The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 84: Menangani Masalah


__ADS_3

Luo Min memandang pemuda di depan nya yang berambut perak dan bermata safir yang terlihat seperti pemuda yang lembut dan tidak mengetahui kekotoran dunia.


Dari informasi yang diterimanya, Tuan Muda Kedua dari klan Wei, Wei Si An adalah pewaris muda klan Wei yang selalu damai dan terlalu lemah dalam mengambil keputusan serius. Dia tidak terlalu tegas jika dibandingkan Tuan Muda Pertama Klan Wei yang jauh lebih sulit dihadapi. Sampai saat ini tidak sedikit yang berpikir kalau tahta pemimpin klan berikutnya akan lepas dari tangan Wei Si An dan jatuh ke tangan Wei Si Yong mengingat banyaknya dukungan dan pengaruh yang dipegang oleh Tuan Muda Pertama Klan Wei.


Namun, tampaknya infomasi ini kurang valid.


Luo Min menatap tindakan Wei Si An yang polos dan terlihat tidak disengaja ini. Warna hijau di pupil Luo Min agak menggelap.


Wei Si An ini tidak semudah kelihatannya.


Melihat suasana sudah cukup kaku selama waktu yang diinginkannya, Wei Si An akhirnya melepaskan para elf yang sengaja disindir nya secara halus ini dan meredakan ketegangan yang diciptakannya, "Tentu saja ini hanya omong kosong karena klan Luo tidak akan pernah melakukan tindakan yang keji dan amoral seperti itu. Namun, tidak semua orang akan memiliki pikiran yang sama sepertiku. Setelah semua yang terjadi, Nona Luo Min mungkin lebih baik memperhatikan keadaan di sekitar anggota klan Anda untuk sementara waktu ini."


Luo Min mengangguk dan menjawab dengan tulus, "Terima kasih atas pengertian dan saran Anda. Aku mewakili anggota klanku untuk meminta maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan tadi."


Wei Si An hanya tersenyum.


Li Qing Yu yang menjadi pengamat di samping memperhatikan semua interaksi itu dengan tenang. Wei Si An sedang memperingati Luo Min secara halus, ini memang tindakan yang jauh lebih aman dibandingkan konfrontasi langsung. Setelah hari ini hubungan antara Luo Min dan Wei Si An pasti akan mengalami kemunduran, meskipun kedua tokoh ini terlihat ramah dan saling menghargai di permukaan.


Tidak.


Lebih tepatnya, setelah apa yang terjadi di pertandingan hari ini, Luo Min dan anggota klan Luo lainnya secara tidak langsung telah membuat jarak dengan beberapa pihak. Tidak hanya dengan Li Qing He yang mewakili klan Li, tapi mungkin juga dengan BaiLi Yun Xiao dan juga Yue Qing Ye.


Selain itu, para elf ini juga sudah menerima ultimatum dari siswa senior yang mewakili pihak akademi. Untuk sementara waktu ini anggota klan Luo mungkin akan menekan kehadiran mereka dan bersikap lebih low profile, terutama Luo Hong dan Luo Hao itu.

__ADS_1


Dia juga tidak pernah membayangkan kalau Luo Hao dan Luo Hong adalah master tersembunyi. Di kelas kedua orang ini bertindak terlalu transparan dalam komunikasi mereka, dari segi kekuatan pun mereka juga bukan yang terkuat di kelas jadi pada dasarnya kedua orang ini sama sekali tidak menarik pusat perhatian kecuali tentang penampilan khas elf mereka. Dan kalau berbicara tentang penampilan, tidak sedikit yang berparas menakjubkan di kelas mereka entah itu laki-laki atau perempuan.


Kalau bukan karena Luo Hong dan Luo Hao tiba-tiba ikut berpartisipasi dalam kompetisi, kedua orang ini benar-benar akan menipu mata orang jauh lebih lama lagi sebelum kebenaran terungkap.


Luo Min dan dua pendampingnya tidak tinggal terlalu lama di tempat itu. Mungkin karena kata-kata Wei Si An atau mungkin karena tidak ingin menarik permusuhan Li Qing He lebih jauh lagi, ketiga elf itu dengan sopan meninggalkan niat kompensasi mereka sebelum pergi.


Li Qing Yu harus mengakui, kompensasi itu agak menggiurkan sebenarnya. Luo Min benar-benar menepati kata-kata awalnya dan menawarkan diri untuk menanggung biaya pengobatan Li Qing Feng dan Li Qing Xiao. Tidak hanya dua orang klan Li saja, tapi tepatnya semua siswa di kelasnya yang telah terluka oleh tindakan Luo Hao.


Praktik ini lebih seperti suap, namun siapa peduli? Lagipula keuntungannya tidak sedikit. Ohh... tentu saja Li Qing He adalah pengecualian. Orang ini pasti sedang tersinggung dengan tindakan Luo Min terutama dari wajah gelapnya yang terlihat hampir menyamai warna pakaiannya.


