The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 75: Kultivator Tingkat Perak


__ADS_3

"Sudah cukup."


Saat semua orang mengira kalau Luo Hong akan dibunuh di tempat, senior perempuan yang hanya bertindak sebagai pengamat dari samping itu mencengkram bahu rekan prianya dan menghentikan aksinya.


"Kamu akan membunuhnya. Sudah cukup aku harus menangani junior-junior ini jadi jangan memberiku pasien baru lagi, terutama stok mayat baru."


Kekuatan yang mencekik Luo Hong mereda perlahan. Begitu aura mencekam yang mengancam nyawa Luo Hong memudar, pemuda itu kehilangan penahannya dan terjun lurus ke bawah.


Adegan itu membuat penonton mengalami hening yang panjang. Udara ketegangan yang berputar di tempat itu tidak berhenti menyebar saat melihat kekuatan menakutkan senior mereka.


Luo Hong yang jatuh bebas ke bawah memiliki penampilan yang terlihat seperti baru melalui serangkaian pertarungan sengit yang mengambil nyawa, padahal pemuda itu sebenarnya ditekan secara sepihak oleh lawan yang jauh lebih superior darinya.


"Huh... sepertinya aku sudah bertindak terlalu jauh," ujar senior laki-laki tersebut dengan helaan nafas pelan saat dia memandang tubuh yang tergeletak di lantai arena yang rusak.


"Mengingat situasi tempat arena yang sudah seperti ini, kurasa pertandingan akan ditunda untuk sementara waktu," ujar senior perempuan tersebut sambil menatap para juniornya yang duduk di bangku penonton.


"Untuk kedepannya kami harap kalian akan mematuhi semua aturan dan protokol yang telah ditetapkan dalam kompetisi. Jika ada yang mengulangi tindakan siswa tadi, inilah yang akan kalian terima dan hukuman yang akan datang tidak akan ringan terhadap kalian tidak peduli apa status kalian di luar akademi," ujar senior perempuan tersebut dengan ekspresi dingin dan aura yang mencekam semua yang hadir sebagai bentuk peringatan.


Usai memberikan peringatan, kedua senior tersebut menghilang dalam bentuk cahaya dengan hanya meninggalkan sisa aura kuat yang menjadi pertanda bahwa mereka pernah hadir.


Li Qing Yu menatap ke udara kosong tempat dimana dua senior tadi berdiri. Wajahnya memang menampilkan ekspresi kebingungan dan kekaguman yang sangat terikat, namun saat melihat betapa kuatnya kedua senior tadi api tumbuh di dalam dadanya. Dia telah melihat banyak kultivator yang kuat di klannya, namun pada dasarnya dia tidak terlalu sering berpapasan dengan mereka karena kondisinya yang diisolasi.

__ADS_1


Itupun kultivator yang telah mencapai peringkat perak yang pernah dijumpainya semua adalah paman atau bibi hingga kakek atau nenek. Tentu saja dia tahu kalau para kultivator perak yang dijumpainya adalah mereka yang terlemah di antara tokoh-tokoh di klannya, bahkan konon ayahnya yang brengsek itu telah mencapai peringkat emas. Namun Li Qing Yu tidak pernah benar-benar melihat ayahnya atau tetua klan lainnya yang menunjukkan kekuatan mereka.


Dia hanya pernah melihat sekelompok paman bibi dan kakek nenek yang selalu mengangkat tinggi dagu mereka dengan mata yang tidak pernah berhenti memancarkan emosi jijik dan cemohan ketika mereka berjumpa terhadapnya. Kadang mereka juga akan sengaja melepaskan tekanan seorang kultivator tingkat perak saat berpapasan dengannya.


Pertama kali dia diperlakukan seperti itu adalah tidak lama setelah ibunya meninggal dan ayah brengseknya mambawa masuk wanita lain ke dalam keluarga mereka. Tidak cukup menikahi wanita lain di tengah momen berduka atas kematian ibunya, Kepala Klan Li itu juga membawa masuk tiga anak ke dalam silsilah keluarga mereka.


Li Qing Yu tidak akan pernah melupakan emosi kemarahan, kesedihan, dan ketidakpercayaan yang dia rasakan saat dia masih seorang anak. Terutama saat melihat ketika dua anak laki-laki yang dibawa masuk ayahnya ternyata jauh lebih tua darinya. Itu artinya bahkan sebelum ibunya melahirkannya, sang ayah sudah memiliki anak dengan wanita lain.


Dia bahkan mulai ragu apakah kematian ibunya adalah ketidaksengajaan atau memang karena ulah tangan orang lain.


Li Qing Yu kecil yang ditinggalkan oleh ibunya dan dikucilkan oleh ayahnya akhirnya menjadi target pembully-an orang-orang di klan. Tidak sedikit yang memanfaatkan kesempatan untuk melampiaskan rasa superioritas mereka atas kejatuhan seorang anak yang berstatus sebagai tuan muda klan.


