengikat erat dirinya. Sepasang mata itu bergerak-gerak dan memandang cairan merah yang menodai sulur yang bergerak seperti tentakel hidup.


"Hiss... kotor..."


Ekspresi Wei Kan menyala.


Sepertinya semuanya berjalan dengan lancar...

__ADS_1


__ADS_2