Setelah kepergian tiga tokoh yang mengganggu, Wei Si An menepuk ringan pundak Li Qing He dan berkata, "Jangan menampilkan wajah bau itu sepanjang hari. Mungkin anggota klan Luo telah melanggar batas, namun lebih baik tidak menunjukkan permusuhan secara terbuka agar tidak menimbulkan masalah antar klan yang jauh lebih rumit. Apalagi Luo Min juga memberikan kompensasi yang tidak kecil untuk kedua adikmu. Jangankan sampai pulih, kurasa benda-benda yang ditinggalkan oleh Luo Min juga akan membantu kultivasi mereka. Lagipula sejumlah harta itu tidak bernilai sedikit uang."


"Klan ku tidak semiskin itu hingga harus menerima amal dari orang lain," ujar Li Qing He dengan nada ketus dan menusuk yang seperti kaktus.


"Jangan memikirkannya sebagai amal, anggap saja itu adalah undian berhadiah yang kalian menangkan," balas Wei Si An.


Wei Si An menggeleng kepalanya dan menatap Li Qing Yu yang sedari tadi hanya bertindak seperti figuran manusia dan berkata, "Bukankah begitu Saudara Qing Yu?"


Li Qing Yu yang ditarik ke lubang masalah dengan canggung menggaruk kepalanya dan tersenyum setengah hati.


......................


Di koridor lain rumah sakit.

__ADS_1


Tiga elf yang baru meninggalkan kelompok Li Qing He sekarang berjalan dengan cepat untuk melawati jalan di setiap belokan koridor.


Luo Min mencengkram punggung tangannya dengan erat. Aura suram mengelilingi gadis itu dengan sangat jelas hingga kedua pendampingnya dengan patuh hanya mengikuti pemimpin mereka dan berusaha mengecilkan kehadiran mereka.


Sebagai seorang putri klan elf kapan dia perlu menundukkan kepalanya sejauh ini di hadapan orang lain? Tidak hanya itu, dia bahkan tidak boleh menunjukkan kemarahannya ketika dipermainkan oleh Wei Si An dan masih harus meminta maaf berkali-kali kepada orang lain.


Kebencian menguar di hatinya ketika mengingat tatapan dan ekspresi Li Qing He yang merendahkannya. Kalau Wei Si An menghinanya secara verbal, maka Li Qing He menginjak harga dirinya masuk ke genangan lumpur. Di masa lalu dia tidak akan merendahkan dirinya sejauh ini bahkan jika lawan bicaranya adalah seorang pewaris klan lain! Tapi sekarang karena satu kelalaian, dia harus begitu patuh di depan orang lain!


Kalau bukan karena posisinya yang sulit saat ini... Lagipula Luo Xing Academy bukan akademi abal-abal. Dia tidak boleh membuat permusuhan secara terang-terangan dengan orang-orang di akademi ini mengingat tempat ini bukan wilayah kekuasaan klannya.


Sungguh sial.


Keengganan merembes melalui pupil zamrud Luo Min. Sekarang kalau dipikirkan lagi, semua bermula dari kebodohan Luo Hao. Kalau dia tidak membuat kekacauan, bagaimana mungkin situasi mereka akan menjadi seburuk ini sekarang. Kemarahan kembali berkobar di hati Luo Min, namun kali ini targetnya bukanlah Li Qing He atau Wei Si An, tapi Luo Hao yang memberinya masalah.


Luo Min menggertakkan giginya, kilatan kekejaman melintas di pupil zamrud nya yang mengotori keindahan permata kecil tersebut. Luo Hao... kalau bukan karena orang bodoh ini bagaimana bisa dia dipermalukan seperti ini?!


Sekarang pemuda itu mungkin sedang koma dan ditahan di bangsal tertentu yang dijaga ketat oleh pihak akademi. Kalau bukan karena dia tidak diizinkan bertemu dengan Luo Hao dan tidak mengetahui keberadaan pemuda itu, sekarang dia akan pergi ke tempat Luo Hao dan melampiaskan kemarahannya pada orang tersebut.


Menarik nafas dalam-dalam, Luo Min berusaha menenangkan api di hatinya dan berpikir jernih. Luo Hao berbeda dari anggota klan Luo lainnya. Orang itu adalah salah satu jenius yang keluar dari pelatihan generasi mereka. Meskipun kali ini Luo Hao membuat kekacauan sebesar ini, dia tidak bisa membunuhnya begitu saja. Para tetua klan dan ayahnya juga tidak akan bersedia membuang aset ini secara cuma-cuma.


Sekarang Luo Hao sedang ditahan dan akan menghadapi hukuman dari akademi. Dia tidak tahu hukuman macam apa yang akan dijatuhkan, tapi dia tidak bisa membiarkan pihak akademi merusak bakat klan mereka. Karena itulah sekarang prioritas utamanya selain dari menenangkan hati beberapa pihak yang telah mereka singgung, dia juga perlu memastikan keselamatan Luo Hao.


Apalagi Luo Hao ini bisa menjadi pisau yang sempurna untuk melawan Wei Lan meskipun orang itu agak tidak waras.

__ADS_1


"Kalian berdua kembali dulu, sampaikan pesanku kepada Luo Hong untuk mencari tahu bagaimana kondisi Luo Hao sementara aku menyelesaikan kekacauan ini," ujar Luo Min dengan dingin kepada dua anggota klannya.


"Baik."


__ADS_2