Karena saat itu, Li Qing Yu kecil tahu bahwa jika dia menampilkan bakatnya dan menutupi sinar tiga orang anak yang akan menjadi saudara dan saudari tirinya, maka nasibnya mungkin akan segera berakhir di tangan ibu barunya.


Sebab itulah dia telah menyimpan kebenciannya sebagai seorang anak dan diam-diam mengolah kekuatannya sendiri untuk mencapai ambisinya dan membalas mereka yang telah berbuat salah padanya. Satu-satunya kejanggalan dalam rencananya adalah Li Qing He yang keluar jalur.


Kekaguman atas kemampuan dua senior yang lebih kuat dari Li Qing He itu telah berubah menjadi obsesi dan semangat murni yang mendorong dirinya. Seperti kata-kata Wei Si An, dua senior itu adalah kultivator tingkat perak. Mereka masih sangat muda, mungkin hanya beberapa tahun lebih tua dari Li Qing He atau bahkan mungkin umur mereka sama, tapi kekuatan yang ada dalam diri mereka benar-benar indah.


Jauh lebih indah dan menakjubkan dibandingkan dengan para kultivator tingkat perak yang pernah dijumpainya di klan.


Li Qing Yu sekarang sudah menjadi seorang kultivator tingkat 5, sesuai standar umum dia benar-benar sudah sangat menakjubkan. Bahkan bakat nya yang berada di tingkat hitam telah menjadikannya jenius di mata orang lain. Tapi Li Qing Yu tidak puas.

__ADS_1


Jika dibandingkan dengan dua senior yang mampu mencapai tingkat perak yang hampir tidak mungkin dicapai bagi kebanyakan orang, dia yang saat ini sama sekali bukan apa-apa.


Untuk menembus ranah peringkat perak, bakat adalah salah satu pendukung, namun tekad dan sumber daya yang tiada bandingnya juga harus dikorbankan untuk menembus ranah tingkat 9 ke wilayah yang jauh lebih besar.


Li Qing Yu pernah mendengar kalau mereka yang telah berhasil menebus tingkat 9 ke ranah tingkat perak akan menemukan kalau jalan keabadian yang mereka pahami selama berada di tingkat 1 hingga 9 tidak ada bandingnya dengan batas wilayah tingkat perak.


Pada dasarnya untuk benar-benar memasuki dan memahami fondasi keabadian, mereka perlu menebus tingkat perak. Karena hanya dengan begitu, diri fana mereka akan terlahir kembali dan membuka takdir ilahi mereka untuk membangun tangga keabadian yang suci.


Aturan ini berlaku bagi bangsa dan ras mana pun di muka bumi ini. Mungkin kalau didasarkan dengan garis keturunan, mereka yang merupakan ras naga, burung, iblis, vampir, dan elf memiliki peluang yang lebih besar untuk mendaki jalan keabadian. Teori ini telah lama berlangsung selama tahun-tahun awal di zaman nenek moyang mereka karena memang garis keturunan kelima ras ini memiliki kedekatan yang lebih kepada pencapaian leluhur mereka di masa lalu.


Seperti klan elf yang merupakan bangsa peri dan merupakan makhluk suci yang terlahir lebih dekat dengan alam, klan iblis di sisi lain merupakan garis keturunan dari iblis kuno yang dikabarkan telah naik menjadi seorang abadi.


Jalan keabadian memang selalu dikatakan hanya terbuka bagi mereka yang memiliki kebaikan dan pemahaman akan kebenaran dunia. Tertulis di buku sejarah kalau dulu di zaman yang lebih tua, para kultivator dibagi menjadi dua kubu.


Yang pertama adalah kultivator kebenaran yang dianggap melakukan segala sesuatu dan memiliki pemahaman keabadian yang didasarkan atas kebaikan terhadap semua makhluk. Yang kedua adalah para kultivator kegelapan yang mewakili kejahatan, iblis, dan monster yang hanya membawa kehancuran kemana pun mereka pergi.


Meskipun sama-sama merupakan kultivator, namun sejarah yang tertulis menjabarkan kalau yang mampu menjadi abadi adalah para kultivator kebenaran sedang para kultivator kegelapan akan dihancurkan sebelum mereka bahkan berhasil menginjakkan kaki ke dalam ranah abadi.


Namun entah bagaimana teori ini dipatahkan saat kultivator kegelapan pertama menjadi seorang abadi dan mendaki ke peringkat yang lebih tinggi dari yang pernah dicapai oleh kultivator kebenaran. Setelah kenaikan pertama, jajaran kultivator kegelapan selanjutnya juga menapaki jalan yang sama. Tidak diragukan lagi momen ini telah mengubah tatanan dunia sejak saat itu.


Tidak ada yang tahu sebenarnya apa yang terjadi pada zaman nenek moyang mereka, namun dari peninggalan bersejarah pada setiap klan dari berbagai ras, mereka hanya bisa menyimpulkan kalau sejak awal nenek moyang mereka salah mengartikan tatanan dunia yang sebenarnya atau mungkin aturan dunia lah yang telah berubah dengan sendirinya karena tujuan tertentu.

__ADS_1


__ADS_2